Uji validitas adalah pengujian terhadap instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian, apakah dapat mengukur yang hendak diukur atau tidak. Perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila kita menggunakan lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara mengkolerasikan antara skor item dengan skor total faktor. Apabila instrument tersebut mampu untuk mengukur apa yang diukur, maka disebut valid dan sebaliknya, apabila tidak mampu untuk mengukur apa
yang diukur, maka ditanyakan tidak valid. Berikut ini adalah hasil dari pengujian validitas instrument variabel-variabel dengan degree of freedom (df) = n-2 :
Tabel 4.6
Hasil Pengujian Validitas
Variabel Seleksi (X1) r Hitung r Tabel Keterangan
Pendidikan 0,720 0,214 VALID
Pengalaman 0,912 0,214 VALID
Kesehatan 0,919 0,214 VALID
Tes tertulis 0,853 0,214 VALID
Penggunaan teknologi 0,636 0,214 VALID
Variabel Pelatihan (X2) r Hitung r Tabel Keterangan Pengetahuan dan proses berpikir 0,758 0,214 VALID
Perubahan perilaku 0,542 0,214 VALID
Hasil 0,810 0,214 VALID
Variabel Kompensasi (X3) R Hitung r Tabel Keterangan
Gaji 0,859 0,214 VALID
Insentif 0,736 0,214 VALID
Bonus 0,815 0,214 VALID
Upah 0,874 0,214 VALID
Pengobatan 0,910 0,214 VALID
Variabel Produktivitas (Y) r Hitung r Tabel Keterangan
Kemampuan 0,843 0,214 VALID
Meningkatkan hasil yang dicapai 0,861 0,214 VALID
Semangat kerja 0,785 0,214 VALID
Pengembangan diri 0,881 0,214 VALID
Mutu 0,784 0,214 VALID
Efisiensi 0,846 0,214 VALID
Sumber Peneliti (2019)
Dari tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa dari indikator- indikator variabel yang digunakan dalam penelitian ini semuanya memiliki nilai kolerasi diatas 0,214. Maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan variabel Seleksi, Pelatihan, Kompensasi dan Pelatihan valid dan dapat dilanjutkan ke pengujian selanjutnya.
4.3.2 Uji Reabilitas
Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dipakai dua kali untuk mengatur gejala yang sama dan hasil pengukurannya relative sama maka alat ukur tersebut reliabel.
Pengambilan keputusan, jika nilai Alpha melebihi 0,6 maka pernyataan pada indikator variabel tersebut dikatakan reliabel dan sebaliknya.
Adapun hasil dari pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut
.Tabel 4.7
Hasil Pengujian Validitas
Variabel Nilai Alpha Keterangan
Seleksi (X1) 0,849 Reliabel
Pelatihan (X2) 0,827 Reliabel
Kompensasi (X3) 0,884 Reliabel
Produktivitas Karyawan (Y) 0,870 Reliabel
Sumber: Peneliti (2019)
4.3.3 Analisis regresi linier berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama dapat dihitung melalui suatu persamaan regresi berganda. Berdasarkan perhitungan dengan bantuan SPSS 24.0 for windows diperoleh hasil regresi sebagai berikut :
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -.021 .094 -.224 .823
Seleksi (X1) .405 .074 .397 5.494 .000
Pelatihan (X2) .178 .055 .174 3.255 .002
Kompensasi (X3)
.432 .055 .443 7.804 .000
a. Dependent Variable: Y
Berdasarkan hasil diatas, maka persamaan regresi yang terbentuk pada uji regresi ini adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ e
Y = -0,021+0,405X1+0,178X2+0,432X3+ e Keterangan:
Y = Produktivitas karyawan
X1 = Seleksi X2 = Pelatihan X3 = Kompensasi
1. Konstanta (a) sebesar -0,021 mengartikan apabila variabel seleksi (X1), pelatihan (X2), dan kompensasi (X3) bernilai konstan maka variabel produktivitas karyawan (Y) bernilai sebesar -0,018.
2. Seleksi (X1), memiliki nilai koefisien sebesar 0,405. Hal ini menandakan bahwa variabel rekrutmen memiliki pengaruh positif (searah) terhadap variabel produktivitas (Y).
3. Pelatihan (X2), memiliki nilai koefisien sebsar 0,178. Hal ini menandakan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif (searah) terhadap variabel produktivitas(Y).
4. Kompensasi (X3), memiliki nilai koefisien sebesar 0,425. Hal ini menandakan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif (searah) terhadap variabel produktivitas(Y).
4.3.4 Analisis Koefisiensi Determinasi Simultan
Koefisien determinasi digunakan untuk menjelaskan proposi variabel dependent yang mampu dijelaskan oleh variabel bebasnya (independent) secara parsial maupun simultan. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel dependen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi independen.
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS. 24.0 didapatkan hasil sebagai berikut :
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .979a .958 .956 .22283
a. Predictors: (Constant), RATA3, RATA2, RATA1
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa besarnya nilai koefisien determinasi (R2) atau R Square adalah sebesar 0,958 atau 95,8%. Hal ini menunjukkan bahwa 95,8% variasi naik turunnya Produktivitas Karyawan (Y) dapat dipengaruhi oleh naik turunnya Seleksi (X1), Pelatihan (X2) dan Kompensasi (X3), sedangkan sisanya 4,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
4.3.5 Uji F
Uji F digunakan untuk mengukur pengaruh rekrutmen(X1), desain kerja (X2), dan pelatihan(X3) secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel terikat kinerja karyawan (Y).
Adapun kriteria yang digunakan adalah:
1. Jika Fhitung < Ftabel, atau sig > 0,05 maka secara simultan variabel (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan.
2. Jika Fhitung > Ftabel, atau sig < 0,05 maka secara simultan variabel (X) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan.
3. Nilai Ftabel pada tingkat signifikasi 5% dan derajat bebas df
= n - k - 1 = 84 - 3 - 1 = 80 diperoleh angka 2,72.
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 89.600 3 29.867 601.503 .000b
Residual 3.972 80 .050
Total 93.572 83
a. Dependent Variable: Produktivitas Karyawan
b. Predictors: (Constant), Seleksi, Pelatihan , Kompensasi
Sumber: Peneliti (2019)
Hasil pengujian secara simultan (bersama-sama) di atas diperoleh nilai Fhitung sebesar 601,503 dengan signifikasi sebesar 0,000. Maka nilai Fhitung (601,503) > Ftabel (2,72) dan nilai signifikasi yang dihasilkan sebesar 0.000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Seleski, Pelatihan dan Kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel produktivitas karyawan.
4.3.6 Uji t
Uji t digunakan unntuk mengetahui secara parsal (sendiri-sendiri) dari variabel Seleksi (X1), Pelatihan (X2), dan Kompensasi (X3) terhadap variabel terikat Produktivitas karyawan (Y)
Adapun kriteria yang digunakan adalah :
1. Jika thitung < ttabel, atau sig > 0,05 maka secara parsial variabel (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas karyawan.
2. Jika thitung > ttabel, atau sig < 0,05 maka secara parsial variabel (X) berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas karyawan.
3. Nilai ttabel pada tingkat signifikasi 5% dan derajat bebas = α/2 ; n-k-1=
0,05/2 ; 84-3-1= 0,025 ; 80 diperoleh angka 1,99006 Adapun hasil analisis uji t adalah sebagai berikut:
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -.021 .094 -1.372 .174
Seleksi (X1) .405 .074 .397 5.494 .000
Pelatihan (X2)
.178 .055 .174 3.225 .000
Kompensasi (X3)
.432 .055 .443 7.804 .000
a. Dependent Variable: Produktivitas karyawan
Sumber: Peneliti (2019)
Dari hasil pengujian pada tabel diatas didapatkan bahwa nlai thitung
variabel Seleksi sebesar 5,494 dengan tingkat signifikasi 0,000, maka nilai thitung > ttabel, dan nilai signifikasi yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05.
Mengartikan bahwa variabel Seleksi (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Produktivitas karyawan(Y).
Dari hasil pengujian pada tabel diatas didapatkan bahwa nlai thitung
variabel Pelatihan sebesar 3,225 dengan tingkat signifikasi 0,000, maka nilai thitung > ttabel, dan nilai signifikasi yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05.
Mengartikan bahwa variabel Pelatihan (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Produktivitas karyawan(Y).
Dari hasil pengujian pada tabel diatas didapatkan bahwa nlai thitung
variabel Kompensasi sebesar 7,804 dengan tingkat signifikasi 0,000, maka nilai thitung > ttabel, dan nilai signifikasi yang dihasilkan sebesar 0,000 < 0,05.
Mengartikan bahwa variabel Kompensasi (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Produktivitas karyawan(Y).
4.3.7 Uji Variabel Dominan
Untuk mengetahui variabel bebas mana yang yang berpengaruh paling dominan terhadap variabel terikat. Dapat dilihat dari hasil koefisien regresi yang di standarkan (β) atau standardized coefficients Beta. Berikut hasil yang diperoleh:
Model
Standardized Coefficients Beta
1 (Constant)
Seleksi (X1) .397
Pelatihan (X2)
.174
Kompensasi (X3)
.443
Dari tiga variabel bebas diatas dapat diketahui bahwa variabel Kompensasi mempunyai nilai koefisien β (beta) terbesar yaitu 0,443 diantara variabel bebas yang lain. sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Kompensasi berpengaruh paling dominan terdahap variabel Produktivitas karyawan.