BAB VI PENUTUP
B. Saran
c. Penanggulangan anemia gizi besi d. Pengembangan pojok gizi
e. Pembinaan dan evaluasi 12. Keperawatan
Tugas Pokok:
a. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan pasien, perawat harus memperhatiakan klien berdasarkan kebutuhan signifikan dari pasien.
b. Membantu kalien mempertinggi pengetahuan dalam upaya meningkatkan kesehatan, gejala penyakit sesuai kondisi dan tindakan yang spesifikat.
13. Upaya Kesehatan Masyarakat Tugas Pokok:
a. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh kpetugas, apakah klinik, rumah dan kelompok-kelompok masyarakat
b. Di tingkat puskesmas tidak ad petugas penyuluhan tersendiri, tetap di tingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga coordinator penyuluhan kesehatan.
Coordinator membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan maeri penyuluhan di Puskesmas.
14. Kesehatan Jiwa Tugas Pokok:
a. Pemberi askep: perawat memebrikan askep kepada pasien untuk membantu mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah dan meningkatkan fungsi kehidupannya.
b. Pendidikan: perawat memberikan pendidikan kesehatan jiwa kepada individu dan keluarga untuk mengembangkan kemampuan keluarga dalam melakuka 5 tugas keluaga yaitu mampu mengenal maslah-maslah pada pasien, mengambil keputusan untuk mengatasi maslah, merawat anggota keluarga yang megalami gangguan jiwa, memodifikasi lingkungan keluarga yang mendukung pemulihan pasien dan manfaat pelayanan kesehatan jiwa yang ada.
15. Kesehatan gigi masyarakat Tugas pokok:
a. Melaksanakan kegiatan medik dasar
b. Menerima rujukan kasus medik dasar dan merujuk kasus spesialistik
c. Bila d perlukan dapan melakuka pelayanan asuhan sistematik meupun asuhan masyarakat
16. Kesehatan Usia Lanjut Tugas Pokok:
a. Pendataan usilaKegiatan promotif dengan penyuluhan gizi, kes dimasa tua, agama, dll ke masyarakat dan kelompok usila
b. Senam gebugaran jasmani
c. Meningkatkan PSM dengan cara mengikut sertakan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan
d. Kegiatan pemulihan untuk mengembalikan fungsi organ yang telah menurun 17. Kesehatan Kerja
Tugas Pokok:
a. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan kesehatan kusus
b. Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja c. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan sanitair 18. Laboratorium
Tugas Pokok:
a. Mempersiapkan dan memeriksa sediaan serta menegakkan diagnose (darah, urine, tinja, sputum, dan lepra)
b. Mengirimkan sediaan untuk di periksa di tingkat pelayanan yang lebih tinggi sesuai dengan system rujukan pelayan kesehatan.
c. Merencanakan kebutuhan bahan dalam setahun 19. Pemeriksaan Umum
Tugas Pokok:
a. Registrasi surat masuk dan keluar b. Melanjutkan disposisi pimpinan c. Membuat konsep surat
d. Mengkordinir kegiatan petugas bagian pengiriman semua laporan puskesmas e. Mengarsip surat
f. Melakukan kegiatan yang bersifat umum
g. Mengkoordinir pembuatan spanduk yang bersifat umum 20. Kesehatan Gigi dan Mulut
Tugas pokok: Menyusun perencanaan melaksanakan UKGS dan UKGMD, Pelayanan berupa pemeriksaan perawatan, pengobatan, penambalan, pencabutan, pembersihan karang gigi serta rujukan gigi dan mulut.
21. Program KB Tugas Pokok:
a. Komunikasi informasi dan endukasi b. Pelayanan kontrasepsi
c. Pembinaan dan pengayoman medis kontrasepsi peserta KB d. Pelayanan rujukan KB
e. Pencatatan dan pelaporan 22. Ruang gawat darurat Tugas Pokok:
a. Membantu dan menilai kondisi pasien, selanjutnya melakukan tindakan yang tepat berdasarkan hasil pemantauan tersebut, sesuai batas kemampuannya.
b. Berpean serta membahas kasus dalam upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan IGD.
c. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan IGD untuk kelancaran pelayanan dan mmudahkan pasien dalam mnerima pelayanan.
23. P2 kusta Tugs pokok:
a. Menyusun rencana kegiatan p2 kusta berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sampai pedoman kerja.
b. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 kusta secara keseluruhan
24. Coordinator Jaringan Pelayanan Puskesmas
Tugas pokok: Munyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit P3K, Pusling dan pustu mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan unitnya
25. Bidan Tugas Pokok:
a. Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil
b. Melakukan asuhan persalinan fisiologis kepada ibu bersalin c. Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir
d. Mengupayakan kerjasama kemitraan dengan dukun bersain di wilayah kerja puskesmas
e. Memberikan edukasi melalu penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan f. Melaksanakan pelayanan keluarga berncana kepada wanita usia subur
g. Melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden
Karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian ini terdapat empat karakteristik yaitu berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, umur dan pekerjaan. Rincian keempat karakteristik responden tersebut disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
1. Jenis Kelamin
Tabel 1. Karesteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%)
Laki-laki 19 38%
Perempuan 31 62%
Jumlah 50 100%
Sumber: data primer, 2017
Tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah
perempuan dengan persentase 62%, lebih besar dari responden laki-laki yaitu 38%
2. Pendidikan Terakhir Responden
Tabel 2. Karesteristik berdasarkan pendidikan terakhir Pendidikan terakhir Frekuensi (orang) Presentase (%)
SD 8 16%
SMP 8 16%
SMA 12 24%
Diploma 3 6%
Sarjana 8 16%
Lain-lain 11 22%
Jumlah 50 100%
Sumber: data primer, 2017
38
Tabel diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA adalah sebanyak 24% lebih besar daripada responden yang berpendidikan Lain-lain22%, sarjana 16%, SMP 16%, SD 16% dan Diploma 6%.
3. Umur Responden
Tabel 3. Karesteristik responden berdasarkan umur
Umur Frekuensi (orang) Presentase (%)
<20 th 12 24
20-29 th 10 20
30-39 th 12 24
40-49 th 7 14
>50 th 9 18
Jumlah 50 100
Sumber: data primer, 2017
Tabel diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden berumur <20 tahun yaitu sebanyak 24% dan berusia 30-39 tahun sebanyak 24% lebih besar dari responden yang berumur 20-29 tahun sebanyak 20%, umur >50 tahun sebanyak 18% dan responden yang berumur 40-49 tahun yaitu sebanyak 16%.
4. Pekerjaan Responden
Tabel 4. Karesteristik responden berdasarkan pekerjaan
Sumber :data primer, 2017
Pekerjaan Frekuensi (orang) Presentase (%)
Pelajar/mahasiswa 13 26%
Pegawai/ karyawan 8 16%
Wiraswasta 10 20%
TNI / POLRI 2 4%
Petani 10 20%
Lain- lain 7 14%
Jumlah 50 100%
Tabel diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden pelajar 26% lebih besar dari reponden petani dan wiraswasta memiliki persentasi yang sama yaitu sebanyak 20%,pegawai/karyawan 16%, pekerjaan responden sebagai lain-lain (tidak bekerja) sebanyak 14%, sedangkan TNI/POLRI 4%.
B. Penentuan Range
Survey ini menggunakan skala Likert dengan bobot tertinggi di tiap pernyataan adalah 5 dan bobot terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 50 maka:
Skor Tertinggi – Skor Terendah Range =
Range Skor Skor tertinggi : 50 * 50 = 250
Skor terendah : 50 * 1 = 50
Sehingga range untuk hasil survey, yaitu:
250-50
Range = = 40
5 Range skor:
50 - 90 = sangat rendah 91 – 131 = rendah 132 – 172 = cukup 173 – 213 = tinggi 214– 254 = sangat tinggi
Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel kualitas pelayanan dimensi kehandalan didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 5 berikut:
Tabel 5. Pernyataan mengenai variable keandalan (X1)
Pernyataan SS S N TS STS SKOR
F % F % F % F % F %
X1.1 19 38 23 46 6 12 2 4 0 0 209
X1.2 7 14 27 54 11 22 5 10 0 0 186
X1.3 12 24 30 60 7 14 1 2 0 0 203
Rata – rata 199,3
Sumber: data primer, 2017
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel keandalan (reliability) Puskesmas Libureng berada pada range tinggi dengan nilai rata-rata 199,3 yang berarti bahwa keandalan yang dimiliki oleh Puskesmas Libureng yaitu prosedur layanan tidak berbelit-belit, Pelayanan pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan cepat dan sesuai prosedur, serta Kegiatan administrasi rapi dan teratur.
b. Analisi Deskriptif Variabel Kualitas Pelayanan Ketanggapan (X2)
Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel kualitas pelayanan dimensi ketanggapan didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden untuk dapat dilihat pada Tabel 6 berikut:
Tabel 6. Pernyataan mengenai variabel ketanggapan (X2)
Pernyatan SS S N ST STS SKOR
F % F % F % F % F %
X2.1 26 52 22 44 2 4 0 0 0 0 224
X2.2 29 58 18 36 3 6 0 0 0 0 226
X2.3 21 42 24 48 4 8 1 2 0 0 213
Rata – rata 221
Sumber: data primer, 2017
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel ketanggapan(responsiveness)Puskesmas Libureng berada pada range sangat tinggi dengan nilai rata-rata 221 yang berarti bahwa Ketanggapan yang dimiliki oleh Puskesmas Libureng berupa Pelayanan dimulai tepat waktu, dokter dan perawat selalu ada sesuai jadwal, serta tenaga medis dan karyawan selalu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, mampu memberikan rasa puas kepada pasien.
c. Analisi Deskriptif Variabel Kualitas Pelayanan Jaminan Kepastian (X3) Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel kualitas pelayanan dimensi jaminan didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 7 berikut:
Tabel 7. pernyataan mengenai variable jaminan kepastian (X3) Pernyataan F SS % F S % F N % F TS% FSTS% Skor
X3.1 26 52 19 38 5 10 0 0 0 0 221
X3.2 12 24 28 56 9 18 1 2 0 0 201
X3.3 12 24 26 52 10 20 2 4 0 0 198
Rata – rata 206,6
Sumber: data primer, 2017
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel jaminan kepastian (assurance) Puskesmas Libureng berada pada range tinggi dengan nilai rata-rata 206,6 yang brarti bahwa Jaminan Kepastian yang diberikan oleh Puskesmas Libureng yaitu tenaga medis dan karyawan bersikap sopan, ramah dan jujur, Biaya yang dikeluarkan pasien sesuai dengan kualitas layanan yang diterima serta Tenaga medis dan karyawan berpengalaman dan terlatih dalam menjalankan tugasnya mampu memberikan rasa puas kepada pasien.
d. Analisi Deskriptif Variabel Kualitas Pelayanan Perhatian (X4)
Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel kualitas pelayanan dimensi perhatian didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden untuk dapat dilihat pada Tabel 8 berikut:
Tabel 8. Pernyataan mengenai variable perhatian (X4)
Pernyataan F SS % F S % F N % F TS% FSTS% Skor
X4.1 24 48 19 38 7 14 0 0 0 0 217
X4.2 7 14 37 74 6 12 0 0 0 0 201
X4.3 7 14 32 64 9 18 1 2 1 2 159
Rata – rata 192,3
Sumber: data primer, 2017
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variable perhatian Puskesmas Libureng berada pada range tinggi dengan nilai rata-rata 192,3 yang berarti bahwa perhatian yang dimiliki oleh Puskesmas Libureng berupa Keramahan yang sama tanpa memandang status pasien, Komunikasi pasien dengan tenaga medis dan karyawan berjalan baik, serta
Tenaga medis dan karyawan memberikan perhatian yang baik kepada pasien mampu memberikan rasa puas kepada pasien.
e. Analisis Deskriptif Variabel Bukti Fisik (X5)
Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel kualitas pelayanan dimensi bukti fisik didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden dapat dilihat pada tabel 9 berikut:
Tabel 9. Pernyataan mengenai variable bukti fisik (X5)
Pernyataan F SS% F S % F N % F TS% FSTS% Skor
X5.1 13 26 28 56 8 16 1 2 0 0 203
X5.2 15 30 28 56 6 12 1 2 0 0 192
X5.3 14 28 29 58 6 12 1 2 0 0 206
Rata – rata 200,3
Sumber: data primer, 2017
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel Bukti Fisik (tangible) Puskesmas Libureng berada pada range tinggi dengan nilai rata-rata 200,3 yang berarti bahwa Bukti Fisik yang dimiliki oleh Puskesmas Libureng berupa Tenaga medis dan karyawan berpenampilan bersih dan sopan, Fasilitas fisik yang memadai seperti gedung, tempat parkir dan toilet serta Peralatan medis yang digunakan di Puskesmas Libureng steril mampu memberikan rasa puas kapada pasien.
f. Analisis Deskriptif Variabel Kepuasan Pasien (Y)
Analisis deskriptif jawaban responden tentang variabel loyalitas nasabah didasarkan pada jawaban responden atas peryataan seperti yang terdapat dalam
kuesioner yang disebarkan pada responden. Variasi jawaban responden dapat dilihat pada tabel.10 berikut:
Table 10. Pernyataan mengenai variable kepuasan (Y)
Pernyataan SS S N TS STS
F % F % F % F % F % Skor
Y1 19 38 19 38 12 24 0 0 0 0 207
Y2 16 32 27 54 6 12 1 0 0 0 208
Y3 15 30 26 52 9 19 0 0 0 0 206
Y4 17 34 24 48 8 16 1 2 0 0 206
Rata – rata 206,75
Sumber: data primer, 2017
Tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien atas pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Libureng berada pada range keempat (Puas) dengan nilai rata-rata 206,75.
D. Metode Analisis Data 1 Uji Validitas
Uji valditas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner.
Criteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrument dianggap valid atau layak di gunakan untuk menyatakan suatu instrument dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila corrected item-total correlation lebih besar dari 0,30.
Tabel 11. Uji Validitas
Variable Indicator Rhitung Keterangan
Keandalan
(X1) X1_1
X1_2 X1_3
0,839 0,844 0,809
Valid Valid Valid Ketanggapan
(X2) X2_1
X2_2 X2_3
0,722 0,823 0,817
Valid Valid Valid Jaminan
(X3) X3_1
X3_2 X3_3
0,690 0,840 0,755
Valid Valid Valid Emphaty
(X4) X4_1
X4_2 X4_3
0,766 0,753 0,835
Valid Valid Valid Bukti fisik
(X5) X5_1
X5_2X5_3
0,768 0,877 0,811
Valid Valid Valid Kepuasan
(Y) Y1
Y2 Y3Y4
0,615 0,780 0,706 0,740
Valid Valid Valid Valid Sumber : output SPSS 22, 2017
Berdasarkan tebel hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah valid, yang ditunjukkan dengan nilai dari masing-masing item pertanyaan memeliki nilai pearson correlationpositif dan lebih besar dari pada nilai Rtabel.
2. Uji Reabilitas
Uji reliabilitas di gunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur dapat diadakan untuk digunakan lebih lanjut. Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koeisien cronbach alpha sama dengan 0,60 atau lebih. Hasil uji reliabilitis data dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 12. Hasil Uji Reabilitas
No Variable Cronbach alpha Hasil
1 Keandalan 0,772 Reliabel
2 Ketanggapan 0,693 Reliabel
3 Jaminan 0,637 Reliabel
4 Emphaty 0,676 Reliabel
5 Bukti fisik 0,753 Reliabel
6 Kepuasan 0,667 Reliabel
Sumber : output SPSS 22. 2017
Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variable
mempunyai koefisien cronbact Alpha yang cukup besar, yaitu diatas 0,60 sehinggi dapat di simpulkan bahwa semua item-item pengukur variable dari kuesioner adalahreliableyang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear bergnda di gunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenei adanya pengaruh variable kualitas layanan secara simultan dan parsial terhadap kepuasan pasien pada Puskesmas Libureng. Adapun hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 22 dapat di lihat melalui table berikut ini:
Tabel 13. Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.314 3.712 2.778 .008
KEHANDALAN -.251 .150 -.232 -
1.675 .101
KETANGGAPAN -.112 .199 -.081 -.562 .577
JAMINANKEPASTIAN .260 .211 .206 1.232 .225
PERHATIAN .246 .200 .185 1.228 .226
BUKTIFISIK .365 .174 .302 2.098 .042
a. Dependent Variable: KEPUASAN Sumber : output SPSS 22, 2017
Dari tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = 10.314 - 0,251 X1 - 0,112 X2 + 0,260 X3 + 0,246 X4 + 0,365 X5 Persamaan di atas dijelskan sebagai berikut:
a = 10.314; artinya merupakan nilai konstnta, jika nilai X1, X2, X3, X4, X5 = 0 maka nilai kepuasan pasien = 10.314,
b1 = -0,251; artinya dimensi variable kehandalan (X1) berpengaruh negatif terhadap kepuasan pasien dan apabila variable kehandalan meningkat satu satuan akan menyebabkan penurunan kepuasan pasien sebesar 0,251 menjadi 10.063 b2 =-0,112 artinya dimensi variable ketanggapan (X2) berpengaruh negatif terhadap kepuasan pasien dan apabila variable ketanggapan meningkat satu satuan akan menyebabkan penurunan kepuasan pasien sebesar -0,112 menjadi 10.202 b3 = 0,260; artinya dimensi variable jaminan kepastian (X3) berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien dan apabila variable jaminan kepastian meningkat satu satuan akan menyebabkan kenaikan kepuasan pasien sebesar 0,260 menjadi 10.574
b4 = 0,246; artinya dimensi variable perhatian (X4) berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien dan apabila variable perhatian meningkat satu satuan akan menyebabkan kenaikan kepuasan pasien sebesar 0,246 menjadi 10.56
b5 = 0,365; artinya dimensi variable bukti fisik (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien dan apabila variable bukti fisik meningkat satu satuan akan menyebabkan penurunan kepuasan pasien sebesar 0,365 menjadi 10.679.
E. Uji Hipotesis 1. Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variable independen (X) terhadap variable depen (Y) secara serempak / bersama-sama. Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variable bebas terhadap varibel terikat.
Tabel 14. Hasil Uji F ANOVA
Model Sum of
Squares Df Mean
Square F Sig.
1 Regression 50.889 5 10.178 2.774 .029b
Residual 161.431 44 3.669
Total 212.320 49
a. Dependent Variable: KEPUASAN
b. Predictors: (Constant), BUKTI FISIK, KETANGGAPAN, EMPATY, KEANDALAN, JAMINAN
Sumber : Output SPSS 22, 2017
Berdasarkan hasil uji simultan dari tabel di atas ditunjukkan bahwa Fhitung sebesar 2.774 sedangkan hasil Ftabel pada tabel distribusi dengan tingkat kesalahan 5% (0,05) adalah 2,43. Hal ini berarti Fhitung >Ftabel 2.774 >2,43) bahwa kualitas layanan yang terdiri atas keandalan, ketanggapan, jaminan kepastian, empati dan bukti fisik secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan pasien. Maka penulis menyimpulkan hipotesis penelitian ini yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif antara kualitas layanan yang terdiri atas keandalan, ketanggapan, jaminan kepastian, empati dan bukti fisik terhadap kepuasan pasien pada puskesmas Libureng teruji dan dapat diterima.
2. Uji t
Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing atau secara parsial variabel independen (kehandalan, ketanggapan, jaminan kepastian, perhatian, dan bukti fisik, terhadap kepuasan pasien). Sementara itu secara parsial pengaruh dari keenam variabel independen tersebut terhadap kepuasan pasien ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel.15 Uji t
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10.314 3.712 2.778 .008
KEHANDALAN -.251 .150 -.232 -
1.675 .101
KETANGGAPAN -.112 .199 -.081 -.562 .577
JAMINANKEPASTIAN .260 .211 .206 1.232 .225
PERHATIAN .246 .200 .185 1.228 .226
BUKTIFISIK .365 .174 .302 2.098 .042
a. Dependent Variable: KEPUASAN Sumber : output SPSS 22, 2017
Berdasarkan tabel di atas, berikut ini dijelaskan pengaruh masing-masing dimensi variabel independen secara parsial:
1. Dimensi Variabel Kehandalan (X1)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk dimensi variabel kehandalan (X1) terhadap kepuasan pasien (Y) diperoleh nilai thitung = -1.675dengan tingkat signifikansi 0,101. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) < tingkat signifikansi 0,101, maka hipotesis tidak dapat
diterima. Hal ini berarti dimensi variabel kehandalan (X1) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kepuasan pasien (Y).
2. Dimensi Variabel Ketanggapan (X2)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk dimensi variabel kehandalan (X2) terhadap kepuasan pasien (Y) diperoleh nilai thitung = -0.562 dengan tingkat signifikansi 0,557. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) < tingkat signifikansi 0,557, maka hipotesis tidak dapat diterima. Hal ini berarti dimensi variabel ketanggapan (X2) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kepuasan pasien (Y).
3. Dimensi Variabel Jaminan Kepastian (X3)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk dimensi variabel daya tanggap (X3) terhadap loyalitas nasabah (Y) diperoleh nilai thitung = 1.232 dengan tingkat signifikansi 0,225. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) < tingkat signifikansi 0,225, maka hipotesis tidak dapat diterima. Hal ini berarti dimensi variabel jaminan kepastian (X3) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kepuasan (Y).
4. Dimensi Variabel Perhatian (X4)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk dimensi variabel perhatian (X4) terhadap kepuasan pasien (Y) diperoleh nilai thitung = 1.228 dengan tingkat signifikansi 0,226. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) < tingkat signifikansi 0,226, maka hipotesis tidak dapat diterima. Hal ini berarti dimensi variabel perhatian (X4) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kepuasan pasien (Y).
5. Dimensi Variabel Bukti Fisik (X5)
Hasil pengujian dengan SPSS untuk dimensi variabel empati (X5) terhadap loyalitas nasabah (Y) diperoleh nilai thitung = 1.228 dengan tingkat signifikansi 0.042. Dengan batas signifikansi (α) = 0,05, maka nilai batas signifikansi α (0,05) > tingkat signifikansi 0,042, maka hipotesis dapat diterima. Hal ini berarti dimensi variabel bukti fisik (X5) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien (Y).
F. Pembahasan Hasil Penelitian
Secara umum hasil pengujian variable kualitas layanan yang terdiri dari keandalan, ketangapan, jaminan kepastian, perhatian, dan bukti fisik secara simultan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien pada Puskesmas Libureng. Hal ini berarti bahwa hipotesis dapat diterima, karena keandalan, ketanggapan, jaminan kepastian, perhatian, dan bukti fisik memiliki pengaruh secara bersama-sama.
1. Pengaruh variabel keandalan (X1) terhadap kepuasan pasien
Dari hasil perhitungan statistk menunjukkan bahwa variable keandalan (X1) merupakan variable yang berpengaruh, hal ini ditunjuk dengan hasil perhitungan statistik secara simultan. Dari persamaan regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel keandalan (X1) sebesar -0,251 dengan tingkat signifikan sebesar 0,101.
Hal ini menunjukkan bahwa keandalan berpengaruh tidak signifikan secara parsial dengan kepuasan pasien. Artinya responden meyimpulkan bahwa
keandalan yang dimiliki oleh karyawan dan tenaga medis Puskesmas Libureng perlu ditingkat lagi untuk menciptakan loyalitas responden sehingga pasien merasa loyal dengan kualitas layanan yang dimiliki Puskesmas Libureng.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wili Andri Merdian (2007) yang menyatakan bahwa secara parsial simensi kualitas layanan yang diberikan oleh TIKI, Jl Mantriwangen kota Yogyakarta berpengaruh tidak signifikan.
2. Pengaruh variabel ketanggapan (X2) terhadap kepuasan pasien
Hasil perhitungan statistik dari uji simultan menunjukkan bahwa variabel ketanggapan (X2) merupakan variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Dari persamaan regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel ketanggapan sebesar - 0,112 dengan tingkat signifikan 0,557 dan valid dengan nilai reability 0,693.
Hal ini menunjukkan bahwa ketanggapan tidak berpengaruh secara parsial dengan kepuasan pasien. Artinya, ketanggapan atau daya tanggap yang dimiliki Puskesmas libureng perlu ditingkatkan supaya lebih meningkatkan loyalitas pasien.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Yudha diputra (2009) yang menyatakan bahwa secara parsial dimensi kualitas layanan yang diberikan oleh rumah sakit Sengkang berpengaruh tidak signifikan.
3. Pengaruh variabel jaminan kepastian (X3) terhadap kepuasan pasien
Hasil perhitungan statistik dari uji simultan menunjukkan bahwa variabel jaminan kepastian (X3) merupakan variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Dari persamaan regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi
variabel jaminan kepastian sebesar 1.232 dengan tingkat signifikan sebesar 0,225 dan valid dengan nilai reability 0,637.
Hal ini menunjukkan bahwa jaminan kepastian tidak berpengaruh secara parsial dengan kepuasan pasien. Artinya, jaminan kepastian pada puskesmas Libureng perlu meningkatkan kualitas pelayanan yang dimiliki.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Andi Hasrul Husnul (2014) yang menyatakan bahwa secara parsial dimensi kualitas layanan yang diberikan oleh Puskesmas Jeneponto berpengaruh tidak signifikan.
4. Pengaruh variabel perhatian (X4) terhadap kepuasan pasien
Hasil perhitungan statistik dari uji simultan menunjukkan bahwa variabel perhatian (X4) merupakan variabel yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.
Dari persamaan regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel perhatian sebesar 1.228 dengan signifikan sebesar 0,226 dan valid dengan nilai reability 0,676.
Hal ini menunjukkan bahwa perhatian tidak berpengaruh secara parsial dengan kepuasan pasien. Artinya, responden merasa perlu meningkatkan perhatian yang di dapatkan pada Puskesmas Libureng, oleh karena kepuasan pasien menjadi tujuan utama bagi Puskesmas Libureng.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Azwar Majid (2015) yang menyatakan bahwa secara parsial dimensi kualitas layanan yang diberikan oleh Puskesmas Pangkep berpengaruh yang tidak signifikan.
5. Pengaruh variabel bukti fisik (X5) terhadap kepuasan pasien
Hasil perhitungan statistik dari uji simultan menunjukkan bahwa variabel bukti fisik (X5) merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kepuasan pasien pada Puskesmas Libureng Kabupaten Bone. Dari persamaan regresi linear berganda diperoleh koefisien regresi variabel bukti fisik sebesar 2.098 dengan tingkat signifikan 0,042.
Hal ini menunjukkan bahwa bukti fisik berpengaruh signifikan secara parsial dengan kepuasan pasien. Dimensi bukti fisik menjelaskan bahwa partisipasi Puskesmas Libureng seperti halnya dengan menanggapi respon pertanyaan mengenai kondisi fisik yang ada pada Puskesmas Libureng.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Indrawati (2011) yang menyatakan bahwa secara parsial dan simultan dimensi kualitas layanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan mental arritmatika di kota Malang berpengaruh positif dan signifikan.
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Dimensi kualitas layanan yang terdiri dari variabel keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan kepastian (assurance), perhatian (emphaty) dan bukti fisik (tangible) memiliki pengaruh dan hubungan yang kuat terhadap kepuasan pasien pada Puskesmas Libureng. Karena dapat di lihat dari uji F bahwa Fhitung > Ftabel 2.774>2,43) dan tingkat kesalahn 5% (0,05<0,029), Maka hipotesis dalam penelitian ini berpengaruh secara simultan dan signifikan.
2. Berdasarkan uji parsial (uji t), hasil penelitian membuktikan bahwa dimensi dari kualitas layanan yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan kepastian, dan perhatian memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pasien sedangkan variable bukti fisik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien.
B. Saran
Setelah penulis melakukan penelitian di Puskesmas Libureng dan menyebarkan kuesioner kepada 50 orang pasien/responden maka penulis menyimpulkan saran terhadap pihak Puskesmas Libureng sebagai berikut : Puskesmas Libureng seharusnya yang paling perlu dilakukan adalah upaya meningkatkan kualitas pelayanan agar pasien merasa yakin dan puas sehingga tercipta image yang bagus dimata pasien yang nantinya menghasilkan loyalitas
56