HASIL PENELIITIAN DAN ANALISA
C. Analisis Pembahasan
62
yang diterima
AM
melaluijuru
sita Pengadilan Agama palangka Raya,AM
menerima sepenuhnya keputusan Pengadilan Agama palangka Raya tersebut. Karena menurutAM
rumah tangganya dengan ST sudahtidak dapat dipertahankan lagi. Dan sekarang pun AM telah memiliki
kehidupan rumah tangga yang baru.c. Upaya hukum yang dilakukan
tergugat setelah dijatuhkannya perkara cerai gugat dengan penetapan putusan verstek pada pengadilan Agama Palangka Raya.Berdasarkan pengakuan
AM,
bahwadirinya
menerima sepenuhnya keputusan PengadilanAgama
Palangka Raya yangtelah
mengabulkangugatan perceraian yang telah diajukan penggugat kepada diriny4 sebagaimana yang termaktub dalam salinan
putusan No.50/Pdt.c/2008/PA.PIk yang diterimaAM
melaluijuru
sita pengadilan Agama Palangka Raya.Dalam kondisi
tersebutAM tidak pemah melakukan
tindakan- tindakan atau usaha-usaha untuk melakukan pembelaan terhadap putusan Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut, karena menurutAM
bahwa pemikahannyadengan ST
sudahtidak dapat
dipertahankanlagi
dan sering terjadi perten gkaran.63
Pada dasamya hakikat perkawinan merupakan ikatan
lahir
batin antara seorang suamidan isteri untuk
mewujudkan rumah tanggayang
sakinah, mawaddah dan rahmah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 UUNo.l Th
1974 tentang perkawinandan
Pasal3 KHI,
akantetapi dalam
kondisi perkawinanyang
didalamnyatidak tercipta
keharmonisandan
kerukunan,serta sering terjadi
pertengkaran.Tujuan perkawinan
sebagaimana yang kehendaki dalamUU
tersebut maupun hukumislam
sendiritidak
dapat lagidiwujudkan dalam kehidupan rumah tanggA maka
mempertahankan perkawinan sepertiini
adalah sia-sia dan akan menimbulkan kemudharatan dan efek-efek yang negatif serta tidak mengandung kemaslahatan bagi kedua belah pihak untuk dipertahankan. Halini
sesuai dengan kaidahfiqhiyah
:C'^ -,lt Hli,,J' i.i.';." tilll ;-lrl
"
Menolak kerusakan di dahulukan atas menarik kemaslahatan"5 Sebagaimana bunyi kaidahfiqhiyah
tersebutdi
atas, bahwa"
Menolakkerusakan didahulukan atas menarik kemaslahatan". Walaupun
tujuanhakikat perkawinan untuk mewujudkan rumah tangga yang
sakinah, mawaddah danrahmah. Namun apabila dalam
prakteknyadi
kehidupan, suatu perkawinan mengakibatkan ketidakharmonisan, kerukunan dan seringterjadi
pertengkaranserta
dampak-dampaknegatif lainnya" maka hal ini sangat tidak dibenarkan. Karena hukum dibenttrk untuk
memberikan kemaslahatan kepada semua pihak.5 Naan
B*,[y,
fiqh dan (lslal Fiqh Jakarta: Rajawali, 1993, Cet.t, h.12464
Kompetensi absolut
PengadilanAgama
sebagaimanayang di
aturdalam Pasal
49 huruf a UU No.3
Tahun 2006 tentang penrbahan atasUU No.7 Tahun 1989. Bahwa "Pengadilan Agama
bertugasdan
berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara antara orang-orang yang beragamaislam dalam bidang perkawinan", setelah
Pengadilan Agama melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang berperkara untukhadir di
acara persidangan dan telah mencoba untuk mendamaikan dan tidak berhasil.
Namun dalam beberapa kasus ada ditemukan bahwa
di
Pengadilan Agama Palangka Raya ada beberapa perkaracerai
gugat yangdijatuhkan
putusan dengan penetapan putusan verstek, dikarenakan ketidak hadiran tergugat dantidak pula mengirim wakilny4
meskipuntelah dipanggil
secararesmi
dan patut.Ada
beberapafaktor yang
melatarbelakangi ketidakhadiran tergugat dalam proses acara persidangan, sebagaimana yang ditemukan pada kasus subjek/informanI, II, III, IV
danV di
Pengadilan Agama Palangka Raya.Dari hasil penelitian yang dilakukan,
bahwa alasan ketidakhadiran dalam acara persidangan oleh pihak-pihak tergugat, sebagaimana yangdi
utarakanoleh informan I
danV
ketidalJradirannya disebabkan keberadaan informanyang lagi di luar kota
karenatuntutan
pekerjaanyang
harus diselesaikan sehingga mengakibatkan ketidaktahuanakan
adanyasurat panggilan
dari Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut. Ketidakhadiraninforman
yang sedangdi luar kota
karena suatu pekerjaan pada saat surat panggilan acara persidangan disampaikan olehjuru
sita pengadilan dapatdijadikan
sebagai65
alasan yang sah dan dapat dibenarkan sebagai alasan keberatan
dan pembelaan atas putusan Pengadilan Agama Palangka Raya yang menetapkan perkara terserbut dengan putusan verstek, dengan menunjukanbukti-bukti
yang dapat dibenarkan secara hukum tentang keberadaan informan tersebut.Akan
tetapi karena ketidaktahuan danminimnya
pengetahuan berperkaradi
persidangan sehingga pihak tergugat tidak pemah melakukan hal tersebut.Lain halnya
denganinforman II, III dan IV
ketidakhadiran dalam proses persidangan perkara cerai gugat yang diajukan oleh penggugat bukan karena alasan yang sah dan dibenarkan oleh majelis hakim sebagaimana pada informanI
danV,
melainkan disebabkan karena keengganan informan untuk menghadiri acara persidangan tersebut, adajuga yangbenikap
menerima dan bahkan adajuga
yang bersikap mengabaikannya. Tindakan dan sikap yangditunjukkan informan
yang bersikap mengabaikan sangattidak
dibenarkan karena sangat menghambat proses pemeriksaandan
penyelesaian perkara oleh majelis hakim pengadilan.Sekiranya
undang-undang menentukanbahwa sahnya suatu
proses acara persidangan mesti harusdihadiri
oleh para pihak, maka ketentuanini akan dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang beritikad buruk
untuk menggagalkan penyelesaianperkara. Memperhatikan akibat buruk
yangmungkin terjadi inilah,
undang-undangperlu
mengantisipasi dengan cara pemeriksaan verstek. Sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 149 ayat(l)
Rbg, Pasal 125 ayat
(1) HIR,
bahwa hakim berwenang menjatuhkan putusan66
tanpa
hadimya pihak
tergugat, setelah tergugattidak hadir di
persidangan pada tanggal dan hari yang telah ditentukan tanpa alasan yang sah.2. Reaksi tergugat
terhadap perkaracerai gugat
dengan penetapan putusan verstek pada Pengadilan Agama Palangka Raya.Pengadilan agama yang telah memeriksa dan mengadili perkara perdata pada
tingkat pertam4
perkara-perkaraorang yang
beragamaIslam
dalambidang perkawinan. Setelatr pengadilan terlebih dahulu
melakukanpemanggilan kepada pihak-pihak yang berperkara melalui juru
sita kepaniteraan PengadilanAgama
agar dapat berhadirdi
acara penidanganyang telah ditentukan
secarasah dan patut, dan telah
berusaha untuk mendamaikan keutuhanrumah
tanggadan tidak
berhasil.Agar
ketertiban dalam proses persidangan dalam perkara cerai gugat dapat berjalan dengan lancar danefektif,
maka Pengadilan Agama harus memeriksa berkas perkara yang telah diajukan ke Pengadilan Agama tersebut walaupun tanpa kehadiran pihak-pihak tergugat atauprm oranglain
yang secara hukumditunjuk
untuk menjadiwakilny4
sebagaimana yang terjadi pada kasus informanI, IL m, IV
dan
V
pada Pengadilan Agama Palangka Raya.Ketidakhadiran
pihak
tergugat pada proses acara persidangan perkaracemi
gugat yang telahdi
ajukan penggugat, sebagaimana yangterjadi
pada kasus informanI, II, UL Man V
pada Pengadilan Agama Palangka Raya.Semuanya
itu
intinya dipicu karena hubungan rumah tangga antara penggugat dengan tergugat yang sudahtidak
harmonislagi,
seringterjadi
pertengkaranyang
mengakibatkan antara penggugat dan tergugattidak tinggal
serumah67
lagi,
bahkan adapihak
tergugat yang sudahtidak
memberinalkah
kepada penggugat, serta adajuga pihak
penggugat yang telah melakukan tindakan yang dapat dibenarkan secara hukum yakni menyatakan talak atau perceraian kepada penggugat secara tertulis, pada kasus informanII
danIV.
Mengetahui secara hukum bahwa hubungan perkawinan
antara penggugat dengan tergugat telah berpisah atau bercerai, sebagaimana pada perkara cerai gugat pada kasusinforman I, II, ru, IV
danV di
PengadilanAgama
PalangkaRaya melalui juru sita
kepaniteraan Pengadilan Agama PalangkaRaya
menyampaikansalinan
putusan perkaracerai gugat
yangpokoknya mengabulkan gugatan penggugat dengan penetapan
putusanverstek, karena
disebabkanketidakhadiran tergugat dalam proses
acara persidangan tanpa alasan yang sah. Sikap dan reaksi tergugat, dalam kasusinforman I, II, ilI, IV
danV, lebih
pada menerima, adajuga
yang marah mengetahui halitu
dan bahkan adajuga
yang bersikap mengabaikan putusan Pengadilan Agama Palangka Raya tersebut.Ditinjau
dari sisi hukumformil,
walaupun Pengadilan Agama PalangkaRaya telah
mengabulkangugatan
perceraiandengan
penetapan putusan verstek pada kasusinforman I, IL m, IV
danV
sertamelihat
sikap pihaktergugat yang lebih banyak menerima dan bahkan ada juga
yang mengabaikan putusan tersebut. Putusan yang telah dijatuhkan tersebuttidak
dapatbegitu
saja dilaksanakan sebelumlewat
tenggangwaktu 14
(empatbelas) hari dari tanggal
pemberitahuanputusan vestek tersebut
kepada tergugat, sebagaimana kasus informanI, IL m, Man V. Hal ini
bertujuan68
sebagai dasar
bagi pihak
tergugatuntuk
dapat mengajukan perlawanan dan pembelaan.Sikap dan tindakan informan
II
danIV
yang menerima salinan putusanverstek tersebut,
secarakronologis hukum sebelum
Pengadilan Agama PalangkaRaya
menjatuhkanputusan verstek dan
mengabulkan gugatan penggugat,pihak informan II dan IV telah terlebih dahulu
melakukan tindakan menceraikan penggugat secaratertulis
dan halini
dapat dibenarkan secarahukum. Di dalam kitab Syarqawi Tahrir halaman 105
disebutkanbahwa...
litll ohsi+ ).e tls.F.l* d., ii,.al t! )! Ol, C,
"
Barang siapa menggantunglan talak pada suatu
keadaan, makajatuhlah
talak itu dengan wujud leadaannya sesuai dengan bunyi lafadznya."
3.
Upaya hukum yang dilakukan tergugat setelah dijatuhkannya putusan verstek perkara cerai gugat pada Pengadilan Agama Palangka Raya.Pada prinsipnya suatu putusan
itu
untuk menyelesaikan suatu masalahperselisihan antara pihak-pihak yang bersengketa
sebagaimana yang dikehendakinya. Bagi pihak-pihak yang berperkara tersebut harusturduk
dan patuh pada putusan yang telah dijatuhkan Pengadilan Agama tersebut. Pihak-pihak
yang berperkara tersebut harus patuh dan menghormati putusan yangtelah ditetapkan dan tidak boleh melakukan tindakan yang
bertentangan dengan keputusan tersebut, karena putusan mempunyai kekuatanmengika!
kekuatan pembuktian dan kekuatan eksekutorial.
69
Adakalanya pada saat proses persidangan, setelah hari dan waktu telah ditentukan, dan kepada yang berperkara
telah
dilayangkan surat panggilan acara persidangan secara sah dan patut sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku melaluijuru
sita kepaniteraan, namun pihak tergugattidak pemah hadir di
persidangantanpa
alasanyang
sahdan tidak
pula mengirimwakil
atau kuasa hukumnya, sebagaimana pada kasus informanI, II, nl, IV
danV
perkara cerai gugat pada Pengadilan Agama Palangka Raya.maka
majelis hakim
dapat memutuskan perkara tersebut dan mengabulkan tuntutan penggugat dengan penetapan putusan verstek.Berdasarkan ketentuan yang terdapat pada Pasal 153 R.Bg/129 ayat
(l) HI&
upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap putusan verstek tersebut adalah perlawanan atau verzet.Apabila
tergugattelah dijatuhkan
putusan verstek, sebagaimana pada kasus informanI, II, III, IV
danV
pada perkara cerai gugatdi
Pengadilan Agama Palangka Raya dan keberatan atas puhrsan verstek tersebut, maka tergugat dapat mengajukan perlawanan dan pembelaan(verzet) btkan upaya hukum banding. Tenggang waktu
mengajukan perlawanan merupakan syaratformil
yang bersifat imperative, oleh karenaitu
perlu diperhatikan dengan cermat batas waktu untuk mengajukan perlawanan tersebutagar hak dan
kesempatantergugat tidak hilang untuk
memintakoreksi terhadap putusan verstek tersebut.
Berdasarkanketentuan
yangberlaku
tenggangwaktu untuk
mengajukan perlawanan terhadap putusanverstek adalah 14 (empat belas) hari setelah
pemberitahuan putusan disampaikan kepada pihak tergugat.70
Dalam
kasusinforman I, II, ru, IV
danV
perkaracerai
gugat padaPengadilan Agama Palangka Raya, tidak ada satupun
responden yang menggunakan haknya untuk melakukan perlawanan (verzer) terhadap putusanverstek yang telah dijatuhkan
PengadilanAgama
PalangkaRaya.
Dalam kasusinforman I,
tergugat sudah mencobauntuk
melakukanrujuk
namuntidak
diperdulikan oleh penggugat.Apabila
mencermati tindakan yang telah tergugatlakukan
tersebut, bahwa adanya upaya perlawanan(verzet) yang
hendak dilakukan tergugat terhadap putusan verstek tersebut. Namunhal ini
tidak dilakukan melalui proses hukum yang berlaku karena ketidaktahuan danminimnya
pengetahuan tergugat tentang proses berperkaradi
persidangan,melainkan hanya
datang secarapribadi ke
kediaman penggugat.Apabila tindakan
perlawanan(verzet)
terhadap putusan verstek tersebut dilakukanmelalui
proseduralhukum yang berlaku, maka hak-hak
perlawanan dan pembelaan atas gugatancerai yang telah diajukan
kepada tergugat dapat dipertimbangkanoleh
majelishakim
dalam menetapkan keputusan. Apakahmengabulkan sepenuhnya gugatan penggugat atau sebagian
gugatanpenggugat dan bahkan dapat membatalkan gugatan penggugat.