Idhar Tio Atmaja 1 , Yunas Firdaus 2 , Heru Noveansyah 3 , Murie Dwiyaniti 4
3.3 Analisis Smart Home
Tabel 1 adalah data pengujian program kontrol sensor pada smart home yang menunjukkan hasil program kontrol pemograman yang telah dibuat terhadap sensor dan perangkat listrik yang secara nyata bekerja pada smart home.
Pengujian dilakukan dengan menghubungkan program pada raspberry pi dengan sensor. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisa sensor yang dapat bekerja sesuai dengan deskripsi kerja flow chart pada sistem smart home sehingga dapat mengetahui apakah program kontrol raspberry pi yang sudah dibuat telah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan untuk mengontrol sebuah smart home atau tidak.
Dalam pengujian ini penulis akan melakukan pengujian konektifitas antara controller pada smart home dengan software SCADA, HMI Droid, dan Web IoT Cayenne. dimana pengujian ini berfungsi untuk mengetahui apakah komunikasi pada sistem berjalan dengan baik atau tidak.
Tabel 1. Data Hasil Pengujian Smart Home
Command Kondisi
Keterangan
ON OFF
Lampu Ruang
Masak 235 VAC 0 Baik
Lampu Ruang
Mandi 235 VAC 0 Baik
Lampu Ruang
Tidur 235 VAC 0 Baik
Kotak Kontak 235 VAC 0 Baik
Push Button
Garasi 0 2,2 VDC Baik
PING Garasi 0 0 Baik
Fan
1,4 VDC
0
40%, Sesuai
1,8 VDC 70%, Sesuai
3,2 VDC 100%, Sesuai
Suhu 3,3 VDC 0 Baik
Motion
Detector 3,2 VDC 0 Baik
Gas Sensor 0 2,3 VDC Baik
Push Button
Pintu 0 2,2 VDC Baik
RFID Door 3,2 VDC 1,6 VDC Baik
Lift 3,3 VDC 0 Baik
Jendela 3,3 VDC 0 Baik
Buzzer 2,6 VDC 0 Baik
*Baik VAC = Bekerja diantara 220-240VAC
*Baik VDC = Sama dengan atau dibawah 3,3 VDC
74 Tabel 2 merupakan hasil pengujian konektivitas
antara software untuk controlling dan monitoring dengan kontroller. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada jarak 11 meter koneksi antara SCADA dengan kontroller terputus, untuk HMI droid mengalami gangguan koneksi saat jarak 13 meter. Kedua hal tersebut terjadi karena SCADA dan HMI droid
menggunakan komunikasi modbus TCP dengan wifi sebagai media komunikasinya, sehingga komunikasi hanya bisa dilakukan dengan jarak-jarak tertentu karena kemampuan setiap device untuk menangkap sinyal wifi berbeda-beda. Sedangkan untuk web cayenne dapat terus berkomunikasi dengan kontroller walaupun pada jarak 19 meter bahkan lebih karena media komunikasi yang gunakan adalah internet. Jadi selama provider yang digunakan memiliki kualitas yang baik maka komunikasi pun akan tetap baik.
Pengujian software-software ini dilakukan dengan cara menjalankan program yang telah dibuat pada software Vijeo Citect, HMI droid, dan juga web cayenne yang telah dibuat sebelumnya dan melihat status dan respon time yang terjadi ketika software dijalankan pada Smart Home. Tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui apakah ketiga software yang telah dibuat terhubung dengan baik terhadap plant yang telah dibuat atau tidak dan juga untuk mengetahui berapa respon time dari ketiga software tersebut dalam menerima perintah atau pun memberikan perintah.
Tabel 2. Hasil Pengujian Konektivitas Software Jarak
pengujian (meter)
Software Vijeo ket
Citect HMI droid
Web Cayenne
1 √ √ √ baik
3 √ √ √ baik
6 √ √ √ baik
9 √ √ √ baik
11 √ √ √ baik
13 - √ √ vijeo citect
terputus
16 - - √ vijeo citect &
hmi terputus
19 - - √ vijeo citect &
hmi terputus
Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa respon time yang sangat sedikit delay adalah hmi droid karena tampilan hanya berupa led saja tidak ada perubahan gambar seperti animasi seperti scada. Dimana scada membutuhkan waktu untuk merubah gambar dari symbol ke symbol. Sedanngkan respon time yang sangat lama ada pada web cayenne karena web cayenne dan raspberry melakukan pertukaran dengan konektifitas internet. Sehingga sinyal internet sangat mempengaruhi kecepatan komunikasinya.
Tabel 3. Hasil Pengujian Response Time Software Smart Home
4. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian
“Sistem Otomasi Smart Home Berbasis Internet of Things (IoT)” adalah bahwa:
1. Miniatur Smart Home yang dirancang telah dapat bekerja dengan baik dengan sesuai dengan flow chart dan deskripsi kerja sistem smart home, 2. Raspberry pi dapat berfungsi sebagai controller
untuk SCADA, HMI Droid, Website IoT yang dapat dimplementasikan ke sistem smart home, 3. SCADA, HMI droid, Web IoT dapat bekerja
bersamaan atau multi platform dalam mengontrol dan memonitoring miniatur smart home,
4. Modbus jenis TCP/IP yang digunakan untuk menghubungkan program raspberry ke SCADA dan HMI,
5. Media komunikasi antara smart home dengan SCADA, HMI Droid menggunakan wireless yaitu wifi,
6. Media komunikasi antara smart home dengan Web Cayenne menggunakan internet,
7. Penggunaan channel pada Web Cayenne sangat terbatas sekitar 14 channel,
8. Rata-rata respon time pada web cayenne 6.55 detik, HMI droid 0,50 detik, dan SCADA 0,77 detik.
5. Ucapan Terima Kasih
Command
Response Time SCADA HMI
droid
Web Cayenne Button on lampu ruang
masak 00.42s 00.19s 07.81s Button off lampu
ruang masak 00.64s 00.18s 10.20s Button on lampu ruang
mandi 00.48s 00.18s 05.19s Button off lampu
ruang mandi 00.61s 00.19s 05.87s
75 Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT,
karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Sistem Otomasi Smart Home Berbasis Internet Of Things (IOT)". Kemudian, penulis mengucapkan terimakasih kepada Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang telah membantu dalam bentuk dana penelitian sehingga penelitan dapat diselesaikan.
6. Daftar Acuan
[1] S. Kumar, “Ubiquitous Smart Home System Using Android Application,” IJCNC, vol. 6, no. 1, pp.
33–43, 2014.
[2] Dias Prihatmoko, 2017. Pemanfaatan Raspberry Pi Sebagai Server Web Untuk Penjadwalan Kontrol
Lampu Jarak Jauh. Jurnal Infotel Vol.9 No.1 Februari 2017
[3] Erick Fernando, 2014. Automatisasi Smart Home Dengan Raspberry. Konferensi Nasioal Ilmu Komputer (KONIK) 2014.
[4] Fauzan Masykur, Fiqiana Prasetiyowati, 2016.
Aplikasi Rumah Pintar (Smart Home) Pengendali Peralatan Elektronik Rumah Tangga Berbasis Web. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. 3, No. 1, Maret 2016, hlm.
51-58
[5] Adhi Krisnawan, 2015. Perancangan Sistem Keamanan Ruangan Menggunakan Raspberry Pi.
e-Proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015
76