BAB III BALANCED SCORECARD
B. Analisis Kinerja Perusahaan
1. Kinerja PT Dian Perdana Sorowako dari Perspektif Keuangan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, nilai perspektif keuangan PT Dian Perdana Sorowako dilihat dari rasio likuiditas dengan menggunakan pengukuran current ratio menunjukkan hasil yang kurang baik, jika dibandingkan dengan ukuran baku perindustrian.
Kemudian, dari rasio solvabilitas dengan menggunakan pengukuran rasio modal terhadap aset, rasio aktivitas dengan menggunakan pengukuran total assets turnover dan rasio profitabilitas dengan menggunakan pengukuran return on assets telah menunjukkan hasil yang baik, jika dibandingkan dengan rata-rata ukuran baku perindustrian.
Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja perspektif keuangan PT Dian Perdana Sorowako dapat dikatakan cukup efisien dan menunjukkan hasil yang
cukup baik karena dari pendapatan mengalami memiliki nilai lebih dari 100% ditahun 2019. Hanya saja pengeluaran juga mengalami peningkatan. Perspektif keuangan ini memberikan gambaran dasar bagi pihak manajemen untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja perspektif keuangannya. Perlu diberlakukan kebijakan- kebijakan yang lebih mampu untuk mencapai perspektif keuangan lebih maksimal seperti meningkatkan produktivitas karyawan, meminimalisir biaya operasional, dan membuat inovasi-inovasi proyek yang dapat mempercepat aktivitas kerja secara keseluruhan. PT Dian Perdana Sorowako harus dapat membiayai operasionalnya, pemeliharaan, membayar hutang dan meningkatkan investasi yang semakin hari semakin tinggi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khusnul Nur Hardiyanti (2020) dengan judul Analisis Balance Scorecard Dalam Mengukur Kinerja Perusahaan Studi Kasus Pada CV Bintang Mitra Tehnik dimana penilaian pada perspektif keuangan dengan kinerja cukup baik, perspektif pelanggan dengan kinerja cukup baik, perspektif proses bisnis internal dengan kinerja cukup baik, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menilai kinerja karyawan dengan cukup baik. Secara umum dapat dinilai bahwa kinerja perusahaan CV. Bintang Mitra Tehnik dinyatakan cukup baik.
2. Kinerja PT Dian Perdana Sorowako dari Perspektif Pelanggan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya pada perspektif pelanggan, nilai terendah sebesar 3,25 terdapat pada item Reliability (keandalan), sedangkan nilai tertinggi sebesar 3,61 pada Assurance (jaminan). Dalam sisi keandalan, berdasarkan data dapat
dikatakan bahwa PT Dian Perdana Sorowako masih perlu berbenah. Lemahnya dalam pelaksanaan konstruksi menjadi sorotan yang perlu diperhatikan, sebanyak 22%
responden menyatakan tidak puas atas ketepatan waktu dalam pelaksanaan proyek. Pencapaian yang belum baik akan menimbulkan respon negatif atau ketidakpuasan dari mitra kerja terhadap kinerja perusahaan, karena dapat dikatakan bahwa keberlangsungan proyek-proyek yang dikerjakan bersinggungan langsung terhadap sumber pendapatan PT Dian Perdana Sorowako. Untuk itu PT Dian Perdana Sorowako dalam menjalankan proyek-proyeknya harus berorientasi kepada pencapaian target yang lebih baik dan tepat waktu.
Untuk menyiasati keterlambatan proyek (responsiveness) pihak PT Dian Perdana Sorowako bisa saja membuat inovasi-inovasi tertentu dalam hal penyediaan alat-alat penunjang/software yang mampu mempercepat pekerjaan dan kejelasan informasi diawal project harus lebih ditekankan agar tidak terjadi bias sehingga sasaran dan tujuan dapat terpacai dengan maksimal. Hal lain yang bisa membantu adalah pengadaan sistem informasi yang lebih comprehensive. Sistem informasi yang tepat akan mengurangi permasalahan yang mengganggu pelayanan, serta meningkatkan pelayanan dan keuntungan bagi PT Dian Perdana Sorowako. Oleh karena itu, pengukuran tingkat kepuasan pelanggan adalah merupakan suatu hal yang sangat penting. Hal tersebut menunjukkan bahwa kecepatan karyawan dalam memberikan layanan yang dibutuhkan oleh mitra kerja merupakan aspek penting yang harus dicermati. Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepuasan pelanggan perusahaan masuk dalam
kategori cukup puas dengan nilai total tingkat kepuasan yang berada di 3,49.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria dan Robby Ardiansyah (2016) dengan judul Penggunaan Metode Balance Scorecard Untuk Mengukur Kinerja Pekerjaan Pada PT Bangun Cipta Karya Pamungkas (PT. BCKP) dimana hasil penelitian untuk perspektif pelanggan dinilai cukup baik.
3. Kinerja PT Dian Perdana Sorowako dari Perspektif Proses Bisnis internal
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya pada perspektif proses bisnis internal diperoleh bahwa hasil pencapaian PT Dian Perdana Sorowako dalam perpektif bisnis internal yang meliputi peralatan, sarana dan prasarana dan proses bisnis memperoleh hasil yang cukup baik (3,66). Jadi ini menunjukkan bahwa karyawan merasa bahwa manajemen PT Dian Perdana Sorowako sudah menerapkan sasaran-sasaran strategik yang dapat mengevaluasi perbaikan proses bisnis internal melalui ekspektasi yang diharapkan pelanggan dalam organisasi tersebut. Dalam proses bisnis internal PT Dian Perdana Sorowako harus bisa mengidentifikasi proses internal yang penting di mana perusahaan diharuskan melakukan dengan baik karena proses internal tersebut mempunyai nilai-nilai yang diinginkan konsumen dan dapat memberikan pengembalian yang diharapkan oleh perusahaan. Hasil persepsi tentang indikator ini menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana terlihat bahwa karyawan PT Dian Perdana Sorowako telah mengetahui tugasnya sesuai dengan fungsinya.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria dan Alvian Prasetia (2020) dengan
judul Analisis Balance Scorecard Dalam Pengukuran Kinerja Perusahaan Studi Kasus Pada CV Permata Pura dimana hasil penelitiannya menemukan bahwa penilaian perpektif keuangan dengan kinerja cukup baik, perspektif pelanggan dengan kinerja cukup baik, perspektif proses bisnis internal dengan kinerja cukup baik, dan perspektif karyawan dengan kinerja cukup baik. Secara umum dapat dinilai bahwa kinerja CV. Permata Pura dapat dinyatakan cukup baik,
4. Kinerja PT Dian Perdana Sorowako dari Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, nilai indikator kemampuan sebesar 3,70 (cukup baik) dan indikator motivasi sebesar 3,66 (cukup baik). Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan merupakan perspektif keempat dalam balanced scorecard pada dasarnya mengembangkan pengukuran dan tujuan untuk mendorong perusahaan agar berjalan dan tumbuh.
Penilaian responden tentang perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang merupakan karyawan di PT Dian Perdana Soroako menyatakan setuju terhadap penilaian pada indikator kemampuan dan motivasi. Selain menyatakan setuju sebagian karyawan ada yang menyatakan netral, sebagian kecil menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini ditunjukan bahwa sebagian besar karyawan atau personel perusahaan sudah dimotivasi untuk menghasilkan value terbaik bagi pelanggan
Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen PT Dian Perdana Sorowako sudah menerapkan
sasaran-sasaran strategik yang benar-benar ditujukan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan ukuran dengan pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan. Hasil persepsi tentang indikator ini menunjukan hasil yang cukup baik..
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitria dan Rina Dewi (2019) dengan judul Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus Pada Kontraktor PT X).
Dengan hasil penelitian pengukuran kinerja berdasarkan Balanced Scorecard yang mencakup keempat perspektif baik finansial maupun non finansial mampu menimbulkan suatu rencana strategis yang dapat dirumuskan, ditetapkan dan dapat dicapai di masa yang akan datang dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan kinerja perusahaan.
perusahaan.
BAB V PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka kesimpulan dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut : Hasil pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode balanced scorecard terhadap PT. Dian Perdana Sorowako dengan menggunakan 4 (empat) perspektif.
Dimana hasil penelitian ini menemukan bahwa, untuk perspektif pelayanan pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan telah menunjukkan hasil kinerja yang cukup baik. Namun, pada salah satu indikator dari 4 (empat) indikator perspektif keuangan ditemukan hasil yang kurang baik, yakni indikator rasio likuiditas (Current Ratio).
DAFTAR PUSTAKA
Atmadjati, A. (2018). Layanan Prima Dalam Praktik Saat Ini. Yogyakarta : Deepublish.
Cahtono, W. E., & Subiyono, H. (2018). Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard (BSC) dan Objective Matrix (Omax). Matrik: Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi, 7(2), 54-68.
Drury, Colin M. (2013). Management and Cost Accounting.
Berlin : Springer.
Fahmi, Irham. (2014). Analisa Kinerja Keuangan. Bandung : Alfabeta.
Fidhayatin, S. K., & Dewi, N. H. U. (2012). Analisis nilai perusahaan, kinerja perusahaan dan Kesempatan bertumbuh perusahaan terhadap return Saham pada perusahaan manufaktur yang listing di bei. The Indonesian Accounting Review, 2(2), 203-214.
Gaspersz, Vincent, (2012). All In One: Production and Inventori Management, Edisi 8. Bogor : PT Gramedia Pustaka Utama.
Gibson, James L., John M. Ivancevich, James H. Donnelly Jr., and Robert Konopaske. 2003. Organization:
Nehavior, Structure, and Processes, 11th Ed. New York: McGraw-Hill.
Hidayat, T. W., & Riharjo, I. B. (2015). Pengukuran Kinerja Unit Kerja Pemerintah Daerah Dalam Perspektif
Value For Money. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 4(11).
Indarti, M. K., & Extaliyus, L. (2013). Pengaruh Corporate Gorvernance Preception Index (CGPI), Struktur Kepemilikan, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 20(2).
Jariah, A., & Titin Ruliana, S. (2016). Pengukuran Kinerja Pada Koperasi Semoga Jaya Unit Simpan Pinjam Di Tenggarong. Ekonomia, 4(3), 307-312.
Kaplan, Robert S. dan Norton, David P. 2000. Balanced Scorecard: Menerjemahkan Strategi Menjadi Aksi.
Jakarta: Erlangga.
Kaplan, Robert S., & Norton, David P., (1996). Strategy Maps (Converting Intangible Assets Into Tangible Outcomes), Harvard Business School Press
Kaplan, Robert, S. and Norton, David, P. 2001. The Strategy Focused Organization: How Balanced Scorecard Companies Thrive in the New Business Environment.
Massachusetts: Harvard Business School Press.
Kristiyanti, M. (2012). Peran indikator kinerja dalam mengukur kinerja manajemen. Majalah Ilmiah Informatika, 3(3).
Luckyta, A. C., Kartika, L., & Rahmawati, S. (2020).
Evaluasi Kinerja Organisasi Menggunakan Balanced Scorecard. INVEST: Jurnal Inovasi Bisnis dan Akuntansi, 1(1), 38-44.
Lumbanbatu, J. S. (2020). Implementasi BSC (Balanced Scorecard) Dalam Pendidikan. Sidoarjo : Zifatama Jawara.
Maradita, A. (2014). Karakteristik Good Corporate Governance Pada Bank Syariah dan Bank Konvensional. Yuridika, 29 (2).
Moeheriono. (2012). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor : Ghalia Indonesia.
Mulyadi. (2001). Balance Scorecard, Alat Manajemen Kontemporer Untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. (2005). Alternative Pemacuan Kinerja Personal Dengan Pemacuan Kinerja Terpadu Berbasis balance Scorecard. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.
02, No. 3 Juli; 270-286.
Notosagoro, L. S. (2014). Pengukuran Kinerja Perusahaan Jasa Konstruksi Berdasarkan Metode Balanced Scorecard Studi Kasus pada PT Murinda Iron Stell (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Nugrahayu, E. R., & Retnani, E. D. (2015). Penerapan Metode Balanced Scorecard Sebagai Tolak Ukur Pengukuran Kinerja Perusahaan. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 4(10).
Pratiwi, R. K. A., & Mildawati, T. (2014). Analisis Kinerja Menggunakan Balanced Scorecard pada PT PLN (Persero) Area Surabaya Utara. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, 3(9).
Purnawiranti, Y., & Retnani, E. D. (2015). Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Alat Penterjemah Strategi Dan Pengukuran Kinerja Perusahaan. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 4(11).
Putri, Artati A. (2021). Dampak Sistem Informasi Akuntansi Untuk Pengendalian Internal Yang Efektif Pada Kinerja Perusahaan. Jurnal Pusdansi, 1(3).
Putri, N. K., & Hasanah, U. (2014). Evaluasi Kinerja Perbankan Dengan Perspektif Balanced Scorecard: