Analisa Data
DATA MASALAH
Angket :
1. Berdasarkan hasil data yang didapatkan 16 dari 22 anak balita sering mengalami batuk dan pilek
2. Berdasarkan hasil data yang didapatkan 7 dari 22 anak keluarga balita mengetahui tentang ISPA
Wawancara
1. Sebagian orang tua belum mengerti tentang masalah ISPA
Observasi
1. Dari observasi mahasiswa STR Keperawatan Tanjung Karang banyak didapatkan anak dengan kondisi ISPA
Resiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA) BD rendahnya pengetahuan ibu tentang kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di RT 001 dan 006 Dusun Simbaringin Desa
Sidoasri Kabupaten
Lampung Selatan
Angket :
1. Berdasarkan hasil data yang di dapatkan 11 dari 22 anak keluarga balita mengetahui tentang ISPA
2. Berdasarkan hasil data yang didapatkan 16 dari 22 anak balita sering mengalami batuk dan pilek
3. Berdasarkan hasil data yang di dapatkan 14 dari 22 anak balita sering bermain di lingkungan yang kotor
Wawancara
4. Sebagian Orang tua Belom mengerti apa itu ISPA Observasi:
5. Dari observasi mahasiswa STR Keperawatan Tanjung Karang didapatkan keluarga anak balita kurang
Resiko defisit pengetahuan orangtua tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita BD
kurangnya edukasi
kesehatan lingkungan pada orangtua di RT 001 dan 006 Dusun Simbaringin Desa
Sidosari Kabupaten
Lampung Selatan
memahami tentang penyakit ISPA Angket :
1. Berdasarkan hasil data di dapatkan 14 dari 22 anak balita sering bermain di lingkungan yang kotor
2. Berdasarkan hasl data di dapatkan 15 dari 22 anak balita sering terjatuh saat bermain
3. Berdasarkan hasil data 14 dari 22 anak balita pada lingkungan sekitarnya sering terpapar asap rokok Wawancara :
1. Data wawancara didapatkan sebagian besar orang tua balita sering merokok di sekitar balita
Perilaku kesehatan orangtua pada agregat balita
cenderung berisiko BD perilaku merokok pada keluarga balita di RT 001 dan 006 Dusun Simbaringin Desa Sidosari Kabupaten Lampung Selatan
LEMBAR PEMERIKSAAN
No KK Nama
balita
Alamat Status pendudu k
Jenis kelamin
Usia (Bulan)
RT NIK TB BB Apakah balita
anda sering mengalami batuk dan pilek ?
Apakah balita anda sering mengalami sesak atau kesulitan bernafas ? 1801041812110073 Fatma Simbaringin,
sidosari
Menetap P 47 06 1801044201210002 97 11 Ya Tidak
- Ibra Simbaringin,
sidosari
Menetap L 18 06 - 77 9,4 Ya Ya
1801041409160036 Jinan Simbaringin, sidosari
Menetap P 36 06 1801046707210002 - 15 Ya Tidak
1801043103110048 Pandu Simbaringin, sidosari
Menetap L 96 01 180104231020001 95 11 Ya Tidak
1871102803090008 Riska Simbaringin, sidosari
Menetap P 15 03 180104007230006 67 9,3 Ya Tidak
1801042001180011 Akhtar Simbaringin, sidosari
Menetap L 38 06 1801042209210003 - 10 Ya Tidak
1871100510120002 Kevin Simbaringin, sidosari
Menetap L 43 01 1801041803210001 - 13 Tidak Tidak
1801043009200008 Naziva Simbaringin, sidosari
Menetap P 23 01 1801045812220001 - 11 Tidak Tidak
1801042701140082 Husna Simbaringin, sidosari
Menetap P 58 01 1801042701140082 - 13 Tidak Tidak
1801042403086805 Azizah Simbaringin, sidosari
Menetap P 53 01 1801042701140082 - 13 Ya Tidak
1871100610200003 Gardika Simbaringin, sidosari
Menetap L 54 01 1801044706200001 - 14 Tidak Tidak
1801045610220001 Okta Simbaringin, sidosari
Menetap P 24 01 1871102511200002 73 11 Ya Tidak
1801042002150007 Nadhiva Simbaringin, sidosari
Menetap P 16 03 1801042406200008 - 8 Ya Tidak
1801040803100019 David Simbaringin, sidosari
Menetap L 12 03 1801045207230004 73 8,6 Ya Tidak
1801040906220017 Zeline Simbaringin, sidosari
Menetap P 36 03 1801044410210001 - 10 Ya Tidak
1801040906220017 Zico Simbaringin, sidosari
Menetap L 12 01 1801042010230004 - 8,3 Ya Tidak
1801040406090054 Devan Simbaringin,
sidosari Menetap L 13 01 - 73 8 Ya Tidak
1801041108230003 Ikhsan Simbaringin, sidosari
Menetap L 13 01 1801042909230002 75 6,9 Ya Tidak
- Deswita Simbaringin,
sidosari
Menetap P 23 07 - - 11 Ya Tidak
- Dwiyana Simbaringin,
sidosari
Menetap P 46 07 - - 14,5 Tidak Tidak
1801041312210017 Annasya Simbaringin, sidosari
Menetap P 18 01 1801044205230002 64 8,8 Tidak Tidak
1801040304120035 Nizam Simbaringin, sidosari
Menetap L 25 01 - - 10 Ya Tidak
Rencana Keperawatan DIAGNOESA
KEPERAWATA N
Tujuan Interevensi STRATEGI
Umum Khusus
Resiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA)
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari, diharapkan masyarakat mengenali dan
memecahkan masalah- masalah kesehatan pada anak usia balita yang ada di RT 001 dan RT 006 Dusun Simbaringin.
- Masyarakat mengetahui status kesehatan pada balita - Masyarakat
mengetahui tata cara memberikan aromaterapi terhadap balita dengan keluhan ispa - Masyarakat
dapat melakukan pemberian aromaterapi pada balita ISPA
- Masyarakat mengetahui tata cara mencuci tangan 6 langkah dengan benar - Balita lebih
mengenali warna dan bentuk suatu benda.
- Melakukan Skrining kesehatan Balita
- Demonstrasi penggunaan aromaterapi untuk melegakan saluran pernafasan pada balita
-Demonstrasi cara mencuci tangan 6 langkah yang benar,guna mengurangi penularan infeksi - terapi bermain mencocokkan warna dan bentuk benda.
-Skrining kesehatan -Kerja sama lintas program Pemberdayaan masyarakat (demonstrasi pemberian aromaterapi) -Pemberdayaan Masyarakat (Demonstrasi cara mencuci tangan 6
langkah dengan benar)
Resiko defisit pengetahuan orangtua tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada agregat balita.
Setelah dilakukan asuhan keperawatan Selama 3 hari, diharapkan pengetahuan keluarga tentang apa ISPA meningkat.
- Masyarakat mengetahui apa itu lingkungan bersih dan sehat - masyarakat
mengetahui bahaya polusi terhadap balita - Masyarakat
mengetahui pentingnya menjaga kesehatan lingkungan balita . - Masyarakat
mengetahui tentang pijat bayi dan posisi tidur yang tepat untuk balita yang terkena ISPA
- Melakukan pendidikan kesehatan tentang lingkungan bersih dan sehat - Melakukan
pendidikan bahaya polusi terhadap balita - Melakukan
pendidikan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan pada balita
- Demonstrasi pijat bayi dan Edukasi posisi tidur yang tepat untuk balita yang terkena ISPA
- Penyuluhan kesehatan - Kerja sama
lintas program - Peningkatan
pengetahuan keluarga tentang ISPA
Perilaku kesehatan orangtua pada agregat balita cenderung
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari,
- Masyarakat mengetahui tentang bahaya nya asap rokok terhadap balita
- berikan Penyuluhan Kesehatan tentang bahaya nya asap rokok
-penyuluhsn Kesehatan - lintas sektor kerja program
berisiko. diharapkan perilaku yang cenderung beresiko untuk balita menurun.
- Masyarkat mengetahui tentang
lingkungan yang bersih dan bebas dari asap rokok dan polusi
-berikan penyuluhan tentang lingkungan yang bersih dari polusi dan asap rokok
Implementasi dan Evaluasi Keperawatan DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Hari, Tanggal ,Jam
Intervensi Evaluasi
Resiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA)
Rabu, 20 November 2024 Jam : 09:00
skrining kesehatan balita terkait ISPA:
- Pemeriksaan dibagi menjadi 3 pos sesuai dengan parameter skrining, yaitu:
- Pos 1:
Pengukuran suhu tubuh dan saturasi oksigen (SpO2).
- Pos 2:
Pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar lengan atas (LILA).
- Pos 3:
Wawancara
Evaluasi Struktur
- 81% atau sekitar 17 hadir dan mengikuti skrining hingga selesai.
- Perwakilan pembimbing lahan kelompok 1 dapat menghadiri kegiatan.
- Tempat di Balai Dusun Sidosari dan alat tersedia sesuai rencana.
Evaluasi Proses
- Mahasiswa berperan sesuai dengan tugasnya.
- Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncakan
- Undangan yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Evaluasi Hasil
- Peserta mengikuti skrining dari awal hingga akhir, melanjutkan ke kegiatan selanjutnya yaitu mengikuti penkes. Didapatkan hasil skrining 70% balita (13 anak) mengalami gejala ISPA ringan seperti batuk,
singkat terkait keluhan ISPA, riwayat paparan asap rokok, dan
pemahaman orang tua tentang pencegahan ISPA.
pilek, dan demam ringan dan 30% balita (5 anak) tidak menunjukkan gejala ISPA tetapi memiliki faktor risiko seperti paparan asap rokok.
Resiko defisit
pengetahuan orangtua tentang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada agregat balita.
Rabu, 20 November 2024 Jam : 09:30
Pendidikan Kesehatan ISPA Terhadap Kesehatan Balita:
- Pemateri memaparkan materi Pendidikan Kesehatan ISPA - Moderator
membuka sesi tanya jawab pada orang tua dan juga kuis.
Evaluasi Struktur
- 81% atau sekitar 18 balita dari undangan dapat menghadiri kegiatan penyuluhan.
- Pembimbing lahan kelompok 1 dapat menghadiri kegiatan.
- Tempat di Balai Dusun Sidosari dan alat tersedia sesuai rencana.
Evaluasi Proses
- Mahasiswa berperan sesuai dengan tugasnya.
- Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncakan
- Undangan yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir - Peserta berperan aktif
selama jalannya diskusi - Pelaksanaan kegiatan
Pendidikan Kesehatan ISPA di mulai dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab.
Evaluasi Hasil
balita dan orangtua yang hadir 81% yaitu 18 balita. 80% materi yang disampaikan telah dapat dipahami oleh peserta penkes.
Dua peserta mampu
menyebutkan penyebab tanda dan gejala ISPA. Satu peserta mampu menjelaskan bagaimana cara mencegah ISPA.
Risiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA)
Kamis, 21 November 2024, Jam:
09.00
Demonstrasi cara mencuci tangan 6 langkah yang benar:
- Demonstrator menunjukkan langkah cuci tangan
menggunakan hand sanitizer.
- Orang tua dan balita diajak mempraktikkan langsung.
Evaluasi Struktur:
- 76% (17 orang tua dan balita) hadir.
- Alat dan media tersedia (hand sanitizer, speaker, mic).
- Tempat di Balai Dusun RT 002 sesuai rencana.
Evaluasi Proses:
- Demonstrasi dilakukan secara perlahan dan diulang agar peserta memahami.
- Orang tua aktif mengikuti kegiatan.
Evaluasi Hasil:
- 60% orangtua dapat
mempraktekan cuci tangan 6
langkah dengan tepat - Satu orang tua mampu mendemonstrasikan ulang 6 langkah cuci tangan di depan.
- Satu orang tua menjawab pertanyaan dengan benar tentang kapan waktu yang tepat untuk cuci tangan.
Risiko defisit
pengetahuan orang tua tentang ISPA pada agregat balita
Kamis, 21 November 2024 Jam : 09.30
Demonstrasi pijat bayi dan Edukasi posisi tidur yang tepat untuk balita dengan ISPA:
- Dua orang tua mampu
menjelaskan posisi tidur yang tepat untuk balita dengan ISPA.
- Demonstrator menjelaskan pentingnya posisi tidur yang benar (semi-Fowler atau posisi miring).
- Orang tua mempraktikkan posisi tidur menggunakan bantal sebagai alat peraga.
Evaluasi Struktur:
- 76% (17 peserta) hadir.
- Alat peraga tersedia (baby oil, alas tidur bayi, speaker, mic , bantal, poster posisi tidur).
Evaluasi Proses:
- Edukasi berjalan lancar sesuai jadwal.
- Peserta mendengarkan dengan baik dan mempraktikkan posisi tidur.
Evaluasi Hasil:
- 65% orang tua balita dapat mempraktekkan ulang pijat bayi.
- Dua orang tua mampu menjelaskan posisi tidur yang tepat untuk balita dengan ISPA.
- Tiga orang tua mampu mempraktikkan pijat bayi dengan urutan yang benar.
- Tiga orang tua berhasil mempraktikkan posisi tidur dengan bantal yang disediakan.
Resiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA)
Jumat, 22 November 2024 Jam : 09.00
Terapi
Komplementer Dengan
Aromaterapi Minyak Kayu Putih :
- Demonstrator menjelaskan
Evaluasi Struktur
- 70% atau sekitar 15 balita dari undangan dapat menghadiri kegiatan penyuluhan.
- Pembimbing lahan dan pembimbing akademik kelompok 1 dapat
Langkah Langkah pembuatan aromaterapi dengan minyak kayu putih.
- Orang tua mempraktikkan ulang Langkah Langkah pembuatan aromaterapi dengan minyak kayu putih.
menghadiri kegiatan.
- Terjadi kemunduran waktu dimulainya acara
dikarenakan menunggu para ibu balita untuk berkumpul di balai dusun, acara dimulai jam 09.40.
- Tempat di Balai Dusun Sidosari dan alat tersedia sesuai rencana.
Evaluasi Proses
- Mahasiswa berperan sesuai dengan tugasnya.
- Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncakan
- Undangan yang hadir mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir - Peserta berperan aktif
selama jalannya demonstrasi
- Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan demontrasi pembuatan dan di
demonstrasikan ulang oleh orang tua.
Evaluasi Hasil
Berdasarkan hasil kegiatan terapi komplementer didapatkan balita dan orangtua yang hadir 70% yaitu 15 orangtua dan balita. 70% orangtua dapat menyebutkan Langkah Langkah
pembuatan aromaterapi. Lima orangtua dapat me-
redemontrasikan kembali pembuatan aromaterapi secara mandiri.
Resiko defisit kesehatan komunitas pada agregat balita (peningkatan kasus ISPA)
Jumat, 22 November 2024 Jam : 09.00
Terapi Bermain Mencocokkan Warna dan Bentuk Benda:
1. Anak-anak diberikan mainan edukatif berupa balok warna- warni dan kartu bergambar berbagai bentuk.
2. Fasilitator menjelaskan aturan permainan (anak
mencocokkan warna dan bentuk).
3. Orang tua membantu anak untuk memahami instruksi
permainan.
4. Anak-anak bermain secara berkelompok dengan
bimbingan orang
EVALUASI STRUKTUR -70% peserta hadir.
- Ruangan nyaman, sirkulasi udara baik.
- Mainan edukatif tersedia sesuai kebutuhan.
EVALUASI PROSES
- Anak-anak antusias saat diberi instruksi permainan.
- Orang tua aktif terlibat dalam mendampingi anak selama kegiatan berlangsung.
- Fasilitator memastikan setiap anak memahami aturan dan mendapatkan kesempatan bermain.
EVALUASI HASIL - 80% anak mampu
mencocokkan warna balok dengan benar.
- 70% anak dapat
mencocokkan bentuk benda secara mandiri.
- Orang tua memahami pentingnya terapi bermain sebagai stimulasi perkembangan