BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Mekanisme Pengumpulan ZIS Pada BAZNAS Kota
55 BAB III
56 a. Planning (perencanaan)
Mekanisme pengumpulan ZIS oleh Lembaga BAZNAS menggunakan beberapa cara seperti pembentukan UPZ, jemput donasi, dan bekerjasama dengan bank-bank Syariah. Dalam perencanaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yang pertama, analisis kebutuhan dan permasalahan, yang kedua, menentukan tujuan yang ingin dicapai, yang ketiga menentukan jenis kegiatan, yang keempat, menentukan metode atau tehnik yang diinginkan, kelima, menentukan fasilitas dan biaya yang dibutuhkan, yang terakhir yaitu menggunakan sebagai pedoman.70
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara oleh peneliti, permasalahan yang dihadapai yakni kurangnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, infaq, dan sedekah pada lembaga BAZNAS Kota Mataram, sehingga dengan adanya UPZ, jemput donasi dan tranfer melalui bank dapat memberikan kemudahan dan mengoptimalkan tata kelola zakat dalam melayani pembayaran zakat dari muzakki dan mendistribusikan ZIS kepada mustahiq sesuai syariat Islam.
Dengan pembentukan unit pengumpulan zakat pada setiap lembaga dan kelurahan yang ada di kota Mataram dapat mengoptimalkan peningkatan pemasukan zakat, infaq, dan sedekah. Berdasarkan hasil wawancara dengan H. Mujjahid Doni Saputra selaku bidang pengumpulan BAZNAS Kota Mataram, unit pengumpulan zakat menjadi strategi paling efektif dan efisien dalam menyumbang perolehan dana zakat, infaq, dan sedekah hal
70 Ibid., hlm. 13
57
ini karena unit pengumpulan zakat bukan hanya difungsikan saja sebagai tempat untuk menghimpun dana zakat infak dan sedekah para muzakki tetapi juga sebagai media dakwah. Dalam usulan pembentukan UPZ dapat diajukan oleh dua pihak yaitu:
1. BAZNAS dapat mengusulkan pembentukan UPZ kepada institusi yang menaungi UPZ dengan mengajukan permohonan/usulan tertulis kepada pimpinan institusi yang akan dibentuk UPZ, ditembuskan kepada atasan pimpinan institusi.
2. Pimpinan institusi mengajukan usulan/permohonan pembentukan UPZ kepada BAZNAS dengan mengajukan usulan/permohonan tertulis mengan melampirkan persyaratan administratif. Atas usulan/ permohonan pembentukan UPZ datang dari pimpinan institusi, pihak BAZNAS harus memberikan jawaban selambat- lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah surat usulan tersebut diterima.
Kemudian para UPZ ini diberikan pelatihan atau penyuluhan tentang tugas dan tanggungjawab mereka sebagai UPZ. Hal ini dilakukan agar pengumpulan zakat di Kota Mataram lebih optimal. Dan yang terakhir menentukan fasilitas dan biaya, untuk menjalankan tugasnya, UPZ dapat membentuk alat kelengkapan organisasi dan berhak mendapatkan pelatihan sertifikasi Amil dari BAZNAS sesui tingkatanya, alat kelengkapan organisasi UPZ dibentuk oleh pengurus UPZ. Sumber daya manusia dan alat kelengkapan dapat berasal dari pegawai institusi yang
58
bersangkutan, untuk biaya berasal dari institusi yang menaungi UPZ dan dapat memproleh hak amil UPZ dalam bentuk tunjangan.
Berdasarkan hal tersebut peranan unit pengumpulan zakat sanggatlah penting dalam strategi peningkatan pemasukan zakat, infaq, dan sedekah, hal ini dikarekan unit pengumpulan zakat menjadi tombak utama dalam pengenalan ZIS, dan mengenalkan lembaga BAZNAS secara langasung kepada muzakii dan calon muzakki yang bersentuhan langsung dengan unit pengumpulan zakat. Selain itu unit pengumpulan zakat juga sebagai media mensosialisasikan zakai, infaq, dan sedekah secara langsung kepada masyrakat, Dinas atau Institusi Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah yang di mana bersentuhan langsung dengan unit pengumpulan zakat yang terdapat
Selain itu perencanaan mekanisme pengumpulan zakat, infaq, dan sedekah, dilakukan dengan jemput donasi atau pihak BAZNAS melakukan pengumpulan secara langsung kepada muzakki, hal tersebut dirasa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan kemudahan bagi muzakki, di mana petugas mendatangi secara langsung muzakki yang akan membayar zakat, infaq, maupun sedekah. Biasanya muzakki telah mempersiapkan sejumlah harta yang akan dikeluarkan. Akan tetapi dalam pelaksanaanya terdapat kelemahan karena terbatasnya petugas dan luasya wilayah pengumpulan zakat membuat petugas BAZNAS harus mendatangi muzakki satu persatu. Hal ini akan sulit dilakukan petugas dengan jumlahnya sedikit atau berbanding terbalik dengan jumlah muzakki dan
59
luas wilayah pengumpulan zakat dengan total 50 kelurahan se-Kota Mataram. Kemudian dari sisi oprasional akan menghabiskan biaya bagi petugas yang akan melaksanakan tugas pengumpulan.
Solusi dari kelemahan tersebut adalah adanya kerjasama dengan pihak ketiga seperti bank-bank yang bekerjasama dengan pihak BAZNAS Kota Mataram. Hal tersebut memaksimalkan penumpulan zakat, infak dan sedekah. Para muzakki dan calon muzakki yang terkendala waktu dan jarak tempuh untuk menyetorkan zakat bisa membayar zakat dengan cara tranfer kepada bank-bank yang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Mataram, strategi yang dilakukan BAZNAS dengan mensosialisasikan nomor rekening bank yang berkerja sama melalui media sosial dan media cetak.
b. Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan suatu proses penentuan, pengelompokkan, dan pengaturan bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.72
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pembentukan UPZ dapat dilakukan oleh dua pihak yaitu pihak instansi terkait dan usulan dari
72 Bahrur Rosyid, M.M., Manajemen Dan Aplikasinya Dalam Organisasi, (Mataram:
Percetakan CV. Sanabil, 2015), hlm. 15
60
BAZNAS, sampai dengan saat ini terdapat 45 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi Vertikal, BUMN se-Kota Mataram yang bekerjasama dengan BAZNAS. Pada UPZ secara sederhana susunan organisasi UPZ terdiri dari penasehat UPZ, ketua UPZ, sekretaris UPZ, bendahara UPZ, dan alat kelengkapan organisasi UPZ.
Pada jemput donasi dilakukan oleh staf bidang Kabid pengumpulan BAZNAS dengan menggunakan dua unit kendaraan bermotor. Sedangkan untuk tranfer Bank, lembaga BAZNAS bekerja sama dengan Bank Dinar Ashri Syariah, Bank BNI Syariah, dan Bank NTB Syariah, serta Bank BTN Syariah se-Kota Mataram, Kemudian diataur oleh BAZNAS melalui bidang perencanaan keuangan dan pelaporan.
c. Actuating (pengarahan/penggerakan)
Actuating merupakan sebuah usaha untuk mengerakan anggota kelompok sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam suatu lembaga jika hanya ada perencanaan dan organisasi saja tidaklah cukup, untuk itu dibutuhkan tindakan yang nyata.
Dalam mekanisme pengumpulan ZIS dengan cara pembentukan UPZ merupakan suatu tindakan nyata dari tujuan yang ingin dicapai yaitu memaksimalkan potensi ZIS pada Kota Mataram, sedangkan dalam jemput donasi BAZNAS mengerakan angota bidang Kabid pengumpulan untuk melakukan jemput donasi secara langsung kepada muzakki. Tidak jauh berbeda dengan tranfer melalui bank, BAZNAS mengeraka angota
61
bidang perencanaan keuangan dan pelaporan untuk berkordinasi dengan Bank terkait dana ZIS yang telah di setorkan oleh muzakki.
d. Controlling (pengendalian/pengawasan)
Fungsi terakhir yang dijalankan adalah pengawasan, setelah perecanaan ditetapkan, pengaturan struktur digambarkan, dan sumber daya manusia dilatih, dimotivasi, dan diperkerjakan masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru atau diluar dari perencanaan, untuk meminimalisir hal tersebut BAZNAS Kota Mataram melaksanakan:
1. Pengawasan keuangan
Yaitu pemeriksaan oleh Akuntan Publik yang dilakukan setiap 6 bulan terhadap kondisi Akuntasi Keuangan BAZNAS Kota Mataram.
2. Pengawasan Management
Yaitu pengawasan terhadap kinerja management pengelolaan ZIS baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, serta kinerja SDM yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Mataram.
3. Pengawasan Syariah
Yaitu pengawasan dari segi syariah baik dari segi pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan apakah sudah sesuai dengan hukum- hukum agama. Pengawasan syariah tersebut dilakukan oleh Kementrian Agama Kota Mataram sesuai dengan permohonan dari BAZNAS Kota Mataram.
62 4. Pengawasan Kinerja
Yaitu pengawasan dari masyarakat yang melakukan pengawasan terhadap kinerja BAZNAS Kota Mataram.
B. Analisis Strategi Peningkatan Pemasukan ZIS pada BAZNAS Kota Mataram
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas tentang strategi peningkatan pemasukan zakat, infaq, dan sedekah pada BAZNAS Kota Mataram. Dapat dijelaskan bahwa strategi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Sedangkan menurut Malayu S.P Hasibuan strategi pada dasarnya adalah penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal, efektif, dan dalam waktu yang relatif singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.73
Dalam strategi peningkatan pemasukan ZIS pada BAZNAS Kota Mataram, dalam hal ini BAZNAS menggunakan strategi sosialisasi dan meningkatkan kepercayaan muzakki untuk meningkatkan pemasukan zakat, infaq, dan sedekah.
Menurut Gunawan sosialisasi merupakan proses penyampaian sesuatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, perilaku baik langsung maupun tidak langsung.74 Sama halnya dengan program sosialisasi yang dilakukan oleh BAZNAS Kota
73 Melayu Sp Hasibuan.”Manajemen SDM”, edisi revisi, cetakan ke tigabelas, Jakarta:
Bumi Aksara. 2012.
74 Gunawan, Heri. “Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasi”, (Bandung: Alfabeta 2012), Hlm. 198
63
Mataram kepada muzakki yang bertujuan agar muzakki mengetahui apa itu zakat dan pentingnya berzakat, infaq, dan sedekah sehingga mereka berminat untuk menyalurkan.
George R. Terry dalam Bahrur Rosyid, M.M, bukunya berjudul Manajemen dan Aplikasinya dalam Organisasi, mengatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan- tindakan perencaaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengedalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.75
a. Planning (perencanaan)
Strategi peningkatan pemasukan ZIS pada BAZNAS Kota Mataram mengunakan dua strategi yaitu melalui sosialisasi dan meningkatkan kepercayaan muzakki. Dalam perencanaan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yang pertama, analisis kebutuhan dan permasalahan, yang kedua, menentukan tujuan yang ingin dicapai, yang ketiga menentukan jenis kegiatan, yang keempat, menentukan metode atau tehnik yang diinginkan, kelima, menentukan fasilitas dan biaya yang dibutuhkan, yang terakhir yaitu menggunakan sebagai pedoman.76
Perencanaan sosialisasi dan meningkatkan kepercayaan muzakki yang berdasarkan peraturan peraturan pemerintah nomor 14 tahun
75 Bahrur Rosyid, M.M., Manajemen Dan Aplikasinya Dalam Organisasi, (Mataram:
Percetakan CV. Sanabil, 2015), hlm. 01-02
76 Ibid., hlm. 13
64
2014 mengenai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan instruksi presiden Nomor 3 tahun 2014 mengenai optimalisasi pengumpulan zakat di Kementrian/ Lembaga, Sekretariat jendral, lembaga negara, sekretariat jendral komisi negara, Pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional, berdasarkan hal tersebut maka sosialisasi menjadi tombak utama dalam penyebaran informasi, dengan permasalahan yang dihadapai yakni kurangnya kesadaran masyarakat dalam berzakat, infaq, dan sedekah pada lembaga BAZNAS Kota Mataram, dengan adanya sosialisasi langsung maupun tidak langsung dapat memberikan perubahan positif pada lembaga dan masyarakat Kota Mataram.
Jenis kegiatan yang dilakukan yakni sosialisasi secara langsung ke instansi pemerintah yang dilakukan setiap dua kali dalam setahun serta membagikan brosur terkait program-program BAZNAS, kunjungan ke masyarakat melalui UPZ dengan menyampaikan khutbah terkait pentingnya zakat, infaq, dan sedekah, untuk waktu dan tempat diberikan tanggung jawab kepadaUPZ terkait, selanjutnya melaksanakan kegitan program-program yang sudah di susun seperti, program Mataram Cerdas, program Mataram Taqwa, Program Mataram Sehat, program Mataram Peduli, program Mataram Sejahtera, sembari melaksankan kegitan tersebut BAZNAS juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan tujuan memberikan
65
informasi terkait ZIS dan lembaga BAZNAS. Setelahnya kegiatan dari pelaksanaan program tersebut akan di posting pada akun sosial media Facebook dan Instagram milik BAZNAS dengan tujuan mensosialisasikan kembali kegitan-kegitan sehingga diharapkan dapat dilihat oleh banyak muzakki dan calon muzakki. Meningkatkan kepercayaan muzakki dengan adanya landasan undang-undang yang diamanatkan kepada lembaga BAZNAS menjadi landasan dasar yang kuat selain itu dengan adanya pelaporan keuangan setiap dua kali dalam setahun dengan demikian para muzakki yang telah mempercayakan dana ZIS tersebut dapat memantau pengunaan dana tersebut.
b. Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan suatu proses penentuan, pengelompokkan, dan pengaturan bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.77
Pada strategi peningkatan pemasukan ZIS oleh BAZNAS Kota Mataram melalui sosialisasi, dilaksanakan oleh bidang pengumpulan, bidang pendistribusian dan pendayagunaan, dua bidang ini bersentuhan langsung dengan muzakki dan mustahik
77 Bahrur Rosyid, M.M., Manajemen Dan Aplikasinya Dalam Organisasi, (Mataram:
Percetakan CV. Sanabil, 2015), hlm. 15
66 c. Actuating (pengarahan/pengerakan)
Actuating merupakan sebuah usaha untuk mengerakan anggota kelompok sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam suatu lembaga jika hanya ada perencanaan dan organisasi saja tidaklah cukup, untuk itu dibutuhkan tindakan yang nyata.
Dalam strategi peningkatan pemasukan ZIS pada BAZNAS terkait sosialisasi dari bidang pengumpulan, bidang pendistribusian dan pendayagunaan akan dilanjutkan oleh kepala pelaksana dan di laksanakan oleh kabid pengumpulan, kabid pendistribusian dan pendayagunaan, tindakan nyata dari pelaksanaan program-program dapat dilihat pada postingan sosial media Facebook dan Instagram milik BAZNAS Kota Mataram.
d. Controlling (pengendalian/pengawasan)
Fungsi terakhir yang dijalankan adalah pengawasan, setelah perecanaan ditetapkan, pengaturan struktur digambarkan, dan sumber daya manusia dilatih, dimotivasi, dan diperkerjakan masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru atau diluar dari perencanaan, untuk meminimalisir hal tersebut BAZNAS Kota Mataram melaksanakan laporan keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kota Mataram, BAZNAS menyampaikan laporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainya kepada BAZNAS Provinsi dan Wali Kota
67
setiap 6 (enam) bulan dan akhir tahun. Laporan tersebut memuat tentang akuntabilitas dan kinerja pelaksanaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan.
68 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
1. Mekanisme pengumpulan ZIS pada BAZNAS Kota Mataram dengan cara pembentukan UPZ, jemput donasi dan bekerjasama dengan pihak ketiga seperti bank, pengumpulan ZIS yang dengan cara tersebut dirasa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan kemudahan bagi muzakki dan juga lebih efektif dan efisien.
2. Strategi peningkatan pemasukan ZIS pada BAZNAS Kota Mataram, strategi yang dilakukan melalui sosialisasi secara langsung dan tidak langsung. Sosialisasi secara langsung dengan cara berkunjung secara langsung pada setiap institusi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan beberapa masjid se-Kota Mataram, guna memberikan motivasi dalam berzakat, infaq, dan sedekah dan informasi terkait lembaga BAZNAS Kota Mataram, dan program- program BAZNAS, dengan cara membagikan brosur. Sedangkan sosialisasi tidak langsung dengan menggunakan media cetak dan media sosial berupa, media cetak seperti surat kabar dan brosur, adapun melalui media sosial berupa Facebook, dan Instagram. Untuk mensosialisasikan kegiatan pendayagunaan dan pendistribusian zakat infaq, dan sedekah. Adapun cara untuk meningkatkan kepercayaan muzakki dengan adanya kepastian hukum dan laporan keuangan yang dilaporkan oleh BAZNAS setiap enam bulan sekali dan akhir tahun.
69 B. Saran
1. Untuk lembaga tempat penelitian (Badan Amil Zakat Kota Mataram) Membantu peneliti (mahasiswa) terkait data yang dibutuhkan untuk kepentingan skripsi yang tidak melanggar privasi lembaga.
2. Untuk mahasiswa sebagai peneliti
a) Tetap menjaga etika dan nama baik almamater selama melakukan penelitian.
b) Meminta data yang tidak melanggar privasi lembaga tempat penelitian.
c) Mengelola data yang yang didapatkan untuk kepentingan penyusunan Skripsi, tidak untuk yang lain.
d) Mempertanggung jawabkan data yang didapatkan, dengan tidak menyebarluaskan selain untuk penyajian Skripsi.
3. Bagi pemerintah Kota Mataram, perlu adanya peran penting dari pemerintah dan lembaga zakat, untuk lebih giat melakukan sosialisasi terkait penting dan wajibnya membayar zakat melalui zakat festifal dan zakat fair dan sejenisnya.
4. Bagi BAZNAS Kota Mataram, perlu adanya peningkatan sistem publikasi informasi atau Web BAZNAS Kota Mataram. Agar kedepanya muzakki lebih mengetahui informasi terkait kegiatan di BAZNAS Kota Mataram.
70
Daftar Pustaka
Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Prenada Media Group 2009.
Ahmad, sebagai muzakki wawancara tanggal 30 Juni 2022
Beni Kurniwan, Manejemen Sedekah, Tanggerang : Jelajah Nusa, 2008.
Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
Didin Hafidhuddin, Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak Sedekah, Jakarta:
Gema Insani Press, 2008.
Dokumentasi SK Kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram Dikutip Tanggal 20 Januari 2022.
Eka Agri Kurnia, Strategi Peningkatan Pengumpulan ZakaT, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Segeti Kabupaten Muaro Jambi, Skripsi, Jambi:
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi , 2021.
Facebook BAZNAS Kota Mataram diakses pada tanggal 17 Mei 2022
Gunawan, Heri.“Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasi”, Bandung:
Alfabeta 2012.
Hamidy Thalib, dkk ” Model Pengelola Zakat”, Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Volume 2, 2017.
Hanan Ni’matul Izzah, Strategi Sosialisasi BAZNAS Kabupaten Semarang Dalam Upaya Peningkatan Motivasi Berzakat Para Muzakki, Skripsi, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2020.
Hanisyah Hasibuan, Strategi Peningkatan Pengumpulan zakat, infaq, sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Sumatera Utara, Skripsi, Sumatera Utara: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negero Sumatera Utara, 2019.
71
Hasibuan ,Melayu Sp.”Manajemrn SDM”, edisi revisi, cetakan ke tigabelas, Jakarta: Bumi Aksara. 2012.
Instagram BAZNAS Kota Mataram diakses pada tanggal 17 Mei 2022 Ishaq, Metode penelitian Hukum dan Penulisan Skripsi, Tesis serta Disertasi Khomsatun, “Efektifitas Sistem Pengelolaan Zakat untuk Meningkatkan Usaha
Produktif LAZ Yayasan Solo Peduli Surakarta”, Jurnal Ekonomi Islam La Riba, Vol. II, No. 1, Juli 2008.
Prawirosentono, Manajemen strategi dan pengambilan keputusan korporasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Sulistryandri, Strategi Peningkatan Pertumbuhan Dana Zakat Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bengkalis, Jurnal Tabarru: Islamic Banking And
Finance. Jilid 2, No. 2020.
Sugiyono, Metode Penelitian Kombinais, Bandung: Alfabeta, 2014. Pupu Saeful Rahmat, “Penelitian Kualitatif”, Equilibrium, Vol. 5, No. 9, Januari Juni 2009 Pustaka Belajar, 2004).
Sondang P Siagian, Manajemen strategi, Jakarta: Bumi Aksara, 1995. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2009.
Suyitno Heri Yunaidi, Anatomi Fiqh Zakat: Potret Pemahaman BAZIS Sumsel, Yogyakarata: Pustaka Belajar, 2004
Undang-Undang No.23 Tahun 2011 Tentang pengelolaan Zakat.
Web BAZNAS Kota Mataram diakses pada tanggal 17 Mei 2022.
72 Lampiran-Lampiran
Kegiatan Wawancara dan Observasi pada BAZNAS Kota Mataram bersama bapak H. Mujjahid Doni Saputra, Bidang Pengumpulan.
73
74
75
SURAT KETERANGAN
No. :2213/ Un.12/Perpustakaan/08/2022
Dengan ini menerangkan bahwa : Nama : Nuryasmin Adila
Nim : 180305114
Jurusan : Manajemen Dakwah Fakultas : FDIK
Telah melakukan pengecekan tingkat similiarity dengan menggunakan software Turnitin plagiarism checker. Hasil pengecekan menunjukkan tingkat similart 19% Skripsi yang
bersangkutan dinyatakan layak untuk diuji.
Demikian surat keterangan untuk dipergunakan sebagaimana semestinya.
KEMENTERIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM UPT PERPUSTAKAAN
Jl. Pendidikan No. 35 Tlp. (0370) 621298-625337-634490 Fax. (0370) 625337
Mataram, 19 Agustus 2022 An. Kepala UPT Perpustakaan
Nuraeni, S.IPI
NIP. 197706182005012003
Submission author:
Assignment title:
Submission title:
File name:
File size:
Page count:
Word count:
Character count:
Submission date:
Submission ID:
Digital Receipt
This receipt acknowledges that Turnitin received your paper. Below you will find the receipt information regarding your submission.
The first page of your submissions is displayed below.
Nuryasmin Adila 180305114 MD
SKRIPSI STRATEGI PENINGKATAN PEMASUKAN ZAKAT INFAQ … skripsi_Nuryasmin_Adila_MD_1.docx
579.8K 61 8,587 56,179
18-Aug-2022 09:34AM (UTC+0800) 1883750907
Copyright 2022 Turnitin. All rights reserved.