• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisis Hasil Penelitian

4.4.1 Pengaruh Likuiditas terhadap Return Saham

Pengaruh rasio CR terhadap return saham menunjukkan hasil tidak berpengaruh positif signifikan. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai probabilitas regresi sebesar 0.8828 yang lebih besar dari nilai signifikan sebesar 0.05.

Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio CR dapat meningkatkan return saham suatu perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Absari dkk (2013) yang menyatakan hasil penelitian CR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham mengindikasikan hal ini mungkin terjadi karena investor dalam melakukan investasi tidak memandang penting ratio aktiva lancar dengan hutang lancar yang dimiliki perusahaan. Rasio likuiditas perusahaan tidak mempengaruhi persepsi investor terhadap keuntungan di masa yang akan datang. Kemudian dilanjutkan dengan teori oleh Samuel C. Weaver dan J. Fred Wetson dalam Fahmi (2012) bahwa dengan bertambahnya hutang lancar tanpa diimbangi dengan peningkatan aktiva lancar, maka perusahaan dapat dinilai tidak likuid dan ini akan menimbulkan permasalahan bagi perusahaan karena perusahaan mulai membayar tagihannya lebih lambat, yang menyebabkan kepercayaan kreditur mulai

75

Indonesia Banking School berkurang dan berdampak pada kehilangan peluang bisnis akibat kekurangan sumber pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan produksi perusahaan.

Meskipun hasilnya tidak signifikan, bukan berarti investor dapat mengabaikan rasio CR suatu perusahaan. Perusahaan harus mempertahankan CR yang optimal yaitu CR yang menunjukkan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya terutama modal kerja yang sangat penting untuk menjaga perfomance kinerja perusahaan yang pada akhirnya mempengaruhi performance return saham. Hal ini dapat memberikan keyakinan kepada investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut sehingga dapat meningkatkan return saham (Erari, 2014).

Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian Prihantini (2009) dan Thamrin (2012) yang menyatakan Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4.4.2 Pengaruh Hutang terhadap Return Saham

Pengaruh rasio DER terhadap return saham menunjukkan hasil berpengaruh positif dan signifikan. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai probabilitas regresi sebesar 0.0177 yang lebih kecil dari nilai signifikan sebesar 0.05. Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio DER dapat meningkatkan return saham suatu perusahaan.

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Susilowati dan Turyanto (2011) yang menyatakan hasil penelitian DER berpengaruh positif signifikan terhadap return saham mengindikasikan adanya pertimbangan yang berbeda dari beberapa

investor dalam memandang DER. Oleh sebagian investor DER dipandang besarnya tanggung jawab perusahaan terhadap pihak ketiga yaitu kreditur yang memberikan pinjaman kepada perusahaan. sehingga semakin besar nilai DER akan memperbesar tanggungan perusahaan. Namun demikian nampaknya beberapa investor justru memandang bahwa perusahaan yang tumbuh pasti akan memerlukan hutang sebagai dana tambahan untuk memenuhi pendanaan pada perusahaan yang tumbuh. Perusahaan tersebut memerlukan banyak dana operasional yang tidak mungkin dapat dipenuhi hanya dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Kemudian dilanjutkan oleh teori Subramanyam dan Wild (2013) yang menyatakan bahwa bagi investor saham biasa, hutang mencerminkan risiko kerugian investasi dengan diimbangi oleh pontensi keuntungan dari leverage keuangan. Leverage keuangan (financial leverage) merupakan penggunaan hutang untuk meningkatkan laba. Leverage memperbesar keberhasilan (laba) dan kegagalan (rugi) manajerial. Kreditor lebih menyukai peningkatan modal ekuitas sebagai pelindung atas kerugian pada saat-saat sulit.

Menurunkan modal ekuitas sebagai proporsi pendanaan perusahaan akan menurunkan perlindungan kreditor terhadap kerugian sehingga meningkatkan risiko kredit.

Meskipun DER mempunyai pengaruh positif, bukan berarti perusahaan dapat menentukan proporsi hutang dengan setinggi-tingginya. Menurut Erari (2014) DER yang terlalu tinggi mempunyai dampak buruk terhadap kinerja perusahaan, karena dengan tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban tetap perusahaan akan semakin besar dan akan mengurangi keuntungan. Dengan tingkat

77

Indonesia Banking School hutang yang tinggi dan dibebankan kepada pemegang saham, tentu akan meningkatkan resiko investasi kepada para pemegang saham.

Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian Erari (2014) dan Suwerpi (2016) yang menyatakan Hutang tidak berpengaruh terhadap return saham.

4.4.3 Pengaruh Profitabilitas terhadap Return Saham

Pengaruh rasio ROA terhadap return saham menunjukkan hasil tidak berpengaruh positif signifikan. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai probabilitas regresi sebesar 0.3048 yang lebih besar dari nilai signifikan sebesar 0.05.

Koefisien yang positif menunjukkan semakin besar rasio ROA dapat meningkatkan return saham suatu perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Susilowati dan Turyanto (2011) yang menyatakan hasil penelitian ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham mengindikasikan bahwa para investor tidak semata-mata menggunakan ROA sebagai ukuran dalam menilai kinerja perusahaan untuk memprediksi total return saham di pasar modal (terutama di BEI). Kemudian menurut Ningsih dan Hermanto (2015) menyatakan dalam hal ini dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang mampu memanfaatkan asset untuk menghasilkan laba.

Meskipun hasilnya tidak signifikan, bukan berarti investor dapat mengabaikan rasio ROA suatu perusahaan. Menurut teori yang dikemukakan oleh Tandelilin (2010) yang menyatakan bahwa salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa datang adalah dengan melihat sejauh mana

pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Indikator ini sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang disyaratkan investor. Untuk itu, digunakan rasio profitabilitas (ROA) untuk menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba.

Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian Anwaar (2016) dan Reyhan (2017) yang menyatakan Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4.4.4 Pengaruh Risiko terhadap Return Saham

Pengaruh rasio Beta terhadap return saham menunjukkan hasil berpengaruh negatif dan signifikan. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai probabilitas regresi sebesar 0.0237 yang lebih kecil dari nilai signifikan sebesar 0.05. Koefisien yang negatif menunjukkan semakin besar rasio Beta dapat menurunkan return saham suatu perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Utomo (2007) yang menyatakan bahwa risiko yang tinggi merupakan akibat dari fluktuasi yang tinggi.

Dengan tingkat fluktuasi tersebut, berarti dividen yang dibayarkan perusahaan terhadap investor juga akan fluktuatif. Semakin besar fluktuasi return saham terhadap return pasar maka semakin besar pula beta saham tersebut. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil fluktuasi return saham terhadap return pasar,

79

Indonesia Banking School semakin kecil pula beta saham tersebut. Suatu investasi mempunyai risiko berarti bahwa investasi tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang pasti. Investor tidak akan tahu dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukanya. Dalam keadaan itu investor hanya mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan tertentu.

Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian Al-Qudah et al (2013) dan Dewi dkk (2016) yang menyatakan Risiko tidak berpengaruh terhadap return saham.

Dokumen terkait