• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI KABUPATEN BANTAENG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DI KABUPATEN BANTAENG "

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Nomor: 098 Tahun 1435/2014 dan dipertahankan di hadapan penguji pada Rabu, 21 Mei 2014, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengawasan terhadap peningkatan kinerja pegawai di Kantor Bupati Bantaeng untuk mengetahui bagaimana pengawasan pegawai dapat meningkatkan kinerja pegawai di kantor Sekretariat Bupati Bantaeng.

Latar Belakang

Untuk itu pengawasan intern menjadi penting khususnya di wilayah Kabupaten Bantaeng (sistem pengendalian), karena yang dapat dijadikan alat pengendalian adalah sistem pengawasan dalam pengelolaan Kabupaten Bantaeng secara efektif dan efisien, sehingga bagi pengelolaannya suatu wilayah yang akan digunakan. sesuai dengan tujuannya. Untuk membatasi pembahasan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, Bagian Perekonomian menitikberatkan pada sistem pengawasan dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada bagian tersebut.

Rumusan Masalah

Kegunaan Penelitian adalah

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Flippo, manajemen sumber daya manusia bahwa manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, perolehan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan tujuan membantu mencapai tujuan perusahaan, baik secara individu maupun keseluruhan. Fungsi operasionalnya adalah: pengadaan, pengembangan, penghargaan, integrasi dan pemeliharaan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Pengertian dan Fungsi-Fungsi Manajemen

Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa manajemen adalah suatu proses kegiatan/usaha untuk melaksanakan tugas tertentu melalui kerja sama dengan orang lain. Sehubungan dengan penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa setiap pekerjaan yang dilimpahkan diawasi dengan ketat sehingga apa yang diberikan kepadanya atau setiap individu pegawai.

Pengertian dan Jenis - Jenis Pengawasan

Penekanan pada kebutuhan didasarkan pada kenyataan bahwa pengendalian/pengawasan mempunyai hubungan erat dengan fungsi dasar lain selain manajemen. Perlu dicatat bahwa penggunaan pengendalian proses memastikan bahwa pekerjaan perencanaan selesai dan jelas.

Pengertian Kinerja Pegawai

Upaya pengawasan akan sangat membantu apabila setiap anggota organisasi mengetahui tujuan umum dan yang diperlukan serta berkaitan erat dengan tujuan umum dan sempit dari unit kerja, bagian, atau departemennya, yang tujuan tersebut merupakan cerminan dan bagian dari komponen keseluruhan. tujuan keseluruhan organisasi. Jika seseorang bekerja, baik itu kepala departemen maupun supervisor, untuk mengetahui apa yang diharapkan dari dirinya secara rutin untuk mendapatkan informasi yang baik sehingga ia mengetahui keberhasilan relatifnya dalam batas yang diharapkan dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini akan ada sesuatu yang dikembangkan melalui pegawai, namun jika pegawai itu sendiri mampu menggunakan kelebihan yang dimilikinya tanpa mempunyai keahlian khusus maka perlu dikembangkan dan sebaiknya diberikan perhatian oleh pimpinan agar sumber daya manusianya dapat dikembangkan. pelatihan dan kursus. .

Jadi semua tergantung dari pegawai itu sendiri, karena apabila pegawai itu sendiri mempunyai karir yang mumpuni dengan segala didukung oleh sarana dan prasarana yang menyertainya maka ia akan mampu berkembang. Selain itu pegawai yang mempunyai potensi dalam melaksanakan tugas yang dikembangkannya dapat mengetahui ke arah mana kegiatan tersebut akan dilaksanakan di tempat kerjanya, yaitu dapat mengetahui ruang lingkup pengetahuan pegawai tersebut.

Pengertian Tenaga Kerja dan Karyawan

Kehidupan bermasyarakat secara umum demi pembangunan Sisdjiatmo, K Cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja mengatakan bahwa tenaga kerja adalah jumlah penduduk suatu negara yang dapat menghasilkan barang dan jasa, ada permintaan terhadap tenaga kerjanya dan bersedia ikut serta dalam kegiatan. Berdasarkan kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian praktis tenaga kerja dibedakan berdasarkan batasan umur, seperti yang dikemukakan oleh Payaman J. Simanjuntak, Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia yaitu tenaga kerja adalah penduduk yang berumur 14 sampai dengan 60 tahun, sedangkan yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah penduduk yang berumur 14 sampai dengan 60 tahun. berusia di bawah 14 tahun atau di atas 60 tahun diklasifikasikan sebagai non-karyawan.

Pegawai yang sudah memasuki masa pensiun biasanya masih bekerja atau sebagian besar pegawai pada usia pensiun masih aktif dalam kegiatan ekonomi, sehingga masih tergolong dalam golongan personel, termasuk juga pekerja/karyawan. Hanya saja pemahaman umum di masyarakat bahwa pekerja kerah biru dan pekerja kerah putih adalah pekerja di perusahaan swasta, sedangkan yang dimaksud dengan pekerja kerah biru adalah pegawai negeri sipil.

Faktor - Faktor Peningkatan Kerja Pegawai

Dengan meningkatnya kegiatan pendidikan, seperti program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah, maka jumlah penduduk usia sekolah yang melakukan kegiatan ekonomi akan berkurang. Berdasarkan faktor-faktor pendukung untuk meningkatkan kinerja pegawai, maka atas dasar inilah sebaiknya pimpinan dalam suatu instansi memikirkan tunjangan dan kelonggaran apabila pegawai mempunyai ketujuh faktor pendukung tersebut di kemudian hari. Menurut Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia menyatakan bahwa jika seorang pegawai termotivasi untuk bekerja jika dijanjikan bonus atau tunjangan, maka pegawai jenis ini tidak memiliki komitmen yang tinggi terhadap instansi tempatnya bekerja.

Penjelasan di atas adalah pegawai tidak mengharapkan imbalan atau kelonggaran apa pun jika memang ingin meningkatkan kinerjanya. Jika pada kesempatan lain misalnya tidak ada janji atau tidak ada tunjangan atau tunjangan, berarti karyawan tersebut tidak memiliki passion dalam bekerja.

Definisi Operasional

Pengawasan internal adalah pengawasan dari dalam suatu instansi itu sendiri yang digunakan pejabat tertentu untuk melakukan pengendalian terhadap setiap pegawai yang diberi tugas dan wewenang. Pengawasan preventif bertujuan untuk mencegah kesalahan sebelum terjadi, sedangkan pengawasan pengganti mampu memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi. Peningkatan kinerja, dengan dasar dapat meningkatkan produktivitas pegawai karena mempunyai motivasi kerja yang dapat diberikan dukungan, prestasi kerja apabila mendapat perhatian dari atasan.

Penilaian kinerja merupakan tugas dan wewenang yang dilimpahkan kepada setiap pegawai, namun tetap memerlukan penilaian apakah tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak terjadi tumpang tindih yang berarti pekerjaan tersebut saling diharapkan. Meningkatkan kinerja pegawai, pegawai terkadang tidak sadar secara pribadi dengan keadaan yang dihadapinya, terkadang bawahan berperan sebagai pemimpin.

Kerangka Pikir

Hipotesis

34;Supervisi yang dilakukan diduga dapat meningkatkan kinerja pegawai Kantor Bupati Bantaeng di Kabupaten Bantaeng.'

Metode Pengumpulan Data

Sumber Data

Metode Analisis

Sejarah Terbentuknya

Sruktur Organisasi

Pasal (2) Dalam hal kepala daerah berhalangan, tugas dan wewenang sehari-hari kepala dilaksanakan oleh wakil kepala daerah. Di pemerintahan pusat, kepemimpinan pemerintahan dipegang oleh seorang pejabat yang disebut kepala negara atau presiden, sedangkan di tingkat daerah dipegang oleh seorang bupati kepala daerah. Kepemimpinan puncak yang juga merupakan jabatan tertinggi dalam pemerintahan daerah berada ditangan bupati.Bupati mempunyai fungsi yang sangat penting dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan daerah sebagai lembaga eksekutif yang bergerak di bidang urusan dalam negeri. urusan, seperti. serta mata rantai yang bergerak dalam organisasi pemerintah pusat.

Oleh karena itu, kepala daerah merupakan salah satu instrumen pemerintahan daerah yang sangat penting, sekaligus menjadi tumpuan harapan pemerintah pusat. Sebagai bupati kepala daerah, beliau merupakan orang pemerintah pusat yang wajib melaksanakan tugas daerah.

Penyusunan Program Pengembangan Dalam Meningkatkan Kinerja Pemda Bantaeng pengembangan sumber daya manusia dalam

Penyelenggaraan pelatihan berlangsung secara klasikal dan non klasik, dalam pelaksanaan pelatihan non klasik dapat dilaksanakan dengan pelatihan di alam, pelatihan di tempat kerja dan pelatihan sesuai sistem jarak jauh. Tata cara pelaksanaan tingkat individu dan program pelatihan individu diatur dalam petunjuk pelaksanaan pelatihan yang bersangkutan. Penyelenggaraan pelatihan dilakukan secara klasikal dan non klasik, pelaksanaan pelatihan non klasik dapat dilakukan melalui pelatihan di alam, pelatihan di tempat kerja dan pelatihan dengan sistem jarak jauh.

Adapun tata cara penyelenggaraan setiap jenis kegiatan, jenjang program pelatihan tertentu diatur dalam pedoman penyelenggaraan pelatihan yang bersangkutan. Penyelenggaraan pelatihan klasikal dilakukan secara tatap muka, sedangkan pelaksanaan pelatihan non klasikal dapat dilaksanakan dengan pelatihan yang sifatnya, pelatihan kerja, dan pelatihan dengan sistem jarak jauh.

Kriteria dan Manfaat Program Pengembangan

Dilihat dari tingkat keterampilan pegawai pada instansi pemerintah Kabupaten Bantaeng cukup banyak sesuai dengan jenis kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian penulis diketahui bahwa jumlah pegawai pada bagian perekonomian sebanyak 35 orang, termasuk pegawai kontrak. Dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pegawai, pemerintah Kabupaten Bantaeng mengambil kebijakan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan yang bertujuan.

Penyelenggaraan program pembinaan dan pengembangan pegawai lebih ditujukan pada peningkatan disiplin dan prestasi kerja untuk menciptakan sumber daya manusia yang profesional. Hasil penelitian penulis pada kantor pemerintahan Kabupaten Bantaeng menunjukkan bahwa jumlah pegawai berdasarkan tingkat usia 29 sampai dengan 45 tahun tergolong produktif.

Tabel 1  Jumlah Pegawai Pada Pemerintah Kabupaten Bantaeng
Tabel 1 Jumlah Pegawai Pada Pemerintah Kabupaten Bantaeng

Analisis Pengembangan SDM Terhaadap Kinerja Pegawai

Faktor Disiplin dan Loyalitas Kerja Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyatakan pelaksanaan pelatihan berperan dalam menjamin disiplin kerja dan loyalitas pegawai. Fungsi dan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang potensial adalah untuk menjadi tenaga kerja yang lebih produktif. Hal ini disebabkan sumber daya manusia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pengembangan sumber daya manusia kini menjadi keharusan bagi instansi untuk lebih meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawainya. Sama halnya dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, pengembangan sumber daya manusia saat ini menjadi perhatian utama guna mendapatkan pegawai yang lebih profesional dan ahli di bidangnya.

Analisis Pengawasan Dalam Meningkatkan Kinerja

Penilaian yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat diambil dari aktivitas sehari-hari. Ada pula penilaian yang dilakukan secara periodik yaitu setahun sekali, dengan mempertimbangkan pentingnya penilaian prestasi kerja sebagai suatu proses dengan menilai atau menilai prestasi kerja pegawai. Tujuan dari penilaian yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng adalah agar penilaian tersebut layak digunakan untuk mendorong dan mengembangkan pegawai, serta dapat mengetahui apa dan bagaimana pegawai tersebut bekerja. Sistem penilaian kinerja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng adalah sistem skala grafis, dimana terdapat daftar penilaian yang terdiri dari lima bagian, yaitu.

Berdasarkan tabel 2, skor penilaian sebelum dan sesudah supervisi dalam peningkatan kinerja pegawai pada Pemerintah Kabupaten Bantaeng berpengaruh terhadap keberadaan pendidikan dan pelatihan pada instansi tersebut. Untuk melihat sejauh mana kegiatan pemantauan peningkatan kinerja yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng, berikut ini akan penulis uraikan perbandingannya sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan pembinaan dan pengembangan pegawai sebagai berikut.

Tabel  2  Sebelum dan Sesudah Pendidikan dan Pelatihan Kinerja Pegawai
Tabel 2 Sebelum dan Sesudah Pendidikan dan Pelatihan Kinerja Pegawai

Saran

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan dan pelatihan dalam upaya peningkatan sumber daya manusia pegawai sesuai dengan falsafah tri dharma yaitu. Untuk mengikutsertakan pegawai, disarankan agar dilakukan pengaturan secara selektif sehingga hanya pegawai yang memenuhi persyaratan yang dapat diangkat untuk mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh lembaga lain di luar kantor dan bukan atas dasar penunjukan yang kurang obyektif tidak. Dalam mendukung pencapaian target operasional, disarankan agar perusahaan ini mengatasi permasalahan terkait karyawan sebagai berikut.

Pelayanan kesehatan bagi pegawai yang keluarganya masih mempunyai gaji harus ditingkatkan untuk menciptakan keselamatan dan meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Hubungan antara pegawai dan pimpinan hendaknya dapat saling bersinergi untuk menciptakan suasana aman dan damai dalam suatu instansi.

Gambar

Gambar 1. Kerangka pemikir
Tabel 1  Jumlah Pegawai Pada Pemerintah Kabupaten Bantaeng
Tabel  2  Sebelum dan Sesudah Pendidikan dan Pelatihan Kinerja Pegawai

Referensi

Dokumen terkait

TEMPEH TEMPE SEMANGIT AS BASE INGREDIENT By Evelyn Mursito 14211014 BACHELOR’S DEGREE in FOOD TECHNOLOGY FACULTY OF LIFE SCIENCES AND TECHNOLOGY SWISS GERMAN UNIVERSITY EduTown

Abstract Individualized prediction of remission for biologics using explainable artificial intelligence Division of Rheumatology, Department of Internal Medicine, University of Ulsan