BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.5 Implikasi Manajerial
79
Indonesia Banking School semakin kecil pula beta saham tersebut. Suatu investasi mempunyai risiko berarti bahwa investasi tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang pasti. Investor tidak akan tahu dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukanya. Dalam keadaan itu investor hanya mengharapkan untuk memperoleh tingkat keuntungan tertentu.
Disisi lain, penelitian ini bertentangan dengan penelitian Al-Qudah et al (2013) dan Dewi dkk (2016) yang menyatakan Risiko tidak berpengaruh terhadap return saham.
dari fluktuasi yang tinggi. Semakin saham berfluktuasi tinggi maka investasi semakin tidak memberikan keuntungan yang pasti. Kondisi seperti ini tidak memberikan rasa aman bagi investor untuk menginvestasikan hartanya di perusahaan tersebut. Hal ini dapat membawa dampak pada menurunnya harga saham dan return saham akan ikut menurun.
Berdasarkan pada hasil perhitungan pola hubungan antara DER dan return saham, menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keputusan penggunaan hutang oleh perusahaan (berbanding equity-nya), akan memiliki dampak pada return saham (capital gain) yang semakin tinggi. Namun walaupun hasil perhitungan mengarah positif, bukan berarti perusahaan dapat membuat keputusan penggunaan hutang dengan setinggi-tingginya. Hal ini dikarenakan semakin besar hutang akan menyebabkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar, sehingga tingkat risiko perusahaan akan semakin besar dalam memenuhi kewajibannya (seperti membayar pokok hutang ditambah dengan biaya bunganya). Mengingat hal tersebut, serta mempertimbangkan bahwa dalam model ini, pengaruh variabel CR, DER, ROA, dan Beta terhadap return saham, hanya kecil (Adjusted R2 = 6,05%), maka pihak manajemen dapat mempertimbangkan variabel lain, yang dapat lebih kuat mempengaruhi return saham (capital gain) perusahaan. Variabel tersebut, antar lain, faktor eksternal seperti volatilitas harga minyak (produk tambang) dunia, pertumbuhan ekonomi nasional (permintaan hasil tambang berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi) dan kurs
81
Indonesia Banking School (mengingat beberapa produk tambang, diukur dalam harga satuan mata uang USD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profitabilitas (ROA) tidak berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan pertambangan, yang dapat diartikan bahwa investor dalam pengambilan keputusan untuk menanamkan modalnya tidak menjadikan Profitabilitas (ROA) sebagai faktor penentu investasi.
Meskipun hasilnya tidak signifikan, bukan berarti investor dapat mengabaikan rasio ROA suatu perusahaan, karena penting bagi investor untuk menilai prospek perusahaan di masa datang dengan melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Perusahaan dengan ROA yang besar akan menarik minat para investor untuk menanamkan dananya ke dalam perusahaan. Hal ini disebabkan karena ROA yang besar akan menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba semakin baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Likuiditas (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, sehingga hal tersebut mengindikasikan bahwa variabel CR belum dapat dijadikan salah satu alat pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi. Meskipun tidak bersifat signifikan, perusahaan dalam penelitian sebaiknya tetap memperhatikan tingkat likuiditas perusahaan walaupun investor tidak menjadikan likuiditas sebagai salah satu faktor penentu keputusan investasi mereka, karena dengan likuiditas perusahaan yang baik akan mencerminkan kondisi perusahaan yang baik. CR yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi dianggap kurang baik, maka penting bagi perusahaan untuk
mempertahankan CR yang optimal agar menjaga performance kinerja perusahaan, sehingga investor dapat yakin untuk memiliki saham perusahaan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dapatkan dari nilai koefisien regresi pada seluruh variabel yang telah di uji pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa Beta memiliki koefisien regresi terbesar. Dengan kata lain bahwa Beta merupakan variabel dominan yang mempengaruhi potensi Return Saham perusahaan sektor pertambangan di BEI periode 2014-2017. Beta merupakan gambaran dari risiko sistematik atau risiko pasar atau risiko umum seperti contohnya peningkatan suku bunga, kenaikan inflasi, dan volatilitas pasar yang tinggi. Investor dan calon investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang termasuk dalam risiko sistematik sebagai acuan atau tolak ukur dalam pengambilan keputusan investasi saham pada perusahaan sektor pertambangan di BEI periode 2014-2017.
83
Indonesia Banking School BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini betujuan untuk menganalisis current ratio, debt to equity ratio, return on asset dan beta terhadap return saham pada perusahaan sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2017. Penelitian ini menggunakan 37 perusahaan sektor pertambangan. Berdasarkan analisis penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Likuiditas (Current Ratio) tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan rasio CR merupakan variabel independen yang tidak mempengaruhi kenaikan atau penurunan variabel dependen return saham.
2. Hutang (Debt to Equity Ratio) berpengaruh positif terhadap Return Saham.
Pengaruh positif menunjukkan semakin tinggi DER maka Return Saham yang dihasilkan akan meningkat dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. DER menggambarkan komposisi atau struktur modal dari total pinjaman (hutang) terhadap total modal yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang tumbuh pasti akan memerlukan hutang sebagai dana tambahan untuk memenuhi pendanaan pada perusahaan yang tumbuh. Perusahaan tersebut memerlukan banyak dana operasional yang tidak mungkin dapat dipenuhi hanya dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Namun walaupun hasil perhitungan mengarah positif,
bukan berarti perusahaan dapat membuat keputusan penggunaan hutang dengan setinggi-tingginya. Hal ini dikarenakan semakin besar hutang akan menyebabkan semakin besar ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar, sehingga tingkat risiko perusahaan akan semakin besar dalam memenuhi kewajibannya.
3. Profitabilitas (Return On Asset) tidak berpengaruh terhadap Return Saham.
Hal ini menjelaskan bahwa kenaikan atau penurunan rasio ROA merupakan variabel independen yang tidak mempengaruhi kenaikan atau penurunan variabel dependen return saham.
4. Risiko (Beta) berpengaruh negatif terhadap Return Saham. Pengaruh negatif menunjukkan semakin tinggi Beta maka Return Saham yang dihasilkan akan menurun dengan asumsi variabel lain bersifat konstan. Beta merupakan gambaran risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap return pasar. Risiko yang tinggi merupakan akibat dari fluktuasi yang tinggi.
Semakin saham berfluktuasi tinggi maka investasi semakin tidak memberikan keuntungan yang pasti. Kondisi seperti ini tidak memberikan rasa aman bagi investor untuk menginvestasikan hartanya di perusahaan tersebut. Hal ini dapat membawa dampak pada menurunnya harga saham dan return saham akan ikut menurun.
85
Indonesia Banking School 5.2 Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, masih terdapat adanya keterbatasan dalam penelitian ini, yaitu:
1. Dilihat dari variabel independen, penelitian ini hanya menggunakan tiga dari rasio keuangan dan satu variabel eksternal, sementara masih terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi return saham.
2. Dilihat dari metode analisis, penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda sedangkan terdapat metode lain yang dapat memperlihatkan hasil yang baik seperti Model Autogressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Model Logit.
5.3 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatan penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut:
1. Bagi investor dan calon investor untuk saham perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada BEI yang menjadi sampel dalam penelitian ini, sebaiknya memperhatikan Debt to Equity Ratio dan Beta (risiko sistematik atau risiko pasar) perusahaan seperti peningkatan suku bunga, kenaikan inflasi, dan volatilitas pasar yang tinggi sebagai acuan atau tolak ukur dalam pengambilan keputusan investasi, karena dalam penelitian ini terbukti bahwa Beta (risiko sistematik atau risiko pasar) dan Debt to Equity Ratio perusahaan berpengaruh signifikan terhadap return saham.
2. Bagi perusahaan sebaiknya hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dan pertimbangan bagi perusahaan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Sehingga pertumbuhan perusahaan dapat bergerak kearah yang positif. Hal ini akan berdampak pada naiknya minat investor untuk berinvestasi dan secara otomatis akan meningkatkan harga saham yang diikuti dengan perubahan return saham perusahaan yang semakin baik.
3. Bagi akademisi dalam rangka memperkaya hasil kajian penelitian berikutnya diharapkan dapat menambah variabel dari rasio keuangan lainnya, seperti rasio manajemen aktiva dan rasio nilai pasar. Kemudian peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel eksternal lainnya, seperti faktor makro.
87
Indonesia Banking School DAFTAR PUSTAKA
Absari, D. U. A., Sudarma, M., dan Chandrarin, G. (2013). Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Perusahaan dan Risiko Sistematis terhadap Return Saham. Jurnal Akuntansi, 3(2).
Al-Qudah, Anas, dan Laham, Mahmoud. (2013). The Effect of Financial Leverage & Systematic Risk on Stock Returns in the Amman Stock Exchange: Analytical Study – Industrial Sector. Research Journal of Finance and Accounting, 4(6).
Almawadi, Issa. (2017). Jelang Perubahan Jadi Non Persero, Return Saham BUMN Tambang Masih Minus. Bareksa [Internet]. [diunduh 2018 April 21]. Tersedia pada: http://www.bareksa.com/id/text/2017/11/16/jelang- perubahan-jadi-non-persero-return-saham-bumn-tambang-masih-
minus/17406/news.
Anwaar, Maryyam. (2016). Impact of Firms’ Performance on Stock Returns (Evidence from Listed Companies of FTSE-100 Index London, UK).
Global Journal of Management and Business Research: D Accounting and Auditing, 16(1).
Audina. (2016). Pengaruh Likuiditas, Leverage dan Market Value Ratio terhadap Return Saham Perusahaan pada Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015. Skripsi Mahasiswa S1. STIE Indonesia Banking School.
Aufa, Rahmatul. (2013). Pengaruh Struktur Modal, Risiko Sistematis, dan Tingkat Likuiditas terhadap Return Saham pada Perusahaan Finance yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi, 1(3).
Bodie, Z., Kane, A., dan Marcus, A. J. (2014). Manajemen Portofolio dan Investasi (Edisi 9, Buku 2). (Romi Bhakti Hartarto, Adinda Presanti, & Ika Permatasari, Penerjemah). Jakarta: Salemba Empat.
Brigham, E., dan Houston, J. (2006). Dasar-dasar Manajemen Keuangan (Edisi 10, Buku 1). (Ali Akbar Yulianto, Penerjemah). Jakarta: Salemba Empat.
Budi, I. S., dan Nurhatmini E. (2003). Pengaruh Hari Perdagangan Dan Exchange Rate Terhadap Return Saham Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Manajemen &
Bisnis, Vol. 5, No. 1, Januari. Skripsi.
Budialim, Giovanni. (2013). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Risiko Terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Consumer Goods di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1).
Bursa Efek dan Pasar Uang. (2008). Minyak Melonjak, Sektor Pertambangan Melompat. Artikel diakses melalui mybussinessblogging.com/
stockmarket/2008/01/08/minyak-melonjak-sektor-pertambangan- melompat, pada tanggal 28 Mei 2018.
Deitiana, T. (2011). Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen terhadap Harga Saham. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 13(1), 57- 66.
Dewi, P. A. S., Sedana, I. B. P., dan Artini, L. G. S. (2016). Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Risiko Pasar, Debt To Equity Ratio dan Price Earning Ratio terhadap Return Saham pada Perusahaan Properti dan Real Estatedi Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 5(3) 489-516.
Ekananda, Mahyus. (2016). Analisis Ekonometrika Data Panel: Teori Lengkap Dan Pembahasan Menyeluruh Bagi Penelitian Ekonomi, Bisnis, Dan Sosial (Edisi Kedua). Jakarta: Mitra Wacana Media.
Erari, A. (2014). Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return On Asset terhadap Return Saham pada Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 5(2).
Fahmi, Ihram. (2012). Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab.
Bandung: Penerbit Alfabeta.
Ghozali, Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 23, Edisi 8. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.
Gitman, Lawrence J. (2009). Principles of Managerial Finance (twelfth edition).
United States: Pearson Education Addison Wesley, inc.
Godfrey, et al. (2010). Accounting Theory 7th Edition. Australia: John Wiley &
Sons Australia. Ltd.
Gujarati, D.N., and Porter D.C. (2010). Essentials of Econometrics (Fourth Edition). Singapore: McGraw-Hill Education.
89
Indonesia Banking School Gujarati, D.N. (2007). Dasar-dasar Ekonometrika (Edisi Ketiga, Jilid 2). (Julius
A. Mulyadi & Yelvi Andri, Penerjemah). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hadianto, B., dan Tayana, C. (2010). Pengaruh Risiko Sistematik, Struktur Aktiva, Profitabilitas, dan Jenis Perusahaan terhadap Struktur Modal Emiten Sektor Pertambangan: Pengujian Hipotesis Static-Trade Off.
Jurnal Akuntansi, 2(1), 15-39.
Hartono, Jogiyanto. (2017). Teori Portofolio Dan Analisis Investasi (Edisi Kesebelas). Yogyakarta: BPFE.
Hermawan, Dedi A. (2012). Pengaruh Debt to Equity Ratio, Earning Per Share dan Net Profit Margin terhadap Return Saham. Management Analysis Journal, 1(5).
Khan, W., et. al. (2013). The Impact of Capital Structure and Financial Performance on Stock Returns “A Case of Pakistan Textile Industry.
Middle-East Journal of Scientific Research, 16(2), 289-295.
Malau, A. R. F. (2015). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Return Saham Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Kompas 100 Periode 2011- 2014. Skripsi Mahasiswa S1. STIE Indonesia Banking School.
Nachrowi, D. N., dan Usman, Hardius. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Universitas Indonesia.
Ningsih, S. M., dan Hermanto, S. B. (2015). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan dan Economic Value Added terhadap Return Saham. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, 4(11).
Priatinah, D., dan Kusuma, P. A. (2012). Pengaruh Return On Investment (ROI), Earning Per Share (EPS), dan Dividen Per Share (DPS) terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2010. Jurnal Nominal, 1(1).
Prihantini, R. (2009). Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, ROA, DER dan CR terhadap Return Saham. Tesis Mahasiswa S2. Universitas Diponegoro.
Putri, A. A. B. (2012). Analisis Pengaruh ROA, EPS, NPM, DER, Dan PBV terhadap Return Saham. Skripsi Mahasiswa S1. Universitas Diponegoro.
Rahayu, Sri. (2010). Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good
Corporate Governance sebagai Variabel Pemoderasi Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Mahasiswa S1.
Universitas Diponegoro.
Reyhan, M. (2017). Analisis Laporan Keuangan Bank terhadap Return Saham pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa Periode 2011-2015. Skripsi Mahasiswa S1. STIE Indonesia Banking School.
Ross, Stephen A. (2010). Corporate Finance (Ninth Edition). Mc Graw-Hill International Edition.
Siamat, Dahlan. (1995). Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Intermedia.
Subramanyam, K.R., dan John J. Wild. (2013). Analisis Laporan Keuangan (Edisi Sepuluh, Buku Satu). (Dewi Yanti, Penerjemah). Jakarta: Salemba Empat.
Sugiarto, Agung. (2011). Analisa Pengaruh Beta, Size Perusahaan, DER dan PBV Ratio terhadap Return Saham. Jurnal Dinamika Akuntansi, 3(1), 8-14.
Susilowati, Y., dan Turyanto, T. (2011). Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas terhadap Return Saham Perusahaan. Dinamika Keuangan dan Perbankan, 3(1), 17-37.
Suwerpi, T. D. (2016). Pengaruh Kinerja Keuangan dan Struktur Modal terhadap Return Saham Perusahaan pada Indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Skripsi Mahasiswa S1. STIE Indonesia Banking School.
Syamsudin, L. (2007). Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi Baru. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Tandelilin, Eduardus. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi.
Yogyakarta: Kanisius.
Thamrin, Y. (2012). Analisis Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Mahasiswa S1. Universitas Hasanuddin.
Thrisye, R. Y., dan Simu, N. (2013). Analisis Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Return Saham BUMN Sektor Pertambangan Periode 2007-2010. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 8(2).
Trisnawati, Ita. (2009). Pengaruh Economic Value Added, Arus Kas Operasi, Residual Income, Earnings, Operating Leverage dan Market Value Added
91
Indonesia Banking School Ulupui, I G. K. A. (2007). Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas terhadap Return Saham. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 2, 1-20.
Utomo, Welly. (2007). Analisis Pengaruh Beta dan Varian Return Saham terhadap Return Saham. Tesis Mahasiswa S2. Univerisitas Diponegoro.
White G.I., Ashwinpaul C. Sondhi dan Dov Fried. (2002). The Analysis and Use of Financial Statements. USA: John Wiley. pg. 119-135.
Widarjono, Agus. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya (Edisi Ketiga). Yogyakarta: EKONESIA.
Winarno, Wing Wahyu. (2017). Analisis Elektrometrika dan Statistik dengan Eviews (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPP STIM YKPN).
https://www.sahamok.com/emiten/sektor-pertambangan/ diakses pada tanggal 22 Mei 2018
LAMPIRAN 1
DAFTAR SAMPEL PERUSAHAAN
No. Data Perusahaan Sampel Kode
Saham
Tanggal IPO
1. PT. Adaro Energy Tbk ADRO 16 Juli 2008
2. PT. Atlas Resources Tbk ARII 8 November
2011 3. PT. Bara Jaya International Tbk ATPK 17 April 2002 4. PT. Borneo Lumbung Energy & Metal
Tbk
BORN 26 November 2010 5. PT. Baramulti Suksessarana Tbk BSSR 8 November
2012
6. PT. Bayan Resources Tbk BYAN 12 Agustus
2008
7. PT. Darma Henwa Tbk DEWA 26 September
2007 8. PT. Delta Dunia Makmur Tbk DOID 15 Juni 2001
9. PT. Bumi Resources Tbk BUMI 30 Juli 1990
10. PT. Golden Energy Mines Tbk GEMS 17 November 2011
11. PT. Harum Energy Tbk HRUM 6 Oktober 2010
12. PT. Indo Tambangraya Megah Tbk ITMG 18 Desember 2007 13. PT. Resource Alam Indonesia Tbk KKGI 1 Juli 1991
14. PT. Samindo Resources Tbk MYOH 27 Juli 2000
15. PT. Perdana Karya Perkasa Tbk PKPK 11 Juli 2007 16. PT. Tambang Batubara Bukit Asam
(Persero) Tbk
PTBA 23 Desember 2002
17. PT. Petrosea Tbk PTRO 21 Mei 1990
18. PT. Golden Eagle Energy Tbk SMMT 29 Februari 2000 19. PT. Toba Bara Sejahtera Tbk TOBA 6 Juli 2012
20. PT. Benakat Integra Tbk BIPI 11 Februari
2010
21. PT. Elnusa Tbk ELSA 6 Februari 2008
22. PT. Surya Esa Perkasa Tbk ESSA 1 Februari 2012 23. PT. Medco Energi International Tbk MEDC 12 Oktober
1994
93
Indonesia Banking School
No. Data Perusahaan Sampel Kode
Saham
Tanggal IPO 24. PT. Radiant Utama Interinsco Tbk RUIS 12 Juli 2006 25. PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 27 November
1997 26. PT. Cita Mineral Investindo Tbk CITA 20 Maret 2002
27. PT. Cakra Mineral Tbk CKRA 19 Mei 1999
28. PT. Central Omega Resources Tbk DKFT 21 November 1997
29. PT. Vale Indonesia Tbk INCO 16 Mei 1990
30. PT. J Resources Asia Pasific Tbk PSAB 1 Desember 2007
31. PT. SMR Utama Tbk SMRU 10 Oktober
2011
32. PT. Timah (Persero) Tbk TINS 19 Oktober
1995
33. PT. Citatah Tbk CTTH 7 Maret 1996
34. PT. Mitra Investindo Tbk MITI 16 Juli 1997
35. PT. Ratu Prabu Energi Tbk ARTI 30 April 2003 36. PT. Energi Mega Persada Tbk ENRG 7 Juni 2004
37. PT. Garda Tujuh Buana Tbk GTBO 9 Juli 2009
LAMPIRAN 2 DATA PENELITIAN SAHAM TAHUN
RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
ADRO 2014 -0.05 1.6 0.97 0.029 0.125
ADRO 2015 -0.5 2.4 0.78 0.025 0.184
ADRO 2016 2.29 2.5 0.72 0.052 0.077
ADRO 2017 0.0973 2.6 0.67 0.079 0.09
ANTM 2014 -0.02 1.6421 0.8261 -0.0338 0.117
ANTM 2015 -0.71 2.5932 0.6573 -0.055 0.112
ANTM 2016 1.85 2.4424 0.6287 0.0021 0.074
ANTM 2017 -0.3017 1.6213 0.6232 0.0046 0.021
ARII 2014 -0.47 0.33 0.8799 -0.0726 0.002
ARII 2015 -0.11 0.2 1.2429 -0.0738 -0.016
ARII 2016 0.3 0.18 1.7941 -0.0772 0.028
ARII 2017 0.8846 0.22 2.554 -0.0511 0.01
ATPK 2014 -0.23 1.11 0.53 -0.029 -0.054
ATPK 2015 -0.07 1.62 0.75 -0.0912 0.005
ATPK 2016 0 0.69 1.15 -0.1816 0
ATPK 2017 0 0.2 1.52 -0.308 0
BIPI 2014 0.09 0.284 2.03 0.006 0.031
BIPI 2015 -0.59 0.336 1.96 0.004 0.039
BIPI 2016 0.42 0.052 3.3 -0.134 0.015
BIPI 2017 0 0.14 2.81 0.03 0.008
BORN 2014 -0.71 0.09 -2.53 -0.41 0.036
BORN 2015 0 0.06 -2.02 -0.27 0.05
BORN 2016 0 0.31 -2.24 0.17 0
BORN 2017 0 2.84 -2.26 0.03 0
BSSR 2014 -0.18 0.67 0.86 0.02 0.012
BSSR 2015 -0.3 0.84 0.66 0.15 -0.003
BSSR 2016 0.27 1.11 0.44 0.15 0.026
BSSR 2017 0.4894 1.45 0.4 0.39 0.004
BUMI 2014 -0.73 0.155 -5.567 -0.097 0.023
BUMI 2015 -0.38 0.099 -1.446 -0.644 0.054
BUMI 2016 4.56 0.692 -1.612 0.039 0.002
BUMI 2017 -0.0288 0.569 6.432 0.066 0.018
BYAN 2014 -0.22 0.623 3.546 -0.163 -0.116
BYAN 2015 0.18 1.885 4.448 -0.087 -0.014
95
Indonesia Banking School SAHAM TAHUN
RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
BYAN 2016 -0.24 2.546 3.383 0.022 -0.007
BYAN 2017 0.7667 1.024 0.724 0.38 0.008
CITA 2014 1.41 1.52 0.69 -0.13 -0.018
CITA 2015 0 0.75 1.16 -0.12 0
CITA 2016 -0.04 1.162 1.83 -0.1 0.157
CITA 2017 -0.2111 0.54 1.93 0.02 -0.042
CKRA 2014 -0.07 16.9 0.02 -0.32 -0.02
CKRA 2015 -0.75 7.54 0.04 -0.04 0.016
CKRA 2016 0.36 12.65 0.02 -0.06 0.018
CKRA 2017 0.0735 47.14 0.03 -0.46 -0.002
CTTH 2014 0.05 1.0867 3.3797 0.0025 -0.005
CTTH 2015 -0.16 1.8781 1.0958 0.0171 0.056
CTTH 2016 0.43 1.894 0.9557 0.0432 0.002
CTTH 2017 0.2375 1.8902 1.1787 0.0333 -0.01
DEWA 2014 0 1.403 0.591 0 0
DEWA 2015 0 1.253 0.659 0.001 0
DEWA 2016 0 1.027 0.694 0.001 0.053
DEWA 2017 0 0.835 0.766 0.007 0.002
DKFT 2014 0.04 17.36 0.05 -0.04 0.076
DKFT 2015 0 20.17 0.04 -0.02 0
DKFT 2016 -0.16 1.63 0.55 -0.05 0.03
DKFT 2017 0.1796 0.8 0.94 -0.02 0.031
DOID 2014 1.1 2.4 9.7 0.018 0.039
DOID 2015 -0.72 3 8.8 -0.01 0.105
DOID 2016 8.44 1.4 6 0.042 0.024
DOID 2017 0.4019 1.6 4.3 0.049 0.025
ELSA 2014 1.08 1.62 0.67 0.1 0.07
ELSA 2015 -0.64 1.44 0.67 0.0852 0.15
ELSA 2016 0.7 1.49 0.46 0.0742 0.074
ELSA 2017 -0.1143 1.35 0.59 0.0509 0.016
ESSA 2014 0.26 1.65 0.39 0.0728 0.06
ESSA 2015 -0.45 1.6 0.52 0.0175 0.029
ESSA 2016 -0.02 2.19 2.2 0.0002 0.031
ESSA 2017 0.358 0.68 2.88 0.0027 0.004
GEMS 2014 -0.08 2.21 0.27 0.0342 0.006
GEMS 2015 -0.3 2.79 0.49 0.0069 0.028
GEMS 2016 0.93 3.77 0.43 0.0895 -0.005
SAHAM TAHUN
RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
GEMS 2017 0.0185 1.68 1.0206 0.2017 -0.016
HRUM 2014 -0.4 3.6 0.3 0.001 0.125
HRUM 2015 -0.59 6.9 0.1 -0.051 0.196
HRUM 2016 2.17 5.1 0.2 0.032 0.069
HRUM 2017 -0.0421 5.5 0.2 0.099 0.028
INCO 2014 0.37 2.98 0.31 0.07 0.107
INCO 2015 -0.55 4.01 0.25 0.02 0.113
INCO 2016 0.72 4.54 0.21 0 0.103
INCO 2017 0.0248 4.62 0.2 -0.01 0.035
ITMG 2014 -0.46 1.56 0.48 0.15 0.109
ITMG 2015 -0.63 1.8 0.41 0.05 0.147
ITMG 2016 1.95 2.26 0.33 0.11 0.073
ITMG 2017 0.2267 2.43 0.42 0.19 0.052
KKGI 2014 -0.51 1.7198 0.4385 0.0754 0.145
KKGI 2015 -0.58 2.2195 0.2837 0.0576 0.068
KKGI 2016 2.57 4.0509 0.1694 0.096 0.041
KKGI 2017 0.08 3.5404 0.1854 0.1279 0.016
MEDC 2014 0.81 1.6 1.3 0.002 0.169
MEDC 2015 -0.79 2 2.3 -0.065 0.087
MEDC 2016 0.66 1.3 2.2 0.051 0.039
MEDC 2017 1.997 1.5 1.8 0.025 0.004
MITI 2014 1.47 2.5049 0.3247 0.0209 0.02
MITI 2015 -0.33 1.8609 1.2444 -0.7213 -0.012
MITI 2016 -0.51 1.7032 1.6321 -0.1018 0.013
MITI 2017 -0.1803 1.245 1.8168 -0.0999 0.002
MYOH 2014 -0.07 1.9 0.7 0.19 0.063
MYOH 2015 0.15 2.3 0.5 0.2 0.107
MYOH 2016 0.2 4.3 0.2 0.2 0.049
MYOH 2017 0.1111 2.8 0.09 0.13 0.025
PKPK 2014 0.02 1.2007 1.1095 -0.0772 0.079
PKPK 2015 -0.43 0.8064 1.0427 -0.3548 0.045
PKPK 2016 0 0.7069 1.2598 -0.0871 0.015
PKPK 2017 0.34 13.6941 1.3155 -0.0758 -0.005
PSAB 2014 -0.78 0.386 2.003 0.1 0.047
PSAB 2015 1.54 0.307 1.603 0.118 0.09
PSAB 2016 -0.11 0.49 1.493 0.099 0.065
PSAB 2017 -0.2664 0.765 1.632 0.071 -0.008
97
Indonesia Banking School SAHAM TAHUN
RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
PTBA 2014 0.23 2.0712 0.7432 0.1379 0.156
PTBA 2015 -0.64 1.5435 0.819 0.1461 0.173
PTBA 2016 1.76 1.6558 0.7604 0.1362 0.094
PTBA 2017 -0.016 2.4634 0.5933 0.2683 0.027
PTRO 2014 -0.2 1.63 0.99 0.0001 0.163
PTRO 2015 -0.69 1.55 0.99 -0.0298 0.22
PTRO 2016 1.48 2.16 0.87 -0.0199 0.044
PTRO 2017 1.3056 1.65 0.81 0.019 0.006
RUIS 2014 0.13 1 3.2 4.4 0.098
RUIS 2015 -0.01 0.9 2.2 3.8 0.08
RUIS 2016 0.1 0.9 1.7 2.7 0.007
RUIS 2017 -0.0169 1 1.5 2.2 0.004
SMMT 2014 -0.7 1.21 0.58 0 0.001
SMMT 2015 -0.9 0.76 0.79 -0.08 0.012
SMMT 2016 0.13 0.27 0.67 -0.03 0.014
SMMT 2017 -0.1074 0.21 0.73 0.06 0.021
SMRU 2014 -0.25 1.7684 0.9909 -0.0133 0.012
SMRU 2015 -0.1 0.6746 1.1456 -0.1015 0.043
SMRU 2016 0.43 1.6131 1.4571 -0.0931 0.011
SMRU 2017 0.4177 1.1069 0.9828 0.0161 0.01
TINS 2014 -0.23 1.85 1.19 0.07 0.093
TINS 2015 -0.59 1.82 0.73 0.01 0.201
TINS 2016 1.13 1.71 0.69 0.03 0.106
TINS 2017 -0.2791 2.06 0.96 0.04 0.017
TOBA 2014 0.24 1.2 1.1 0.1 0.018
TOBA 2015 -0.27 1.4 0.8 0.1 -0.026
TOBA 2016 0.84 1 0.8 0.1 0.002
TOBA 2017 0.6627 1.5 1 0.1 0.054
ARTI 2014 -0.44 2.08 0.83 0.02 0.026
ARTI 2015 0.68 4.82 0.45 0.01 0.006
ARTI 2016 -0.71 3.16 0.5116 0.01 -0.002
ARTI 2017 0 6.74 0.42 0.01 -0.007
ENRG 2014 0.43 0.59 0.57 0.04 0.054
ENRG 2015 -0.5 0.58 1.13 -0.21 0.134
ENRG 2016 0 0.63 -5.29 -0.38 -0.036
ENRG 2017 -0.7775 0.47 -6.67 0.12 0.007
GTBO 2014 -0.77 2 0.18 -0.0569 0.018
SAHAM TAHUN
RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
GTBO 2015 -0.28 1.72 0.14 -0.2667 0.005
GTBO 2016 0 72.51 0.16 -0.0946 0
GTBO 2017 -0.35 57.66 0.25 0.00056 -0.009
99
Indonesia Banking School LAMPIRAN 3
HASIL UJI PENELITIAN
1. Output Statistik Desktiptif RETURN
SAHAM CR DER ROA BETA
Mean 0.189399 3.377436 0.933460 0.083653 0.041372 Median 0.000000 1.606550 0.736600 0.016600 0.024500 Maximum 8.440000 72.51000 9.700000 4.400000 0.220000 Minimum -0.900000 0.052000 -6.670000 -0.721300 -0.116000 Std. Dev. 1.023589 8.701642 1.824192 0.572065 0.055857 Skewness 4.390628 6.057625 0.579860 5.738778 0.963149 Kurtosis 32.01928 42.24877 11.72534 38.74448 3.926518 Jarque-Bera 5668.580 10404.68 477.7717 8691.313 28.17587 Probability 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000001 Sum 28.03100 499.8606 138.1521 12.38066 6.123000 Sum Sq. Dev. 154.0170 11130.63 489.1683 48.10698 0.458643
Observations 148 148 148 148 148
2. Output Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 0.832723 (36,107) 0.7303
Cross-section Chi-square 36.554787 36 0.4429 Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: RETURNSAHAM Method: Panel Least Squares
Date: 08/25/18 Time: 09:37 Sample: 2014 2017
Periods included: 4
Cross-sections included: 37
Total panel (balanced) observations: 148
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.172619 0.120345 1.434373 0.1536 CR -0.003536 0.009752 -0.362558 0.7175 DER 0.098243 0.046605 2.107978 0.0368 ROA 0.004333 0.149069 0.029065 0.9769 BETA -1.531183 1.515858 -1.010110 0.3141 R-squared 0.038543 Mean dependent var 0.189399 Adjusted R-squared 0.011649 S.D. dependent var 1.023589 S.E. of regression 1.017610 Akaike info criterion 2.905990 Sum squared resid 148.0808 Schwarz criterion 3.007247 Log likelihood -210.0433 Hannan-Quinn criter. 2.947131 F-statistic 1.433135 Durbin-Watson stat 2.967981 Prob(F-statistic) 0.226048
101
Indonesia Banking School 3. Output Uji Normalitas Sebelum Outlier
0 5 10 15 20 25 30 35
-1 0 1 2 3 4 5 6 7
Series: Standardized Residuals Sample 2014 2017
Observations 148 Mean -4.69e-17 Median -0.229328 Maximum 7.719440 Minimum -1.585732 Std. Dev. 1.003669 Skewness 4.066912 Kurtosis 27.87516 Jarque-Bera 4223.753 Probability 0.000000
4. Data Outliers
No. Data Perusahaan Sampel Kode Saham Tahun
1. PT. Delta Dunia Makmur Tbk DOID 2016
2. PT. Bumi Resources Tbk BUMI 2016
3. PT. Resources Alam Indonesia Tbk KKGI 2016
4. PT. Adaro Energy Tbk ADRO 2016
5. PT. Harum Energy Tbk HRUM 2016
6. PT. Indo Tambangraya Megah Tbk ITMG 2016
7. PT. Medco Energi Internasional Tbk
MEDC 2017
8. PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk ANTM 2016
9. PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
PTBA 2016
10. PT. J Resources Asia Pasific Tbk PSAB 2015
11. PT. Petrosea Tbk PTRO 2016
12. PT. Mitra Investindo Tbk MITI 2014
13. PT. Cita Mineral Investindo Tbk CITA 2014
14. PT. Petrosea Tbk PTRO 2017
15. PT. Timah (Persero) Tbk TINS 2016
5. Output Uji Normalitas Sesudah Outlier
0 4 8 12 16 20
-1.0 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2
Series: Standardized Residuals Sample 2014 2017
Observations 133 Mean -3.05e-17 Median -0.028656 Maximum 1.194808 Minimum -0.934773 Std. Dev. 0.409277 Skewness 0.445562 Kurtosis 3.202062 Jarque-Bera 4.626914 Probability 0.098919
6. Output Uji Multikolenieritas
CR DER ROA BETA
CR 1.000000 -0.084741 -0.083889 -0.107897 DER -0.084741 1.000000 0.147273 0.019125 ROA -0.083889 0.147273 1.000000 0.086476 BETA -0.107897 0.019125 0.086476 1.000000
103
Indonesia Banking School 7. Output Uji Heteroskedastisitas
Dependent Variable: RESABS Method: Panel Least Squares Date: 08/20/18 Time: 20:45 Sample: 2014 2017
Periods included: 4
Cross-sections included: 34
Total panel (unbalanced) observations: 133
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.291393 0.031574 9.228857 0.0000 CR -0.002591 0.002469 -1.049461 0.2959 DER 0.016787 0.012232 1.372403 0.1723 ROA -0.048959 0.037710 -1.298305 0.1965 BETA 0.538959 0.392387 1.373539 0.1720 R-squared 0.046729 Mean dependent var 0.315544 Adjusted R-squared 0.016940 S.D. dependent var 0.259202 S.E. of regression 0.256997 Akaike info criterion 0.157365 Sum squared resid 8.454082 Schwarz criterion 0.266025 Log likelihood -5.464792 Hannan-Quinn criter. 0.201520 F-statistic 1.568639 Durbin-Watson stat 1.774016 Prob(F-statistic) 0.186589
8. Output Uji Autokolerasi
Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects
Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Pagan) and one- sided
(all others) alternatives
Test Hypothesis Cross-
section Time Both
Breusch-Pagan 2.250015 0.361610 2.611625 (0.1336) (0.5476) (0.1061)
Honda -1.500005 -0.601340 -1.485875
-- -- --
King-Wu -1.500005 -0.601340 -1.011424
-- -- --
Standardized Honda -1.306899 -0.305730 -6.115565
-- -- --
Standardized King-
Wu -1.306899 -0.305730 -3.884334
-- -- --
Gourierioux, et al.* -- -- 0.000000 (>= 0.10)
*Mixed chi-square asymptotic critical values:
1% 7.289
5% 4.321
10% 2.952