• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI PARSIAL (T)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UJI PARSIAL (T) "

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan banyak ilmu kepada penulis. Seluruh jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang banyak membantu selama periode ini.

Latar Belakang Masalah

Aspek karakteristik sangat diperlukan untuk mengetahui watak, kesusilaan dan tanggung jawab debitur dalam penggunaan dan penerapan kredit yang diberikan sesuai tingkat pengembaliannya. Pada hakikatnya bank khususnya kreditur dapat mengevaluasi nasabah yang memberikan modal atau modal yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan kredit yang dapat dipinjamkan dan nilai modal usaha yang diberikan sesuai dengan tingkat pengembaliannya.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian

Pengertian Kredit

Merupakan suatu keyakinan dalam pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan, baik berupa uang, barang atau jasa, akan benar-benar diterima kembali suatu saat nanti. Perjanjian ini dituangkan dalam sebuah perjanjian dimana masing-masing pihak dituangkan dalam perjanjian kredit yang ditangani oleh kedua belah pihak yaitu bank dan nasabah.

Fungsi Kredit

Fungsi kredit menurut Firdaus, fungsi utama kredit pada hakikatnya adalah untuk memenuhi pelayanan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, mendorong dan memperlancar produksi, pelayanan bahkan konsumen, yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Dari uraian di atas terlihat bahwa fungsi kredit sebenarnya adalah untuk meningkatkan kemampuan di berbagai bidang, khususnya di bidang perekonomian. Selain itu, kredit diharapkan dapat memberikan manfaat kepada lembaga pemberi pinjaman, dalam hal ini bank, melalui pendapatan bunga dan pemberian kredit.

Tujuan kredit

Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha klien yang membutuhkan dana, baik dana investasi maupun dana untuk modal kerja. Bagi Pemerintah, semakin banyak kredit yang disalurkan perbankan maka semakin baik yang berarti semakin besar pula pembangunan di berbagai sektor.

Kebijakan Pemberian Kredit

  • Character/karakter
  • Capital/kapital
  • Capacity/Kapasitas
  • Collateral
  • Condition of Economy/kondisi perekonomian

Pembayaran (source of payment) yaitu litigasi dan perhitungan pendapat yang akan dibutuhkan oleh perusahaan debitur dimasa yang akan datang sebagai sumber pelunasan kredit. Profitabilitas (kemampuan memperoleh keuntungan), yaitu seberapa besar pendapatan/keuntungan yang diterima bank jika memberikan kredit kepada calon debitur. Proteksi yaitu jaminan atau agunan yang dapat diberikan oleh calon debitur untuk melindungi atau mengamankan dana yang diberikan oleh bank.

Tujuan adalah tujuan dan penggunaan kredit yang mungkin dilakukan oleh debitur, baik untuk kegiatan konsumsi maupun sebagai modal kerja. Apabila hasil yang dicapai cukup untuk melunasi pinjaman dan sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha calon debitur, maka kredit diberikan. Kemampuan Menanggung Risiko adalah dengan memperhitungkan sejauh mana kemampuan perusahaan calon debitur dalam menghadapi risiko, terlepas dari besar atau kecilnya risiko perusahaan calon debitur.

Kinerja Perusahaan

Laporan ini merupakan data yang paling umum tersedia untuk tujuan tersebut, meskipun seringkali tidak mewakili hasil kondisi perekonomian, karena laporan keuangan adalah kartu yang berisi hasil investasi, operasional dan pembiayaan suatu perusahaan. Dengan mengetahui sektor investasi dalam analisis, dimungkinkan untuk membuat perkiraan profitabilitas keputusan strategis bisnis di masa depan. Keputusan operasional yang terdiri dari: (1) pendapatan, (2) harga pokok penjualan, (3) beban operasional, (4) laba atau rugi, (5) bunga, (6) pajak penghasilan, dan (7) laba atau rugi bersih.

Apabila laporan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip pelaporan yang dicatat dalam nilai sejarah, maka angka-angka tersebut cukup akurat dan penting untuk memperkirakan keberhasilan perusahaan. Hasil keputusan pendanaan suatu perusahaan pada suatu periode dapat dilihat dari liabilitas atau kewajiban dan posisi permodalannya. Dengan mengetahui angka-angka liabilitas, maka analis dapat menilai apakah struktur modal perusahaan pada saat itu sudah optimal yang berarti dapat membiayai kegiatan operasional perusahaan.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Tempat dan Waktu Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Jenis dan Sumber Data

Populasi dan Sampel

Data sekunder merupakan data pendukung bagi data primer yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan seperti dokumen, laporan dan kepustakaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Makassar mempunyai 38 debitur atau kurang dari 100, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah seluruh debitur.

Metode Analisis Data

Uji Hipotesis

Artinya variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen dan terdapat pengaruh antara kedua variabel yang diuji. Artinya variabel independen secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan memilih variabel independen yang mempunyai pengaruh signifikan kemudian membandingkan nilai koefisien regresi yang paling signifikan.

Definisi Operasional, Variabel dan Pengukuran

Indikatornya, modal yang diajukan sesuai dengan tingkat pengembalian yang mampu diperoleh debitur, tambahan modal sesuai dengan jenis usaha, dan modal yang diusulkan sesuai dengan tingkat agunan. Agunan (X4) merupakan perkiraan mengenai agunan yang dimiliki debitur yang dapat dinilai layak dikreditkan. Indikatornya mempunyai jaminan atas pemberian pinjaman, jaminan yang dimiliki sesuai dengan jaminan pembayaran pinjaman dan jaminan tersebut dapat dipercaya.

Sejarah Singkat PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Hasil lelang tidak sepenuhnya terserap oleh masyarakat, sehingga kelebihan penawaran otomatis menjadi hak pemerintah (sebagai pembeli siaga). Bank BNI mencatat saham yang merupakan hak negara sebagai komponen modal berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) no.

Ruang Lingkup Bisnis Usaha PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Bisnis Perbankan Menengah Kecil (Middlekleinhandel Banking Business) Bisnis perbankan menengah kecil Bank BNI menunjukkan peranan yang semakin penting dari tahun ke tahun sebagai jawaban terhadap tuntutan nasabah dan sebagai upaya bisnis untuk menangkap potensi pasar yang berkembang. Bisnis perbankan ritel Bank BNI terdiri dari segmen bisnis menengah, ritel, konsumer, dan kartu. Pengelolaan fasilitas kredit segmen menengah dilakukan oleh unit kredit Bank BNI Kantor Wilayah yang berlokasi di ibukota provinsi, sedangkan untuk segmen kecil dilakukan oleh unit kredit Bank BNI Kantor Cabang yang berlokasi di kota dan kabupaten.

Saat ini Bank BNI mempunyai 7 anak perusahaan dengan kepemilikan saham > 51% yang bergerak di bidang perbankan, multifinancing, asuransi dan sekuritas. Untuk mencapai tujuan pemberian kredit di atas, maka sasaran pembiayaan diprioritaskan untuk membiayai sektor-sektor usaha yang prospektif kepada debitur yang mampu melunasi kewajibannya (hutang pokok dan bunga beserta biaya-biaya lainnya), dengan tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank BNI. diperhitungkan. Bank BNI telah menetapkan sistem pengelolaan kredit yang berlaku khusus bagi debitur pasar grosir dan menengah dengan memperhatikan dua aspek secara bersamaan, yaitu pemberian pelayanan yang baik dan penilaian batasan risiko yang wajar bagi bank.

Hasil Penelitian

Karakteristik Responden

Artinya, peminjam berada pada usia produktif, yang merupakan penilaian bagi pemberi pinjaman KPR jangka menengah yang diharapkan berada pada usia tersebut dan produktif dalam berusaha dengan tingkat kemampuan membayar kembali pinjamannya. Pendidikan adalah tingkat kelulusan yang dimiliki responden yang dibuktikan dengan surat keterangan meninggalkan sekolah resmi yang diakui pemerintah sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmu yang telah ditempuhnya. Berdasarkan tabel 2 diketahui debitur penerima KPR jangka menengah mayoritas berpendidikan sarjana yaitu sebanyak 20 orang (52,6%).

Artinya pihak kreditur yaitu BNI dalam memberikan kredit kepada debitur juga memperhatikan tingkat pendidikan, dengan asumsi semakin tinggi pendidikan debitur maka semakin besar usaha yang dilakukan dalam mencari keputusan untuk mengembangkan dan mengelola perusahaan, sehingga agar dapat berkembang dan mudah melunasi pinjaman kreditnya.

Deskripsi Variabel Penelitian

Tanggapan debitur mengenai karakter pada umumnya menyatakan setuju sepenuhnya, dimana debitur memahami bahwa karakter sangat penting dalam pemberian jaminan kredit oleh bank dan karakter mempengaruhi kemampuan debitur dalam menjalankan kegiatan usahanya, sehingga mampu membayar. secara teratur. pinjaman yang dia pinjam. Jawaban debitur mengenai kemampuan pada umumnya setuju, karena berkaitan dengan kemampuan debitur dalam mengelola dan memanfaatkan modal sehingga pinjaman dapat dilunasi sesuai dengan yang diperjanjikan. Respon debitur terhadap modal menjadi pertimbangan dalam melakukan permohonan pinjaman, dan bagi kreditur, besarnya modal yang diberikan merupakan pertimbangan kemampuan kreditur dalam mengelola modal tersebut.

Jawaban debitur mengenai agunan pada umumnya mengatakan sangat tepat, karena memegang peranan penting dalam kepercayaan kreditur dalam mengamankan modal pinjaman agar dapat digunakan dan dikelola seoptimal mungkin. Kondisi tersebut merupakan penilaian debitur terhadap perubahan dan dinamika usaha yang dilakukan berdasarkan penilaian terhadap kondisi kegiatan yang berlangsung. Respon debitur terhadap kondisi tersebut dinilai sangat berpengaruh, karena setiap aktivitas penatausahaan modal kredit dihadapkan pada kondisi yang tidak menentu dan berbagai perubahan yang sulit diprediksi, sehingga debitur selalu memperhitungkan kondisi tersebut dalam memberikan pinjaman kepada kreditur.

Analisis Regresi Linier Berganda

X1 (tanda) bertambah satu satuan maka akan mempengaruhi kinerja usaha sebesar 0,260 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Koefisien regresi X2 (kapasitas) sebesar 0,495 yang berarti jika X2. kapasitas) yang meningkat sebesar satu satuan akan mempengaruhi kinerja usaha sebesar 0,495 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Koefisien regresi X3 (modal) sebesar 0,937 yang berarti jika X3. modal) yang bertambah sebesar satu satuan akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,937 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi Koefisien regresi X5 (cndisi) sebesar 0,562 yang berarti jika X5. state) kenaikan sebesar satu satuan akan mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 0,562 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Kemudian dilihat nilai R = 0,822 yang berarti terdapat hubungan yang erat antara karakter (X1), kapasitas (X2), modal (X3), asuransi (X4) dan keseimbangan (X5) terhadap kinerja perusahaan sebesar 82,2%. . .

Pembahasan Hasil Penelitian

Dari debitur-debitur yang disurvei dinilai baik dan mampu memenuhi kewajibannya dalam hal pembayaran kredit sehingga berdampak pada operasional perusahaan. Uraian tersebut memberikan gambaran bahwa kinerja perusahaan akan meningkat jika debitur memberikan jaminan yang sebanding dengan nilai kredit yang diambilnya. Apabila benar-benar dimiliki oleh debitur maka kendala operasional perusahaan dapat teratasi karena kreditur dapat menyita barang dan harta milik debitur.

Kreditor beranggapan bahwa pemberian kredit kepada debitur yang mempunyai modal sebagai jaminan pemberian kredit akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Kreditur beranggapan jika kinerja perusahaan membaik maka modal yang dimiliki debitur dapat disetor untuk membayar pinjaman kredit sebesar pinjaman kredit yang dapat dilunasi dari penjualan properti, sehingga tidak ada penundaan atau penundaan. pembayaran kredit. Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka dapat dikatakan bahwa modal mempunyai pengaruh yang dominan dan signifikan terhadap kinerja perusahaan apabila harta kekayaan yang dimiliki oleh debitur tidak bermasalah atau sedang berperkara hukum.

Simpulan

Disarankan agar peneliti ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan pada fasilitas penelitian lainnya.

UJI PARSIAL (T)

Gambar

Gambar 1  Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Apabila dipandang perlu, dibolehkan untuk meminta asuransi jiwa, jaminan/agunan, kepada Mitra Binaan atas pemberian bantuan pinjaman modal/pinjaman khusus dengan memperhatikan

5) Untuk menjaga amanah yang diberikan shahibul maal (bank), debitur (mudharib) berkewajiban menyerahkan kewajiban misalnya jaminan berupa agunan. 6) Pengikatan jaminan

Jaminan kredit (agunan), beberapa jaminan yang semula harus diberikan/diserahkan debitur kepada bank terpaksa tidak bisa terlaksana karena beberapa alasan, misalnya

“Agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah” :Jaminan secara

Dalam hal ini yang menjadi solusi terakhir untuk menyelesaikan persoalan kredit macet, pihak bank akan melakukan penjualan terhadap agunan yang telah diberikan oleh debitur pada

Dalam hal ini yang menjadi solusi terakhir untuk menyelesaikan persoalan kredit macet, pihak bank akan melakukan penjualan terhadap agunan yang telah diberikan oleh debitur pada

Bank BNI terhadap benda/barang jaminan fidusia yaitu penjualan secara di bawah tangan yang dilakukan atas dasar kesepakatan antara pihak bank dengan pihak debitur dengan tujuan

Istilah “Agunan” dalam UU Perbankan diartikan “Agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kreditr dan pembiayaan