• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN DAN

Dalam dokumen Oleh NESI PURNAMASARI NIM 160203172 (Halaman 73-100)

artinya, bahwa perencanaan bukan hanya di buat oleh lingkup anggota BUMDesa saja, melainkan juga boleh di buat oleh masyarakat desa. cara tersebut merupakan strategi yang di terapkan oleh Direktur BUMDesa, masyarakat dapat menuangkan ide-ide dan pemikirannya untuk ikut mengembangkan BUMDesa. Sejalan dengan teori prinsip pengelolaan BUMDesa yaitu Transparan, maksudnya adalah aktivitas yang berpengaruh terhadap kepentingan masyarakat umum harus dapat diketahui oleh segenap lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka dan Partisipatif, semua komponen yang terlibat di dalam BUMDesa harus bersedia secara sukarela atau diminta memberikan dukungan dan kontribusi yang dapat mendorong kemajuan usaha BUMDesa.85

Karena dalam hal ini masyarakat yang tau betul program apa yang mereka butuhkan di Desa, seperti, unit usaha simpan pinjam yang merupakan usulan dari masyarakat, yang membutuhkan wadah simpan pinjam di Desa Giri Sasak, kemudian, unit usaha ATK, yang juga merupakan usulan dari masyarakat, untuk mempermudah masyarakat untuk print, foto copy, dan pembelian alat tulis di Desa Giri Sasak. untuk itu masyarakat menjadi bagian dalam pengumpulan data-data yang menjadi landasan program apa yang akan di bentuk di BUMDesa.

85Ibrahim, Manajemen…, hlm. 21.

b. Analisis fakta

Dalam rencana-rencana yang di buat tersebut tidak langsung di jalankan, tapi di analisis bersama melalui proses musyawarah anggota dan musyawarah desa. Untuk dapat membuat perencanaan yang baik harus mampu melihat jauh ke depan. Dengan memikirkan jauh-jauh sebelumnya tindakan yang akan di lakukan dan hanya kecil kemungkinannya mengalami kekeliruan. Dalam Hal ini berarti telah memperkecil resiko yang mungkin timbul baik resiko kekeliruan maupun resiko kemungkinanan kegagalan.

George R. Terry mengemukakan,perencanaan merupakan pemilihan fakta-fakta dan usaha menguhubungkan antara fakta yang satu dan fakta yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan untuk masa yang akan datang yang mungkin diperlukan untuk mencapai hasil yang di kehendaki.86 Dalam menganalisis fakta- fakta tersebut, melalui proses musyawarah anggota dan musyawarah desa.

Dalam analisis perencanaan, contohnya unit usaha simpan pinjam pernah terjadi perdebatan apakah akan diberikan untuk modal produktif atau konsumtif. Karena kegiatan perencanaan yang ada di BUMDesa

“Semangat Pemuda” di pertimbangkan dengan sangat matang, di pikirkan

86Ibid., hlm. 27.

dengan segala kemungkinan-kemungkinan untung dan ruginya, hambatan maupun kendalanya, melalui musyawarah, sehingga pada saat musyawarah tersebut, terbukalah jalan untuk diskusi bersama, mepertimbangkan rencana tersebut secara bersama.

Dalam hasil musyawarah anggota dan musyawarah desa, maka, program pinjaman diperuntukkan untuk modal usaha (produktif) dan ibu rumah tangga untuk konsumtif namun sebagai penanggung jawab adalah suami.Namun karna simpan pinjam ini adalah uang masyarakat jadi tidak membedakan keduanya.Jadi jika ibu rumah tangga meminjam uang maka yang sebagai penanggung jawab untuk menyetor pinjaman adalah suaminya.Jadi siapapun itu, apabila masyarakat Desa Giri Sasak berhak menerima pinjaman dari BUMDesa.

c. Penyusunan rencana yang konkrit

Setelah rencana-rencana yang diusulkan, kemudian di analisis dan dipertimbangkan segala kemungkinannya melalui musyawarah anggota dan desa, hingga sampai pada hasil mufakat menyetujui rencana tersebut, maka rencana-rencana tersebut disusun ke dalam perencaanaan yang siap untuk dijalankan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi perencanaan BUMDesa, adalah dibuat berdasarkan pemikiran masyarakat dan anggota BUMDesa, kemudian

di sepakati melalui musyawarah anggota dan musyawarah desa, dengan begitu rencana-rencana yang disepakati bersama masuk dalam program perencanaan BUMDesa.

2. Strategi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah proses menghubungkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi tertentu dan menyatupadukan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Dalam proses pengorganisasian dilakukan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara terperinci berdasarkan bagian dan bidangnya masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.87

Menurut George.R. Terry, Kegiatan-kegiatan pengorganisasian, meliputi:

a. Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas operasional ke dalam unit- unit yang saling berkaitan

BUMDesa “Semangat Pemuda” sudah memiliki struktur pengoganisasian yang sudah di bentuk, masing-masing anggota memiliki tugas, wewenang, dan fungsinya berdasarkan bidangnya masing-masing, anggota pengurus BUMDesa berjumlah 12 orang, yaitu Direktur, Bendahara, Sekretaris, adalah sebagai pengurusan ini, kemudian setiap unit usaha dibagi masing-masing 3 anggota untuk

87Kadar Nurzaman, dkk, Manajemen...,hlm. 132.

setiap unit, yaitu unit usaha simpan pinjam, unit usaha perdagangan, dan unit usaha pertenakan. Dengan ditambah Pengawas adalah BPD dan Penasehat adalah Kepala Desa.

b. Memilih dan menempatkan anggota dalam bidang yang sesuai

Dalam menempatkan anggota dalam bidang yang sesuai, bahwa Direktur BUMDesa menempatkan anggotanya pada bidang sesuai dengan kemampuan anggotanya, namun dalam hal ini anggota tetap saling terus belajar untuk mengembangkan potensinya, karena menurut keterang Direktur BUMDesa, bahwa yang anggota butuhkan sekarang adalah pelatihan administrasi.

Anggota pengurus BUMDesa tersebut adalah yang sudah berjuang dari nol untuk mengaktifkan kembali BUMDesa “Semangat Pemuda” agar bisa berjalan dan mengembangkan berbagai unit usaha, sehingga manfaat BUMDesa dapat di rasakan oleh masyarakat Desa.sejalan dengan teori Terry yang menjelaskan, bahwa pengorganisasian merupakan usaha penciptaan hubungan tugas yang jelas antara personalia, sehingga dengan demikian setiap orang dapat bekerja sama dalam kondisi yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.88

88Candra Wijaya., Dasar-Dasar Manajemen…, hlm. 40.

c. Menyesuaikan wewenang dan tugas bagi setiap anggota.89

Setiap bidang atau unit usaha yang sudah di bagi, mempunyai wewenang dan tugas bagi setiap anggota, diantaranya adalah penasehat, pengawas, dan pelaksana operasional selaku pengurus BUMDesa. Dalam hal ini penasehat memiliki tanggung jawab dan kewenangan diantaranya, memberikan nasehat kepada pelaksana operasional dalam melakasanakan pengelolaan BUMDesa, dan memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BUMDesa.

Pengawas mempunyai tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rapat umum untuk membahas kineja BUMDesa, dan sekurang-kurangnya satu tahun sekali.Kemudian berwenang menyelenggarakan rapat umum pengawas untuk pemilihan dan pengangakatan pengurus, penetapan kewajiban pengembangan kegitan usaha dari BUMDesa dan pelaksanaan dan evaluasi terhadap kinerja pelaksana operasional.

Selanjutnya, tugas dan kewenangan pelaksana operasional adalah terdiri dari Direktur, sekretaris, bendahara, dan kepala unit usaha.Tugas dan kewenangan Direktur adalah, menyusun perenanaan, melakukan koordinasi dan pengawasan seluruh kegiatan operasional,

89Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”,Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm. 6.

mengangkat dan memberhentikan anggota pelaksana operasional, dan menyusun dan menyampaikan laporan seluruh kegiatan, menetapkan susunan organisasi dan tata kerja BUMDesa.

Sekretaris mempunyai tugas sebagai berikut, yaitu melakasanakan kegiatan administrasi perkantoran, mengusahakan kelengkapan organisasi.Dan dengan wewenang, yaitu mengambil keputusan dibidang kesekretariatan, menandatangani surat-surat, dan penatausahaan perkantoran.

Bendahara mempunyai tugas sebagai berikut, yaitu:

melaksanakan pembukuan keuangan, menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja, menuyusun laporan keuangan, dan mengendalikan anggaran. Dengan wewenang bendahara dapat mengambil keputusan dibidang pengelolaan keuangan dan usaha, dan bersama dengan Direktur menandatangani surat yang berhubungan dengan bidang keuangan dan usaha.

Kepala unit usaha mempunyai tugas, menjalankan unit usaha dengan bekerja sama dengan anggotanya, membuat laporan berjalannya unit usaha, dan menggerkkan anggotanya. Dengan wewenang, dapat membentuk unit usaha untuk mengembangkan unit usaha BUMDesa.

Pengurus BUMDesa mempunyai tugas dan kewajiban, yaitu:

bertanggung jawab dalam pengelolaan dan usaha BUMDesa,

menjalankan usaha secara professional, mengakomodasi dan mendorong peningkatan kegiatan unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan wewenang adalah mendapatkan penghasilan yang sah sebagi penghargaan dari pelaksanaan tugasnya sesuai dengan kemampuan keuangan BUMDesa, dan mendapatkan bimbingan dalam bidang manajemen perusahaan dan bidang teknis pengelolaan usaha dari pemerintah.

3. Strategi Penggerakan

Penggerakan dalam BUMDesa “Semangat Pemuda” yang bertanggung jawab penuh adalah seorang direktur yang membuat strategi bagaimana anggotanya bisa bergerak dan aktif dalam organisasi, sejalan dengan teori George R. Terry, penggerakan adalah tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.90

Menurut George R. Terry, Kegiatan dalam pengarahan seorang manajer kepada anggotanya, meliputi:

a. Melakukan partisipasi terhadap keputusan, tindakan dan perbuatan.

90Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”,Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm. 7.

Dalam memberikan keputusan tentang semua kegiatan yang akan dijalankan oleh anggota BUMDesa, Direktur BUMDesa “Semangat Pemuda” ikut bertindak dan berpatisipasi untuk memberikan contoh kepada anggotanya, bertanggung jawab penuh dengan apa yang diucapkan dan arahkan kepada anggota, dengan cara ini merupakan strategi Direktur untuk mengarahkan anggotanya untuk bekerja.

b. Memotivasi anggota

Memberikan motivasi kepada anggota merupakan hal yang sangat penting dan merupakan strategi yang dilakukan oleh Direktur BUMDesa

“Semangat Pemuda” dalam mengerakkan anggotanya. Dalam pertemuan satu bulan sekali dalam acara rapat maupun arisan anggota, menjadi kesempatan untuk saling memberi motivasi dan saling memperkuat keanggotaan, dengan cara sebagai berikut:

1) Menjelaskan peran anggota pengurus terhadap BUMDesa

Setiap anggota pasti ingin mendapat pengakuan bahwa mereka berkontribusi terhadap pencapaian tujuan BUMDesa.Dengan Direktur membuat anggota bahwa tujuan BUMDesa adalah tujuan mereka, dan milik mereka, sehingga anggota berusaha untuk turut serta mewujudkannya.

2) Mengapresiasi kinerja anggota

Setiap ada peningkatan kinerja anggota, sekecil apapun hal positif atau peningkatan keterampilan yang telah diupayakan oleh anggota, maka, direktur memberikan apresiasi kepada anggota, dan memberikan kata-kata motivasi untuk terus semangat.

3) Mendorong anggota untuk terus belajar dan berkembang

Dierektur merangkul anggota sebagai teman dan saudara, dengan mendorong anggota untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan, dan tidak membandingkan anggota satu dengan yang lain, dan memberikan pandangan bahwa kelebihan dan kekurangan anggota dijadikan sebagai pembelajaran.

c. Berkomunikasi secara efektif91

Komunikasi merupakan strategi yang dilakukan oleh direktur BUMDesa, karna untuk memberikan motivasi atau agar motivasi tersebut sampai kepada anggota adalah dengan komunikasi yang efektif.komunikasi efektif adalah komunikasi yang memberikan pengaruh efek kepada orang yang menerima. Komunikasi yang baik dengan anggota sangat berpengaruh dalam upaya Direktur untuk menggerakkan anggotanya, seperti, anggota berubah sikapnya dalam bentuk lebih bertanggung jawab dalam bekerja.

91Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”, Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm. 7.

Komunikasi yang diterapkan adalah komunikasi yang medorong, komunikasi yang membujuk atau mengajak, komunikasi yang mencari jalan keluar bukan mencari kesalahan, komunikasi yang tidak penuh amarah, dan komunikasi berdasar fakta.Kemudian, bagian komunikasi yang baik dilakukan dalam hal lain, direktur berkunjung kerumah anggota, kunjungan dilakukan untuk menjaga hubungan sosial dengan anggota, karena dengan mengenal dan mengetahui kondisi anggota dapat memberikan direktur gambaran akan kepribadian dan karakter anggota.

4. Strategi Pengawasan

George R. Terry menjelaskan bahwa pengawasan merupakan usaha yang sistematis dalam menentukan apa yang telah dicapai yang mengarah pada penilaian kinerja dan pentingnya mengkoreksi atau mengukur kinerja yang didasarkan pada rencana-rencana yang di tetapkan sebelumnya.92

Metode dalam Pengawasan dapat di bagi menjadi dua, yaitu a. Pengawasan Langsung

Dalam melakukan kegiatan pengawasan terhadap anggota, Direktur BUMDesa “Semangat Pemuda” menggunakan metode pengawsan langsung, yang artinya Direktur melakukan kontrol pada waktu pekerjaan sedang berlangsung oleh bawahan.Direktur langsung datang kelapangan untuk memastikan bahwa laporan yang dibuat dan di

92Candra Wijaya., Dasar-Dasar Manajemen…, hlm. 46.

laporkan kepala unit benar adanya.misalkan untuk unit sewa molen, Direktur datang kelokasi proyek dimana molen itu di sewa, sehingga Direktur tau berapa hari dan dimana molen itu di pakai.

b. Pengawasan Tidak Langsung

Selain pengawasan langsung, Direktur juga menerapkan pengawasan tidak langsung.Dalam pengawasan tidak langsung ini berupa laporan lisan dan tertulis.Dalam pengawasan ini dilakukan dengan masing” kepala unit maupun pengurus, dengan membuat laporan berjalannya unit usaha dan kondisi unit usaha dan program lainnya, dan di laporkan pada saat peretemuan rapat satu kali dalam sebulan. kepala dan anggota setiap unit melaporkan bagaimana keadaan dan berjalannya unit yang di kelola, apakah berjalan dengan baik atau tidak, sehingga anggota unit lain juga bisa mendengarkan dan tahu keadaan semua unit.

Dan jika ada permasalahan dapat mencari jalan dan solusinya secara bersama.

Penelitian strategi pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda”

menggunakan teori pengelolaan dalam fungsi manajemen yang dikemukan oleh George Terry, yaitu meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan.Dengan hasil penelitian bahwa BUMDesa “”Semangat Pemuda” telah melaksanakan pengelolaan yang baik sehingga pengelolaan dapat berjalan dengan aktif, dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.Teori ini juga digunakan dalam penelitian Rifki Faisal Miftahul Zanah dan Jaka Sulaksana dengan judul pengaruh fungsi manajemen terhadap kepuasan kerja karyawan (suatu kasus di home industri Asri Rahayu di wilayah Majalengka).Dengan hasil penelitian, fungsi manajemen secara silmultan yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan sebesar 72,50%.

73

Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasan, maka peneliti dapat menyimpulkan, pada penelitian ini menggunakan teori yang diungkapkan oleh George Terry, bahwa terdapat empat fungsi manajemen yatu perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan.Dari hasil penelitian ini bahwa ke empat fungsi manajemen sudah diterapakan pada BUMDesa

‘ Semangat Pemuda”.

Strategi perencanaan yang ada di BUMDesa “Semangat Pemuda”

Desa Giri Sasak Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat, adalah dibuat berdasarkan pemikiran masyarakat dan anggota BUMDesa, kemudian di sepakati melalui musyawarah anggota dan musyawarah desa, dengan begitu rencana-rencana yang disepakati bersama masuk dalam program perencanaan BUMDesa.

Strategi pengorganisasian yang ada di BUMDesa “Semangat Pemuda”

Desa Giri Sasak Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat, adalahdengan membuat struktur pengoganisasian yang sudah di bentuk, masing-masing anggota memiliki tugas, wewenang, dan fungsinya berdasarkan bidangnya masing- masing. Dengan pengorganisasian maka akan memperjelas deskripsi kerja, pengukuran kerja dan pencapaian kerja.

Strategi penggerakkan yang ada di BUMDesa “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat, adalah dengan memberikan motivasi dengan komunikasi yang baik dan efektif kepada anggota, dengan ini komunikasi dan motivasi merupakan hal terpenting dalam manajemen BUMDesa “Semangat Pemuda”.

Strategi pengawasan yang ada di BUMDesa “Semangat Pemuda”

Desa Giri Sasak Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat, adalahdengan menggunakan metode dua metode yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian diatas, maka peneliti member saran yang dapat dijadikan masukan bagi BUMDesa

“Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, Kec. Kuripan, Kab. Lombok Barat agar dapat berjalan secara maksimal. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut:

1. Diharapkan kepada pemerintah Desa, untuk memberikan pelatihan administrasi kegiatan kepada anggota pengurus BUMDesa, guna untuk mempermudah pencatatan data anggota, mengelola data barang, data penjualan, data pinjaman, serta laporan-laporan kegiatan lainnya, sehingga tidak menggunakan cara manual lagi agar tertata rapi pada satu sistem.

2. Diharapkan kepada pengelola BUMDesa agar mampu membuat program- program usaha lainnya dengan memaksimalkan potensi desa yang

tersedia, serta agar terlaksanya manajemen secara optimal, tetentunya perlu ditingkatkan lagi sumber daya manusia yag handal didalamnya dan juga partisipasi masyarakat aktif didalamnya agar suatu program yang telah direncanakan itu bisa berjalan.

DAFTAR PUSTAKA

Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”, Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm.

Burhan Bungin.Metodologi Penelitian Social dan Ekonomi. (Jakarta: Kencana, 2013).

Candra Wijaya dan MuhammadRifa’ I.Dasar-Dasar Manajemen. (Medan: Perdana Publishing, 2016).

Ibrahim.Manajemen Badan Usaha Milik Desa.(Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018).

Indramayu.(Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2019).

Isnani Ayunia, “Manajemen Syariah”, dalam http://isnaniyunia.blogspot.com, diakses tanggal 5 Mei 2020, pukul 23.44.

Joko Purnomo. Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.(Yogyakarta:

Infest, 2016).

Jusnadi Akli Anwar, Wawancara,Badan Usaha Milik Desa Desa Giri Sasak ,11 Juli 2019.

Kadar Nurzaman,dkk. Manajemen Perusahaan. (Bandung: Pustaka Setia, 2014).

Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remajarosdakaria 2006).

Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen Berbasis Syariah,(Yogyakarta: Aswajasa Pressindo, 2012).

Muhammad Teguh. Metodologi Penelitian Ekonomi. (Jakarta: RajaGrafindo, 2005).

Meiliyanti, “Pengaruh Pengawasan Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Disipilin Kerja Pegawai Pada Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda”,Jurnal, Administrasi Bisnis, Vol. 5, Nomor 3, 2017.

Muhammad Nizar, “Prinsip-prinip Manajamen Syariah (Studi Pengembangan Koerasi Syariah Fatayat NU Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuran)”, Jurnal, Hukum Islam, Ekonomi dan Bisnis, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2018.

Munawaroh, “Analisis Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa Studi Kasus Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu”, (Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2019).

Noeng Muhadjir, Metodologi penelitian kualitatif, (Yogyakarta: Rakesarasin, 1996).

Robiyatul Adawiyah, Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berbasis Aspek Modal Sosial (Studi Kasus BUMDes Surya Sejahtera, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo), (Jurnal, Kebijakan dan Manajemen Publik,Vol 6, Nomor 3, September–Desember 2018).

Sedarmayanti.Manajemen Strategi. (Bandung: Refika Aditama, 2018).

Senja Nilasari. Manajemen Strategi. (Jakarta: Dunia Cerdas, 2014).

Sitti Maryam Bahri. Analisis Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Luwu Timur.(Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Makassar, 2017).

Sugiyono, Statistik untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010).

Sugiyono.Metode Penelitian Bisnis. (Bandung: Alfabeta, 2017).

Sugiyono.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: Alfabeta, 2014).

Suharyanto, dkk.Seri Buku Pintar BUM Desa : Pelembagaan BUM Desa.(Yogyakarta, 2014).

Sukmadianata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011).

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi II, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997).

Yeni Fajarwati. Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tanggerang.(Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, 2016).

Zainuddin Mustafa, Perilaku Organisasi, (Jakarta: Celebes Media Perkasa. 2018).

SEKRETARIAT BUMDesa “Semangat Pemuda”Desa Giri Sasak

Dalam dokumen Oleh NESI PURNAMASARI NIM 160203172 (Halaman 73-100)

Dokumen terkait