• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Meta (Meta-Analysis)

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 32-38)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kajian Pustaka

4. Analisis Meta (Meta-Analysis)

a. Pengertian Analisis Meta (Meta-Analysis)

Analisis meta merupakan sintesis secara sistematik pelbagai macam penelitian pada topik penelitian tertentu.

Analisis meta mengumpulkan penelitian-penelitian dengan topik-topik yang relevan, (Retnawati, 2018:2).41 Analisis meta ialah metode penelitian yang secara khusus bertujuan untuk menggabungkan penelitian-penelitian yang dapat di ukur besaran efeknya (effect size), dan juga meta analisis ialah cara yang dapat digunakan untuk menggabungkan atau mengagregasikan, meringkas, mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil penelitian terpilih dalam suatu bidang tertentu.42 Effect size ialah perbedaan kejadian efek antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Meta- analisis menggunakan gabungan effect size masing-masing studi yang dilakukan dengan teknik statistika tertentu.

Lebih jelasnya Nindrea, (2016:9) menerangkan bahwa analisis meta ialah suatu teknik statistika untuk menggabungkan hasil dua atau lebih penelitian sejenis, sehingga didapatkan paduan data secara kuantitatif, dan analisis meta merupakan metode dalam menggabungkan beberapa hasil penelitian guna mendapatkan hasil kesimpulan yang lebih kuat.43 Kadir (2017:165) dalam jurnalnya menerangkan bahwa metode analisis meta mengubah data yang kualitatif menjadi kuantitatif dan kemudian menggunakan analisis statistik untuk

41Heri Retnawati, Dkk, Pengantar Analisis Meta, (Yogyakarta: Parama Publishing, 2018), hlm. 2

42Ibid, hlm. 6

43Nindrea Dana Nindrea, Pengantar Langkah-langkah Praktis Studi Meta Analisis, (Yogyakarta: Goysen Publishing, 2016), hlm. 9

mendapatkan esensi informasi dari sejumlah data dari penelitian sebelumnya.44

b. Tujuan dan Manfaat Analisis Meta (Meta-Analysis)

Meta analisis digunakan sebagai sebuah upaya untuk memperoleh kesimpulan dari beragam penelitian. Tujuan meta analisis secara umum ialah sebagai berikut:45

1) Mengidentifikasi heterogenitas pengaruh pada berbagai macam penelitian dan apabila memungkinkan makan dapat ditarik kesimpulannya.

2) Meningkatkan kekuatan statistik dan presisi untuk mendeteksi pengaruh.

3) Mengembangkan, memperbaiki, dan menguji hipotesis.

4) Mengurangi subyektivitas dari perbandingan penelitian dengan menggunakan prosedur yang sistematis dan perbandingan eksplisit.

5) Menentukan ukuran sampel untuk penelitian selanjutnya.

Kemudian lebih lanjut (Nindrea, 2016:11-12) menjelaskan tujuan dari meta analisis ialah:46

1) Memperoleh effect size, yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar variabel.

2) Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis maupun estimasi.

3) Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu agar tidak mengganggu pemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.

Berikutnya, kajian meta analisis melibatkan analisis statistik dalam menentukan dan menetapkan hasil yang lebih kuat dari berbagai macam jenis penelitian dengan hasil yang berbeda-beda. Maaf dari penggunaan meta analisis ialah sebagai berikut:47

44Kadir, “Meta-Analysis Of The Effect Of Learning Intervention Toward Mathematical Thinking On Research And Publication Of Students”, Journal of Education in Muslim Society, Vol. 4. No. 2 Tahun 2017, hlm. 165.

45Heri Retnawatii, dkk..., hlm. 6

46Ibid, hlm. 11-12

47 Ibid, hlm. 12

1) Hasil studi dapat dilakukan generalisasi

2) Perbedaan hasil penelitian terdahulu dapat diberikan keputusan mana yang lebih kuat dan tepat.

3) Bias dalam penelitian terdahulu dapat terlihat jelas dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

4) Banyaknya data atau objek penelitian analisis meta maka semakin meningkatkan ketepatan hasil studi.

Dari pemaparan di atas dapat dipahami bahwa tujuan dari analisis meta ialah mendapatkan estimasi besaran efek (effect- size) dan melakukan inferensi data. Juga manfaat dari analisis meta ialah dapat dilakukan generalisasi serta dapat menilai kekurangan dari penelitian sebelumnya.

c. Berbagai model statistik Analisis Meta

Dalam metode meta analisis, model-model statistiknya memiliki 2 (dua) model yaitu; (1) model statistik yang hanya mencakup studi efek, (2) model statistik yang mencakup studi efek yang disertai dengan tambahan informasi dan analisis.

Model statistik dengan studi efek saja dibagi dalam dua macam yaitu, 1) fixed effect model, yakni model yang memberikan deskripsi bobot rerata dari pelbagai studi yang termasuk ke dalam studi analisis meta yang dilakukan, dan 2) random effect model, adalah memberikan gambaran dari bobot rata-rata dati dampak studi analisis meta yang dilakukan terhadap kelompok penelitian, tanpa melihat bobot masing-masing studi. Kemudian model yang ke dua yakni model statistik dengan perhitungan dan informasi tambahan adalah dengan menilai quality effect model. Quality effect model merupakan model perhitungan statistik yang digunakan untuk melakukan penyesuaian terhadap keanekaragaman antar studi yang dilakukan pengolahan data pada meta analisis dengan mempertimbangkan varians dan kualitas studi-studi tersebut.

Dari juga jenis metode dalam analisis meta di atas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 (dua) model statistik dalam analisis meta yakni, model fixed efect yang memiliki fokus terhadap studi efek, dan model random effect yakni model yang

memuat informasi statistik disertai dengan tambahan informasi dan analisis data.

d. Langkah-langkah dalam Analisis Meta

Dalam pelaksanaan analisis meta, perlu diperhatikan langkah-langkah dalam melakukan meta analisis. Secara umum langkah-langkah tersebut ialah; (1) menentukan pertanyaan penelitian, (2) menentukan penelitian yang relevan, dan (3) melakukan pilot coding. Lebih jelasnya akan peneliti rincikan sebagai berikut:48

1) Menentukan pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian dalam analisis meta berkaitan dengan 4 (empat) hal, yaitu ukuran pemusatan, perbandingan pre-post, perbandingan dua kelompok, dan korelasi.

2) Menentukan penelitian yang relevan. Beberapa kategori berikut secara umum yang harus di pertimbangkan untuk diaplikasikan sebagai berikut; fitur pembeda dari studi kualifikasi, responden penelitian, variabel kunci, desain penelitian, rentang budaya dan bahasa, jangka waktu, jenis publikasi, dan kualitas metodologi.

3) Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dari berbagai jenis sumber yang otoritatif seperti, jurnal, prosiding, disertasi, dan hasil penelitian dari universitas dan berbagai lembaga.

4) Melakukan coding. Dalam melakukan pengkodean/coding ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain;

karakteristik sampel, pengukuran, desain, sumber, dan kualitas peneliti.

Sama halnya seperti penelitian lainnya, secara sistematis peneliti analisis meta diharuskan untuk membuat usulan penelitian yang merinci. Dalam bukunya Nindrea, (2016) menerangkan beberapa usulan penelitian analisis meta antara lain mencakup:49

48Heri Retnawatii, dkk, Pengantar ..., hlm. 9

49Nindrea Dana Nindrea, Pengantar..., hlm. 16-17

1) Pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah atau daftar pertanyaan penelitian, hipotesis penelitian yang akan diuji, tujuan serta manfaat dari penelitian yang akan dilakukan.

2) Metodologi, mencakup kriteria pemilihan artikel dan sumber penelitian yang akan disertakan dalam meta analisis, metode untuk menemukan pokok kajian penelitian, kriteria untuk menilai kualitas kajian, klasifikasi dan kodifikasi, abstraksi masing-masing penelitian, rencana penggunaan model statistik.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan analisis meta, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu; menentukan pertanyaan penelitian, melakukan quality control pada artikel, melakukan klasifikasi dan kodifikasi, memerhatikan abstraksi masing-masing penelitian, memaparkan rencana penggunaan model statistik, rencana interpretasi data, dan pelaporan hasil penelitian.

e. Keunggulan dan kelemahan Analisis Meta

Tidak ada metode penelitian yang sempurna pasti masing- masing memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula halnya dengan analisis meta. Nindrea dan Retnawati menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari analisis meta sebagai berikut:

1) Analisis meta mendorong pemikiran sistematis tentang metode, kategorisasi, populasi, intervensi dan cara untuk memadukan berbagai bukti.

2) Penggabungan data melalui pelbagai studi akan meningkatkan kemampuan generalisasi dan kekuatan statistika.

3) Dengan individu yang terus bertambah adanya dalam analisis meta memberikan kesempatan untuk interpretasi data dengan yang lebih besar.

4) Jumlah subyek penelitian yang lebih besar hal demikian juga dapat meningkatkan probabilitas untuk dilakukan analisis sub grup yang tidak dapat dilakukan pada analisis aslinya.

5) Kesimpulan dari analisis meta dapat memberi petunjuk penelitian yang lebih lanjut.50

Kemudian Retnawati juga memaparkan keunggulan dari analisis meta, adapun keunggulan tersebut antara lain:

1) Penerapan prosedur analisis meta yang disiplin hal demikian berguna dalam proses merangkum penelitian.

2) Analisis meta merupakan prosedur systematic review yang lebih modern dan canggih dibandingkan dengan proses peninjauan konvensional yang condong mengandalkan ringkasan kualitatif.

3) Analisis mampu menemukan pengaruh hubungan yang dikaburkan dalam pendekatan lain dalam meringkas penelitian.

4) Pendekatan meta analisis menyediakan cara yang sistematis dan terorganisir dalam menangani data dari jumlah temuan data penelitian yang besar yang sedang dikaji.51

Analisis meta merupakan pendekatan yang masih dalam tahap pengembangan sehingga tentu saja tidak terlepas dari kekurangan. Nindrea juga memaparkan beberapa kelemahan dari analisis meta sebagai berikut:52

1) Masalah penggunaan metodologi menjadi salah satu kekurangan yang harus diperhatikan dalam kajian analisis meta. Karena pendekatan ini masih dalam tahap pengembangan.

2) Bias dalam publikasi juga merupakan permasalahan dalam analisis meta dikarenakan sifatnya yang mengandalkan studi-studi yang terpublikasi sehingga tidak menggambarkan keadaan sebenar-benarnya.

3) Besaran sampel dipengaruhi oleh relevansi studi yang ada.

4) Kelengkapan dan kualitas data yang tersedia, serta penggunaan metode statistika yang dipakai dalam artikel asal.

50Ibid., hlm. 34-35

51Heri Retnawati, dkk, Pengantar..., hlm 7

52Nindrea Dana Nindrea, Pengantar..., hlm. 35-36

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 32-38)

Dokumen terkait