• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat dan Bahan Prakikum

BAB II TINTAUAN PUSTAKA

3.2 Alat dan Bahan Prakikum

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu kertas,alat tulis dan data perencanaan layout tanaman dalam greenhouse.

3.3 Prosedur Kerja

3.3.1 Diagram Alir

Mulai

Disiapkan alat dan bahan

Disiapkan tanaman tomat sebanyak 500 tanaman

Dibuat jarak antara bedengan dengan lebar kurang lebih 75 jarak antar tanaman 30 cm dan jarak tiap dinding dengan bedengan 25 cm

Diletakkan tanaman dalam greenhouse dengan susunan baris 23 tanaman dan kolom 22 tanaman

Dimasukkan tanaman pada polibag Disiapkan dengan ukuran pada

polibag

Selesai

37

Gambar 4.Diagram alir penentuan layout peletakan tanaman dalam greenhouse 3.3.2 Langkah Kerja

Adapun langkah kerja pada praktikum ini yaitu a. Disiapkan alat dan bahan

b. Disiapkan tanaman tomat sebanyak 500 tanaman c. Disiapkan polybag dengan ukuran 35x90 cm d. Dimasukkan tanaman pada polybag

e. Diletakkan tanaman dalam greenhouse dengan susunan baris 23 halaman dan kolom 23 tanaman

f. Dibuat jarak antar bendengan dengan lebar kurang lebih 75 jarak antar tanaman 30 cm, dan jarak tiap dinding dengan bedengan 25 cm

38 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan

Diketahui:

Jumlah tanaman diletakkan digreenhouse : 500 tanaman

Ukuran 38olybag tanaman : 35 cm ×40 cm

Jarak tanaman antar bedengan : ±75 cm

Jarak antar tanaman : ±30 cm

Jarak tiap dinding dengan bedengan : 75 cm

Ditanya: tata letak tanaman atau rancang bangun greenhouse yang sesuai?

Jawab:

Dalam perhitungan ini akan digunakan Variabel X dan Y dimana X = jumlah tanaman pada baris

Y = jumlah tanaman pada kolom

Dengan metode lagrange , maka akan didapat fungsi

 Panjang = 75 + 15X + 35X = 75 + 50X

Note: 5X adalah jumlah tanaman dalam sebuah jarak antar tanaman 30 cm. jarak antar tanaman = 50 cm dikonversi menjadi 50X , karena jarak tersebut diantara 2 tanaman maka perhitungan menjadi 30X dibagi 2 yang menghasilkan 15 X.

 Lebar = 75 + 15Y+40Y= 75+55Y Maka didapatkan:

 Fungsi tujuan luas = panjang × Lebar

= (75 + 50x) × ( 75 +55y)

= 5,625 + 4.125y + 3.750x+ 2.750xy… (1)

 Fungsi kendala xy = 500

Xy-500 = 0……….. (2)

 Fungsi yang dihitung dengan metode langrage

5625 + 4125y + 3750x + 2750 xy + p (xy-500)………….. (3)

 JLE/Jx = 3.750 + 2750y + Py……….. (4)

 JLE/Jy = 4125 + 2750y + Py……….. (5)

 JLE/Jp = x-y-500 = x =500/p……….. (6)

39

 Fungsi 5 dipindah ruas Px = -4125-2750x

Fungsi 5 dibagi dengan x.p = -4125/x-2.750……… (7)

 Fungsi 6 diditribusikan terhadap fungsi 7 P=(-4125/(500/y)) – 2.750

=-8,25y – 2.750……….. (8)

 Fungsi 8 didistribusikan terhadap fungsi 4:

0= 3.750 + 2.750y + py

0= 3.750 + 2.750y + ( -8.25y – 2750)y 0= 3.750 + 2.750y + ( -8.25y2 – 2750y) -3750 = 2.750y -8.25y2-2750y

-3750 = 8.25 y2 y2 = 454,55 y =√454,55 y =√454,55 y = 21, 32

y =22……… (9) Maka jumlah tanaman didalam kolom: 22 tanaman.

 Fungsi 9 didistribusikan terhadap fungsi 6 X= 5000/y

=500/22 =22, 72 =23

Maka jumlah tanaman didalam baris : 23 tanaman Jika dihitung X kali Y= 22 × 23

=506 tanaman

Hal ini membuat greenhouse dengan 23 baris tanaman dan 22 kolom tanaman mampu menampung 506 tanaman. Jumlah tersebut lebih dari jumlah tanaman yang tersedia yaitu 500 tanaman.

40

41

Gamabar 5. Grafik Layout Greenhouse

4.2 Pembahasan

Pola tanam adalah suatu urutan tanam pada sebiidang lahan dalam suatu tahun termasuk didalmnya masa pengolahan tanah. Pola tanaman merupakan bagian atau subsistem budidaya tanaman, maka dari sistem budidaya tanaman ini dapat dikembangkan satu atau lebih sistem pertanian. Pola tanaman ini diterapkan dengan tujuan memanfaatkan sumber daya secara optimal dan untuk menghindari resiko kegagalan. Pola tanaman didaerah tropis, biasanya disusun selama satu tahun dengan memperhatikan curah hujan terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan.

Pola tanaman terbagi menjadi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur. Pertanian monokultur adalah pertanian dengan menanam tanaman sejenis, misalnya padi saja atau jangung saja. Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan pola tanaman polikultur adalah pola pertanian dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang tersusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik.

Pengaturan jarak tanaman dengan kepadatan tentu bertujuan memberi ruang tumbuh pada tiap tiap tanaman agar tumbuh dengan baik. Jarak tanam akan mempengaruhi kepadatan dan efesiensi penggunaan cahaya, persaingan diantara tanaman, penggunaan air dan unsur hara sehingga akan mempengaruhi produksi tanaman. Pada kerapatan rendah, tanaman kurang berkompetisi dengan tanaman lainnya, sehingga penampilan individu tanaman lebih baik. Sebaliknya pada kerapatan tinggi, tingkat kompetesi diatara tanaman terhadap cahaya, air dan unsur hara semakin ketat sehingga tanaman dapat terhambat pertumbuhannya.

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dimana jumlah tanaman yang akn diletakkan dalam green house yaitu sebanyak 506 tanaman dengan ukuran polibag yaitu 35×40 cm. lalu jarak antar tanaman yaitu ±30 cm dan jarak tiap dinding dengan bedengan yaitu variabel X dan Y dimana X adalah jumlah tanaman pada baris dan Y adalah jumlah tanaman pada kolom. Dengan metode lagrange didapatkan fungsi yaitu panjang dan lebar dimana fungsi panjang = 75+50X dan fungsi lebar = 75+55Y. Dari metode lagrange didapatkan fungsi tujuan yaitu luas= panjang×lebar. Kemudian terdapat fungsi kendala dan fungsi yang dihitung dengan metide lagrange. Setelah dihitung, fungsi (S) dipindahkan ruasnya lalu

42

dibagi dengan X, seteah itu fungsi S didistribusikan terhadap fungsi (7). Setelah didapatkan hasilnya, selanjutnya adalah fungsi (3) didistribusikan terhadap fungsi (4) sehingga menghasilkan nilai Y dimana Y adalah jumlah tanaman dalam kolom yaitu sebanyak 22.

Selanjutnya fungsi (9) didistribusikan terhadap fungsi (6) sehingga didapatkan nilai X dimana X adalah jumlah tanaman dalam baris sebanyak 23 sehingga apabila nilai X dan Y dikalikan maka akan mendapat hasil yaitu 506 tanaman.

Penerapan layout atau tata letak pada bidang teknik pertanian yaitu untuk mengatur jarak tanaman didalam ruang bangunan greenhouse. Jarak tanam akan mempengaruhi kepadatan dan efesiensi penggunaan cahaya, persaingan antar tanaman dalam penggunaan air dan unsur hara. Jarak tanaman yang sempit akan terjadi persaingan dalam memperoleh air, unsur hara.

43 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah:

a. Pengaturan tata letak (layout) tanaman pada greenhouse dapat dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan diantaranya pertimbahangan sifat tumbuh tanaman, efesiensi kegitan budidaya dan konservasi lahan greenhouse. Tata letak yang tepat dengan memperhitungkan jarak yang ideal dan pengaturan tentang bagaiman dapat membantu menciptakan kondisi yang baik dalma greenhouse.

b. Hasil pengamatan dan perhitungan ada begitu banyak fungsi dimana sebagian fungsi didistribusikan dan dikalikan atau dibagi dengan fungsi lainnya sehingga didapatkan nilai X dan Y. dimana nilai X dan Y ini dikalikan sehingga menghasilkan 506 tanaman.

Sehingga didaptkan gambaran layout yang akan direncanakan yaitu dengan ukurab 22 kolom dan 23 butir

5.2 Saran

Adapun saran pada praktikum ini sebaiknya ketika melakukan pengamatan, praktikan lebih kondusif dan serius agar data yang diamati lebih tepat dan akurat.

44 ACARA V

PEMANTAUAN IKLIM MIKRO

45 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara geografis Indonesia menjadi Negara yang dilintasi oleh garis katulistiwa dan beriklim tropis yang sangat cocok untuk bercocok tanam, karena itu Indonesia juga dikenal sebagai Negara agraris. Karena sebagian penduduknya bekerja sebagai petani yang menghasilkan beberapa komoditi pangan seperti padi, palawija, dan sayur. Kegiatan pertanian selalu berhubungan dengan fluktuasi unsure-unsur cuaca yang mempengaruhi hasil pertanian baik yang bersifat positif (meningkatkan hasil) maupun negatif (menurunkan hasil). Iklim merupakan faktor yang berpengaruh dalam kegiatan pertanian.

Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen iklim ini sangat penting artinya bagi kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia.

Karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontrak langsung dengan (dan mempengaruhi secara langsung) makhluk-makhluk hidup tersebut. Antara makhluk hidup dan udara disekitarnya akan terjadi saling mempengaruhi satu sama lain. Makhluk hidup tanggap terhadap dinamika dan perubahan dari unsur-unsur iklim sekitarnya. Keberadaan bangunan fisik buatan manusia dan benda-benda alami pada suatu lingkungan juga mempunyai pengaruh terhadap iklim mikro setempat misalnya terhadap suhu udara, kecepatan angin, intensitas dan lama penyinaran yang diterima oleh suatu permukaan, dan kelembaban udara.

Keragaman dari unsur-unsur iklim ini disebabkan karena perbedaan kemampuan dari benda-benda dalam menyerap radiasi matahari, menyiram air, dan keragaman rupa fisiknya. Pengetahuan tentang sifat-sifat benda atau bahan sehubungan dengan kemampuannya untuk menyerap, memantulkan atau meneruskan radiasi matahari serta kemampuannya dalam menyerap dan menahan air. Modifikasi iklim mikro sering dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan lingkungan yang lebih optimal (atau paling tidak lebih

46

baik) untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu diperlukan praktikum ini untuk mengetahui cara pemantauan iklim mikro yang baik dan benar.

2.1 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

a. Agar praktikan memahami teknis pengambilan data iklim mikro didalam dan di luar ruang tanam.

b. Agar praktikan dapat menganalisis kekurangan sensor.

c. Agar praktikan dapat melakukan kalibrasi sensor.

47 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Greenhouse merupakan kontruksi (bangunan) yang berfungsi untuk memanipulasi lingkungan agar tercipta kondisi lingkungan yang diinginkan dan menghindari adanya hama dan penyakit yang terbawa angin . pemeliharaan tanaman menggunakan greenhouse akan menyebabkan tanaman akan lebih terkontrol dan laju pertumbuhan tanaman akan lebih maksimal dibandingkan dengan tanaman yang berada diluar greenhouse. Akan tetapi, greenhouse konvensional tidak dapat mengatur kondisi lingkungan sehingga belum optimal terutama untuk mencegah hama yang berasal dari tanah. Pada pengendalian iklim mikro, greenhouse sangat penting peranannya. Terutama pada daerah dengan tempratur rendah (dibawah 250C) dan kelembaban udara tinggi (diatas 800C) yang menyebabkan intensitas cahaya rendah (Kurniawan, dkk., 2021).

Rumah kaca atau greenhouse sudah menjadi bagian penting dalam bidang pertanian, karena dapat mengatur iklim buatan yang dibutuhkan bagi tanaman, karena kondisi lingkungan di dalam greenhouse sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang di tanam di greenhouse. Iklim buatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas tanaman seperti suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya matahari yang harus dipantau dan dikendalikan secara berkelanjutan. Penggunaan sensor dalam greenhouse adalah salah satu bentuk penerapan teknologi otomatisasi pada greenhouse yang berguna untuk mengukur iklim mikro pada greenhouse seperti suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya (Pasimpangan, dk., 2022).

Pengukuran pola tanam bertujuan untuk menciptakan iklim mikro yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. System tanam pada tanaman akan berpengaruh kepada kerapatan populasi tanaman. Populasi tanaman menyebabkan perebutan kebutuhan hidup antar individu, baik ruang atau sumber daya lain. Sehingga tercipta iklim yang khas pada satu populai tanaman yang disebut iklim mikro. Iklim mikro merupakan iklim di lapisan udara dekat permukaan bumi dengan ketinggian ± 2 meter, dimana pada daerah ini gerak udara

48

lebih kecil karena permukaan bumi kasar dan perbedaan suhu yang besar. Iklim mikro meliputi suhu, kelembapan udara dan indtensitas cahaya (Wentasari dan Gusta,2018).

Iklim memiliki pengaruh penting terhadap kondisi fungsional greenhouse dalam menciptakan kondisi yang optimal bagi budidaya tanaman. Parameter iklim disekitar bangunan dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kondisi lingkungan di dalam bangunan pada ruang terbatas yang berbeda dengan kondisi iklim di luar bangunan. Pengamatan iklim mikro pada bagunan greenhouse umumnya meliputi intensitas cahaya, suhu udara, kelembapan udara, kecepatan angin serta perpindahan kalor dan perpindahan masa yang terjadi di dalam bangunan (Nafila, dkk., 2018).

Lingkungan iklim mikro yang ada di dalam greenhouse yaitu kelengasan tanah, kelembapan lingkungan, suhu lingkungan intensitas cahaya matahari dan suhu tanah harus selalu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dapat dioptimalkan. Informasi iklim mikro ini sangat penting karena terkait langsung dengan tindakan lanjutan, untuk menjamin agar tanaman dapat tetap tumbuh optimal. Kesalahan ukuran harus dicegah agar tindakan antisipasi untuk melindungi tanaman akibat pengaruh buruk dari luar yang merusak tanaman dapat langsung dilakukan. Informasi iklim ini kemudian akan dimanfaatkan untuk membuat rancangan akuator otomatis yang dapat mengerjakan kegiatan perawatan tanaman menggunakan tenaga manusia untuk menjamin pemeliharaan yang berkelanjutan sesuai dengan sifat pertumbuhan tanaman agar diproleh hasil yang baik (Talaumbanua, dkk., 2020).

49 BAB lll

METODELOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilakukan pada hari Selasa 21 Maret 2023 pukul 13:30 - selesai di Greenhouse Laboratorium Teknik dan Konservasi Lingkungan Pertanian Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.

3.2 Alat dan Bahan Praktikum

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu erat yang terdiri dari sensor suhu dan kelembaban awas lux meter animo m termos hydro m lampu ld dan lampu tl bahan yang terdiri dari modul.

3.3 Prosedur Kerja 3.3.1 Diagram Alir

Mulai

Diukur dan dicatat suhu di dalam dan di luar rumah tanam dengan termometer digital

Diukur dan dicatat sensor suhu di dalam dan di luar rumah tanam dengan sensor suhu

Diukur dan dicatat kelembaban di dalam dan di luar rumah tanam dengan hygrometer digital

Diukur dan dicatat kelembaban di dalam dan di luar rumah tanam dengan sensor suhu kelembaban

a

50

Gambar 6. Diagram Alir Proses Pemantauan Iklim Mikro 3.3.2 Langkah Kerja

Adapun langkah kerja dari praktikum ini yaitu sebagai berikut:

a. Diukur dan dicatat suhu di dalam dan di luar rumah tanam dengan termometer digital

b. Diukur dan dicatat sensor suhu di dalam dan di luar rumah tanam dengan sensor suhu

c. Ddiukur dan dicatat kelembaban di dalam dan di luar rumah tanam dengan termometer digital

d. Ddiukur dan dicatat kelembaban di dalam dan di luar rumah tanam dengan sensor suhu kelembaban

e. Diukur dan dicatat intensitas cahaya LED dan lampu TL di dalam bangunan tanaman secara manual dengan lux meter.

f. Diukur dan dicatat kecepatan angin secara otomatis menggunakan aws Diukur dan dicatat intensitas cahaya LED dan lampu TL di dalam bangunan

tanaman secara manual dengan lux meter

Diukur dan dicatat kecepatan angin secara otomatis menggunakan aws

Diukur dan dicatat kecepatan angin secara manual menggunakan anemometer

Selesai a

51

g. Diukur dan dicatat kecepatan angin secara manual menggunakan anemometer

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan

Tabel 3. Pemantauan Suhu

Tabel 4. Pemantauan Kelembaban Thermometer

Digital (y)

Sensor suhu (y1)

Selisih (y – y1)

y – y1 y1

MAPE

63% 61% 2 0,032

Thermometer Sensor suhu Selisih y – y1 MAPE

Digital (y) (y1) (y – y1) y1

33,9 32,9 1 0,030

33,9 33,9 0 0

32,9 33,9 -1 -0,02

34,0 32,8 1,2 0,036

33,7 32,8 0,9 0,027 2,62 %

33,6 32,7 0,9 0,027

33,5 32,6 0,9 0,027

33,5 32,5 1 0,030

33,4 32,3 1,1 0,034

33,2 32,2 1 0,031

52

65% 62% 3 0,048

63% 61% 2 0,032

66% 62% 4 0,064

63% 60% 3 0,05 4,51%

65% 62% 3 0,048

64% 61% 3 0,049

64% 61% 3 0,049

63% 61% 2 0,032

65% 63% 3 0,047

Tabel 5. Pemantauan Intensitas Cahaya Pemantauan Intensitas LED

Jarak dengan sumber cahaya (cm) Intensitas cahaya Luxmeter

40 0,02 x 10

35 2,03 x 10

30 0,04 x 10

25 0,06 x 10

20 0,09 x 10

15 0,15 x 10

10 0,26 x 10

5 0,78 x 10

Table 6. Pemantauan intensitas cahaya

Jarak dengan sumber cahaya (cm) Intensitas cahaya Luxmeter

53

40 0,09 x 10

35 0,14 x 10

30 0,17 x 10

25 0,24 x 10

20 0,30 x 10

15 0,41 x 10

10 0,64 x 10

5 0,91 x 10

Table 7. Pemantauan Kecepatan Angin

Waktu Pengukuran Kecepatan Angin

Anemometer AWS

14:20 1,3 0,4

14:25 1,0 0,0

14:30 0,9 1,3

14:35 0,9 0,9

14:40 0,9 1,1

14:45 0,9 0,7

14:50 0,7 0,2

14:55 0,9 0,9

15:00 0,6 1,3

15:05 0,8 2,0

54 4.2 Pembahasan

Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas, tetapi komponen iklim ini sangat penting bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan, karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontrak langsung dengan (mempengaruhi secara langsung) makhluk hidup tersebut. Iklim mikro adalah lapisan atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah atau sekitar tanaman atau tumbuhan yang terealisi dari suhu, kelembaban tekanan udara, keteduhan dan dinamika energi radiasi matahari. Iklim mikro dapat menggambarkan kondisi iklim lingkungan sekitar yang berhubungan langsung dengan organisme hidup dekat permukaan bumi maupun pada lingkungan terbatas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan di dalam greenhouse yaitu cahaya, kecepatan angin, dan polutan. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang paling penting bagi tanaman karena merupakan sumber energi bagi fotosintesis tanaman.

Temperatur adalah salah satu parameter yang sangat penting bagi tumbuhan kelembaban udara relatif adalah rasio antara tekanan uap air jenuh pada temperatur tersebut. Kadar karbondioksida adalah gas yang diperlukan tanaman sebagai bahan dasar berlangsungnya fotosintesis. Kecepatan angin adalah besarannya dan tidak bergantung pada arah. Polutan adalah segala sesuatu yang dapat mencemari lingkungan

Alat-alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban yaitu sensor DHT dan Thermohigerometer. Sensor DHT merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembaban udara sekaligus di dalamnya terdapat termometer tipe NTC untuk mengukur suhu, sebuah sensor kelembaban dengan karakteristik relisif terhadap perubahan kadar air di udara. Terhigrometer adalah sebuah alat yang menggabungkan antara fungsi thermometer dengan hygrometer yaitu alat untuk mengukur suhu udara dalam kelembaban baik di ruang tertutup ataupun di luar ruangan (terbuka). Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin yaitu Anemometer dan AWS. Alat anemometer merupakan sebuah perangkat untuk mengukur kecepatan dan arah angin di luar ruangan. AWS (Automatic Water Station) merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang di desain untuk pengumpulan data dan cuaca secara otomatis agar pengamatan lebih mudah. Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya pada lampu LED dan TL yaitu Luxmeter. Lux meter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya maka

55

diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Semakin jauh jarak cahaya ke sensor maka akan semakin kecil nilai yang ditunjukkan oleh alat Luxmeter.

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan diperoleh nilai pemantauan suhu dan pemantauan kelembaban dengan 10 kali pengulangan menggunakan termometer digital (y) dan sensor suhu (y1) untuk pemantauan suhu memperoleh nilai MAPE 2,62% sedangkan untuk pemantauan kelembaban diperoleh nilai MAPE 4,51%. Untuk pemantauan intensitas cahaya dibagi dua yaitu pemantauan LED dan TL, dengan menggunakan LED jarak dengan sumber cahaya dimulai 40 cm sampai 5 cm dengan pengurangan setiap jaraknya memperoleh nilai intensitas cahaya menggunakan Luxmeter 0,02 x 10 sampai 0,78 x 10. Untuk pemantauan intensitas cahaya menggunakan TL sama dengan penggunaan LED dengan memperoleh nilai awal 0,09 x 10 sampai 0,91 x 10, sedangkan untuk pemantauan kecepatan angin termometer dan aws dengan pemantauan kecepatan angin anemometer dan AWS dengan waktu pengukuran dari jam 14:20 sampai 15:05 10 kali pengulangan.

Penerapan iklim mikro pada teknik Pertanian dengan berkembangnya teknologi pada bidang teknik Pertanian semakin banyak penggunaan teknologi otomatis yang digunakan pada bidang pertanian titik khususnya yang diterapkan pada rumah kaca greenhouse salah satunya adalah pemantauan dan pengendalian iklim mikro dengan menggunakan sensor.

Pemantauan dan pengendalian iklim mikro yang penting dilakukan untuk menjaga lingkungan tanam agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

56 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

a. Maka sensor tersebut linear dan bisa digunakan jika tidak maka sensor tersebut diganti.

pemahaman mengenai pengambilan data mikro di dalam dan di luar ruang tanam sangat penting. Adapun data yang diambil berupa data pemantauan suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan kecepatan angin. Data diambil setelah dilakukan pengukuran setiap jenis data iklim mikro dengan alat masing-masing. Hasil dari pengambilan data pengukuran akan dibandingkan untuk mengetahui keakuratan dari alat pengukuran.

b. Analisis keakuratan sensor yaitu memantau atau memastikan cara kerja sensor tidak mengalami masalah, sehingga dapat menghasilkan data yang akurat titik tentunya keandalan data dari sensor berkolaborasi dengan akurasi pengukuran sensor.

c. Kalibrasi adalah suatu proses untuk mengetahui apakah sensor masih layak digunakan atau tidak. Sensor harus dikalibrasi vinearitasnya dengan suatu alat pembanding, yaitu voltmeter. Jika perubahan parameter sebanding dengan perubahan voitage

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat saya berikan diharapkan untuk tempat praktikumnya lebih kondusif agar lebih efektif lagi dalam memahami materi praktikumnya.

57

DAFTAR PUSTAKA

Aini., 2018. Teknologi Budaya Tanaman Sayuran Secara Hidroponik. Jawa Timur: LB Press Anggraeni,D.,Nurhayati,v.,Agusman.M,R .2021. Analisis Sistem Pengendalian Intern Atas Persediaan Beras Pada Perum Bulog Karung Lubulingga . Jurnal Akunstie . Volume 3,No.3

Budiyanto, H., Hasil. M.,Setiawan, B.A., dam Budiyanto, M.I.N (2020). Grenhouse Bambu Untuk Taanaman Sayur Hidrogamk pangan ustik Tenaga Surya : Selaras

Dani.,I.2018. Pengontrol Tirai Jendela Menggunakan Sensor BH1780 Berbasis Arduino Uno. Palembang: UNSRI Press

Farid, m; Wahyuningsih, R; Nurhayati, B; Syafaat m; Khaeral,.R.,Husen.,Akmal,M.,dan Firman(2021). Pemanfaatan Greenhouse secara optimal dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan lingkungan Asri di SMA Negeri pwaso. Jurnal Lepa Lepa open Vol 1(2), hal 337-342

Kurniawan. A., dkk. 2021. Monitoring Iklim Mikro Pada Greenhose Secara Real Time Menggunakan Internet Of Things (IOT) Berbasis Things Peak. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 10(4). 468-480.

Kurniawan. A., dkk. 2021. Monitoring Iklim Mikro Pada Greenhose Secara Real Time Menggunakan Internet Of Things (IOT) Berbasis Things Peak. Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 10(4). 468-480.

Marlina.2020. Greenhouse Sebagai Wadah Penelitian Hortikultura Pada Balai Penelitian Dan Melania . 2017 . Optimasi Persebaran Suhu Pada Iklim Mikro Greenhouse Untuk

Pertumbuhan Tanaman . Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam . Volume 3,No.2

Mushtadi,D . 2019. Fisiologi Pasca Panen Sayur dan Buah-Buahan Deperteen Pendidikan dan Kebudayaan Detektirat . Jurnal Pendididkan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi . Volume.12,No.5

58

Nafila, A., dkk. 2018. Analisis Struktur dan Fungsional Greenhouse (Studi Kasus Kebun Percobaan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran). Jurnal Teknologi. 12(1). 36-49.

Nafila, A., dkk. 2018. Analisis Struktur dan Fungsional Greenhouse (Studi Kasus Kebun Percobaan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran). Jurnal Teknologi. 12(1). 36-49.

Nafila, A., Prijatura, D., Herwanto, T., dan Hamdaito, H, (2018). Analisis struktur dan fungsional green house(studi kasus kebun perubahan dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran).Jurnal industri teknologi pertanian. Vol 12(1), hal 17-146

Nurseha . 2020 . Aktivitas gudang mengenai tata letak gudang . Jurnal Teori dan Praktik . Volume.1,No. 5

Parimpangan, I.G.A.N.P., dkk. 2022. Rancang Bangun Sistem Pemantau Dan Pengendalian Iklim Mikro Greenhouse Berbasis Android. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian). 10(1). 45-55.

Parimpangan, I.G.A.N.P., dkk. 2022. Rancang Bangun Sistem Pemantau Dan Pengendalian Iklim Mikro Greenhouse Berbasis Android. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian). 10(1). 45-55.

Pengembangan Tanaman Pangan di Pematang. Jurnal ilmiah Mahasiswa Arsitektur .Vol 3(2): 102-115

Putri,G.A . 2019 . Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Beras Pada Perum Bulog . Jurnal Teknologi Pangan . Volume 3,No.4

Putro, E.B., Supyan, A., (2020) Optimasi pemanfaatan pekarangan untuk memperdayakan pangan Mandiri berbasis teknologi hidroponik. IKAITH - ABDMAS. Vol 3(3), hal 140-183

Qisthina . 2018 . Pengontrolan dan Monitoring Prototype Greenhouse Menggunakan Microcontroler dan Firabase . Jurnal Of Science . Volume 4, No. 1

Dokumen terkait