Lingkungan Internal dan Eksternal)
A. Analisis SWOT
Menentukan tujuan, sasaran, dan strategi-strategi yang akan diambil diperlukan suatu analisa mendalam dan menyeluruh mengenai lingkungan organisasi. Lingkungan tersebut adalah :
a. Lingkungan eksternal ( Lingkungan luar organisasi )
Lingkungan eksternal adalah kekuatan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi perusahaan tetapi perusahaan tidak mempunyai daya untuk mengendalikannya. Menurut Hitt (2005), lingkungan umum merupakan sekumpulan elemen masyarakat yang lebih luas sehingga mampu mempengaruhi suatu industri dan perusahaan yang ada di dalamnya.
b. Lingkungan Internal ( Lingkungan di dalam organisasi )
Lingkungan internal merupakan hal-hal yang bisa dikendalikan perusahaan. Lingkungan internal inilah perusahaan harus bisa membaca kekuatan dan kelemahan, sehingga bisa digunakan sebagai daya saing dalam memasuki pasar. Kemampuan perushaan dalam membaca analisis terhadap lingkungan internal, menjadi faktor determinan yang mampu
162 | A n a l i s i s S W O T menciptakan keunggulan dibandingkan para kompetitornya. Hal-hal yang bisa dimasukkan dalam lingkungan internal ini meliputi manajemen dan struktur organisasi, kebijakan organisasi, sumber daya keuangan, sumber daya manusia, sikap dan perilaku karyawan.
Lingkungan adalah salah satu faktor terpenting untuk menunjang keberhasilan organisasi dalam persaingan. Berpuluh-puluh kegagalan dalam bisnis disebabkan karena kegagalan memahami dan mengidentifikasikan secara benar lingkungan dimana perusahaan bersaing. Misi, visi, goals, objektif, kebijakan strategi dan informasi mengenai lingkungan perlu dianalisis oleh mereka yang terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi rumah sakit/puskesmas secara terus menerus.
Dari hasil pemantauan ini, diharapkan manajer rumah sakit tersebut mampu menentukan posisi Rumah Sakit/Puskesmas dalam peta persaingan yang ada. Berdasarkan posisi tersebut, selanjutnya pada manajer diharapkan mampu menentukan SWOT yang dihadapi oleh Rumah Sakit/Puskesmas pada saat ini maupun yang akan datang, untuk kemudian harus diputuskan ke arah mana Rumah Sakit/PKM akan dibawah dan tindakan-tindakan apa yang perlu diidentifikasi pada jenjang single-business ataupun jenjang multiple business.
163 | A n a l i s i s S W O T Apabila Rumah Sakit/Puskesmas menginginkan suatu kesuksesan.
Proses untuk itu tentunya tidak sederhana dan tidak ada solusi yang sederhana pula.
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats).
Langkah 1 untuk analisis SWOT adalah melakukan analisis eksternal.
Dalam hal ini, Rumah Sakit/Puskesmas adalah sebuah organisasi mikro yang dipengaruhi oleh keadaan makro. Tujuan yang ingin dicapai adalah
;
1. Memahami latar belakang analisis eksternal untuk keperluan identifikasi SWOT ( Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats ) 2. Melakukan analisis eksternal Rumah Sakit/Puskesmas.
a. Strengths atau Kekuatan-kekuatan
Strengths atau kekuatan-kekuatan adalah keunggulan-keunggulan internal dan kondisi internal lainnya yang dimiliki oleh suatu Rumah Sakit/Puskesmas dan kemungkinan mendapatkan keuntungan strategis dalam usahanya mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Kekuatan merupakan suatu kapabilitas yang dapat dikendalikan oleh perusahaan.
164 | A n a l i s i s S W O T Kekuatan juga merupakan suatu sumber daya yang membuat perusahaan menjadi lebih unggul dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya dalam memenangkan pasar. Keunggulan-keunggulan internal tersebut dapat berupa pemilikan teknologi mutakhir yang tidak dimiliki oleh Rumah Sakit dan Puskesmas lainnya, lokasi yang strategis, manajer yang cakap, pendanaan yang kuat, dan lain sebagainya. Sedangkan kondisi internal yang mendukung usaha pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dapat berupa budaya rumah sakit yang kuat, sinergi yang terjadi dari unit-unit bisnis (SBU) yang dimiliki oleh Rumah Sakit/PKM ,
”Good Will” yang dimiliki, dan lain sebagainya.
b. Weakness atau Kelemahan-kelemahan
Menurut Pearce dan Robinson (2007), kelemahan merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam satu atau lebih sumber daya atau kapabilitas suatu perusahaan yang menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Weakness atau Kelemahan-kelemahan adalah kelemahan-kelemahan internal dan kondisi internal lainnya yang dimiliki oleh Rumah Sakit/PKM dan memungkinkan Rumah sakit/PKM dalam mencapai tujuan-tujuannya. Dalam hubungannya dengan jenjang bisnis peluang-peluang ini selalu berkaitan dengan adanya pasar potensial.
Sedangkan untuk jenjang rumah sakit peluang-peluang ini selalu melibatkan usaha untuk melakukan merger dan akuisisi.
165 | A n a l i s i s S W O T c. Oppurtunities atau Peluang-peluang
Peluang merupakan situasi yang menguntungkan di lingkungan eksternal perusahaan. Michel M. Robert menganjurkan agar rumah sakit menjawab empat pertanyaan utama sebelum bertindak menangkap peluang-peluang tersebut. Empat pertanyaan itu adalah ;
1) Apakah peluang itu bertentangan dengan mission dan tujuan rumah sakit atau tidak ?
2) Apakah peluang itu berlawanan dengan grand strategy yang sedang dilaksanakan atau tidak ?
3) Apakah peluang itu mengharuskan rumah sakit mempelajari suatu bidang baru dari awal ?
4) Apakah peluang itu akan mampu didukung oleh kondisi keuangan rumah sakit ?
Dengan menjawab empat pertanyaan tersebut diharapkan Rumah Sakit/PKM tidak memilih jalan yang salah dalam menanggapi adanya peluang-peluang.
d. Threats atau Ancaman-ancaman
Threats atau Ancaman-ancaman adalah faktor eksternal yang memungkinkan Rumah Sakit/PKM mengalami kegagalan dalam usahanya untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Menurut sejarahnya konsep Threats ini mula-mula hanya terbatas pada faktor para pesaing
166 | A n a l i s i s S W O T kemudian berkembang ke faktor lainnya seperti pemerintah, serikat pekerja, masyarakat, dan stakeholder lainnya.
James M.Higgins dan Julian W.Vince dalam bukunya ”Strategi akan timbul management” Text and Cases, menyarankan pada para manajer periode 1990-an yang terlibat dalam penyusunan strategi agar memandang segala macam bentuk perubahan dan tantang-tantangan sebagai peluang, dan bukannya sebagai threats, dikuatirkan rasa kurang percaya diri untuk melakukan tindakan-tindakan strategis. Dalam jenjang strategi bisnis, threat ini dapat berupa adanya pembaharuan teknologi yang diperkenalkan oleh pesaing, sedangkan pada jenjang strategi Rumah Sakit/PKM threats ini dapat berupa adanya usaha merger dan akuisisi pesaing.