A. Hasil Penelitian
3. Analisis Regresi Linier Berganda
dilihat tanggapan responden pada Tabel 8 berikut:
Tabel 8
Frekuensi dan Persentase Tanggapan Responden mengenai kinerja perusahaan
Kategori Interval Frekuensi
(Orang) Persentase (%) Sangat Baik
Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik
4.20 ≤ sampai < 5.00 3.40 ≤ sampai < 4.20 2.60 ≤ sampai < 3.40 1.80 ≤ sampai < 2.60 1 ≤ sampai < 1.80
23 9 6 0 0
60,5 23,7 15,8 0,0 0,0
Total 38 100,0
Sumber : data diolah, 2014
Tabel 8 menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dikatakan sangat baik atas adanya penyelenggaraan kredit perumahan yang diterapka oleh pihak perbankan dalam hal ini PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Makassar, selama penyelenggaraan kredit tersebut tidak mengalami masalah atau mengalami kredit macet.
Tabel 9
Hasil Perhitungan Koefisien Regresi
Variabel Nilai Parameter
Konstanta (Y) Character (X1) Capacity (X2) Capital (X3) Collateral (X4) Condition (X5)
1,460 0,260 0,495 0,937 0,603 0,562
Sumber: lampiran hasil perhitungan dengan SPSS 16.
Berdasarkan Tabel 9 apabila dimasukkan dalam persamaan regresi (b) sebagai berikut:
Y= 1,460 + 0,260X1 + 0,495X2 + 0,937X3 + 0,603X4 + 0, 562X5
Berdasarkan persamaan hasil regresi berganda tersebut, maka apabila diinterprestasikan maka akan memberikan pengertian analisa yaitu:
Persamaan regresi terhadap nilai b0 atau nilai konstanta sebesar 1,460. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel independent seluruhnya dianggap bernilai 0, maka nilai untuk kinerja perusahaan (Y) adalah sebesar 1,460. Hal ini adalah indikasi dari pengaruh variabel lain yang tidak diteliti dalam kredit perumahan terhadap kinerja PT. bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Kota Makassar.
Selain itu persamaan regresi linier berganda di atas, terdapat nilai koefisien regresi varibel bebas X adalah positif. Nilai koefisien X yang positif artinya apabila terjadi perubahan pada variabel X, akan menyebabkan perubahan secara searah pada variabel Y.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka :
a. Koefisien Regresi X1 (character) sebesar 0,260 yang berarti bahwa jika
X1 (character) naik sebesar satu satuan, akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,260 satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan.
b. Koefisien Regresi X2 (capacity) sebesar 0,495 yang berarti bahwa jika X2
(capacity) naik satu satuan, akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,495 satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan.
c. Koefisien Regresi X3 (capital) sebesar 0,937 yang berarti bahwa jika X3
(capital) naik sebesar satu satuan, akan mempenaguruhi kinerja perusahaan sebesar 0,937 satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan.
d. Koefisien Regresi X4 (collateral) sebesar 0,603 yang berarti bahwa jika X4 (collateral) naik sebesar satu satuan, akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,603 satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan.
e. Koefien Regresi X5 (cndition) sebesar 0,562 yang berarti bahwa jika X5
(condition) naik sebesar satu satuan, akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,562 satuan, dengan asumsi bahw variabel lain dianggap konstan.
Selanjutnya dilihat nilai R = 0,822 yang mengandung arti bahwa ada korelasi yang erat antara character (X1), capacity (X2), capital (X3), collateral (X4) dan condition (X5) terhadap kinerja perusahaan sebesar 82,2%. Dan sebaliknya sebesar 0,118 atau 11,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
dimasukkan sebagai predictor (independen).
Hasil perolehan nilai R2 = 0,676 yang mengandung arti bahwa besarnya pengaruh antara variabel X1, X2, X3, X4 dan X5 terhadap Y sebesar 67,6% atau kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh variabel bebas yang diteliti, sedangkan variabel yang lain dimasukkan sebagai predictor (independen) yaitu sebesar 32,4%. Sisanya 32,4% tidak diteliti.
Dari data diatas didapat F-hitung 13.327 yang dapat digunakan untuk melakukan uji hipotesis dalam memprediksi kontribusi variabel-variabel independen (X1, X2, X3, X4 dan X5) terhadap variabel dependen (Y). diketahui bahwa kriteria pengujian, jika F-hitung ≥ F-tabel atau p < 0.1 maka H0 ditolak dan Ha diterima, ini berarti koefisien regresi yang dinyatakan dengan 𝛽i adalah berbeda nyata dengan 0 pada tingkat kepercayaan 90%. Tetapi apabila F-hitung <
F-tabel atau p > 0.1 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti bahwa koefisien regresi yang dinyatakan dengan 𝛽i adalah tidak berbeda nyata dengan 0 pada tingkat kepercayaan 95%. Sejalan dengan hasil itu, maka hipotesis pertama penelitian diterima.
Tabel 10
Analisa Varians (ANOVA)
Model Sum of
Squares Df Mean Squares F Sig.
Regression Residual
Total
3383439.6 1624863.3 5008357.9
5 32 37
676698.927
50776.977 13.327 0.000 a. Predictors: (Constant), character (X1), capacity (X2), capital (X3), collateral (X4) dan
condition (X5)
b. Dependent Variabel: Kinerja Perusahaan (Y)
Sumber: Lampiran hasil perhitungan dengan program SPSS 16
Tabel 10 tergambar bahwa nilai F-hitung 13.327, sedangkan nilai F-tabel sebagai pembanding adalah 4.49, dengan demikian diketahui F-hitung > 4.49 dan
p = 0.000 atau lebih kecil dari 0.05, maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis di atas, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat keyakinan 95% koefisien regresi secara simultan (serentak) berbeda nyata dengan 0. Ini berarti persamaan regresi berganda dapat dipakai untuk melakukan pengukuran secara statistik, baik untuk menaksir pengaruh maupun korelasi dari variabel bebas dengan variabel terikatnya. Dan ini membuktikan jika hipotesis pertama diterima.
Selanjutnya jika T-hitung ≥ T-tabel atau p = 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, ini berarti koefisien regresi yang dinyatakan dengan bi adalah tidak berbeda nyata dengan 0 pada tingkat kepercayaan 90%.
Tabel 11
Data Hasil Analisis untuk Uji Parsial
Model Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
Constant X1 X2 X3 X4 X5
1.460 0.260 0.495 0.937 0.603 0.562
0.946 0.078 0.088 0.127 0.126 0.109
0.517 0.211 0.822 0.555 0.401
5.871 1.949 2.065 6.231 4.469 3.062
0.000 0.046 0.037 0.000 0.000 0.028 a. Dependent variabel Kinerja Perusahaan (Y)
Sumber: Hasil Analisis dengan SPSS 16
Berdasarkan Tabel 11, pengujian variabel-variabel bebas dijabarkan yaitu variabel character (X1), nilai t-hitung = 1.949 > t-tabel 1.688 dengan Sig. = 0.046, berarti variabel character (X1) memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar. Variabel capacity (X2), nilai t-hitung = 2.065 > t-tabel 1.688 dengan Sign. = 0.037, berarti variabel capacity (X2) memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar.
Variabel capital (X3) nilai t-hitung = 6.231 > t-tabel 1.688 dengan Sig. = 0.000, berarti variabel capital (X3) memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar. Variabel collateral (X4), nilai t-hitung = 4.469 > t-tabel 1.688 dengan Sig. = 0.000, berarti variabel collateral (X4) memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerj PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Makassar. Dan variabel condition (X5), nilai t-hitung = 3.062 > t-tabel 1.688 dengan sig. = 0.028, berarti variabel condition (X5) juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT. Bank negar Indonesia (Persero) Tbk. Makassar.
Hasil perhitungan pada Tabel 11 menunjukkan bahwa variabel capital (X3) adalah yang dominan dn signifikan atau dengan kata lain t-hitung > t-tabel. Ini berarti hipotesis kedua diterima, yaitu faktor capital (X3) adalah yang dominan mempengaruhi terhadap kinerja PT. Bank negara Indonesia (Persero) Tbk.
Makassar.