• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Terhadap Pemahaman Masyarakat Dalam Mengeluarkan Zakat Pertanian di Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten Bima

Dalam dokumen “ zakat merupakan modal untuk makmur” (Halaman 87-92)

BAB III PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A. Analisis Terhadap Pemahaman Masyarakat Dalam Mengeluarkan Zakat Pertanian di Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten Bima

BAB III

pertanian masyarakat masih mengalami kekeliruan dari penyaluran sampai ukuran dan batasan dari nisab zakat itu sendiri.

Sebagaimana yang diketahui didalam Islam, bahwa zakat itu merupakan bentuk ibadah maaliyah maaliyah yang memiliki posisi yang sangat potensial yang merupakan sebagai sumber pendapatan dan pembelanjaan dalam mayarakat musli, disamping itu juga sebagai su.mber daya utnuk mengatasi berbagai macam kesenjangan sosial. Maka dari itu agama Islam mewajibkan kepada seluruh pemeluknya yang mampu utnuk memberikan sebagaian harta yang ia peroleh dalam usahanya meskipun ia seorang petani, sebagai rasa solidaritasnya kepada para fakir miskin dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup fakir miskin

Dalam pelaksanaan zakat hasil pertanian di Desa Lere, para petani dalam prakteknya kurang mengerti dan paham tentang ketentuan nishab dan haulnya. Mereka membayar zakat berdasarkan adat atau kebiasaan. Dalam kehidupan masyarakat desa Lere pembayaran zakat disamakan dengan infaq/sadaqah, karena mereka mengeluarkan setelah panen tanpa ada aturan berapa besar ukurannya dan mereka beranggapan bahwa yang mereka lakukan sudah menggugurkan kewajiban atas pembayaran zakat hasil pertanian tersebut.

Ada beberapa yang membayarkan zakat hasil pertanian dengan niat yang benar namun masih belum terlalu paham dengan rukun dan syarat

pelaksanaannya. Sikap masyarakat yang masih tradisional ini diwujudkan dalam bentuk sumbangan ke mesjid atau di lingkungan tempat tinggalnya.94

Dalam hukum Islam sendiri praktik ini tidak sah karena sudah jelas aturan-aturan yang ditetapkan dalam Al-qur‟an dan hadist dan juga ijma‟ para ulama‟. Masyarakat melakukan ini disebabkan karena belum adanya suatu lembaga resmi seperti bazis yang akan menangani secara khusus tentang pelaksanaan, pengumpulan, penyaluran dan lain-lain kepada masyarakat yang memang wajib menerima zakat dan menyalurkan kepada para mustahiq.

Bapak Sukardi selaku kepala Dusun Rine memberikan penjelasan terkait dengan bagaimana masyarakat desa Lere mengeluarkan zakat hasil pertanian, beliau berpendapat bahwa masyarakat di Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten Bima kebanyakan membeyar zakat hasil pertaniannya dengan membagikan hasil panenya kepada saudaru-saudara dan tetangga-tetangganya sehingga orang yang sudah berkecukupan termasuk golongan yang menerima zakat.95

Mereka mamahami bahwa zakat hasil pertanian dari dulu masyarakat Desa Lere dalam mengeluarkan zakat hasil pertaniannya masih memakai adat atau kebiasan yaitu memberikan hasil pertaniannya kepada mesjid dalam bentuk sumbangan pembangunan mesjid atau kegiatan keagamaan lainnya, ataupun

94 Observasi, Tanggal 22 Januari 2019

95Sukardi, Kepala dusun Rumu, Wawancara, Tanggal 22 Januari 2019

diberikan kepada orang tertentu yang diinginkannya saja. Sehingga kebiasaan itu turun temurung sampai sekarang. 96

Dalam kaitanya dengan distribusi zakat yang tidak dapat pada sasarannya yang telah di distribusikan oleh para muzakki, maka pihak amil zakat harus lebih disiplin lagi demi kelancaran pemungutan zakat. Kemudian distribusi yang dilakukan oleh para muzakki itu sendiri banyak menyalurkan pada masjid dan fakir miskin tanpa pengetahuan dari bazda yang telah dibentuk oleh pemerintah tersebut.

Dilihat dari tingkat kesadaran masyarakat masih dikatakan belum mencukupi keseluruhan aspek sesuai dengan konsep hukum Islam (8 Mustahik) dengan kata lain distribusi dana zakat khususnya di Desa Lere nampaknya belum menyentuh dalam sasaran secara menyeluruh namun masih terpusat pada bidang pembangunan.

Di Desa Lere dalam pendistribusiannya tidak meprioritaskan kepada 8 golongan. Hal tersebut tidak sesuai dengan yang jelaskan dalam Firman Allah dalam Qur‟an Surah At-Taubah ayat 60 yang berbunyi:

ق لا يف ْم ب لق فل ْلا ْيلع يلم عْلا يك س ْلا ءا قفْلل قد لا ۞ لا ْبا َ ليب س يف يم غْلا مي كح ميلع َ َ م ي ف ليب س

Terjemahnya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orangorang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk

96 Observasi, Tanggal 22 Januari 2019

mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.97

Ayat tersebut intinya adalah golongan yang berhak menerima zakat yakni pihak-pihak yang telah di tentukan oleh Allah. Hal ini menunjukkan bahwa zakat wajib diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu. Ayat diatas juga merupakan dasar pokok menyangkut kelompok- kelompok yang berhak menrima zakat.

Dengan demikian kehadiran tokoh Agama sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat tokoh Agama merupakan orang yang dekat di hati masyarakat serta dikagumi dan disenangi.

Mereka juga beranggapan bahwa jika hasil panennya mencapai 20 karung maka zakat yang dikeluarkan sekitar 2 karung, mereka tidak memprioritaskan perhitungan dengan ukuran kilogram. Nishab Zakat Hasil Pertanian adalah 5 wasaq berdasarkan sabda Rasulullah saw. “tidak ada zakat di bawah 5 wasaq. Wasaq adalah salah satu ukuran. Satu wasaq sama dengan 60sha‟98, pada masa Rasulullah saw, 1 sha‟ sama dengan 4 mud, yakni 4 takaran dua telapak orang dewasa. 1 sha‟ oleh Dairatul Maarif Islamiyah sama dengan 3 liter, maka satu wasaq 180 liter, sedangkan nishab pertanian 5 wasaq sama dengan 900 liter atau dengan ukuran kilogram, yaitu kira-kira 653kg, 99

97 QS. At-Taubat [9]:60.

98 M. Ali Hasan, Zakat dan Infak, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), hlm. 16

99 Ibid, hlm. 20

Jika hasil pertanian tersebut termasuk makanan pokok seperti beras, gandum dan jagung. Selain itu, kadar zakat untuk hasil pertanian, berbeda tergantung dengan jenis pengairannya. Apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata air, maka zakatnya 10%, sedangkan apabila diairi dengan disirami atau dengan irigasi yang memerlukan biaya tambahan maka zakatnya 5%100, sehingga masyarakat Desa Lere wajib mengeluarkan zakat hasil pertaniannya tanpa harus di campur dengan sedekah dan infaq.

B. Analisis Terhadap Faktor Yang Mempengaruhi Kasadaran Masyarakat

Dalam dokumen “ zakat merupakan modal untuk makmur” (Halaman 87-92)