Setelah melakukan pengolahan data penelitian terhadap UMKM Kuliner di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, peneliti memberi waktu pengisian kuesioner dalam kurun waktu 7 hari. Peneliti menyebarkan kuesioner secara offline dengan membagikan hardcopy. Selanjutnya dilakukan analisis data dan pembahasan.
Adapun urutan analisis data adalah analisis deskriptif karakteristik responden dan jawaban responden, analisis uji validitas dan reliabilitas data dan analisis jalur serta pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian.
Tabel 4.1 Karakterisktik UMKM Kuliner Kabupaten Sleman
Jenis Kelamin Jumlah
Responden Persentase (%)
Laki-laki 33 33%
Perempuan 67 67%
Total 100 100%
Jabatan Jumlah
Responden Persentase (%)
Pemilik 40 40%
Pemimpin 60 60%
Total 100 100%
Jenjang Pendidikan Jumlah
Responden Persentase (%) SMA/SMK Sederajat
Bidang Kuliner 58 58%
Diploma Sederajat 11 11%
Sarjana Sederajat 33 33%
Magister Sederajat 1 1%
Total 100 100%
Lama usaha Jumlah
Responden Persentase (%)
1-5 tahun 58 58%
6-10 tahun 32 32%
11-15 tahun 5 5%
16-20 tahun 5 5%
Total 100 100%
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel diatas menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 33 orang atau 33% dan Perempuan sebanyak 67 atau 67%. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas memiliki jenis kelamin Perempuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa UMKM Kuliner dengan mayoritas berjenis kelamin Perempuan dianggap memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai dibidang kuliner..
Berdasarkan Pendidikan menunjukkan bahwa responden berpendidikan SMA/SMK Sederajat Bidang Kuliner sebanyak 58 orang atau 58%, Diploma Sederajat sebanyak 11 orang atau 11%, Sarjana sederajat
sebanyak 33 orang atau 33% dan Magister sederajat sebanyak 1 orang atau 1%. Pendidikan sangat penting guna meningkatkan kemampuan pemimpin dalam menyelesaikan pekerjaan. Pemimpin dengan tingkat pendidikan tinggi mampu melakukan pekerjaan dengan tingkat kesulitan dan tanggung jawab yang lebih tinggi (Robbins, 2016).
Berdasarkan jabatan menunjukkan bahwa responden jabatan pemilik yaitu sebanyak 40 orang atau 40% dan pemimpin sebanyak 60%.
Berdasarkan lama usaha menunjukkan bahwa responden dengan lama usaha 1-5 tahun sebanyak 58 atau 58%, 6-10 tahun sebanyak 32 atau 32%, 11-15 tahun sebanyak 5 atau 5 % dan 16-20 tahun sebanyak 5 atau 5%.
Lama bekerja akan cenderung membuat pemilik usaha lebih merasa betah dalam suatu organisasi, hal ini disebabkan karena pemilik telah mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang cukup lama sehingga pemilik atau pemimpin akan merasa lebih nyaman dengan pekerjaannya.
2. Analisis Deskriptif Variabel
Data responden yang terkumpul selanjutnya dianalisis untuk mengetahui respon deskriptif setiap variabel. Analisis ini menjelaskan bagaimana responden melihat variabel entrepreneurial leadership, competitive advantage dan fleksibilitas stratgeis. Hasil analisis deskriptif penelitian ditunjukkan dalam tabel berikut:
1. Variabel Entrepreneurial leadership (X)
Analisis deskriptif terhadap lima item pertanyaan yang memuat variabel entrepreneurial leadership disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.2 Penilaian Variabel Entrepreneurial leadership
No Interval Mean Kategori
Innovativeness
1 Saya mendorong usaha saya untuk berinovasi
dalam menjalankan proses bisnis 3,89 3,87 Tinggi 2 Inovasi produk yang saya lakukan dapat
diterima dengan baik oleh konsumen
3,85
Creativity
3 Saya terbuka terkait dengan ide kreatif
porduk untuk kemajuan usaha saya 3,83 3,85 Tinggi 4 Saya mampu mengembangkan ide-ide baru
dalam usaha saya 3,87
Passion
5 Saya selalu mau untuk mendengarkan ide-ide baru dari usaha yang sudah berpengalaman
3,82 3,85 Tinggi
6 Hal-hal baru yang saya terapkan benar-benar
berasal dari ide saya sendiri 3,88
Vision
7 Saya memiliki gambaran tentang masa depan
usaha saya 4,12 3,98 Tinggi
8 Saya memiliki keinginan belajar yang kuat
untuk dapat lebih berhasil 3,84
Risk-taking
9 Saya adalah orang yang berimajinasi tinggi yang mampu menghasilkan model baru dalam produksi saya
4,04 4,03 Tinggi
10 Saya bersedia menanggung kemungkinan
terjadinya kerugian financial di usaha saya 4,05
Rata-rata 3,91 Tinggi
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, dari 100 responden yang dikumpulkan sebagai sampel dalam penelitian, dapat dipaparkan bahwa rata-rata responden menilai entrepreneurial leadership termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan perolehan rata-rata sebesar 3,91.
2. Variabel Competitive Advantage (Y)
Analisis deskriptif terhadap lima item pertanyaan yang memuat variabel competitive advantage disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.3 Penilaian Variabel Competitive advantage
No Interval Mean Kategori
Cost
1 Usaha kami mampu menciptakan value
dibanding pesaing. 3,82 3,80 Tinggi
2 Produk saya mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan produk lain sehingga dapat dikenali dengan mudah
3,79
Quality
3 Usaha kami senantiasa menawarkan yang lebih berkualitas dibanding pesaing.
3,78 3,72 Tinggi
4 Karena produk yang variantif volume
penjulaan saya mengalami peningkatan. 3,66
Differentiation
5 Usaha kami senantiasa menawarkan produk
yang lebih bervariasi. 3,67 3,91 Tinggi
6 Inovasi yang saya lakukan dapat
dikembangkan lebih luas lagi jika dibutuhkan 4,15
Creativity
7 Usaha kami senantiasa menerapkan produk
yang variantif. 3,92 4,02 Tinggi
8 Produk Saya memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk lain sejenis yang pernah ada.
4,12
Flexibility
9 Usaha kami memiliki keunggulan dalam
waktu pengiriman barang. 3,51 3,8 Tinggi
10 Saya selalu memproduksi barang sesuai dengan kebutuhan konsumen setiap waktu dengan tepat waktu.
4,09
Rata-rata 3,85 Tinggi
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, dari 100 responden yang dikumpulkan sebagai sampel dalam penelitian, dapat dipaparkan bahwa rata-rata responden menilai competitive advantage termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan perolehan rata-rata sebesar 3,85.
3. Variabel Fleksibilitas Strategi (Z)
Analisis deskriptif terhadap lima item pertanyaan yang memuat variable strategi fleksibilitas disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.4 Penilaian Variabel Fleksibilitas Strategi
No Interval Mean Kategori
Sumber daya utama berkontribusi pada pengembangan produk, produk, penjualan
1 Sumber daya utama berkontribusi pada produk, pengembangan produk, penjualan, dan sebagainya
3,44 3,47 Tinggi
2 Tingkat berbagi sumber daya utama yang digunakan dalam pengembangan, produksi, penjualan, dan layanan purna jual produk yang berbeda adalah tinggi.
3,50
Tingkat berbagi sumber daya utama yang digunakan dalam pengembangan
3 UMKM sering menemukan penggunaan baru untuk sumber daya utama yang ada melalui komunikasi antar unit
3,62 3,55 Tinggi
4 Penggunaan sumber daya utama dapat dengan mudah dialihkan ke alternatif di berbagai unit UMKM.
3,78
Perusahaan sering menemukan penggunaan baru untuk sumber daya utama yang ada melalui komunikasi antar unit
5 Waktu peralihan ke produk yang berbeda
adalah pendek pada jalur produksi utama 4,00 3.90 Tinggi 6 Biaya peralihan ke produk yang berbeda kecil
pada jalur produksi utama 3,79
Penggunaan sumber daya utama dapat dengan mudah dialihkan ke alternatif di berbagai unit perusahaan.
7 Untuk mengatasi berbagai kondisi, kami melakukan upaya untuk meningkatkan mobilitas dengan mengembangkan kemampuan secara bertahap
3,79 3,85 Tinggi
8 Untuk mengatasi berbagai kondisi, kami melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan mengembangkan kemampuan secara bertahap
3,92
Rata-rata 3.69 Tinggi
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Berdasarkan tabel 4.4 diatas, dari 100 responden yang dikumpulkan sebagai sampel dalam penelitian, dapat dipaparkan bahwa rata-rata responden menilai competitive advanatge termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan perolehan rata-rata sebesar 3,69.