• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengembangan SDM Terhaadap Kinerja Pegawai

Dalam dokumen DI KABUPATEN BANTAENG (Halaman 53-59)

b. Kelompok Usia

Tingkat usia pada pegawai turut juga berpengaruh terhadap produktivitas kerja pada suatu instansi, demikian pula dijumpai pada kantor Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang tentunya membutuhkan pegawai dengan tingkat usia yang masih produktif, diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pegawai dalam bekerja. Kelompok usia dianggap tidak produktif artinya kelompok usia lanjut dan tidak mempunyai keterampilan dengan wawasan kurang disertai dengan tidak menerima saran.

Hasil penelitian penulis pada kantor Pemerintah Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa jumlah pegawai berdasarkan tingkat usia berada 29 tahun hingga 45 tahun dianggap produktif.

Kelompok usia 46 tahun ke atas biasanya malas dan menganggap dirinya senior pada suatu instansi, sehingga seorang pimpinan biasanya acu terhadap orang dianggap serba bisa padahal keterampilan dimiliki sama sekali tidak ada.

maka sulit bagi pegawai tersebut untuk mengembangkan suatu sifat positif terhadap pekerjaannya.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mengembangkan usaha untuk mencapai tujuan telah mewujudkan cita-cita pegawainya dengan menetapkan suatu sistem kebijaksanaan manajemen dalam rangka pembinaan dan pengembangan pegawai.

1. Pembinaan kedisiplinan

Pembinaan dilakukan sejak seseorang baru menjadi pegawai pada suatu instansi. Dalam pembinaan ini bertujuan agar pegawai tersebut betul- betul mengetahui fungsi dan kedudukannya dalam instansi posisi di mana ia berada sehingga ia dapat mentatati peraturan yang ditetapkan oleh instansi.

Untuk menanamkan kedisiplinan itu, maka seorang pegawai baru harus diberikan bimbingan khusus oleh bagian personalia yang biasanya, yaitu : a. Memberikan pengertian kepada pegawai tentang apa yang diharapkan

dalam kedudukannya sebagai seorang pegawai baru.

b. Bidang tugas apa yang harus dilakukan/dikerjakan dalam fungsinya pada strukturt organisasi.

c. Standar pelaksanaan pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan instansi.

d. Memberikan gambaran tentang prospek perkembangan seorang pegawai untuk menduduki jabatan yang cukup berperan apabila ia mampu menunjukkan prestasinya.

e. Memberikan pengertian tentang peraturan yang harus dipatuhi dalam penyelenggaraan tugas-tugas rutin.

2. Pelatihan

Pemerintah Kabupaten Bantaeng pelaksanaan pelatihan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi produktivitas kerja pegawai. Diketahaui bahwa tujuan suatu instansi untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan tidak terlepas dari permasalahan- permasalahan yang dihadapi oleh instansi itu sendiri, misalnya upaya pengembangan keterampilan dan pengetahuan pegawai guna mengimbangi kemajuan teknologi. Agar pelaksanaan pelatihan pegawai dapat terselenggara secara efektif dan efisien maka perlu adanya infrastruktur yang tepat.

Pelaksanaan pengembangan pegawai yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng adalah bagaimana pegawai mengikuti dalam kegiatan peningkatan sumber daya manusia seperti rapat kerja, lokakarya / seminar, workshop / sosialisasi, mengusulkan staf dan pejabat struktural untuk melaksanakan studi banding ke daerah lain dalam rangka peningkatan kinerja pegawai yang profesional dan mengusulkan pegawai untuk mengikuti kursus/

keterampilan para pegawai yang diikutsertakan dalam pelatihan ini berdasarkan beberapa pertimbangan antara lain :

a. Pegawai yang berprestasi

b. Pegawai yang akan dipromosikan c. Sesuai dengan kebutuhan instansi

Pemerintah Kabupaten Bantaeng mempunyai kebijaksanaan kepada pegawainya yang berprestasi untuk diikutsertakan dalam pelatihan berdasarkan pada pemikiran untuk memberikan rangsangan kepada pegawai lain untuk mengembangkan prestasinya.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh instansi tersendiri, maka menimbulkan kepercayaan dan kemampuan pada diri pegawai untuk merealisasikan kebijaksanaan instansi. Secara jelas dapat dikatakan bahwa dengan adanya pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat merubah pola kerja pegawai yang meliputi :

a. Tanggung jawab terhadap tugas yang dilimpahkan kepadanya.

b. Disiplin kerja dan loyalitas perlu dipeliharan dan dipertahanakan.

Berdasarkan pengamatan yang diperoleh penulis bahwa disiplin kerja dan loyalitas sudah tidak diragukan lagi pada setiap pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, sebagai berikut :

1. Tanggung jawab seorang pegawai dalam menghadapi pekerjaan masing- masing.

2. Sikap positif pegawai terhadap apa yang telah digariskan oleh pimpinan.

3. Adanya kepatuhan pegawai dalam menerima segala hal yang telah ditetapkan oleh atasan seperti, datang tepat waktu, sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan, memberi tahukan pimpinan apabila berhalangan atau terjadi sesuatu hal dengan melalui perantara surat atau rekan kerja.

4. Adanya sikap kerja sama dan semangat kerja yang tinggi.

Faktor disiplin kerja dan loyalitas Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan mempunyai peranan dalam pemberikan disiplin kerja dan loyalitas pegawai. Kenyataan ini nampak jelas setelah adanya pegawai yang diikutsertakan dalam latihan-latihan meskipun diakui bahwa pelatihan ini belum merata bagi seluruh pegawai, namun tetap akan dilaksanakan karena pelaksanaan pelatihan bukan hanya proses sesaat saja melainkan berkesinambungan setiap saat sesuai dengan kebutuhan instansi. Fungsi dan tujuan dari tujuan dari pengembangan sumber daya manusia yang potensial adalah menjadi tenaga kerja yang lebih produktif. Hal ini disebabkan karena kenyataan bahwa selama ini sumber daya manusia yang dimiliki belum dimanftaatkan secara optimal.

Untuk mencapai tujuan ini diperlukan jenjang pelatihan secara bertahap dari kemampuan teknis utuk dikembangkan ke arah manajerial. Pengembangan sumber daya manusia saat ini sudah menjadi keharusan bagi suatu instansi untuk lebih meningktkan prestasi dan produktivitas kepada pegawainya. Apalagi nenasuki era globalisasi, setiap instansinya dituntut untuk mampu bersaing dengan instansi yang lebih kompetitif. Kemampuan bersaing tentunya tidak terlepas dari kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki instansi. Demikian pula dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, pengembangan sumber daya manusia saat ini menjadi perhatian utama untuk memperoleh pegawai yang lebih profesional serta ahli dibidangnya. Sistem pengembangan pegawai mutlak dilakukan melalui penerapan metode pengembangan pegawai seperti :

1. Mutasi jabatan dengan tujuan untuk memberikan kepada pegawai tentang bagian-bagian instansi yang berbeda dan praktek berbagai macam keterampilan manajerial.

2. Untuk meningkatkan sumber daya (kemampuan), maka instansi perlu menetapkan proses pelatihan dari beberapa orang yang berpengalaman.

3. Caching adalah hubungan timbal balik dari atasan ke bawah (pimpibab dan pegawai.

4. Program magang yaitu metode pengembangan yang dirancang untuk tingkat yang lebih tinggi melibatkan pengetahuan dalam melakukan serangkaan pekerjaan yang berhubungan.

Berdasarkan metode yang dilakukan, maka pengawasan dalam meningkatkan pelatihan dan pengembangan pegawai dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja pegawai dapat dilihat pada skema berikut ini.

Proses Pengawasan Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai

Metode pelatihan Pegawai : - Mutasi Jabatan

- Latihan instruktur kerja Pengawasan Pengembangan - Coaching

Pegawai - Program magang

Kinerja/Produktivitas

Pegawai meningkat

Pencapaian Tujuan

Pengembangan sumber daya manusia ini dilakukan dalam rangka mengembangkan pegawai agar mereka dapat mencapai tujuan pada suatu instansi secara potensial dan optimal seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan dan globalisasi yang disertai dengan pengawasan dalam meningkatkan kinerja pegawai.

Dalam dokumen DI KABUPATEN BANTAENG (Halaman 53-59)

Dokumen terkait