BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis
3. Analisis Inferensial
Berdasarkan persyaratan analisis, maka sebelum pengujian hipotesis perlu dilakukan uji prasyarat analisis terhadap data hasil penelitian. Uji prasyarat yang perlu dilakukan sebagai berikut:
a) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi (sebaran) yang normal ataukah tidak. Data berdistribusi normal jika taraf signifikannya ≥ 0,05, sedangkan jika taraf signifikannya < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
Hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan SPSS 23 dalam penelitian ini sebagai berikut:
1) Uji Normalitas Pre-Test Kelas Eksperimen Tabel 3.16
Uji Normalitas Pre-Test Kelas Eksperimen
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
,139 29 ,160 ,934 29 ,070
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Kolmogorov-Smirnov yaitu data pre-test kelas eksperimen taraf signifikannya 0,160 ≥ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test kelas eksperimen tersebut berdistribusi normal.
2) Uji Normalitas Post-Test Kelas Eksperimen Tabel 3.17
Uji Normalitas Post-Test Kelas Eksperimen
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
,129 29 ,200* ,968 29 ,496
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Kolmogorov-Smirnov yaitu data post-test kelas eksperimen taraf signifikannya 0,200 ≥ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa data post-test kelas eksperimen tersebut berdistribusi normal.
3) Uji Normalitas Pre-Test Kelas Kontrol Tabel 3.18
Uji Normalitas Pre-Test Kelas Kontrol
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
,142 28 ,157 ,962 28 ,399
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Kolmogorov-Smirnov yaitu data pre-test kelas kontrol taraf signifikannya 0,157 ≥ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test kelas kontrol tersebut berdistribusi normal.
4) Uji Normalitas Post-Test Kelas Kontrol Tabel 3.19
Uji Normalitas Post-Test Kelas Kontrol
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
,141 28 ,166 ,952 28 ,221
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Kolmogorov-Smirnov yaitu data post-test kelas kontrol taraf signifikannya 0,200 ≥ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa data post-test kelas kontrol tersebut berdistribusi normal.
b) Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah data memiliki variansi yang sama ataukah berbeda. Variansi data dikatakan homogen apabila taraf signifikannya > 0,05, sedangkan jika taraf signifikannya ≤ 0,05 maka data tidak homogen. Hasil perhitungan uji homogenitas dalam penelitian ini sebagai berikut:
1) Uji Homogenitas Pre-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Tabel 3.20
Uji Homogenitas Pre-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Test of Homogeneity of Variance Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
Based on Mean 3.593 1 55 .063
Based on Median 3.287 1 55 .075
Based on Median and
with adjusted df 3.287 1 44.064 .077 Based on trimmed mean 3.559 1 55 .065
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Levene yaitu taraf signifikannya dari uji homogenitas >
0,05. Pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki taraf signifikan 0,063. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut dikatakan homogen.
2) Uji Homogenitas Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Tabel 3.21
Uji Homogenitas Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Test of Homogeneity of Variance Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Hasil Belajar Matematika Siswa
Based on Mean .188 1 55 .667
Based on Median .232 1 55 .632
Based on Median and
with adjusted df .232 1 54.946 .632
Based on trimmed mean .198 1 55 .658
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji Levene dapat disimpulkan bahwa taraf signifikannya dari uji homogenitas > 0,05. Post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki taraf signifikan 0,667. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut dikatakan homogen.
c) Uji Hipotesis
Setelah data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen maka kedua syarat terpenuhi untuk melakukan uji T (t-Test). Uji ini dilakukan untuk mengambil keputusan apakah hipotesis diterima atau tidak. Hipotesis yang akan diuji sebagai berikut:
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan model pembelajaran
konvensional pada materi barisan dan deret bernuansa Islami kelas XI SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember tahun pelajaran 2018/2019.
Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan model pembelajaran konvensional pada materi barisan dan deret bernuansa Islami kelas XI SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember tahun pelajaran 2018/2019. Hasil perhitungan uji T (t-Test) dalam penelitian ini sebagai berikut:
a) Uji T Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Tabel 3.22
Uji T Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Paired Samples Test Paired Differences
t df Sig.
(2- tailed) Mean
Std.
Deviation Std.
Error Mean
95%
Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
Pre Test Eksperimen - Pre Test Kontrol
7.143 14.094 2.664 1.678 12.608 2.682 27 .012
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji T adalah sebesar 2,682. Selanjutnya dibandingkan dengan dengan degree of freedom (df) yaitu df = N - 1 = 28 - 1 = 27. Dengan df = 27 dan taraf kesalahan
ditetapkan sebesar 5%, maka sebesar 2,052. Sehingga dapat disimpulkan bahwa > yaitu 2,682 > 2,052 artinya ditolak dan diterima, maka kesimpulannya ada perbedaan yang signifikan antara data pre-test kelas eksperimen dengan data pre-test kelas kontrol.
b) Uji T Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Tabel 3.23
Uji T Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Paired Samples Test Paired Differences
t Df Sig.
(2- tailed) Mean
Std.
Deviation
Std. Error Mean
95%
Confidence Interval of the
Difference Lower Upper Pair
1
Post Test Eksperimen - Post Test Kontrol
5.714 12.168 2.300 .996 10.433 2.485 27 .019
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh perhitungan hasil uji T adalah sebesar 2,485. Selanjutnya dibandingkan dengan dengan degree of freedom (df) yaitu df = N - 1 = 28 - 1 = 27. Dengan df = 27 dan taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka sebesar 2,052.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa > yaitu 2,485
> 2,052 artinya ditolak dan diterima, maka kesimpulannya ada perbedaan yang signifikan antara data post- test kelas eksperimen dengan data post-test kelas kontrol.