• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pembahasan

Dalam dokumen PALANGKARAYA MIFTAH FARID (Halaman 103-112)

HASIL PENELIITIAN DAN ANALISA

C. Analisis Pembahasan

62

yang diterima

AM

melalui

juru

sita Pengadilan Agama palangka Raya,

AM

menerima sepenuhnya keputusan Pengadilan Agama palangka Raya tersebut. Karena menurut

AM

rumah tangganya dengan ST sudah

tidak dapat dipertahankan lagi. Dan sekarang pun AM telah memiliki

kehidupan rumah tangga yang baru.

c. Upaya hukum yang dilakukan

tergugat setelah dijatuhkannya perkara cerai gugat dengan penetapan putusan verstek pada pengadilan Agama Palangka Raya.

Berdasarkan pengakuan

AM,

bahwa

dirinya

menerima sepenuhnya keputusan Pengadilan

Agama

Palangka Raya yang

telah

mengabulkan

gugatan perceraian yang telah diajukan penggugat kepada diriny4 sebagaimana yang termaktub dalam salinan

putusan No.50/Pdt.c/2008/PA.PIk yang diterima

AM

melalui

juru

sita pengadilan Agama Palangka Raya.

Dalam kondisi

tersebut

AM tidak pemah melakukan

tindakan- tindakan atau usaha-usaha untuk melakukan pembelaan terhadap putusan Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut, karena menurut

AM

bahwa pemikahannya

dengan ST

sudah

tidak dapat

dipertahankan

lagi

dan sering terjadi perten gkaran.

63

Pada dasamya hakikat perkawinan merupakan ikatan

lahir

batin antara seorang suami

dan isteri untuk

mewujudkan rumah tangga

yang

sakinah, mawaddah dan rahmah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 UU

No.l Th

1974 tentang perkawinan

dan

Pasal

3 KHI,

akan

tetapi dalam

kondisi perkawinan

yang

didalamnya

tidak tercipta

keharmonisan

dan

kerukunan,

serta sering terjadi

pertengkaran.

Tujuan perkawinan

sebagaimana yang kehendaki dalam

UU

tersebut maupun hukum

islam

sendiri

tidak

dapat lagi

diwujudkan dalam kehidupan rumah tanggA maka

mempertahankan perkawinan seperti

ini

adalah sia-sia dan akan menimbulkan kemudharatan dan efek-efek yang negatif serta tidak mengandung kemaslahatan bagi kedua belah pihak untuk dipertahankan. Hal

ini

sesuai dengan kaidah

fiqhiyah

:

C'^ -,lt Hli,,J' i.i.';." tilll ;-lrl

"

Menolak kerusakan di dahulukan atas menarik kemaslahatan"5 Sebagaimana bunyi kaidah

fiqhiyah

tersebut

di

atas, bahwa

"

Menolak

kerusakan didahulukan atas menarik kemaslahatan". Walaupun

tujuan

hakikat perkawinan untuk mewujudkan rumah tangga yang

sakinah, mawaddah dan

rahmah. Namun apabila dalam

prakteknya

di

kehidupan, suatu perkawinan mengakibatkan ketidakharmonisan, kerukunan dan sering

terjadi

pertengkaran

serta

dampak-dampak

negatif lainnya" maka hal ini sangat tidak dibenarkan. Karena hukum dibenttrk untuk

memberikan kemaslahatan kepada semua pihak.

5 Naan

B*,[y,

fiqh dan (lslal Fiqh Jakarta: Rajawali, 1993, Cet.t, h.124

64

Kompetensi absolut

Pengadilan

Agama

sebagaimana

yang di

atur

dalam Pasal

49 huruf a UU No.3

Tahun 2006 tentang penrbahan atas

UU No.7 Tahun 1989. Bahwa "Pengadilan Agama

bertugas

dan

berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara antara orang-orang yang beragama

islam dalam bidang perkawinan", setelah

Pengadilan Agama melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang berperkara untuk

hadir di

acara persidangan dan telah mencoba untuk mendamaikan dan tidak berhasil.

Namun dalam beberapa kasus ada ditemukan bahwa

di

Pengadilan Agama Palangka Raya ada beberapa perkara

cerai

gugat yang

dijatuhkan

putusan dengan penetapan putusan verstek, dikarenakan ketidak hadiran tergugat dan

tidak pula mengirim wakilny4

meskipun

telah dipanggil

secara

resmi

dan patut.

Ada

beberapa

faktor yang

melatarbelakangi ketidakhadiran tergugat dalam proses acara persidangan, sebagaimana yang ditemukan pada kasus subjek/informan

I, II, III, IV

dan

V di

Pengadilan Agama Palangka Raya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan,

bahwa alasan ketidakhadiran dalam acara persidangan oleh pihak-pihak tergugat, sebagaimana yang

di

utarakan

oleh informan I

dan

V

ketidalJradirannya disebabkan keberadaan informan

yang lagi di luar kota

karena

tuntutan

pekerjaan

yang

harus diselesaikan sehingga mengakibatkan ketidaktahuan

akan

adanya

surat panggilan

dari Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut. Ketidakhadiran

informan

yang sedang

di luar kota

karena suatu pekerjaan pada saat surat panggilan acara persidangan disampaikan oleh

juru

sita pengadilan dapat

dijadikan

sebagai

65

alasan yang sah dan dapat dibenarkan sebagai alasan keberatan

dan pembelaan atas putusan Pengadilan Agama Palangka Raya yang menetapkan perkara terserbut dengan putusan verstek, dengan menunjukan

bukti-bukti

yang dapat dibenarkan secara hukum tentang keberadaan informan tersebut.

Akan

tetapi karena ketidaktahuan dan

minimnya

pengetahuan berperkara

di

persidangan sehingga pihak tergugat tidak pemah melakukan hal tersebut.

Lain halnya

dengan

informan II, III dan IV

ketidakhadiran dalam proses persidangan perkara cerai gugat yang diajukan oleh penggugat bukan karena alasan yang sah dan dibenarkan oleh majelis hakim sebagaimana pada informan

I

dan

V,

melainkan disebabkan karena keengganan informan untuk menghadiri acara persidangan tersebut, adajuga yang

benikap

menerima dan bahkan ada

juga

yang bersikap mengabaikannya. Tindakan dan sikap yang

ditunjukkan informan

yang bersikap mengabaikan sangat

tidak

dibenarkan karena sangat menghambat proses pemeriksaan

dan

penyelesaian perkara oleh majelis hakim pengadilan.

Sekiranya

undang-undang menentukan

bahwa sahnya suatu

proses acara persidangan mesti harus

dihadiri

oleh para pihak, maka ketentuan

ini akan dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang beritikad buruk

untuk menggagalkan penyelesaian

perkara. Memperhatikan akibat buruk

yang

mungkin terjadi inilah,

undang-undang

perlu

mengantisipasi dengan cara pemeriksaan verstek. Sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 149 ayat

(l)

Rbg, Pasal 125 ayat

(1) HIR,

bahwa hakim berwenang menjatuhkan putusan

66

tanpa

hadimya pihak

tergugat, setelah tergugat

tidak hadir di

persidangan pada tanggal dan hari yang telah ditentukan tanpa alasan yang sah.

2. Reaksi tergugat

terhadap perkara

cerai gugat

dengan penetapan putusan verstek pada Pengadilan Agama Palangka Raya.

Pengadilan agama yang telah memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

tingkat pertam4

perkara-perkara

orang yang

beragama

Islam

dalam

bidang perkawinan. Setelatr pengadilan terlebih dahulu

melakukan

pemanggilan kepada pihak-pihak yang berperkara melalui juru

sita kepaniteraan Pengadilan

Agama

agar dapat berhadir

di

acara penidangan

yang telah ditentukan

secara

sah dan patut, dan telah

berusaha untuk mendamaikan keutuhan

rumah

tangga

dan tidak

berhasil.

Agar

ketertiban dalam proses persidangan dalam perkara cerai gugat dapat berjalan dengan lancar dan

efektif,

maka Pengadilan Agama harus memeriksa berkas perkara yang telah diajukan ke Pengadilan Agama tersebut walaupun tanpa kehadiran pihak-pihak tergugat atauprm orang

lain

yang secara hukum

ditunjuk

untuk menjadi

wakilny4

sebagaimana yang terjadi pada kasus informan

I, IL m, IV

dan

V

pada Pengadilan Agama Palangka Raya.

Ketidakhadiran

pihak

tergugat pada proses acara persidangan perkara

cemi

gugat yang telah

di

ajukan penggugat, sebagaimana yang

terjadi

pada kasus informan

I, II, UL Man V

pada Pengadilan Agama Palangka Raya.

Semuanya

itu

intinya dipicu karena hubungan rumah tangga antara penggugat dengan tergugat yang sudah

tidak

harmonis

lagi,

sering

terjadi

pertengkaran

yang

mengakibatkan antara penggugat dan tergugat

tidak tinggal

serumah

67

lagi,

bahkan ada

pihak

tergugat yang sudah

tidak

memberi

nalkah

kepada penggugat, serta ada

juga pihak

penggugat yang telah melakukan tindakan yang dapat dibenarkan secara hukum yakni menyatakan talak atau perceraian kepada penggugat secara tertulis, pada kasus informan

II

dan

IV.

Mengetahui secara hukum bahwa hubungan perkawinan

antara penggugat dengan tergugat telah berpisah atau bercerai, sebagaimana pada perkara cerai gugat pada kasus

informan I, II, ru, IV

dan

V di

Pengadilan

Agama

Palangka

Raya melalui juru sita

kepaniteraan Pengadilan Agama Palangka

Raya

menyampaikan

salinan

putusan perkara

cerai gugat

yang

pokoknya mengabulkan gugatan penggugat dengan penetapan

putusan

verstek, karena

disebabkan

ketidakhadiran tergugat dalam proses

acara persidangan tanpa alasan yang sah. Sikap dan reaksi tergugat, dalam kasus

informan I, II, ilI, IV

dan

V, lebih

pada menerima, ada

juga

yang marah mengetahui hal

itu

dan bahkan ada

juga

yang bersikap mengabaikan putusan Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut.

Ditinjau

dari sisi hukum

formil,

walaupun Pengadilan Agama Palangka

Raya telah

mengabulkan

gugatan

perceraian

dengan

penetapan putusan verstek pada kasus

informan I, IL m, IV

dan

V

serta

melihat

sikap pihak

tergugat yang lebih banyak menerima dan bahkan ada juga

yang mengabaikan putusan tersebut. Putusan yang telah dijatuhkan tersebut

tidak

dapat

begitu

saja dilaksanakan sebelum

lewat

tenggang

waktu 14

(empat

belas) hari dari tanggal

pemberitahuan

putusan vestek tersebut

kepada tergugat, sebagaimana kasus informan

I, IL m, Man V. Hal ini

bertujuan

68

sebagai dasar

bagi pihak

tergugat

untuk

dapat mengajukan perlawanan dan pembelaan.

Sikap dan tindakan informan

II

dan

IV

yang menerima salinan putusan

verstek tersebut,

secara

kronologis hukum sebelum

Pengadilan Agama Palangka

Raya

menjatuhkan

putusan verstek dan

mengabulkan gugatan penggugat,

pihak informan II dan IV telah terlebih dahulu

melakukan tindakan menceraikan penggugat secara

tertulis

dan hal

ini

dapat dibenarkan secara

hukum. Di dalam kitab Syarqawi Tahrir halaman 105

disebutkan

bahwa...

litll ohsi+ ).e tls.F.l* d., ii,.al t! )! Ol, C,

"

Barang siapa menggantunglan talak pada suatu

keadaan, maka

jatuhlah

talak itu dengan wujud leadaannya sesuai dengan bunyi lafadznya.

"

3.

Upaya hukum yang dilakukan tergugat setelah dijatuhkannya putusan verstek perkara cerai gugat pada Pengadilan Agama Palangka Raya.

Pada prinsipnya suatu putusan

itu

untuk menyelesaikan suatu masalah

perselisihan antara pihak-pihak yang bersengketa

sebagaimana yang dikehendakinya. Bagi pihak-pihak yang berperkara tersebut harus

turduk

dan patuh pada putusan yang telah dijatuhkan Pengadilan Agama tersebut. Pihak-

pihak

yang berperkara tersebut harus patuh dan menghormati putusan yang

telah ditetapkan dan tidak boleh melakukan tindakan yang

bertentangan dengan keputusan tersebut, karena putusan mempunyai kekuatan

mengika!

kekuatan pembuktian dan kekuatan eksekutorial.

69

Adakalanya pada saat proses persidangan, setelah hari dan waktu telah ditentukan, dan kepada yang berperkara

telah

dilayangkan surat panggilan acara persidangan secara sah dan patut sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku melalui

juru

sita kepaniteraan, namun pihak tergugat

tidak pemah hadir di

persidangan

tanpa

alasan

yang

sah

dan tidak

pula mengirim

wakil

atau kuasa hukumnya, sebagaimana pada kasus informan

I, II, nl, IV

dan

V

perkara cerai gugat pada Pengadilan Agama Palangka Raya.

maka

majelis hakim

dapat memutuskan perkara tersebut dan mengabulkan tuntutan penggugat dengan penetapan putusan verstek.

Berdasarkan ketentuan yang terdapat pada Pasal 153 R.Bg/129 ayat

(l) HI&

upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap putusan verstek tersebut adalah perlawanan atau verzet.

Apabila

tergugat

telah dijatuhkan

putusan verstek, sebagaimana pada kasus informan

I, II, III, IV

dan

V

pada perkara cerai gugat

di

Pengadilan Agama Palangka Raya dan keberatan atas puhrsan verstek tersebut, maka tergugat dapat mengajukan perlawanan dan pembelaan

(verzet) btkan upaya hukum banding. Tenggang waktu

mengajukan perlawanan merupakan syarat

formil

yang bersifat imperative, oleh karena

itu

perlu diperhatikan dengan cermat batas waktu untuk mengajukan perlawanan tersebut

agar hak dan

kesempatan

tergugat tidak hilang untuk

meminta

koreksi terhadap putusan verstek tersebut.

Berdasarkan

ketentuan

yang

berlaku

tenggang

waktu untuk

mengajukan perlawanan terhadap putusan

verstek adalah 14 (empat belas) hari setelah

pemberitahuan putusan disampaikan kepada pihak tergugat.

70

Dalam

kasus

informan I, II, ru, IV

dan

V

perkara

cerai

gugat pada

Pengadilan Agama Palangka Raya, tidak ada satupun

responden yang menggunakan haknya untuk melakukan perlawanan (verzer) terhadap putusan

verstek yang telah dijatuhkan

Pengadilan

Agama

Palangka

Raya.

Dalam kasus

informan I,

tergugat sudah mencoba

untuk

melakukan

rujuk

namun

tidak

diperdulikan oleh penggugat.

Apabila

mencermati tindakan yang telah tergugat

lakukan

tersebut, bahwa adanya upaya perlawanan

(verzet) yang

hendak dilakukan tergugat terhadap putusan verstek tersebut. Namun

hal ini

tidak dilakukan melalui proses hukum yang berlaku karena ketidaktahuan dan

minimnya

pengetahuan tergugat tentang proses berperkara

di

persidangan,

melainkan hanya

datang secara

pribadi ke

kediaman penggugat.

Apabila tindakan

perlawanan

(verzet)

terhadap putusan verstek tersebut dilakukan

melalui

prosedural

hukum yang berlaku, maka hak-hak

perlawanan dan pembelaan atas gugatan

cerai yang telah diajukan

kepada tergugat dapat dipertimbangkan

oleh

majelis

hakim

dalam menetapkan keputusan. Apakah

mengabulkan sepenuhnya gugatan penggugat atau sebagian

gugatan

penggugat dan bahkan dapat membatalkan gugatan penggugat.

s7arr

BAB V

Dalam dokumen PALANGKARAYA MIFTAH FARID (Halaman 103-112)

Dokumen terkait