• Tidak ada hasil yang ditemukan

URAIAN PROSES PENGOLAHAN

4.2 ANALISA LOSSES

Setiap hari diadakan analisa losses untuk mengetahui angka kerugian dari hasil produksi sudah sesuai dengan standar toleransi norma atau standar losess.

Losess didapatkan di beberapa tempat unit produksi, seperti air hasil rebusan (air kondensat), sludge hasil dari buangan separator, dan sebagainya.

Berikut ini merupakan standar toleransi kehilangan minyak dan inti yang dapat dilihat pada Tabel 4.2. dan tabel 4.3.

Tabel 4.2. Standar Toleransi Kehilangan Minyak

Parameter Standar Losses (%) Maksimum Terhadap

Minyak TBS

Air Rebusan 0.30 - 0.60 -

Tandan Kosong 1.50 - 2.10 0.35 - 0.48

Ampas Kering 5.00 - 6.00 0.56 - 0.68

Biji 0.30 - 0.60 0.03 - 0.07

Sludge Akhir 0.40 - 0.60 0.28 - 0.42

Jumlah Kehilangan Minyak Max 1,65 Sumber: PTPN II Sawit Seberang, 2022

50

Tabel 4.3. Standar Toleransi Kehilangan Minyak

Parameter Standar Losses (%) Maksimum Terhadap

Inti/Sample TBS

Fibre Cyclone 0,2-0,50 0,02-0,05

Abu LTDS 2,20-9,40 0,06-0,27

Clay bath 2,70-7,20 0,10-0,27

Jumlah Kehilangan Inti Max 0,60

Sumber: PTPN II Sawit Seberang, 2022

4.2.1 Losses Minyak

4.2.1.1 Losses Minyak dalam Air Rebusan Prinsip Kerja:

Minyak dalam air rebusan diperoleh dengan tersebut dan menarik minyaknya dengan n-heksana.

Peralatan:

1. Cawan porselen yang telah diketahui beratnya 2. Neraca analitik

3. Water bath 4. Oven

5. Alat Ekstraksi (Ekstraktor Soxhlet) Prosedur Kerja:

1. Air kondensat ditimbang ± 25 gr ke dalam cawan porselen yang diketahui beratnya.

2. Uapkan di atas water bath sampai kering

3. Panaskan dalam oven pada suhu 105-110°C selama 3 jam 4. Dinginkan selama 30 menit

5. Timbang sampai konstan

6. Ekstraksi dengan n-heksana 150 ml selama 3-4 jam dengan menggunakan flat bottom flask 250 ml yang telah diketahui beratnya.

7. Destilasi n-heksana yang ada dalam flat bottom flask dan keringkan dengan suhu 105-110°C selama 3 jam.

8. Dinginkan selama 15 menit

51 9. Timbang sampai konstan Perhitungan:

Kadar Minyak (%) = Berat minyak

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar minyak x persentase air rebusan terhadap TBS

4.2.1.2 Losses Minyak dalam Tandan Kosong Prinsip Kerja:

Minyak dalam tandan kosong dapat diperoleh dengan jalan mengekstraksi minyak dengan n-heksana.

Peralatan:

1. Pisau

2. Alat Ekstraksi (Ekstraktor Soxhlet) 3. Neraca analisis

4. Flat bottom flask 250 ml yang diketahui beratnya Prosedur Kerja:

1. Tandan kosong dicacah 2. Timbang tepat 20 gr

3. Panaskan dalam oven selama 2-3 jam dengan suhu 105-110°C

4. Ekstraksi dengan n-heksana 150 ml selama 3-4 jam dengan menggunakan flat bottom flask 250 ml yang telah diketahui beratnya.

5. Destilasi n-heksana yang ada dalam flat bottom flask dan keringkan dengan suhu 105-110°C selama 3 jam.

6. Dinginkan selama 15 menit 7. Timbang sampai konstan Perhitungan:

Kadar Minyak (%) = Berat minyak

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar minyak x persentasi Tandan kosong terhadap TBS

4.2.1.3 Losses dalam Ampas Kering Prinsip Kerja:

52

Ampas keluaran dari fibre cyclone diperoleh minyaknya dengan ekstraksi dengan n-heksana

Peralatan:

1. Cawan porselen yang telah diketahui beratnya 2. Neraca analisis

3. Oven

4. Alat Ekstraksi (Ekstraktor Soxhlet) Prosedur Kerja:

1. Ampas ditimbang 20 gr ke dalam cawan porselen yang diketahui beratnya.

2. Panaskan dalam oven pada suhu 105-110°C selama 3 jam 3. Timbang sampai konstan

4. Ekstraksi dengan n-heksana 150 ml selama 3-4 jam dengan menggunakan flat bottom flask 250 ml yang telah diketahui beratnya.

5. Destilasi n-heksana yang ada dalam flat bottom flask dan keringkan dengan suhu 105-110°C selama 3 jam.

6. Dinginkan selama 30 menit 7. Timbang sampai konstan

Perhitungan:

Kadar Minyak (%) = Berat minyak

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar minyak x persentase ampas terhadap TBS

4.2.1.4 Losses Minyak dalam Biji Prinsip Kerja:

Kerugian minyak dalam biji dapat diperoleh dengan jalan mengekstraksi biji dengan n-heksana.

Peralatan:

1. Cawan porselen yang telah diketahui beratnya 2. Neraca analisis

3. Oven

4. Alat Ekstraksi (Ekstraktor Soxhlet)

53 Prosedur Kerja:

1. Biji ditimbang 20 gr ke dalam cawan porselen yang diketahui beratnya.

2. Panaskan dalam oven pada suhu 105-110°C selama 3 jam 3. Timbang sampai konstan

4. Ekstraksi dengan n-heksana 150 ml selama 3-4 jam dengan menggunakan flat bottom flask 250 ml yang telah diketahui beratnya.

5. Destilasi n-heksana yang ada dalam flat bottom flask dan keringkan dengan suhu 105-110°C selama 3 jam.

6. Dinginkan selama 30 menit 7. Timbang sampai konstan Perhitungan:

Kadar Minyak (%) = Berat minyak

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar minyak x persentase biji terhadap TBS

4.2.1.5 Losses Minyak dalam Sludge Prinsip Kerja:

Minyak dalam sludge diperoleh dengan menguapkan kondensat tersebut dan menarik minyaknya dengan n-heksana.

Peralatan:

1. Cawan porselin yang telah diketahui beratnya 2. Neraca analitik

3. Water bath 4. Oven

5. Alat Ekstraksi (Ekstraktor Soxhlet) Prosedur Kerja:

1. Sludge ditimbang ± 25 gr ke dalam cawan porselin yang diketahui beratnya.

2. Uapkan di atas water bath sampai kering

3. Panaskan dalam oven pada suhu 105-110°C selama 3 jam 4. Dinginkan selama 30 menit

5. Timbang sampai konstan

54

6. Ekstraksi dengan n-heksana 150 ml selama 3-4 jam dengan menggunakan flat bottom flask 250 ml yang telah diketahui beratnya.

7. Destilasi n-heksana yang ada dalam flat bottom flask dan keringkan dengan suhu 105-110°C selama 3 jam.

8. Dinginkan selama 15 menit 9. Timbang sampai konstan Perhitungan:

Kadar Minyak (%) = Berat minyak

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar minyak x persentase padatan terhadap TBS

4.2.2 Losses Inti

4.2.2.1 Losses Inti dalam Fibre Prinsip Kerja:

Biji utuh atau biji 1/2 utuh masih terdapat dalam fibre, dan ini mengakibatkan kerugian. Jumlah ini dapat diketahui dengan memisahkan masing- masing bagian.

Peralatan:

1. Baki besar 2. Timbangan

Prosedur Kerja:

1. Ambil 1 kg fibre

2. Pisahkan masing-masing jenis 3. Timbang masing-masing jenis Perhitungan:

Kadar Inti (%) = Berat inti

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar inti x persentase ampas terhadap TBS

4.2.2.2 Losses Inti dalam Cangkang Basah Prinsip Kerja:

55

Cangkang merupakan 1/3 bagian dari biji, dalam cangkang sebenarnya tidak diperkenankan adanya inti lepas, biji utuh, biji ½ pecah yang menyebabkan kerugian. Inti dapat diketahui dengan memisahkan dari cangkangnya.

Peralatan:

1. Baki besar 2. Timbangan Prosedur Kerja:

1. Ambil 1 kg cangkang basah 2. Pisahkan masing-masing jenis 3. Timbang masing-masing jenis Perhitungan:

Kadar Inti (%) = Berat inti

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar inti x persentase ampas terhadap TBS

4.2.2.3 Losses Inti dalam LTDS Peralatan:

1. Baki besar 2. Timbangan Prosedur Kerja:

1. Ambil 1 kg cangkang basah 2. Pisahkan masing-masing jenis 3. Timbang masing-masing jenis.

Perhitungan:

Kadar Inti (%) = Berat inti

Berat sampel x 100%

Losses = Kadar inti x persentase ampas terhadap TBS

Dokumen terkait