• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh NESI PURNAMASARI NIM 160203172

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Oleh NESI PURNAMASARI NIM 160203172"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)

i

Oleh

NESI PURNAMASARI NIM 160203172

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2020

(2)

ii

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram

Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh

NESI PURNAMASARI NIM 160203172

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2020

(3)
(4)
(5)
(6)

vii

   

        

     

        

   

    

       



  

   

  

 

 



  

    

  



“Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan kebaikan apapun yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala di sisi Allah. Sesungguhnya Allah maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. (Al-Quran:2:110)

(7)

viii

1. Untuk Kampusku tercinta, Almamaterku, “UIN Mataram” yang menjadi saksi perjuanganku.

2. Untuk kedua orang tuaku yang sangat aku cintai, ayahanda Sujirman dan ibunda Mustiani yang tidak pernah lelah memfasilitasi segala kebutuhanku, dan selalu memotivasi, memberikan kasih sayangnya dan mendo’ akan keberhasilan anak-anaknya. Terimakasih.

3. Untuk papuqtuanku H. Mahsun dan Hj. Huriah yang selalu mendukungku yang senantiasa mendoakanku setiap pergi menuntut ilmu ke kampus.

Terimakasi banyak.

4. Untuk sahabatku ajudan cumi-cumi Novia Sridewi dan Lili Sagita yang menemani suka duka perjalanan 4 tahun kuliah, yang selalu ada, Terimakasi sudah banyak membantuku.

5. Untuk sahabatku, suci, nisa, rika, maryam, yang selalu mensuport di belakang layar, yang menguatkan saat ingin menyerah hingga aku bisa menyelesaikan perkuliahan ini, terimakasi banyak

6. Untuk teman-teman seperjuanganku kelas E Ekonomi Syariah 2016, yang tidak pernah lupa untuk saling memotivasi.

(8)

ix

dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita (alam kebodohan) menuju alam yang terang benderang seperti sekarang ini dan juga kepada Keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya. Aamin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.

1. Bapak Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

2. Bapak Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag sebagai Pembimbing I dan Bapak Muh Baihaqi, SHI., MSI sebagai Pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi dengan keramahan dan koreksi, terus-menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya menjadikan skripsi ini lebih matang;

3. Bapak H. Bahrur Rosyid, M.M. sebagai ketua jurusan Ekonomi Syariah;

4. Drs. H. Abdullah Mustafa, MH. sebagai dosen wali;

5. Bapak Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mataram;

(9)

x

ilmu yang telah diajarkan dapat bermanfaat bagi penulis, masyarakat dan bangsa.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah Swt. dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semesta. Amin.

Mataram

Penulis,

Nesi Purnamsari NIM. 160203172

(10)

xi

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 7

F. Kerangka Teori ... 12

G. Metode Penelitian ... 27

H. Sistematika Pembahasan ... 37

BAB II PENGELOLAAN BUMDESA “SEMANGAT PEMUDA” DESA GIRI SASAK ... 39

A. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 39

B. Strategi Pengelolaan BUMDesa“Semangat Pemuda” DesaGiri Sasak Kec Kuripan Kab Lombok Barat... 49

BAB III ANALISIS STRATEGI PENGELOLAAN DAN PERKEMBANGAN UNIT USAHA BUMDESA ... 58

(11)

xii

B. Saran ... 73 DAFTAR PUSTAKA ... 75 LAMPIRAN ...

(12)

xiii

Tabel 2.5 Susunan Pengurus Organisasi Badan Usaha Milik Desa “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak

\

(13)

xiv

(14)

xv Oleh:

Nesi Purnamasari NIM 160203172

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan BUMDesa

“Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fungsi manajemen (pengelolaan) yang dikemukakan oleh (George R. Terry) yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Untuk menghindari kesalahan data di lapangan, maka diadakan uji keabsahan data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan triangulasi, dan diskusi teman sejawat.

Dalam penelitian ini diperoleh hasil BUMDesa “Semangat Pemuda” dalam pengelolaan yang baik, dari segi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. perencanaan kegiatan berdasarkan anggota BUMDesa dan masyarakat Desa, kemudian diputuskan melalui musyawarah anggota dan musyawarah Desa.

Pengorganisasian BUMDesa telah memiliki struktur dan tugas yang jelas untuk semua anggota pengurus dan sudah diatur dalam AD/ART. Penggerakkan dilakukan dengan cara Direktur menerapkan strategi komunikasi dan motivasi, serta dalam pengawasan BUMDesa dilakukan dengan metode pengawasan langsung dan tidak langsung.

Kata kunci : Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakkan, dan Pengawasan.

(15)

1

Pemerintah Desa sebagai level pemerintahan terendah, dalam era otonomi daerah memiliki kedudukan dan peran yang strategis dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.1Keuangan Desa yang didapatkan dari sumber pendapatan Desa haruslah dikelola dengan baik demi tercapainya pembangunan Desa.Mengalirnya dana Desa ke Desa mendorong pemerintah Desa beramai-ramai mengembangkan basis ekonomi di Desa.

Beberapa upaya langkah strategis yang dilakukan ialah antara lain dengan disahkannya Undang-undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa, pada tanggal 15 Januari 2014. Undang-undang ini mengatur tentang berdirinya lembaga Badan Unit Usaha MilikDesa (BUMDesa). Dalam bab X mengenai BUMDesa, bahwa Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang disebut dengan BUMDesa.

Dengan adanya lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) diharapkansebagai penggerak perekonomian Desa. BUMDesa didirikan dengan kesepakatan melalui musyawarah Desa yang ditetapkan dengan peraturan Desa.Tujuan pembentukan BUMDesa adalah untuk memperkuat kelembagaan

1Ibrahim, Manajemen Badan Usaha Milik Desa, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018), hlm. 1

(16)

perekonomian di Desa, dan sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dengan masyarakat Desa dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan mengelola potensi Desa untuk kesejahteraan rakyat.Hasil pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, pembangunan Desa, pemberdayaan masyarakat Desa, dan pemberian bantuan untuk masyarakat miskin melalui hibah dan bantuan sosial.2

Keberhasilan suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) tidak terlepas dari pola pengelolaan pengorganisasiannya, dalam hal ini diperlukan strategi pengelolaan yang harus digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).Strategi yaitu merupakan penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan atau organisasi dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut.3

Tujuan pengembangan organisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah untuk meningkatkan prestasi dan keefektifan kerja keseluruhan dari seluruh kelompok organisasi serta menciptakan kesehatan organisasi, memudahkan pemecahan masalah dalam pekerjaan dan meningkatkan mutu keputusan, mengadakan perubahan-perubahan yang efektif, meningkatkan keterlibatan dengan tujuan organisasi.4

2Ibid., hlm. 15.

3Senja Nilasari, Manajemen Strategi, (Jakarta: Dunia Cerdas: 2014), hlm. 3

4Ibrahim, Manajemen…, hlm. 16.

(17)

Desa Giri Sasak adalah Desa yang sudah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang didirikan pada tahun 2014, dinamakan BUMDesa

“Semangat Pemuda” dengan jumlah anggota hanya 3 orang, yang terdiri dari direktur, bendahara, dan sekretaris. Pada masa kepengurusan tersebut unit usaha BUMDesa hanya bisa berjalan selama 6 bulan, penyebab salah satunya adalah dikarenakan minimnya modal yang diberikan oleh Desa ke BUMDesa yaitu sejumlah Rp. 5.000.000, dan karena faktor pengurus yang sedikit.5

Sehingga unit usaha yang bisa dibentuk hanya satu unit usaha yaitu dibidang pertenakan bebek.Namun unit usaha tersebut mengalami kegagalan dalam pengelolaan dan dikarenakan sedikitnya modal dan pengurus, sehingga BUMDesa tidak bisa berjalan sesuai cita-cita Desa dan tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa.

Pada pertengahan 2017 dibentuklah pengurus-pengurus baru, dan kemudian kepengurusan baru itulah mencoba menalurkan cita-cita masyarakat Desa, apa yang ingin diraih oleh desa terkait dengan kebutuhan masyarakat Desa.

Pengurus baru tersebut dikukuhkan pada bulan Mei 2017, dan mulai berkegiatan pada bulan November 2017 dengan pengurus atau anggota yang berjumlah 11 orang.

5Jusnadi Akli Anwar, Wawancara,(Direktur BUMDesa Desa Giri Sasak), 11 Juli 2019.

(18)

Dana keseluruhan yang diperoleh oleh BUMDesa dari Desa adalah sejumlah Rp. 170.000.000, dengan dana yang cukup besar dimanfaatkan untuk kemajuan BUMDesa dan mengembangkan unit usaha. Jadi semenjak kepengurusan baru tersebut, maka manfaat BUMDesa sangat dirasakan oleh masyarakat Desa, dan terbukti perkembangan BUMDesa dari terbentuknya unit usaha yang sudah berjalan, seperti, unit usaha simpan pinjam, unit usaha perdagangan yang meliputi, usaha ATK, sewa molen, dan perdagangan beras.Dalam 2 tahun terakhir ini BUMDesa “ Semangat Pemuda” sudah mendapat keuntungan Rp.19.000.000.6

Lembaga akan berjalan sesuai tujuan, tergantung pada kepengurusan internal lembaga tersebut, jika kepengurusan internal sudah baik maka eksternal lembaga tersebut akan merasakan manfaatnya. Sama halnya dengan kepengurusan BUMDesa “Semangat Pemuda” pengelolaan yang baik yang dilakukan Direktur dengan pengurus anggota dapat membuat BUMDesa

“Semangat Pemuda” dapat menciptakan berbagai unit usaha sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa.

Hal ini yang memicu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada BUMDesa “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak.Kegiatan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana strategi pengelolaan, baik dari segi menjalankan pengelolaan (manajemen) yang diterapkan oleh kepengurusan baru tersebut,

6Jusnadi Akli Anwar, Wawancara,(Direktur BUMDesa Desa Giri Sasak), 11 Juli 2019.

(19)

dengan waktu yang tidak lama setelah pengukuhan kepengurusan baru BUMDesa “Semangat Pemuda” mengalami pergerakan yang aktifdan bisa berjalan dan memiliki berbagai macam unit usaha yang di bentuk. Oleh karena itu peneliti mengambil judul “Analisis Strategi Pengelolaan BUMDesa

“Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, Kecamatan, Kuripan, Kabupaten, Lombok Barat)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang maka ditetapkanlah rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana strategi pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui strategi pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda”

di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

1) Sebagai bahan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang teori-teori dan konsep-konsep yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya secara nyata

2) Dapat dijadikan sebagai bahan refrensi untuk penelitian selanjutnya

(20)

b. Manfaat praktis 1) Bagi Masyarakat

Dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai strategi pengelolaan BUMDesa, sehingga dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat

2) Bagi Pemerintah

Dapat dijadikan sebagai refrensi dan bahan evaluasi guna meningkatkan kinerja BUMDesa.

D. Ruang lingkup dan Setting Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menyadari adanya keterbatasan baik dari aspek pengetahuan, referensi, waktu, tenaga, maupun biaya.Oleh karena itu, dirasa perlu untuk membatasi ruang lingkup penelitian ini, sehingga peneliti hanya sebatas melakukan penelitian mengenai analisis strategi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Giri Sasak Kecamatan, Kuripan, Kabupaten, Lombok Barat.

Lokasi penelitian ini terletak di Desa Giri Sasak Kecamatan, Kuripan, Kabupaten, Lombok Baratyang menjadi salah satu lokasi berdirinyaLembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Peneliti memilih lokasi ini karena beberapa pertimbangan dan alasan, diantaranya:

(21)

1. Didasari oleh pertimbangan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Giri Sasak dengan kepengurusan pertamasebelumnya tidak aktif dan tidak bisa berjalan, namun dengan kepengurusan baru bisa berjalan dengan aktif.sehingga menarik untuk ditelitistrategi pengelolaan dalam kepengurusan baru.

2. Lokasinya berada di perbatasan antara Lombok Barat dan Lombok Tengah dan mudah dijangkau oleh peneliti

3. Alasan peneliti juga karena masalah yang diteliti belum pernah diangkat oleh peneliti lain dalam kajian dan lokasi yang sama.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka adalah penelusuran terhadap karya-karya terdahulu yang terkait guna menghindari duplikasi, plagiasi, repitisi, serta untuk menjamin keaslian dan keabsahan penelitian yang dilakukan.

Dalam kaitan ini peneliti menggali hal-hal apa yang sudah dikemukakan oleh para peneliti terdahulu, yang menjadi inspirasi peneliti yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan, antara lain :

(22)

1. Penelitian yang dilakukan oleh Yeni Fajarwati pada tahun 2016 dengan judul

“Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Pagedangan Kabupaten Tangerang”7

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasandalam penelitian tersebut peneliti mengungkapkan bahwa, implementasi program Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Pagedangan Kabupaten Tangerang, secara umum sudah berjalan dengan baik, dilihat dari berjalannya beberapa program utama BUMDesa, meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki seperti pengelolaan administratif yang belum terkelola dengan baik, sumber daya manusia yang masih kurang.

Adapun kesamaan penelitian yang ditulis oleh Yeni Fajarwati dengan penelitian ini adalah sama-sama merupakan penelitian kualitatif deskriptif, serta sama-sama meneliti mengenai Lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sedangkan letak perbedaannya ialah pada objek dan lokasi penelitian yangditeliti. Penelitian Yeni Fajarwati mengenai “Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Desa Pagedangan Kabupaten Tanggerang” penelitian yang ditulis Yeni Fajarwati ini juga lebih fokus pada implementasi program, Sedangkan yang penulis teliti mengenai

7Yeni Fajarwati, “Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tanggerang”, (Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, 2016).

(23)

”Analisis Strategi Pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, KecamatanKuripan, Kabupaten, Lombok Barat” yang lebih fokuspada menganalisis bagaimana strategipengelolaan yang dilakukan oleh anggota atau pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

2. Penelitian yangdilakukan oleh Munawaroh pada tahun 2019 dengan judul

“Analisis Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa Studi Kasus Desa MajasariKecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu)”8

Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasandalam penelitian tersebut peneliti mengungkapkan bahwa, kehadiran BUMDesa Majasari menjadi wadah masyarakat dan mampu memberdayakan masyarakat serta mengurangi pengangguran, hal tersebut dibuktikan dengan masyarakat diikutsertakan dalam peternakan dan masyarakat juga sering mendapatkan pelatihan membuat kue, abon, kripik pisang, kripik usus, bakso, dan hasil dari pelatihan tersebut akan dijual oleh masyarakat serta dipamerkan ketika balai desa ada acara, dalam menjual industri rumahan itu BUMDesa yang menjadi wadah dari mulai pelatihan sampai pemasaran, produk tersebut dipasarkan melalui offline dan online.

8Munawaroh, “Analisis Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa Studi Kasus Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu”, (Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2019).

(24)

Adapun kesamaan penelitian yang ditulis oleh Munawaroh dengan penelitian ini adalah sama-sama merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta sama-sama meneliti mengenai Lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sedangkan letak perbedaannya ialah pada objek dan lokasi penelitian yangditeliti. Penelitian Munawaroh mengenai

“Analisis Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa Studi Kasus Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu)”

penelitian yang ditulis Munawaroh ini juga lebih fokus pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui BUMDesa. Sedangkan yang penulis teliti mengenai ”Analisis Strategi PengelolaanBUMDesa “Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, KecamatanKuripan, Kabupaten, Lombok Barat” yang lebih fokuspada menganalisis bagaimana strategi pengelolaan yang dilakukan oleh anggota atau pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

3. Penelitian yang dilakukan oleh Sitti Maryam Bahri pada tahun 2017 dengan judul “Analisis Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Luwu Timur”9

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasandalam penelitian tersebut peneliti mengungkapkan bahwa, terbentuknya BUMDesa

9Sitti Maryam Bahri, “Analisis Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Luwu Timur”, (Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, Makassar, 2017).

(25)

di Kabupaten Luwu ini berdasarkan dan sesuai dengan undang-undang Desa No. 6 tahun 2014 pasal 90 bahwa pemerintah, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa mendorong perkembangan BUMDesa dengan: memberikan hibah dan akses permodalan, melakukan pendampingan teknis dan akses ke pasar, dan memprioritaskan BUMDesa dalam pengelolaan sumber daya alam di Desa.

Adapun kesamaan penelitian yang ditulis oleh Sitti Maryam Bahridengan penelitian ini adalah sama-sama merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta sama-sama meneliti mengenai Lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sedangkan letak perbedaannya ialah pada objek dan lokasi penelitian yangditeliti. Penelitian Sitti Maryam Bahri mengenai “Analisis Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Luwu Timur” penelitian yang ditulis Sitti Maryam Bahri ini juga lebih fokus padaanalisis pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Sedangkan yang penulis teliti mengenai “Analisis Strategi Pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, KecamatanKuripan, Kabupaten, Lombok Barat” yang lebih fokuspada menganalisis bagaimana strategi pengelolaan yang di lakukan oleh anggota atau pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

(26)

F. Kerangka Teori 1. Strategi

Strategi merupakan hal penting bagi berjalannya organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.Sebuah organisasi tentu memerlukan tujuan yang dapat dijadikan sebagai pengarah organisasi tersebut dalam beroperasi.“Menurut bahasa asal kata “strategi” turunan dari kata bahasa Yunani yaitu strategos yang berartikan rencana jangka panjang yang diikuti tindakanuntuk mencapai tujuan terentu.”10

Dari asal kata strategi tersebut, strategi merupakan awal perencanaan untuk tujuan jangka panjang organisasi. Tujuan jangka panjang yang dimaksud tersebut adalah tujuan yang ingin atau direncanakan untuk dicapai oleh organisasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun, dan tentunya strategi tersebut dapat berupa tindakan atau cara yang diputuskan oleh pimpinan organisasi dengan menggunakan banyak sumber daya organisasi.

Pembuat strategi adalah seorang pemimpin yang ada dalam organisasi yang merupakan orang yang sangat penting yang akan bertanggung jawab untuk keberhasilan ataupun kegagalan organisasi. Seorang pemimpin harus harus bisa dijadikan panutan, dan dapat membuat strategi untuk organsasiyang

10Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama,2018), hlm.2.

(27)

peka terhadap faktor dari dalam dan diluar lingkungan organisasi sehingga dapat diimplementasikan dan dapat di evaluasi.11

2. Pengelolaan (Manajemen)

Setelah ditetapkannya strategi, dalam menjalankan sebuah organisasi tentu harus adanya manajemen yang baik agar strategi tersebut dapat dijalankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.“Istilah manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengatur, mengurus, atau mengelola.”12Dari arti tersebut, manajemen mengandung unsur-unsur kegiatan yang bersifat pengelolaan organisasi yang mengatur, mengurus jalannya organisasi dengan kerjasama antara pimpinan organiasi dan dibantu anggota pengurus organisasi .

G.R. Terry mengatakan bahwa manajemen merupakan suatu proeses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.13

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan fungsi dari setiap pemimpin yang menggerakkan organisasi dengan kerjasama dengan anggota pengurus organiasi, dan memanfaatkan seumber daya manusia yaitu masyarakat, dan sumber daya alam yang berupa potensi yang ada dilingkungan organisasi dalam rangka mecapai tujuan yang

11Senja Nilasari, Manajemen Strategi, (Jakarta: Dunia Cerdas, 2014), hlm. 3.

12Sedarmayanti, Manajemen…, hlm. 1.

13Kadar Nurzaman,dkk., Manajemen Perusahaan, (Bandung: Pustaka Setia,2014), hlm. 16.

(28)

telah ditentukan bersama. Di dalam aktivitas manajemen menurut“George R.

Terry, theser four fundamental functions of management are (1) planning (2) organizing (3) actuating (4) controlling.”14Di dalam aktivitas manajemen ada empat fungsi yaitu : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

a. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan tindakan awal dari pelaksanaan manajemen yang baik pada setiap organisasi.Perencanaan adalah kegiatan, sedangkan rencana merupakan hasil perencanaan.Dalam membuat perencanaan yang baik, harus mampu melihat jauh ke depanuntuk tindakan yang akan kita lakukan, ini berarti kita telah memperkecil resiko yang mungkin timbul baik resiko kekeliruan maupun resiko kemungkinanan kegagalan.“Planning berasal dari kata plan, artinya rencana, rancangan, maksud, dan niat.Planning berarti perencanaan.”15 Perencanaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan usaha merumuskan program yang di dalamnya memuat segala sesuatu yang akan dilaksanakan, penentuan tujuan, kebijaksanaan, arah yang akan di tempuh, prosedur dan metode yang akan diikuti dalam usaha pencapaian tujuan organisasi.

14Candra Wijaya., Dasar-Dasar Manajemen,(Medan: Perdana Publishing, 2016), hlm. 26.

15Kadar Nurzaman,dkk.,Manajemen…, hlm. 121.

(29)

George R. Terrymengemukakan “planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulation of purposed activities, belive necessary to achieve desired results”.

Dapat diartikan bahwa perencanaan merupakan pemilihan fakta- fakta dan usaha menguhubungkan antara fakta yang satu dan fakta yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan untuk masa yang akan datang yang mungkin diperlukan untuk mencapai hasil yang di kehendaki. “George R. Terrymenjelaskan bahwa terdapat tiga unsur pokok dalam kegiatan perencanaan yaitu: Pengumpulan data, analisis fakta, dan penyusunan rencana yang konkrit.”16

Kemudian dalam tinjauan Perencanaan dalam persepsi manajemen syariah adalah suatu keniscayaan dan merupakan kegiatan awal dari suatu organisasi, instansi maupun bisnis, yang bertugas memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan sagar medapatkan hasil yang maksimal.Perencanaan merupakan suatu program, tidak hanya untuk mendapatkan kesuksesan di dunia, tetapi juga untuk meraih ridha Allah, atau kesuksesan di akhirat kelak sesuai dengan keyakinan agama Islam.

Perencanaan Dalam persepsi Islam sesuai dengan firman Allah:17

16Ibid., hlm. 27.

17Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen Berbasis Syariah,(Yogyakarta: Aswajasa Pressindo, 2012), hlm.145.

(30)





18(Q.S. Al-Hasyr; 18).

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Al-Hasyr; 18).19

Setiap pekerjaan, apakah itu proses kerja organisasi seperti instansi pemerintah, atau sosial akan selalu berhadapan dengan masalah, baik dalam bentuk keterbatasan sarana/prasarana dan fasilitas, sumber daya manusia, dana, dan waktu. Itu harus kita hadapi sebagai suatu keniscayaan, tantangan dalam kehidupan. Kita harus berani menghadapi tantangan tersebut, karna tantangan merupakan sunnatullah, dan menurut keyakinan Islam dibalik tantangan pasti ada kemudahan atau jalan keluar untuk mengatasinya, sebagaimana yang dimaksud firman Allah dalam Al-Qur’ an berikut ini :



(QS. Al-Insyirah: 5-6).20

Artinya:“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” 21

Seorang pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang dapat mengatasi masalah yang ia hadapi, ia menghadapi masalah itu dengan

18Q.S. Al-Hasyr [59]: 18

19Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen…, hlm.145.

20QS. Al-Insyirah [94] : 5-6

21Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen…, hlm.146.

(31)

membaliknya menjadi peluang, terus berjuang menyelesaikan masalahnya satu demi satu dan ia tidak pernah putus asa.

b. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses menghubungkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi tertentu dan menyatupadukan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Dalam proses pengorganisasian dilakukan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara terperinci berdasarkan bagian dan bidangnya masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.22

George R. Terry, menjelaskan, organizing is the establishing of effective behavioral relationship among persons, so they may work together efficiently and gain personal satisfaction in doing selected task under given environmental conitions for the purpose of achieving some goal or objective.23

Pendapat diatas memberikan pengertian bahwa pengorganisasian merupakan usaha penciptaan hubungan tugas yang jelas antara personalia, sehingga dengan demikian setiap orang dapat bekerja sama dalam kondisi yang baik untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Menurut George R. Terry, Kegiatan-kegiatan pengorganisasian, meliputi:

1). Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas operasional ke dalam unit- unit yang saling berkaitan

22Kadar Nurzaman, dkk, Manajemen...,hlm. 132.

23Candra Wijaya., Dasar-Dasar Manajemen…, hlm. 40.

(32)

2). Memilih dan menempatkan anggota dalam bidang yang sesuai

3).Menyesuaikan wewenang dan tugas bagi setiap anggota.24

Organisasi dapat diartikan sebagai interaksi antara orang-orang yang ada dalam suatu wadah untuk melakukan sesuatu atau berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.dengan demikian dapat diketahui indikator adanya suatu organisasi adalah ada orang-orang yang bekerja sama, ada kegiatan pekerjaan yang dilakukan bersama/terkoordinir, dan ada tujuan bersama yang ingin dicapai.25

Pengorganisasian yang baik tentu adanya struktur organisasi yang dibentuk.Struktur organisasi sangat diperlukan dalam manajemen yang mengelola organisasi apapun.Struktur organisasi mencerminkan pengalokasian tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing orang yang ada dalam suatu organisasi. Gambaran organisasi dalam manajemen syariah terdapat dalam firman Allah SWT berikut ini:







(QS. An’ am: 165)26

24Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”,Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm. 6.

25Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen…, hlm. 177.

26QS. An’ am [6] : 165

(33)

Artinya : “Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan- Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”27 Dalam ayat tersebut dikatakan Allah meninggikan seseorang diantara yang lain beberpa derajat. Ini artinya untuk kehidupan dunipaun manusia yang satu dengan yang lain yang tidak sama. Dengan demikian sesungguhnya struktur dalam organisasi bersifat sunnatullah. Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa kelebihan yang diberikan itu merupakan ujian dari Allah bagi mereka yang menduduki struktur tersebut, dan digunakan untuk apa kedudukannya dalam struktur tersebut.28

c. Penggerakan (Actuating)

Actuating adalah kegiatan yang menggerakkan dan megusahakan agar semua anggota melakukan tugas dan kewajibannya. Para anggotasesuai dengan keahlian dan proporsinya melaksanakan rencana dalam aktivitas konkrit yang diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan, dengan selalu mengadakan komunikasi, saling memberi motivasi, melaksanakan perintah dan instruksi serta mengadakan serta mengadakan supervise dengan meningkatkan sikap dan moral setiap karyawan.29

27Ma’ ruf Abdullah.,Manajemen…, hlm. 181.

28Ibid., hlm. 182.

29Kadar Nurzaman, dkk, Manajemen...,hlm. 137.

(34)

Menurut George R. Terry, penggerakan adalah tindakan atau kegiatan yang di lakukan oleh seorang manajer untuk membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian.

Kegiatan dalam pengarahan seorang manajer kepada anggotanya, meliputi:

1). Melakukan partisipasi terhadap keputusan, tindakan dan perbuatan

2). Memotivasi anggota

3). Berkomunikasi secara efektif30

Fungsi penggerakan merupakan usaha yang berkaitan dengan segala sesuatu agar seluruh anggota organisasi atau lembaga dapat melaksanakan bagian pekerjaanya dan bekerja sama untuk mencapai tujuannya. Dalam menjalankan fungsi pengarahan, pimpinan perusahaan haruslah mengembangkan kemahiran untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Kualitas kepemimpinan yang tinggi sangat diperlukan agar

30Awaluddin dan Hendra, “Fungsi Manajemen dalam Pengadaan Infrastruktur Pertanian Masyarakat di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala”,Jurnal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadaluko Indonesia, Vol. 2, Nomor. 1, 2018.hlm. 7.

(35)

setiap pegawai dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.31





(QS. An-Nahl: 125)32 Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”33 Dari ayat diatas menjelaskan bahwa dalam menjalankan fungsi pengarahannya, pimpinan perusahaan diharapkan mampu untuk membuat perintah, memotivasi pegawainya dan menegur setiap kesalahan yang dilakukan dengan cara yang baik dan mendidik.

d. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan tindakan terakhir yang dilakukan para manajer pada suatu organisasi. Pengawasan (controlling) merupakan proses pengamatan atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi

31Muhammad Nizar, “Prinsip-prinip Manajamen Syariah (Studi Pengembangan Koerasi Syariah Fatayat NU Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuran)”, Jurnal, Hukum Islam, Ekonomi dan Bisnis, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2018. hlm. 119.

32QS. An-Nahl [16]: 125

33Muhammad Nizar, “Prinsip-prinip Manajamen Syariah (Studi Pengembangan Koerasi Syariah Fatayat NU Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuran)”, Jurnal, Hukum Islam, Ekonomi dan Bisnis, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2018. hlm. 120.

(36)

untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

“Pengawasan adalah satu kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan mencapai hasil yang dikehendaki.”34Dengan pengawasan diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat dihindari sehingga tujuan dapat tercapai.Apa yang direncanakan dan dijalankan dengan benar sesuai hasil musyawarah dan pendayagunaan sumber daya material akan mendukung terwujudnya tujuan organisasi.

Proses pengawasan yang akan menjamin standar bagi pencapaian tujuan, tentang hal ini Terry menjelaskan “controlling is determining what is being accomplish, that evaluating performance anda, if necessary applying corrective, measures so performance takes according to plans”.35

Pendapat ini mengandung pengertian bahwa pengawasan merupakan usaha yang sistematis dalam menentukan apa yang telah dicapai yang mengarah pada penilaian kinerja dan pentingnya mengkoreksi atau mengukur kinerja yang didasarkan pada rencana-rencana yang ditetapkan sebelumnya.

Pengawasan terdiri dari, penelitian terhadap hasil kerja sesuai dengan rencana/program kerja, pelaporan serta evaluasi hasil kerja, dan

34Kadar Nurzaman, dkk, Manajemen...,hlm. 135.

35Candra Wijaya., Dasar-Dasar Manajemen…, hlm. 46.

(37)

pendataan berbagai masalah. Metode dalam Pengawasan dapat di bagi menjadi tiga, yaitu :

(1) Pengawasan langsung

Pengawasan langsung adalah metode pengawasan yang dilakukan pimpinan untuk melakukan kontrol pada waktu pekerjaan sedang berlangsung oleh bawahan.Pimpinan organisasi melakukan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedamg dijalankan oleh para bawahan. Pengawasan langsung ini dapat berbentuk :

a) Inspeksi langsung

Kegiatan untuk melihat atau memeriksa secara langsung di tempat pekerjaan

b) Observasi ditempat

Pengamatan dengan cara melihat sendiri bagaimana anggota menyelenggarkan kegiatan-kegiatan dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan

c) Laporan ditempat

Tentang kegiatan, laporan tentang tugas yang baru diberikan oleh pimpinan apakah telah selesai dikerjakan atau belum.36

36Meiliyanti, “Pengaruh Pengawasan Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Disipilin Kerja Pegawai Pada Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda”, Jurnal, Administrasi Bisnis, Vol. 5, Nomor 3, 2017. hlm. 734.

(38)

(2) Pengawasan tidak langsung

Pengawasan tidak langung adalah pengawasan yang dilakukan dari jarak jauh, pengawasan ini dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahannya untuk melaporkan hal-hal yang bersifat positif maupun bersifat negatif. Laporan tidak langsung dapat berupa :

a). Laporan Lisan

Pengawasan ini dilakukan dengan cara kedua pihak aktif, bawahan memberikan laporan lisan tentang hasil pekerjaanya dan atasan dapat bertanya lebih lanjut untuk memperoleh fakta-fakta yang diperlakukan.

b). Laporan Tertulis

Laporan tertulis merupakan suatu pertanggungjawaban bawahan kepada atasannya mengenai pekerjaan yang dilaksanakan, sesuai instruksi dan tugas-tugas yang diberikan atasan kepadanya.37 3. Badan Usaha Milik Desa

a. Pengertian BUMDesa

37Meiliyanti, “Pengaruh Pengawasan Langsung dan Tidak Langsung Terhadap Disipilin Kerja Pegawai Pada Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda”, Jurnal, Administrasi Bisnis, Vol. 5, Nomor 3, 2017. hlm. 734.

(39)

Badan Usaha Milik Desa adalah badan usaha yang ada di desa yang dibentuk oleh pemerintah desa dan masyarakat.BUMDesa harus menjadi instrument gerakan ekonomi maasyarakat yang mendayagunakan potensi dan aset lokal yang dimiliki. Dengan kata lain, BUMDesa merupakan bentuk kelembagaan desa yang memiliki kegiatan usaha ekonomi atau bisnis untuk memperoleh manfaat yang berguna demi kesejahteraan masyarakat desa.38

BUMDesa dalam kegiatannya tidak hanya berorientasi pada keuntungn keuangan, tetapi juga berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.BUMDesa diharapkan dapat mengembangkan unit usaha dalam mendayagunkan potensi ekonomi.Keterlibatan pemerintah desa sebagai penyertaan modal terbesar BUMDesa atau sebagai pendiri bersama masyarakat mampu memenuhi pelayanan kepada masyarakat, yang diwujudkan melalui potensi proteksi (perlindungan) atas intervensi yang merugikan dari pihak ketiga (baik dalam maupun luar desa).39

BUMDesa hadir sebagai wadah untuk mengorganisasi rakyat desa dan meningkatkan semangat mereka dalam memperkuat dan mengembangkan ekonomi.BUMDesa dapat dijadikan sarana berbagi bagi

40Joko Purnomo, Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa, (Yogyakarta: Infest, 2016), hlm. 1.

39Ibid., hlm. 3.

(40)

kelompok masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sekaligus membahas strategi pengembangan pemasarannya.Sehingga masyarakat mampu menggali potensi-potensi baik sumber daya manusia dan sumber daya alamnya serta mengembangkan jaringan untuk menjalin koneksi dalam menggerakkan perekonomian rakyat desa.Pendirian dan pengelolaan BUMDesa merupakan perwujudan dari ekonomi produktif dan/atau pelayanan umum.40

b. Kepengurusan organisasi BUMDesa

Pengelola BUMDesa tidak boleh dari unsur pemerintahan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga pembangunan masyarakat desa, hal ini untuk menghindari adanya kepentingan dengan memanfaatkan jabatan dalam pemerintahan desa. Kecuali untuk jabatan penasehat akan dijabat oleh kepala desa.

Pengelola BUMDesa harus netral dan professional dalam bekerja.Tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Pengelola BUMDesa harus transparan dan mempertanggung jawabkan kepada pemerintah desa dan masyarakat desa apa yang telah dikerjakan. Kinerja pengelola BUMDesa harus di evaluasi kinerjanya, untuk melihat sejauh mana kinerja mereka dalam

40Ibid., hlm. 5.

(41)

mengembangkan BUMDesa.Evaluasi ini dapat dijadikan dasar apakah pengelola BUMDesa layak untuk dipertahankan atau tidak.41

c. Klasifikasi jenis usaha BUMDesa

BUMDesa dalam menyusun rencana kerjanya perlu memperhatikan inovasi-novasi yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang berkembang di masyarakat. Usaha BUMDesa dengan permendesa PDTT No.4 Tahun 2015 yaitu :Bisnis Sosial (Social Bussines), Penyewaan (Renting), Perantara (Brokering), Berdagang (Trading), Bisnis Keuangan (Financial Bussines), Usaha Bersama.42

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Metodologi penelitian merupakan cara ilmiah (rasional, empiris, sistematis) untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Dimana rasional diartikan sebagai kegiatan penelitian dilakukan dengan cara- cara yang masuk akal, sehingga dapat di jangkau oleh nalar manusia. Empiris artinya cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indra manusia, sehingga nantinya orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang

41Ibid., hlm. 16.

42Ibid., hlm. 21.

(42)

digunakan. Sistematis artinya proses penelitian itu menggunakan langkah- langkah tertentu yang bersifat logis dan terstruktur.43

Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat dekriptif. Pendekatan kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan deskripsi yang berupa kata-kata tertulis atau pernyataan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya (alamiah).44 Bersifat deskriptif artinya bersifat menggambarkan atau mendeskripsikan apa yang terjadi pada objek yang diteliti.45Penggunaan pendekatan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dalam penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang diteliti yakni mengenai bagaimana strategi pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak dibutuhkan karena peneliti sendiri yang akan menjadi key instrument atau lebih dikenal dengan sebutan instrument kunci, yang dimana peneliti akan menjadi pengumpul data yang utama. Usaha mengungkap data dan memahami makna dibalik kenyataan yang ada dilakukan dengan masuk pada sumber langsung dari data.Peneliti kualitatif berusaha berinteraksi dengan subjek penelitiannya

43Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm. 2-3.

44Sukmadianata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 60.

45Sugiyono, Metode...,hlm. 6.

(43)

yakni responden secara alamiah, tidak menonjol, dan dengan cara yang tidak memaksa.

Untuk memperoleh data, peneliti akan mengadakan pengamatan dan terlibat secara langsung dengan subjek sehingga terjalin komunikasi dan hubungan yang akrab, hubungan yang dibangun didasarkan pada saling kepercayaan, dan bekerja sama untuk saling bertukar informasimengenai data- data yang dibutuhkan tentang strategi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

3. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti memilihDesa Giri Sasak Kecamatan, Kuripan, Kabupaten Lombok Barat sebagai lokasi penelitian, karena Desa Giri Sasak Kecamatan, Kuripan, Kabupaten, Lombok Barat yang menjadi salah satu lokasi berdirinya Lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), Lokasinya berada di perbatasan antara Lombok Barat dan Lombok Tengah dan mudah dijangkau oleh peneliti, dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebelumnya tidak berjalan dan berkembang, namun seiring berjalannya waktu mampu bangkit dan berkembang sampai sekarang.

4. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

(44)

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif:

1). Data kualitatif, adalah jenis data yang disajikan dalam betuk kata verbal bukan dalam bentuk angka.46Yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu strategi pengelolaan, sejarah singkat berdirinya Desa dan BUMDesa, letak geografis, dan struktur organisasi.

2). Data kuantitatif, adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka.47Dalam penelitian ini data kuantitatif adalah jumlah anggota, jumlah masyarakat, dan jumlah sarana dan prasana.

b. Sumber data

Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data diperoleh.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.Data primer adalah jenis data yang dapat diperoleh dari sumber utama di lapangan. Sedangkan data

46Noeng Muhadjir, Metodologi penelitian kualitatif, (Yogyakarta: Rakesarasin, 1996), hlm. 2.

47Sugiyono, Statistik untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 15.

(45)

sekunder dapat diperoleh melalui laporan-laporan dari Lembaga, buku- buku profil, literatur, majalah-majalah, dan media surat kabar.48

Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah Direktur BUMDesa, dan anggota BUMDesa.dan yang menjadi sumber data sekunder adalah dokumen-dokumen yang relevan, sedangkan data yang dikumpulkan adalah data berupa profil BUMDesa, profil Desa, dan data jumlah unit usaha BUMDesa, peneliti juga berusaha mendapatkan data atau informasi dan dokumen-dokumen yang relevan.

5. Prosedur Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.49Dalam suatu penelitian, metode atau teknik pengumpulan data sangat diperlukan guna memperoleh data atau informasi.Dalam penelitian ini, peneliti akanmenggunakan beberapa metode untuk memperoleh informasi yaitu wawancara, dan dokumentasi.

a. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui percakapan dan

48Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, (Jakarta: RajaGrafindo, 2005), hlm. 122.

49Sugiyono, Metodologi...,hlm. 455.

(46)

saling bertatap muka dengan orang yang memberikan keterangan kepada peneliti.Menurut Sugiyono mengemukakan ada dua macam wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif.

Sedangkan wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yangtelah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.50

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas.Maksudnya, dalam melakukan wawancara peneliti bebas menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian dan tidak berpedoman pada pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

Adapun informan yang akan peneliti jadikan sumber informasi adalah Direktur BUMDesa dan Anggota BUMDesa, dengan jumlah 8 informan dari pengurus BUMDesa. Dengan data yang ingin diperoleh oleh

50Ibid., hlm. 138-140

(47)

peneliti yaitu data yang benar-benar menjelaskan tentang strategi pengelolaan BUMDesa.

b. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya.Hasil penelitian dari observasi atau wawancaraakan lebih dipercaya jika didukung oleh sejarah pribadi seseorang, sekolah, tempat kerja, di masyarakat atau autobiografi, foto- foto, karya tulis akademik atau seni yang telah ada.51

Adapun dokumentasi yang akan peneliti dapatkan adalah dokumentasi untuk melengkapi data-data yang diperoleh melalui wawancara. Selain itu juga dimaksudkan untuk mengetahui profil BUMDesa dan Desa, struktur BUMDesa“Semangat Pemuda” di Desa Giri Sasak.

6. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang didapatkan baik itu dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengelompokkan data sesuai kategori, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa dan menyusunnya, kemudian memilih mana yang penting untuk dipelajari agar dapat membuat

51Sugiyono, Metodologi…, hlm. 476.

(48)

kesimpulan dengan mudah dipahami.52Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan analisis data model Milles dan Huberman yang dilakukan secara interaktif dan terus menerus. Yang mencakup tiga kegiatan utama, yaitu:

a. Reduksi Data

Semakin lama peneliti ke lapangan semakin beragam pula data yang didapatkan, oleh karena itu perlu dilakukan analisis melalui reduksi data artinya merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskannya pada hal-hal yang penting dan membuang yang tidak penting, lalu mencari tema dan pola untuk memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya bila dibutuhkan.53

b. Display Data (Penyajian Data)

Langkah selanjutnya adalah mendisplay data.Dalam penelitian kualitatif, penyajiannya dapat berupa uraian, narasi singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya.54 Dengan mendisplay data maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi, dan dapat merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono menyatakan

52Ibid.,hlm. 482.

53Ibid.,hlm. 485.

54Ibid.,hlm. 488.

(49)

“yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif singkat.”55

c. Penarikan Kesimpulan(Verification)

Adalah penarikan kesimpulan, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti- bukti kuat yang mendukung ditahap pengumpulan data selanjutnya.

Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, mungkin juga tidak, karena rumusan masalah dan masalah masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada dilapangan.56

Kesimpulan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.Temuan juga dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih samar-samar dan setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian, sering ditekankan pada uji validasi dan reliabilitas.Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.Sedangkan reabilitas menurut Susan Stainback

55Ibid., hlm. 489

56Ibid., hlm. 492

(50)

dalam Sugiyono “reabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan”.Dalam penelitian kualitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliable yang diuji validitas dan reliabelnya adalah datanya. Jadi usaha-usaha yang dilakukan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi.57

a. Triangulasi

Menurut Wiliam Wiersma dalam Sugiyono mengartikan bahwa

“pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.” Dimana dalam triangulasi sumber untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diproleh melalui beberapa sumber. Selanjutnya data triangulasi teknik untuk menguji kreadibilitasnya dengan cara mengecek data dengan sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Kemudian triangulasi waktu untuk mengecek kreadibilitasnya dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.58

Dalam penelitian ini akan menggunakan triangulasi waktu, yang dimana peneliti akan mengecek data yang telah diperoleh melalui waktu yang berbeda. Untuk kebenaran data dari pihak pengelola BUMDesa

57Ibid.,hlm. 509-512.

58Ibid., hlm. 518-520.

(51)

mengenai strategi pengelolaaan dan perkembangan unit usaha BUMDesa.

b. Menggunakan Bahan Referensi

Dengan menggunakan bahan refrensi akan semakin memperkuat dan untuk mendukung kredibilitas data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam laporan penelitian, data-data yang dikemukakan perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara, foto-foto atau dokumen autentik, agar dapat lebih dipercaya.59Referensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari bahan dokumentasi, catatan yang tersimpan, dan buku-buku serta jurnal yang ada kaitannya dengan permasalahan dalam penelitian.

c. Diskusi Teman Sejawat

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan- rekan sejawat. Berdiskusi dengan teman sejawat akan memberikan kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dari pikiran peneliti.60

H. Sistematika Pembahasan

59Ibid., hlm. 521.

60Lexy J. Moleong,Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remajarosdakaria 2006), hlm.

332.

(52)

Hasil penelitian disusun dalam format empat BAB untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai apa yang akan penulis uraikan dalam penelitian ini.

Bab I merupakan pendahuluan yang memuat permasalahan yang akan diteliti, pendahuluan terdiri dari uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab IIdiuraikan tentang paparan data dan temuan penelitian yang ditemukan di lapangan. Adapun temuan dari data tersebut antara lain tentang, profil Desa dan BUMDesa, Struktur BUMDesa, dan Strategi pengelolaan dandata perekembangan unit usaha BUMDesa.

Bab IIIberisi tentang pembahasan yang merupakan inti dari penelitian ini.Peneliti menguraikan tentang pembahasan hasil jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang disebut ruang lingkup penelitian yaitu menganalisis bagaimana strategi pengelolaan BUMDesa “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Bab IV menguraikan tentang penutup yang didalamnya memaparkan kesimpulan penelitian yang bersumber dari pembahasan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diuraikan di ruang lingkup penelitian pada

(53)

bagian penutup dan saran dari hasil analisis data yang berkaitan dengan penelitian.

(54)

40 A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Sejarah Desa Giri Sasak

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berlandaskan atas pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa Desa Giri Sasak berdiri dan ada karena kebutuhan akan adanya tatanan pemerintahan otonom ditingkatan desa. Desa Giri Sasak tergolong desa hasil pemekaran dari desa Kuripan Selatan yang terletak diwilayah Selatan Lombok Barat yang berbatasanlangsungdengan Lombok Tengah.

Desa Giri Sasak merupakan salah satu darienam desa yang ada di kecamatan Kuripan yaitu desa Kuripan Induk, Kuripan Selatan,KuripanUtara,KuripanJagaragadanDesaKuripan Timur. Desa ini terbentuk/mekar secara legal hukum formal pada tanggal 19 Februari 2015 pada masa kepemimpinan Dr. H. ZainiAroniM.Pdselaku Bupati Lombok Barat.61

61Dokumentasi, Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

(55)

Pada periode awal persiapannya, kepemimpinan desa Giri Sasak dijabat oleh seorang PJs yaitu Lukman yang pertama berkantor di PasarGiriSasak yang bertempat di Perendekan Selatan.Hal ini dikarenakan desa belum memiliki kantor permanen sebagai sarana aktifitas tetap. Namun seiring waktu dan sesuai dengan peraturan daerah yang mengharuskan desa persiapan harus memiliki kantor desa sendiri, maka dalam kurun waktu Sembilan bulan setelah berdirinya desa Giri Sasak berhasil membangun kantor desanya sendiri yang luasnya 11m x14 m.

Kondisi sosial ekonomi di Desa Giri Sasak mempunyai warna yang beraneka ragam, namun lebih banyak didominasi oleh tingkat kemiskinan yang mencapai 80% dari jumlah penduduk yang ada.Mata pencarian pokok yang menjadi sumber pendapatan penduduk adalah petani, peternak, pedagang dan buruh (terpaksa harus pergi merantau kedaerah lain seperti Bali, Sumbawa dan Kalimantan atau keluar negeri seperti Malaysia dan Saudi Arabia).62

2. Profil Desa

Desa Giri Sasak merupakan salah asatu desa dari enam desa yang ada di Kecamatan Kuripan yang berjarak 4 km dari pemerintahan kecamatan kuripan dan 7 km dari Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat. Desa Giri Sasak merupakan desa pemekaran dari desa Kuripan Selatan pada tahun 2010, dengan luas wilayah + 321,33 Ha.

62Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

(56)

a. Batas Wilayah

1) Sebelah Utara : DesaKuripan Selatan

2) Sebelah Barat : Desa Tempos & Banyu Urip

3) SebelahTimur : Desa Labulia Kabupaten Lombok Tengah 4) Sebelah Selatan : Desa Ranggagata Kabupaten Lombok Tengah63 b. Dusun Desa Giri Sasak

Desa Giri Sasak memiliki 5 Dusun & 1 DusunPersiapan yaitu:

1) DusunPerendekan Utara 2) DusunPerendekan Selatan 3) DusunLendangSedi 4) DusunBuntage, dan 5) DusunTanakPotek

6) DusunPersiapanMotosioBerobot64 c. Jumlah Penduduk Desa Giri Sasak

Jumlah penduduk Desa Giri Sasak sampai tahun 2018 adalah 5.267.000 jiwa. Terdiri dari penduduk laki-laki 2481 jiwa dan penduduk perempuan 2786 jiwa dengan jumlah kepala Keluarga 1434 KK yang tersebar di 5 (lima) dusun yakni:

63Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

64Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

(57)

Tabel 2.1

Daftar Jumlah Penduduk di Desa Giri Sasak65 NO DUSUN JUMLAH

KK

PENDUDUK LAKI-LAKI

PENDUDUK PEREMPUAN

JUMLAH JIWA 1 PERENDEKAN

UTARA

214 380 412 792

2 PERENDEKAN SELATAN

512 903 1012 1915

3 LENDANG SEDI

325 566 632 1198

4 BUNTAGE 268 450 527 977

5 TANAK POTEK

115 182 203 385

JUMLAH 1434 2481 2786 5267

d. Keagamaan

Penduduk Desa Giri Sasak 100 % Beragama Islam,dan memiliki sarana Peribadatan (Masjid) yang semuanya berada di setiap Dusun :

1) Masjid Jami’ Hidayatul Islam di Dusun Perendekan Selatan 2) Masjid Baiturrahim di Dusun Perendekan Utara

3) Masjid ainulyaqin di Dusun Lendang Sedi

65Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

(58)

4) Masjid Nurul Iman di Dusun Buntage

5) Masjid Nurul Karomah di Dusun Tanak Potek

Serta terdapat beberapa mushalla/langgar di semua Dusun, di samping keberadaan sarana peribadatan tersebut di Desa Giri Sasak juga memiliki SPDT yang berada di dusun Buntage.66

e. Pendidikan

Tabel 2.2

Daftar Jumlah Lembaga Pendidikan Desa Giri Sasak67 NO NAMA LEMBAGA DUSUN KETERANGAN

1 PAUD SALSABILA BUNTAGE AKTIF

2 PAUD BATU

KELAMBU

PERENDEKAN SELATAN

AKTIF

3 PAUD ASSALAM TANAK

POTEK

AKTIF 4 RA NASRULHABIB BUNTAGE AKTIF 5 PAUD NURUL

KAROMAH

TANAK POTEK

AKTIF

f. Bidang Kesehatan

Tabel 2.3

Daftar Jumlah Sarana Kesehatan Desa Giri Sasak68

NO SARANA KESEHATAN JUMLAH KETERANGAN

66Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

67Ibid.,Profil Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

68Ibid.,Profil, Desa Giri Sasak, 4 Februari 2020.

Gambar

Tabel 2.5 Susunan  Pengurus    Organisasi  Badan  Usaha  Milik  Desa  “Semangat Pemuda” Desa Giri Sasak

Referensi

Dokumen terkait

Al and Cu doping resulted in lowered crystal size (D), average surface roughness, and transmittance, as well as heightened lattice strain () and dislocation density (ρ)..

BUMDes adalah suatu bentuk partisipasi masyarakat secara keseluruhan yang didirikan berdasarkan Peraturan Desa tentang Pendirian BUMDesa. BUMDes didirikan pula atas pertimbangan