BAB VI PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data Dan Analisis
2. Analisis SWOT Usaha Tani Cabai Terhadap Pendapatan Rumah Tangga
SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) lingkungan internal dan Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) lingkungan eksternal dalam dunia bisnis. Analisis SWOT dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui metode strategi pengembangan dengan cara menganalisis faktor eksternal berupa peluang dan ancaman serta faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan.
Menurut Rangkuti, analisis SWOT adalah suatu identifikasi faktor
strategis secara sistematis untuk merumuskan strategi. Strategi adalah alat
yang sangat penting untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Freddy
Rangkuty strategi adalah perencanaan induk komprehensif yang
menjelaskan tentang bagaimana mencapai semua tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Dari pengertian SWOT tersebut dijelaskan sebagai berikut : a. Evaluasi faktor Internal
1) Kekuatan (strength), yaitu kekuatan apa yang dimiliki oleh usaha tani cabai. Dengan mengetahui kekuatan, usaha tani cabai dapat dikembangkan menjadi lebih tangguh hingga mampu bertahan dalam pasar dan mampu bersaing untuk pengembangan selanjutnya.
2) Kelemahan (weakness), yaitu segala faktor yang tidak menguntungkan atau merugikan bagi usaha tani cabai.
b. Evaluasi Faktor Eksternal
1) Kesempatan (opportunities), yaitu semua kesempatan atau pendorong yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap member peluang bagi usaha tani cabai untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang.
2) Ancaman (threaths), yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan
kerugian bagi usaha tani cabai.
tersebut.
46Dalam penelitian menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu peneliti membanding hasil wawancara yang diperoleh dari masing-masing sumber atau informan yang didapatkan. Selain itu dalam melakukan pengecekan juga menggunakan triangulasi metode yaitu melakukan pengecekan hasil penelitian dengan teknik pengumpulan data yang berbeda yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi sehingga tingkat kepercayaan data dapat valid.
47G. Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu berkaitan dengan proes pelaksanaan penelitian. Tahap-tahap penelitian yang peneliti lakukan terdiri dari tahap pra-lapangan, tahap pelaksanaan penelitian, dan tahap penyelesaian, berikut penjelasannya:
a. Tahap Pra Lapangan
1. Menyusun rancangan penelitian 2. Memilih objek penelitian
3. Melakukan observasi terdahulu terkait objek penelitian yang telah ditentukan.
4. Mengajukan judul kepada Kaprodi Ekonomi Syariah. Peneliti mengajukan judul yang telah dilengkapi dengan latar belakang, fokus penelitian, dan tujuan penelitian.
46Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2019), 330.
47 Lexy J, 331.
5. Meninjau kajian pustaka. Peneliti mencari referensi penelitian terdahulu serta kajian teori yang terkait dengan judul penelitian.
6. Mempersiapkan penelitian lapangan.
b. Tahap – tahap pelaksanaan penelitian
1. Memahami latar penelitian dan persiapan diri.
2. Memasuki lapangan.
3. Berperan serta sambil mengumpulkan data.
a) Memantau kegiatan serta kondisi pertanian b) Mencatat data
c) Mengetahui tentang cara mengingat data d) Kejenuhan data
e) Analisis data c. Tahap penyelesaian
Tahap penyelesaian merupakan tahap yang paling akhir dari sebuah
penelitian. Pada tahap ini, peneliti menyusun data yang telah dianalisis
dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yang berlaku di Universitas
Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
1. Letak Geografis Wilayah Ramban Kulon
Desa Ramban Kulon merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso dengan luas wilayah 423 Ha.
Desa Ramban Kulon berjarak 33 Km dari ibu kota Kabupaten Bondowoso serta termasuk salah satu kecamatan paling timur. Secara geografis desa Ramban Kulon dibatasi oleh:
a. Sebelah utara : Desa Sliwung Kab Situbondo b. Sebelah selatan : Desa Pelalangan
c. Sebelah Timur : Desa Ramban Wetan d. Sebelah Barat : Desa Grujukan
Desa Ramban Kulon terbagi menjadi 4 dusun antara lain: dusun
Krajan I, dusun Krajan II, dusun Krajan III, dusun Paddegan. Dan juga
terdiri dari 8 Rukun Warga serta 17 Rukun Tetangga. Susunan Organisasi
Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa yaitu
Sekretaris Desa, Bidang Urusan, Pelaksana Teknis dan Pelaksana
kewilayahan.
2. Tata Guna Lahan
Untuk mengetahui penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel luas penggunaan lahan yang ada di Desa Ramban Kulon sebagai berikut:
Tabel 4.1 Data Luas Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
No Pengunaan Lahan Luas
1 Lahan Persawahan 225 Ha
2 Lahan Tegalan 57 Ha
3 Permukiman 141 Ha
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Desa Ramban Kulon memiliki luas wilayah 423 Ha. Yang terdiri dari lahan persawahan seluas 225 Ha, lahan tegalan seluas 57 Ha, dan lahan permukiman seluas 141 Ha.
3. Kondisi Demografi di Desa Ramban Kulon a. Demografis Penduduk
Secara demografis jumlah kepala keluarga di Desa Ramban
Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso berjumlah 1.716
KK yang terdiri dari 4.657 Jiwa. Jumlah penduduk adalah masyarakat
yang secara langsung mendiami seluruh Desa Ramban Kulon, dimana
mereka hidup dari lingkungannya adalah sebagai sumber dari mata
pencahariannya untuk meneruskan hidup dan kehidupannya.
1. Penduduk menurut jenis kelamin
Tabel 4.2 Data Jumlah Penduduk Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Menurut Jenis
Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki 2.261 2.261
Perempuan 2.396 2.396
TOTAL 4.657
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Data ini adalah seluruh jumlah penduduk dengan rata-rata anggota masing-masing keluarga.
2. Topografi dengan bentang wilayah berombak sampai berbukit.
3. Curah hujan : 134,00 mm 4. Jumlah bulan hujan : 5 bulan 5. Suhu rata-rata harian : 37ºC 6. Tinggi tempat : 158 m dpl.
7. Luas wilayah desa : 423 Ha
b. Mata Pencaharian Penduduk Dalam Usaha Tani di Desa Ramban Kulon
Segala macam bentuk mata pencaharian ada di desa ini, demi
berlangsungnya sebuah kehidupan yang sejahtera cara apapun
ditempuh. Segalanya bertujuan untuk mencukupi kebutuhan rumah
tangga dan dapat membiayai anak-anak mereka yang sedang
melanjutkan sekolah baik TK, SD, SMP, SMA maupun tingkat akademik.
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Ramban Kulon dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Berdasarkan data yang teridentifikasi, di Desa Ramban Kulon jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 75%.
Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 47% dari total jumlah penduduk.
Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 42% dari jumlah pendudukk yang mempunyai pekerjaan atau 32% dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 19% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 15% dari total jumlah penduduk.
Terbanyak ketiga adalah pedagang dengan 1,8% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 1,3% dari total jumlah penduduk.
Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang
berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI,
pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan
lain-lain.
Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Ramban Kulon Tahun 2022
No Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase dari Total Jumlah Penduduk
1 Petani 625 15%
2 Buruh tani 1.355 32%
3 PNS/TNI/POLRI 32 0,7%
4 Karyawan swasta 39 0,9%
5 Pedagang 58 1,3%
6 Wirausaha 42 0,9%
7 Pensiunan 22 0,5%
8 Tukang bangunan 29 0,7%
9 Peternak 16 0,37%
10 Lain-lain/tidak tetap 1032 25%
Jumlah 3250 75.5%
Sumber : Pendataan PLKB Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Tahun 2022, diolah.
Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga
masyarakat di Desa Ramban Kulon memiliki alternatif pekerjaan
selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan
pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi
lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan
pertanian di Desa Ramban Kulon secara keseluruhan terutama ketika
musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari
alternatif pekerjaan lain.
Tabel 4.4 Jenis Usaha Pertanian Unggulan Desa Ramban Kulon:
NO Jenis Usaha Tani
%1 Cabai
40%2 Padi
30%3 Terong
10%4 Jagung
10%5 Sayuran
10%Sumber : Pendataan PLKB Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Tahun 2022, diolah.
Dari data di atas dapat kita lihat bahwa usaha tani cabai merupakan usaha tani unggulan yang paling banyak ditekuni. Data di atas merupakan data yang menjelaskan bahwa 40% rumah tangga petani yang ada di atas merupakan rumah tangga yang fokus menjalankan usaha tani cabai dan ada juga yang memiliki usaha tani sampingan ataupun usaha tani lainnya.
4. Sarana Dan Prasarana
Secara umum tingkat perkembangan suatu wilayah dapat dilihat dari ketersediaan beberapa fasilitas pelayanan yang ada di daerah tersebut.
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selalu berusaha agar segala potensi dan sumber daya yang ada selalu bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dapat
dikuasai oleh manusia mengakibatkan sarana dan prasarana mengalami
peningkatan dari waktu ke waktu. Perkembangan sosial ekonomi juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap sarana dan prasarana.
Adapun sarana dan prasarana yang ada di Desa Ramban Kulon diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
5. Pendidikan di Desa Ramban Kulon
Bila ditinjau dalam kondisi umum, bahwa kemajuan suatu penduduk atau bangsa adalah sangat ditentunkan oleh tingkat dan kemajuan pendidikannya. Karena salah satu yang menentukan dinamika pembangunan daerah suatu masyarakat adalah terlihat dari sumber kualitasnya yaitu sumber daya insani dari lembaga pendidikan.
Sejarah peradaban-peradaban besar yang pernah dikenal oleh sejarah menunjukkan bahwa kehancuran yang dialami oleh peradaban besar itu adalah sebagai akibat dari kegagalan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.
48Tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan formal terakhir yang pernah ditempuh oleh responden.Mengenai tingkat pendidikan yang pernah ditempuh oleh responden secara umum responden memiliki tingkat pendidikan hanya tamat SD, hal ini disebabkan bahwa anggapan biaya pendidikan masih mahal dan keinginan untuk bersekolah masih rendah.
48 Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam (Bandung : PT Al-Ma‟rif, 1980), 91.
Tabel 4.5 Tingkat Rata-Rata Pendidikan Warga Desa Ramban Kulon
Tingkat Pendidikan Jumlah Orang
Belum sekolah 411
Pernah sekolah SD tapi tidak tamat 564
Tamat SD / sederajat 1566
Tamat SLTP / sederajat 978
Tamat SLTA / sederajat 732
Tamat D2 3
Tamat D3 18
Tamat S1 69
Tamat S2 2
Tamat S3 0
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Desa Ramban Kulon kebanyakan penduduk usia produktif hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan dasar 36 % dan pendidikan menengah - SLTP dan SLTA – 39 %. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2 %. Dan terdapat 993 jiwa atau 23 % tidak tamat SD.
6. Gambaran Usaha Tani Cabai di Desa Ramban Kulon
Kemiskinan merupakan masalah yang paling kompleks karena
menjadi problem bangsa ini secara turun menurun yang belum bisa
teratasi hingga akar dan sulit untuk dihilangkan dari kehidupan
masyarakat. Problem kemiskinan menjadi perhatian penting bagi setiap
kalangan khususnya pejabat pemerintah. Sehingga berbagai cara sudah diupayakan untuk menanggulangi masalah kemiskinan namun belum bisa dituntaskan baik di kota maupun di desa.
Adanya usaha tani cabai ini merupakan salah satu cara masyarakat di Desa Ramban Kulon untuk mengubah nasibnya, memberikan kesejahteraan ekonomi mereka dengan cara memanfaatkan lahan sawah untuk mengembangkan usaha tani. Karena Faktor tanah dalam pertanian di Inonesia memiliki kedudukan yang paling penting. Tanah sebagai salah satu faktor produksi yang merupakan pabrik hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi terjadi dan darimana hasil produksi pertanian.
Luas tidaknya lahan pertanian memperngaruhi besarnya tingkat hasil produksi pertanian. Luas lahan atau tanah pertanian di Indonesia di pengaruhi oleh perpecahan dan perpencara petak-petak sawah.
Kata ekonomi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hak keuangan, perindustrian, dan perdagangan).
Selain itu ekonomi juga bisa diartikan sebagai pemamfaat uang, tenaga, waktu dan sebagainya. Ekonomi juga bisa diartikan sebagai tata kehidupan perekonomian suatu negara.
49
49 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga (Jakarta : Balai Pustaka, 2005) h. 287.
Sedangkan masyarakat menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah pergaulan hidup manusia (sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan yang tertentu).
50Masyarakat juga bisa diartikan sebagai perkumpulan manusia yang terikat oleh suatu kesamaan.
Ekonomi yang ada dimasyarakat ini mengalami perkembangan sesuai habitatnya sebagai desa yang memiliki lahan yang luas dan subur, sehingga pemanfaatannya dalam pertanian cukup besar. Usaha tani cabai yang digeluti masyarakat sebagai pekerjaan turun temurun, hobi maupun ladang penghasilan sudah memberikan kontribusi besar terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat, sehingga dapat dikatakan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Ramban Kulon ini senantiasa berjalan dalam arus waktu ke waktu dan zaman ke zaman.
Pengembangan ekonomi masyarakat adalah suatu cara yang
terstruktur dilakukan untuk meningkatkan kualitas dengan memanfaatkan
(keuangan) kehidupan orang yang tinggal bersama dalam suatu tempat.
Kontribusi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sumbangan dari usaha tani cabai yang dilakukan di daerah penelitian sebanyak 45 petani yang berprofesi sebagai petani cabai.
Usaha tani cabai di Desa Ramban Kulon diusahakan oleh para petani untuk memperoleh pendapatan. Selain dari usaha tani cabai para petani di Desa Ramban Kulon juga memperoleh pendapatan dari usaha selain usaha tani cabai. Pendapatan rumah tangga dari usaha lain diperoleh dari hasil bertani sayuran, bertani padi, berdagang, berternak atau lain sebagainnya baik yang dikerjakan kepala keluarga maupun anggota keluarga.
a. Informan
Pada bagian ini dibahas mengenai gambaran umum informan.
Penelitian ini dilakukan di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, dengan jumlah informan sebanyak 10 orang.
Tabel 4.6 Informan Usaha Tani Cabai
No Nama Umur Pendidikan Luas
Sawah (m
2)1 Sugianto 65 SD 20.000
2 Imam Nawawi 47 SLTA 5.000
3 Abdul Kholiq 54 S1 7.500
4 Mustofa 42 S1 15.000
5 Fendi 48 SLTP 10.000
6 Mansur 63 SLTA 20.000
7 Hayunu 69 SD 10.000
No Nama Umur Pendidikan Luas Sawah (m
2)8 Badriyanto 52 SD 7.500
9 Samsul Arifin 56 SD 7.000
10 Moh. Anwar 57 SLTA 15.000
Sumber: Data diolah.
b. Tingkat pendapatan informan
Pendapatan dari informan di golongkan menjadi tiga yaitu:
pendapatan dari usaha tani cabai, pendapatan dari usaha tani non cabai, dan pendapatan dari luar usaha tani (termasuk pendapatan tambahan dari anggota keluarga yang bekerja di luar usaha tani).
1. Pendapatan usaha tani cabai
Peneliti mewawancarai bapak Mustofa selaku petani desa Ramban Kulon. Peneliti menanyakan tentang keuntungan atau pendapatan usaha tani cabai selama satu tahun.
Kalau masalah pendapatan, sebenernya ga pasti tiap tahunnya, tapi besaran kisarannya bisa mencapai Rp100.000.000,00 per hektarnya untuk harga Rp20.000,00 – Rp30.000,00/Kg, tapi pendapatan terendah biasanya mencapai 30.000.000 apabila harga cabai sedang hancur.
51Dari hasil wawancara di atas dijelaskan bahwa pendapatan usaha tani yang diperoleh informan dari usaha tani cabai dalam satu tahun dengan harga cabai Rp20.000,00 – Rp30.000,00/Kg senilai Rp100.000.000,00. Pendapatan ini merupakan pendapatan
51 Mustofa, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 1 Maret 2023.
bersih usaha tani cabai yang berasal dari penerimaan hasil penjualan cabai di kurangi dengan biaya modal satu tahun dalam satuan rupiah. Pendapatan terendah yaitu berkisar Rp30.000.000,00, pendapatan tersebut di dapat apabila harga cabai sedang turun/hancur.
Peneliti juga memawancarai bapak Sugianto. Peneliti bertanya berapa biaya yang diperlukan untuk usaha tani cabai dalam kurun waktu satu tahun.
Untuk biaya yang saya keluarkan untuk usaha tani cabai ini kurang lebih sekitar Rp18.000.000,00 untuk 1ha luas lahan cabai. Dan hasilnya pun lumayan besar. Untuk panen kali ini, 10 ton cabai dikalikan Rp22.000,00/Kg sehingga jumlah yang dihasilkan sekitaran Rp33.000.000,00 dan itupun hasil bila musim hujan, pendapatan berkurang karena banyak pohon cabai yang rusak akibat diguyur hujan terus menerus. Jika pada saat musim yang bagus dan harga cabai yang mahal dipasaran, harga cabai perkilonya bisa mencapai Rp50.000,00- Rp85.000,00. Jadi pendapatan para petani cabai bisa mencapai ratusan juta rupiah, dan itu hasil yang diharapkan para petani.
52Dari hasil wawancara di atas dijelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk usaha tani cabai dengan luas lahan 1ha kurang lebih Rp18.000.000,00. Apabila musim hujan, banyak pohon yang rusak dan dapat mengakibatkan pendapatan berkurang. Dan apabila harga cabai tinggi mencapai Rp50.000,00- Rp85.000,00 petani akan mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta.
52 Sugianto, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 1 Maret 2023.
Peneliti juga mewawancarai bapak Abdul Kholiq, peneliti juga menanyakan tentang pendapatan usaha tani cabai:
―Kalau pendapatan saya pribadi tiap tahun menghasilkan kurang lebih Rp85.000.000,00 tiap tahunnya. Kadang juga ga nyampek segitu.‖
53Dari hasil wawancara di atas bapak Abdul Kholiq mengatakan bahwa hasil pendapatan usaha tani cabai mencapai Rp85.000.000,00.
2. Pendapatan usaha non cabai
Peneliti juga memawancarai bapak Hayono. Peneliti bertanya berapa pendapatan dari usaha tani non cabai dalam kurun waktu satu tahun dan apakah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga petani.
Usaha tani yang ada disini tidak hanya tani cabai saja, tetapi kebanyakan dari petani yang ada di Desa Ramban Kulon ini juga melakukan usaha tani lainnya, seperti tani padi, sayuran, dan juga lain sebagainnya. Tetapi pendapatan dari tani non cabai ini hasil pendapatan pertahunnya lebih kecil daripada usaha tani cabai. Pertama karena faktor lahan yang lebih kecil daripada lahan cabai dan juga harga pasar yang lebih rendah.
54Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa petani Desa Ramban Kulon tidak hanya menjalankan usaha tani cabai saja, tetapi petani cabai Desa Ramban Kulon juga melakukan usaaha lain seperti tani padi, sayuran dan sebagainya.
53 Abdul Kholiq, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 1 Maret 2023.
54 Hayono, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 1 Maret 2023.
Tetapi dari usaha tani non cabai tidak memberikan kontribusi yang sangat besar disebabkan karena harga pasar yang lebih rendah.
Peneliti juga mewawancarai bapak Badriyanto, peneliti menanyakan terkait pendapatan usaha tani non cabai:
―Saya kan bukan hanya menanam cabai saja ya, tapi juga nanam padi. Daan pendapatan usaha padi ini bisa mencapai Rp10.000.000,00 tiap kali panen.‖
55Informan menjelaskan bahwa pendapatan usaha tani padi bisa mencapai Rp10.000.000,00 tiap kali panen. Dan setahun bisa panen 2 sampai 3 kali, dengan total pendapatan bisa mencapai bakurang lebih Rp30.0000.000,00.
Peneliti mewawancarai bapak Fendi, disini peneliti juga menanyakan tentang pendapatan usaha tani cabai:
Selain menanam cabai, saya juga nanam buah terong.
Untuk pendapatannya biasanya mencapai Rp3.500.000,00 pertahunnya. Dan kalo mengandalkan usaha terong doing maka pendapatan dari panen terong itu tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga.
56Dari hasil wawancara tersebut, bapak Fendi memperoleh keuntungan dari usaha tani terong mencapai Rp3.500.000,00 pertahunnya. Dan informan juga menyampaikan bahwa dari hasil usaha tersebut tidak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya.
55 Badriyanto, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 2 Maret 2023.
56 Fendi, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 3Maret 2023.
3. Pendapatan luar usaha tani
Pendapatan dari luar usaha tani adalah pendapatan yang diperoleh informan selain berusaha sebagai petani yaitu diperoleh dari luar usaha tani, seperti bekerja sebagai kuli bangunan, Pedagang/Wiraswasta, PNS/Pegawai pemerintahan, dan termasuk pendapatan tambahan dari anggota keluarga yang bekerja di luar usaha tani.
Peneliti mewawancarai bapak Mansur, peneliti menanyakan tentang pendapatan diluar usaha tani:
Saya di sini bukan hanya berprofesi jadi petani saja, disini saya juga beprofesi jadi PNS, dimana tiap bulannya bukan hanya dapat dari hasil cabai saja juga dapat pemasukan dari pekerjaan saya yang itu, dan lumayan buat nambah- nambah kebutuhan keluarga saya, tetapi untuk usaha cabai ini adalah sumber pendapatan pertama untuk ekonomi rumah tangga saya.
57Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa para petani Desa Ramban Kulon tidak hanya berprofesi menjadi petani saja, tetapi sebagian ada yang bekerja sebeagai PNS, pedagang dan sebagainya. Dari hasil pendapatan tersebut bisa untuk menambah hasil pendapatan para petani.
Peneliti juga mewawancarai bapak Moh. Anwar, peneliti menanyakan profesinya selain menjadi seorang petani cabai dan juga berapa pendapatannya:
57 Mansur, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 4 Maret 2023.
Alhamdulillah selain jadi petani cabai saya juga jadi pedagang, dimana pendapatannya perhari bisa mencapai Rp200.000,00, dan pendapatan itu belum bersih. Jadi kalau ditotal keseluruhan kadang cuma dapat Rp70.000,00 perharinya, dan itupun tidak sama pendapatan perharinya.
58Hasil wawancara di atas bapak Anwar menjelaskan bahwa selain berprofesi menjadi petani cabai, beliau juga berdagag.
Dimana hasil perharinya bisa mencapai Rp70.000,00 perharinya, dan perhitungan itu sudah perhitungan bersih. Tetapi pendapatan tiap harinya berbeda.
Selanjutnya peneliti mewawancarai bapak Imam Nawawi, peneliti mewawancarai terkait pendapatan luar usaha tani:
―Sebagai kuli bangunan, untuk gaji tiap harinya kadang mencapai Rp70.000,00, kadang juga ga sampe segitu.‖
59Hasil wawancara dengan bapak Imam Nawawi, beliau mengatakan bahwa pendapatan dari profesi kuli bangunan tiap harinya bisa mencapai Rp70.000,00.
c. Biaya produksi usaha tani cabai 1. Biaya sarana produksi
Peneliti mewawancarai bapak Fendi, peneliti menanyakan berapa biaya usaha tani cabai:
Biaya yang saya keluarkan tiap kali nanam cabai untuk sekali musim sekitar Rp1.971.200,00 tapi kadang ga nyampe segitu, itu sudah biaya semua pupuk untuk satu
58 Moh. Anwar, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 5 Maret 2023.
59 Imam Nawawi, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 6 Maret 2023.
kali musim cabai. Dan untuk bibit itu tidak beli, melainkan petani di desa ini menggunakan bibit dari hasil tanamannya sendiri.
60Dari hasil wawancaraa di atas informan memaparkan biaya untuk usaha tani cabai. Dan biaya yang dikeluarkan untuk sekali musim sekitar Rp. 1.971.200. biaya tersebut telah mencakup keseluruhan, misalnya seperti pupuk, obat-obatan, dan sebagainya.
Untuk bibit para petani memilih menggunakan bibit dari tanamannya sendiri, dikarenakan kualitas bibit yang lebih bagus dan juga untuk menghemat pengeluaran.
Peneliti juga mewawancarai bapak Hayunu, peneliti menanyakan tentang biaya usaha tani cabai:
―Untuk biaya nanam cabai saya sendiri kadang bisa mengeluarkan uang sebesar Rp1.500.000,00 kadang juga lebih dari harga segitu.‖
61Informan menjelaskan bahwa usaha tani cabai memerlukan biaya kurang lebih sebesar Rp1.500.000,00.
Selanjutnya peneliti mewawancarai bapak Samsul Arifin, disini peneliti juga menanyakan tentang hal yang sama yaitu biaya sarana produksi usaha tani cabai:
―Untuk biaya itu, bentar saya hitung dulu ya mbak. Kira-kira bisa mencapai Rp2.000.000,00. Itu sudah termasuk biaya semua pupuk mbak.‖
62
60 Fendi, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 6 Maret 2023.
61 Hayunu, diwawancara oleh Penulis, Bondowoso, 7 Maret 2023.