BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.6 Analisis Regresi Berganda
68
Interpretasi atas persamaan regresi linear berganda yang ditemukan dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Nilai konstanta -6,001 menunjukkan bahwa pada saat nilai prediktor atau variabel independen sama dengan 0 atau tidak berkontribusi maka Kinerja pegawai cenderung mengalami penurunan secara signifikan (P<0,05) sebanyak 6,001 satuan
2. Koefisen variabel Transaksi non Tunai (TNT) sebesar +0,360 mengindikasikan bahwa variabel Transaksi non Tunai memiliki arah hubungan linear terhadap Kinerja dimana setiap kenaikan aspek Transaksi non Tunai dapat meningkatkan Kinerja secara signifikan (P<0,05) sebesar 0,360 satuan
3. Koefisien variabel Akuntabilitas (AKUNT) sebesar +0,295 yang dapat dimaknai bahwa setiap variabel Akuntabilitas berhubungan linear dengan Kinerja dengan setiap kenaikan aspek Akuntabilitas dapat meningkatkan Kinerja secara signifikan (P<0,05) sebesar 0,295 satuan.
4. Koefisien variabel Transparansi (TRANSP) sebesar +0,580 dapat diinterpretasikan bahwa variabel Transparansi memiliki arah hubungan yang positif atau linear terhadap Kinerja dimana setiap peningkaan aspek Transparansi dapat meningkatkan Kinerja pegawai secara signifikan (P<0,05) sebesar 0,580 satuan.
5.6.1 Hasil uji t
Uji parsial digunakan untuk mengetahui hubungan variabel independen terhadap variabel dependen secara terpisah. Variabel independen pada penelitian ini yaitu Transaksi non Tunai, Akuntabilitas, dan Transparansi sedangkan variabel dependen yaitu Kinerja. Uji parsial menggunakan T-test dengan hasil analisis dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Tabel 5.15 Hasil uji parsial
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -6,001 2,103 -2,853 ,006
TNT 0,360 0,151 0,266 2,385 ,021
AKUNT 0,295 0,125 0,263 2,360 ,022
TRANSP 0,580 0,167 0,417 3,466 ,001
a. Dependent Variable: KIN_BEND
Sumber : Pengolahan data primer, 2021 Hasil pengujian hipotesisnya diuraikan sebagai berikut.
1. Penerapan Transaksi Non Tunai
Hasil analisis model regresi linear berganda memperoleh nilai thitung pada hubungan Transaksi non Tunai terhadap Kinerja sebesar 2,385 dan signifikansi 0,021. Nilai thitung yang didapatkan lebih besar dari nilai ttabel (2,009) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada taraf kesalahan (P<0,05). Mengacu pada kedua nilai tersebut maka hipotesis diterima yaitu penerapan transaksi non tunai
70
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
2. Akuntabilitas
Pengujian secara parsial berdasarkan model regresi linear berganda pada hubungan akuntabilitas terhadap kinerja pegawai menunjukkan nilai thitung 2,360 dan nilai signifikansi 0,022. Berdasarkan kriteria kedua nilai tersebut maka diketahui bahwa nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (2,009) dan nilai signifikansi lebih kecil daripada tingkat kesalahan yang telah ditetapkan (P<0,05). Berdasarkan nilai thitung dan signifikansi tersebut maka hipotesis diterima atau dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
3. Transparansi
Hasil uji T (T-test) menggunakan model regresi linear berganda yang ditunjukkan pada Tabel 5.15 pada hubungan Transparansi dan Kinerja menunjukkan thitung 3,466 dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai thitung yang diperoleh tersebut lebih besar daripada nilat ttabel sebesar 2,009 serta nilai signifikansi yang lebih kecil dibandingkan taraf kesalahan yang ditetapkan (P<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima bahwa transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
5.6.2 Hasil uji F
Pengujian simultan dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara serentak kepada variabel dependen. Pengujian simultan menggunakan F-test dengan pengambilan kesimpulan mengacu pada perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel ataupun nilai signifikansi (Sig.) dengan kriteria lebih kecil dari α=5% (0,05). Hasil pengujian simultan dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Tabel 5.16 Hasil uji simultan Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 221,755 3 73,918 38,509 0,000b
Residual 94,056 49 1,920
Total 315,811 52
a.Dependent Variable: KIN_BEND
b.Predictors: (Constant), TRANSP, AKUNT, TNT
Sumber : Pengolahan data primer, 2021
Berdasarkan nilai signifikansi pada kolom Sig. Tabel 5.16 maka dapat diketahui bahwa variabel Transaksi non Tunai, Akuntabilitas, dan Transparansi berpengaruh simultan secara signifikan (P<0,05) terhadap kinerja pegawai pada Badang Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una. Hasil uji simultan selaras dengan hasil uji parsial dimana berdasarkan hasil uji simultan dapat dimaknai bahwa untuk meningkatkan kinerja pegawai maka ketiga variabel yang diteliti perlu ditingkatkan secara simultan untuk memperoleh efek yang lebih nyata.
72
5.6.3 Koefisien Determinan
Koefisien determinan merupakan alat uji untuk mengetahui ketepatan model yang digunakan (goodness of fit). Nilai koefisien determinan mengacu pada nilai R square dengan interval 0-1 dimana interpretasinya yaitu semakin mendekati angka 1 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen semakin arut dalam memprediksi variabel dependen. Nilai R square dan Koefisien Determinan (D) dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Tabel 5.17 Nilai R square dan Koefisien determinan
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 0,838a 0,702 0,684 1,38547
D = R2 x 100% = 0,702x100%=70,2%
a. Predictors: (Constant), TRANSP, AKUNT, TNT b. Dependent Variable: KIN_BEND
Sumber : Pengolahan data primer, 2021
Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,702 sehingga koefisien determinan dari model regresi linear berganda yang digunakan yaitu sebesar 70,2%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki keakuratan tinggi (60-80%) dimana 70,2% dari kinerja pegawai Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una dapat diprediksi melalui variabel Transaksi non Tunai, Akuntabilitas, dan Transparansi sedangkan sisanya yaitu 29,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati pada penelitian ini.
5.6.4 Sumbangan Efektif dan Relatif
Kontribusi setiap variabel independen terhadap variabel dependen dapat diukur melalui nilai sumbangan efektif dan relaitf. Sumbangan efektif (SE) merupakan nilai prediktor terhadap variabel dependen dengan mempertimbangkan hubungannya dengan prediktor lainnya sedangkan sumbangan relatif merupakan nilai prediktor terhadap variabel dependen tanpa mempertimbangkan prediktor lainnya.
Perhitungan nilai sumbangan efektif (SE) dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Tabel 5.18 Sumbangan Efektif
Variabel Koefisien Terstandarisasi Korelasi SE
Transaksi non Tunai 0,266 0,714 18,99%
Akuntabilitas 0,263 0,712 18,73%
Transparansi 0,417 0,779 32,48%
Total SE 70,2%
Sumber : Pengolahan data primer, 2021
Berdasarkan nilai koefisien regresi terstandarisasi (standarized coefficient) dan nilai korelasi maka diperoleh nilai Sumbangan Efektif secara berurutan yaitu Transparansi (32,48%), Transaksi non Tunai (18,99%), dan Akuntabilitas (18,73%). Total SE sesuai dengan nilai koefisien determinan (70,2%) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dominan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tojo Una-Una yaitu Transparansi.
74
Hasil perhitungan sumbangan relatif (SR) setiap variabel independen dapat diperhatikan pada tabel berikut.
Tabel 5.19 Sumbangan Relatif
Variabel SE R square SR
Transaksi non Tunai 18,99% 70,2% 27,05%
Akuntabilitas 18,73% 70,2% 26,68%
Transparansi 26,68% 70,2% 46,27%
Sumber : Pengolahan data primer, 2021
Hasil perhitungan SR selaras dengan perhitungan SE dimana secara berurutan yaitu Transparansi (46,27%), Transaksi non Tunai (27,05%), dan Akuntabilitas (26,68%). Nilai SR menunjukkan kontribusi relatif Transparansi memiliki nilai terbesar meskipun secara parsial tanpa memperhatikan prediktor lainnya.