BAB VI PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Letak Geografis Wilayah Ramban Kulon
Desa Ramban Kulon merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso dengan luas wilayah 423 Ha.
Desa Ramban Kulon berjarak 33 Km dari ibu kota Kabupaten Bondowoso serta termasuk salah satu kecamatan paling timur. Secara geografis desa Ramban Kulon dibatasi oleh:
a. Sebelah utara : Desa Sliwung Kab Situbondo b. Sebelah selatan : Desa Pelalangan
c. Sebelah Timur : Desa Ramban Wetan d. Sebelah Barat : Desa Grujukan
Desa Ramban Kulon terbagi menjadi 4 dusun antara lain: dusun
Krajan I, dusun Krajan II, dusun Krajan III, dusun Paddegan. Dan juga
terdiri dari 8 Rukun Warga serta 17 Rukun Tetangga. Susunan Organisasi
Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa yaitu
Sekretaris Desa, Bidang Urusan, Pelaksana Teknis dan Pelaksana
kewilayahan.
2. Tata Guna Lahan
Untuk mengetahui penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel luas penggunaan lahan yang ada di Desa Ramban Kulon sebagai berikut:
Tabel 4.1 Data Luas Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
No Pengunaan Lahan Luas
1 Lahan Persawahan 225 Ha
2 Lahan Tegalan 57 Ha
3 Permukiman 141 Ha
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Desa Ramban Kulon memiliki luas wilayah 423 Ha. Yang terdiri dari lahan persawahan seluas 225 Ha, lahan tegalan seluas 57 Ha, dan lahan permukiman seluas 141 Ha.
3. Kondisi Demografi di Desa Ramban Kulon a. Demografis Penduduk
Secara demografis jumlah kepala keluarga di Desa Ramban
Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso berjumlah 1.716
KK yang terdiri dari 4.657 Jiwa. Jumlah penduduk adalah masyarakat
yang secara langsung mendiami seluruh Desa Ramban Kulon, dimana
mereka hidup dari lingkungannya adalah sebagai sumber dari mata
pencahariannya untuk meneruskan hidup dan kehidupannya.
1. Penduduk menurut jenis kelamin
Tabel 4.2 Data Jumlah Penduduk Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Menurut Jenis
Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki 2.261 2.261
Perempuan 2.396 2.396
TOTAL 4.657
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Data ini adalah seluruh jumlah penduduk dengan rata-rata anggota masing-masing keluarga.
2. Topografi dengan bentang wilayah berombak sampai berbukit.
3. Curah hujan : 134,00 mm 4. Jumlah bulan hujan : 5 bulan 5. Suhu rata-rata harian : 37ºC 6. Tinggi tempat : 158 m dpl.
7. Luas wilayah desa : 423 Ha
b. Mata Pencaharian Penduduk Dalam Usaha Tani di Desa Ramban Kulon
Segala macam bentuk mata pencaharian ada di desa ini, demi
berlangsungnya sebuah kehidupan yang sejahtera cara apapun
ditempuh. Segalanya bertujuan untuk mencukupi kebutuhan rumah
tangga dan dapat membiayai anak-anak mereka yang sedang
melanjutkan sekolah baik TK, SD, SMP, SMA maupun tingkat akademik.
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Ramban Kulon dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti : petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, wiraswasta, pensiunan, buruh bangunan/tukang, peternak. Berdasarkan data yang teridentifikasi, di Desa Ramban Kulon jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 75%.
Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian, ada 47% dari total jumlah penduduk.
Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 42% dari jumlah pendudukk yang mempunyai pekerjaan atau 32% dari total jumlah penduduk. Petani sebanyak 19% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 15% dari total jumlah penduduk.
Terbanyak ketiga adalah pedagang dengan 1,8% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 1,3% dari total jumlah penduduk.
Sementara penduduk yang lain mempunyai mata pencaharian yang
berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai PNS, TNI, POLRI,
pedagang, karyawan swasta, sopir, wiraswasta, tukang bangunan, dan
lain-lain.
Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Ramban Kulon Tahun 2022
No Jenis Pekerjaan Jumlah Prosentase dari Total Jumlah Penduduk
1 Petani 625 15%
2 Buruh tani 1.355 32%
3 PNS/TNI/POLRI 32 0,7%
4 Karyawan swasta 39 0,9%
5 Pedagang 58 1,3%
6 Wirausaha 42 0,9%
7 Pensiunan 22 0,5%
8 Tukang bangunan 29 0,7%
9 Peternak 16 0,37%
10 Lain-lain/tidak tetap 1032 25%
Jumlah 3250 75.5%
Sumber : Pendataan PLKB Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Tahun 2022, diolah.
Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga
masyarakat di Desa Ramban Kulon memiliki alternatif pekerjaan
selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan
pertanian mereka sangat tergantung dengan curah hujan alami. Di sisi
lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan
pertanian di Desa Ramban Kulon secara keseluruhan terutama ketika
musim kemarau. Sehingga mereka pun dituntut untuk mencari
alternatif pekerjaan lain.
Tabel 4.4 Jenis Usaha Pertanian Unggulan Desa Ramban Kulon:
NO Jenis Usaha Tani
%1 Cabai
40%2 Padi
30%3 Terong
10%4 Jagung
10%5 Sayuran
10%Sumber : Pendataan PLKB Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee Tahun 2022, diolah.
Dari data di atas dapat kita lihat bahwa usaha tani cabai merupakan usaha tani unggulan yang paling banyak ditekuni. Data di atas merupakan data yang menjelaskan bahwa 40% rumah tangga petani yang ada di atas merupakan rumah tangga yang fokus menjalankan usaha tani cabai dan ada juga yang memiliki usaha tani sampingan ataupun usaha tani lainnya.
4. Sarana Dan Prasarana
Secara umum tingkat perkembangan suatu wilayah dapat dilihat dari ketersediaan beberapa fasilitas pelayanan yang ada di daerah tersebut.
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selalu berusaha agar segala potensi dan sumber daya yang ada selalu bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dapat
dikuasai oleh manusia mengakibatkan sarana dan prasarana mengalami
peningkatan dari waktu ke waktu. Perkembangan sosial ekonomi juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap sarana dan prasarana.
Adapun sarana dan prasarana yang ada di Desa Ramban Kulon diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
5. Pendidikan di Desa Ramban Kulon
Bila ditinjau dalam kondisi umum, bahwa kemajuan suatu penduduk atau bangsa adalah sangat ditentunkan oleh tingkat dan kemajuan pendidikannya. Karena salah satu yang menentukan dinamika pembangunan daerah suatu masyarakat adalah terlihat dari sumber kualitasnya yaitu sumber daya insani dari lembaga pendidikan.
Sejarah peradaban-peradaban besar yang pernah dikenal oleh sejarah menunjukkan bahwa kehancuran yang dialami oleh peradaban besar itu adalah sebagai akibat dari kegagalan pendidikan dalam menjalankan fungsinya.
48Tingkat pendidikan adalah jenjang pendidikan formal terakhir yang pernah ditempuh oleh responden.Mengenai tingkat pendidikan yang pernah ditempuh oleh responden secara umum responden memiliki tingkat pendidikan hanya tamat SD, hal ini disebabkan bahwa anggapan biaya pendidikan masih mahal dan keinginan untuk bersekolah masih rendah.
48 Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam (Bandung : PT Al-Ma‟rif, 1980), 91.
Tabel 4.5 Tingkat Rata-Rata Pendidikan Warga Desa Ramban Kulon
Tingkat Pendidikan Jumlah Orang
Belum sekolah 411
Pernah sekolah SD tapi tidak tamat 564
Tamat SD / sederajat 1566
Tamat SLTP / sederajat 978
Tamat SLTA / sederajat 732
Tamat D2 3
Tamat D3 18
Tamat S1 69
Tamat S2 2
Tamat S3 0
Sumber: Profil Desa Ramban Kulon Tahun 2022, diolah.
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Desa Ramban Kulon kebanyakan penduduk usia produktif hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan dasar 36 % dan pendidikan menengah - SLTP dan SLTA – 39 %. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2 %. Dan terdapat 993 jiwa atau 23 % tidak tamat SD.
6. Gambaran Usaha Tani Cabai di Desa Ramban Kulon
Kemiskinan merupakan masalah yang paling kompleks karena
menjadi problem bangsa ini secara turun menurun yang belum bisa
teratasi hingga akar dan sulit untuk dihilangkan dari kehidupan
masyarakat. Problem kemiskinan menjadi perhatian penting bagi setiap
kalangan khususnya pejabat pemerintah. Sehingga berbagai cara sudah diupayakan untuk menanggulangi masalah kemiskinan namun belum bisa dituntaskan baik di kota maupun di desa.
Adanya usaha tani cabai ini merupakan salah satu cara masyarakat di Desa Ramban Kulon untuk mengubah nasibnya, memberikan kesejahteraan ekonomi mereka dengan cara memanfaatkan lahan sawah untuk mengembangkan usaha tani. Karena Faktor tanah dalam pertanian di Inonesia memiliki kedudukan yang paling penting. Tanah sebagai salah satu faktor produksi yang merupakan pabrik hasil-hasil pertanian yaitu tempat dimana produksi terjadi dan darimana hasil produksi pertanian.
Luas tidaknya lahan pertanian memperngaruhi besarnya tingkat hasil produksi pertanian. Luas lahan atau tanah pertanian di Indonesia di pengaruhi oleh perpecahan dan perpencara petak-petak sawah.
Kata ekonomi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hak keuangan, perindustrian, dan perdagangan).
Selain itu ekonomi juga bisa diartikan sebagai pemamfaat uang, tenaga, waktu dan sebagainya. Ekonomi juga bisa diartikan sebagai tata kehidupan perekonomian suatu negara.
49
49 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga (Jakarta : Balai Pustaka, 2005) h. 287.