BAB III PEMBAHASAN
B. Analisis Upaya-upaya Pihak Keluarga Dalam
Gerunung.
Tujuan dibentuknya sebuah rumah tangga salah satunya ialah menjadi keluarga yang sakinah mawahdah warahmah. Untuk menggapai tujuan keluarga tersebut ialah dengan menjaga atau mengembangkan sesuatu untuk menjadi lebih baik. Namun pada saat darurat pandemi covid-19 ini berlangsung seharusnya keluarga hadir sebagai tempat perlindungan bagi seluruh anggotanya.
Pertumbuhan konsumsi rendah menandakan turunnya kesejahteraan keluarga.
Tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga digambarkan sebagai kemampuan dalam memenuhi berbagai kebutuhan.Kesejahteran keluarga menjamin kelangsungan kehidupan secara nyaman dan berkesinambungan. Sementara itu, kesinambungan berkeluarga akan terjamin ketika keluarga memiliki cukup pendapatan. Ketika pendapatan berkurang, maka keberlangsungan keluarga terancam.
Berikut upaya yang dilakukan oleh masyarakat Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dalam mempertahankan keharmonisan keluarga:
a. Mengajak seluruh anggota keluarga berikhtiar dalam menghadapi wabah covid-19 dengan mengikuti anjuran dari pemerintah seperti mematuhi protokol kesehatan
b. Orang tua menjadi guru terhadap anak-anaknya untuk membantu para guru demi berlansungnya pendidikan di sekolah.
c. Mengajak seluruh anggota keluarga mendekatkan diri kepada Allah dan bertawakkal kepadanya.
d. Saling menjaga, melindungi, membantu dan mengayomi bagi anak-anak.
e. Saling menguatkan satu sama lain dalam keterpurukan dimasa pandemi.
f. Anggota keluarga tidak memaksakan diri mencari kebutuhan sehari hari yang tidak begitu penting seperti sebelum mewabahnya pandemi covid-19.
Selain upaya-upaya tersebut yang juga dilakukan oleh masyarakat Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dan pemerintah. Adalah hal-hal sebagai berikut:
1. Upaya masayarakat:
a) Harus pandai memanag uang belanja sehari-hari juga lebih penting dari itu adalah memanag waktu untuk lebih memperdalam ilmu agama dan kesadaran keagamaan dalam kaitan ini ketua RT 05 Tarmizi mengatakan bahwa:
“Salah satu upaya menjaga keluarga adalah Memperkenalkan seluruh anggota keluarga dengan pendidikan agama sedini mungkin, agar cobaan dalam bentuk apapun tidak akan mudah mengubah prinsip hidup kita terutama ditengah bencana global pandemi covid-19”.50
Ungkapan yang sama juga dikemukakan oleh Pak Jayadi ia mengatakan bahwa:
“dengan rajin beribadah kepada Allah keluarga akan terjaga dari segala keburukan dunia dan akherta karena dengan beribadah kepada Allah hidup menjadi lebih tenang, tentram, memberikan aura positif dalam diri dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif51
b) Saling menjaga, melindungi dan mengayomi bagi anak-anak serta saling membantu, hal ini diungkapkan Ratna upaya menjaga ketahanan keluarga yaitu:
Saling menguatkan satu sama lain, terkadang ada masanya dimana suami mengeluh karena menjadi pengangguran terutama dimasa pandemi, bahkan sampe bosan mendengarnya tapi sebagai istri yang baik, saya harus bisa menenangkan suami dan sesekali saya harus membantunya agar dia tidak larut dalam keterpurukan dimasa pandemi, saya juga tidak mau memaksakan kehendak saya pada suami bagi saya harta itu bukan segalanya yang penting saya hari ini masih bisa melihat seyum bahagia orang-orang terkasih saya, yaitu suami dan anak.52
50Tarmizi , Wawancara Ketua Rt 05 Lingkungan Kesambik Numpuk,,22 Maret 2022, Pukul 11:00 Wita Di Dusun Memelak
51Jayadi, Wawancara ( Warga), Lingkungan Kesambik Numpuk, 21 Maret, Pukul 12:00 Wita.
Di Dusun Lendang Gendis.
52Ratna, Wawancara( Warga), Dusun Memelak, 23 Februari 2022, Pukul 15:49 Wita
c) Tidak memaksakan kehendak sendiri pada pasangan hidup (suami istri).
Menurut Badrun, mengatakan, bahwa:
“Upaya saya menjaga ketahanan keluarga ketika pandemi saat ini adalah berusaha menurunkan ego atau tidak egois untuk memaksakan kehendak pada pasangan, jika dalam keluarga sudah sependapat dalam mengambil keputusan maka tidak akan mudah terjadi perpecahan”.53
d) Mampu mengatur keuangan keluarga dengan baik
Dimasa pandemi covid-19 keluarga harus bisa menerima keadaan yang sebelumnya hidup secara “hidonis” untuk lebih bisa mengatur keuangan dalam keluarga seperti hal ini dikemukakan oleh Devi, ia mengatakan:
“Seorang istri harus bisa Mengatur keuangan dalam rumah tangga hal ini untuk menjamin pemenuhan kebutuhan keluarga hari ini dan masa mendatang, baik itu simpanan berupa tabungan yang dapat digunakan untuk keperluan sekolah anak terutama ketika darurat pandemi seperti ini tidak terlalu merasa kesulitan dan bahkan bisa saling membantu.54
dimasa pandemi ini masyarakat di Kelurahan Gerunung di berikan beberapa bantuan untuk menghadapi pandemi covid-19, hal ini dimaksudkan agar dampak covid-19 terhadap keluarga tidak begitu dirasakan karena pemerintah pusat dan daerah telah berkomitmen memberikan beberapa kebutuhan dalam menghadapi wabah covid-19.55
53Zuhdi Ahmad, Wawancara( Kepala Lingkungan Kesambik Numpuk), 21 Februari 2020, Pukul 09:00 Wita. Di Dusun Lendang Gendis
54Devi, Wawancara, (Warga) Lingkungan Kesambik Numpuk, 21 April 2020. Pukul 08:00 Wita. Di Dusun Tampeng.
55Husni, Wawancara Seklur, Kantor Lurah Gerunung, 23 februari 2022 Pukul 11:00 Wita
2. Upaya pemerintah:
a. Memberikan Bantuan Lansung Tunai BLT berupa uang sebanyak Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) kepada seluruh keluarga masyarakat yang terdampak krisis ekonomi saat pandemi, bantuan ini merupakan dana langsung dari pemerintah pusat yang dikhususkan untuk keluarga-keluarga yang mendapati kesulitan ekonomi saat pandemi covid-19 untuk menyambung hidup keluarga yang sementara waktu tidak bekerja.
b. Memberikan bantuan sosial yang disebut bansos berupa sembako dan makanan instan lainnya, bantuan ini hampir sama dengan BLT hanya saja bantuan sosial berupa barang-barang bagi keluarga yang belum mendapatkan BLT maka akan mendapat bansos. namun bantuan ini hanya berlaku bagi masyarakat yang KKnya terdaftar bagi yang baru menikah biasanya datanya belum terdaftar dan kebanyakan mengeluh belum mendapatkan bantuan.
c. Membagikan masker, sabun, dan hand sanitizer pada seluruh keluarga untuk menjaga masyarakatnya dari terpapar virus corona, ketika pandemi pemerintah menganjurkan setiap rumah untuk meletakkan tempat cuci tangan didepan rumah disertai sabun untuk mencegah virus korona masuk kedalam rumah dan menjangkiti keluarga, serta mengajarkan masyarakat untuk hidup bersih supaya jauh dari penyakit-penyakit yang menular.
d. Melakukan penyemprotan desinfektan, ke rumah-rumah warga dan melakukan sosialisasi tentang bahaya pandemi covid-19 yang mengancam kehidupan anggota keluarga. setiap bulan selama pandemi pemerintah kecamatan
bersama pihak desa melakukan penyemprotan desinfektan kerumah-rumah warga untuk membunuh bibit-bibit penyakit.
Banyak hal atau upaya yang dilakukan keluarga pada masyarakat Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dalam upaya mempertahankan kondisi keharmonisan keluarga di masa darurat pandemi covid- 19 juga di dukung oleh upaya pemerintahan Kelurahan Gerunung dengan menyalurkan berbagai bantuan berupa, bantuan langsung tunai, sembako, pembagian masker dan lain sebagainya, selain itu juga diadakan pengajian bagi ibu-ibu setiap sorenya. Dengan maksud agar lebih tegas dalam menghadapi apa pun yang terjadivdalam hidup ini, termasuk pandemi covid-19, karena segala sesuatu yang terjadi dalam hidup dan keidupan ini adalah atas dasar kehendak Allah tanpa ada yang dapat memaksa dan mencegahnya. Hal ini secara eksplisit di tegaskan dalam firman Allah:
ِدََْي ِ هٰللّدِب ْْۢنِمْؤوي ْنَمَوۗ ِ هٰاللّ ِنْذِدِب هلَِّا ٍةَِّْيِصوم ْنِم َبدَصَا ٓدَم ٌمْيِلَع ٍءْيَش ئلُكِب ُ هٰاللَّوۗ ٗهَِّْلَق
Artinya: Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Terkait dengan itu, islam juga mengatur upaya untuk mencapai keharmonisan keluaarga yang Islami maka berikut langkah-langkah yang harus ditempuh oleh keluarga tersebut diantaranya:56
56Sobri Mersi Al-Faqi,Solusi Rumah Tangga Modern,(Surabaya: Pustaka Yasir. 2011). hlm. 51
a. Mendidik anggota keluarga baik laki-laki maupun wanita untuk berpegang teguh pada syariat islam, serta mampu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya hal dapat mengurangi tingkat frustasi pada anggota keluarga karena berbagai permasalahan yang membelit keluarga.
b. Menganjurkan bagi orang tua yang memiliki anak baik laki-laki maupun perempuan untuk memilih menantu yang memegang teguh ajaran, adab dan akhlaq islam karena yang demikian adalah sifat yang wajib dimiliki oleh kedua belah pihak untuk dapat menyeimbangkan diri dalam rumah tangga.
c. Ketika ada ketegangan antara suami dan isteri dalam rumah tangga maka Islam menganjurkan untuk mengikuti sejumlah prosedur yang bisa membawa keduanya kembali pada kehidupan rumah tangga yangdiidamkan agar tidak ceroboh dalam mengambil keputusan.
d. Ketika hubungan antara suami dan istri sulit dipertahankan islam mengizinkan perceraian dengan kaidah-kaidah, adab-adab dan syarat- syarat tertentu yang membuat perceraian itu menjadi obat (solusi), bukan menjadi bom yang menghancurkan eksistensikeluarga
e. Ketika ikatan pernikahan sudah lepas , Islam mengharuskan suami dan istri mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk melindungi hak masing-masing dan mencegah terjadinya hal-hal yang melampui batas dan kerancuannasab.52
Penguatan keluarga tentunya juga tidak terlepas dengan ketahanan keluarga disini memiliki tingkatan ketahanan keluarga yang baik apabila memenuhi bebrapa aspek yaitu:
a) Ketahanan fisik yaitu ketika kondisi keluarga mengalami tekanan saat pandemi covid-19 namun masih mampu bertahan dan segala kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan tetap terpenuhi;
b) Ketahanan sosial yaitu berorientasi pada nilai agama, ketika keluarga dihadapkan dengan masalah ditengah pandemi keluarga harus mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam rumah tangga, komunikasi yang efektif, serta komitmen keluarga tinggi;
c) Ketahanan psikologis meliputi kemampuan penanggulangan masalah nonfisik, pengendalian emosi secara positif, konsep diri positif, dan kepedulian suami terhadap istri
Dari sudut pandang yang lain, ketahanan keluarga didefinisikan sebagai kemampuan keluarga untuk menangkal atau melindungi diri dari berbagai permasalahan maupun ancaman kehidupan yang datang dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar keluarga seperti lingkungan, komunitas, masyarakat, maupun negara, paling tidak ada 5 (lima) indikasi yang menggambarkan tingkat ketahanan suatu keluarga yaitu: 57
a. Adanya sikap saling melayani dalam segala hal sebagai tanda kemuliaan yang mana anak menghormati orang tua begitupula orang tua memberikan kasih sayang pada anak;
b. Adanya keakraban antara suami dan istri menuju kualitas perkawinan yang baik, yaitu dengan menjaga komunikasi serta musyawarah dalam menentukan solusi dari suatu permasalahan;
c. Adanya orang tua yang mengajar dan melatih anak-anaknya berbagai tantangan kreatif,konsistensi, dan mengembangkan keterampilan anak menghadapai persoalan kehidupan dikemudian hari agar anak siap dengan segala tantangan perubahan zaman;
d. Adanya suami dan istri yang memimpin seluruh anggota keluarganya dengan penuh kasih sayang; dan bijaksana dalam membuat aturan bagi kenyamanan masing-masing anggota keluarganya.
e. Adanya anak-anak yang menaati dan menghormati orang tuanya untuk melakukan hal-hal baik yang menunjang kebaikan untuk anak tersebut.
Penguatan keluarga menjadi tolak ukur kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar dan melakukan kegiatan yang produktif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terkait upaya yang dilakukan keluarga pada
57Kepala Badan Pusat Statistik. dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak: Dr. Suhariyanto, Dalam“,Katalog Pembangunan. Ketahanan Keluarga”, 2016, Hlm 6-8. hlm.
masyarakat Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dalam menjaga ketahanan keluarga selama masa pandemi covid-19.dalam hal ini ada pihak pemerintah kelurahan dimana pemerintah kelurahan sudah melakukan upaya untuk menangani penyebaran virus corona pada keluarga masyarakat yang ada didaerahnya, memberikan beragam bantuan secara tunai dan dalam bentuk barang namun proses pembagiannya di rasa tidak merata karena ada sebagian masyarakat yang tidak tercatat perkawinannya secara hukum sehingga keluarga tersebut tidak mendapatkan bantuan yang diberikan pemerintah saat pandemi hal inilah yang memicu masalah ketahahan keluarga, minimnya minat masyarakat dalam mempelajari ajaran islam membuat masyarakat menyepelekan kewajiban beribadah dan tidak menekankan ilmu agama bagi keluarganya sehingga menjadi mudah di propokasi dengan beragam informasi negatif, rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan membuat sebagian remaja memilih untuk menikah diusia yang relatif muda.
adanya keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi saat pendemi menandakan bahwa pemerintah desa harus mengambil tindakan supaya merangkul semua keluarga yang belum melakukan pencatatan pernikahan agar di masa darurat pandemi mereka tetap mendapatkan perhatian. adapun bagi keluarga yang mengahdapi masalah juga harus bisa menerapkan mengikuti tuntunan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahma sesuai syariat islam.
68 BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan.
1. Dampak yang dihadapi keluarga dimasa pandemi covid-19 dalam menjaga keharmonisan rumah tangga di Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya diantaranya:
Keluarga yang tidak bisa mencari nafkah atau bekerja ke luar negri karena wabah covid-19 dan harus bekerja di rumah memanfaatkan lahan yang ada dengan penghasilan yang minim, dan berkurangnya penghasilan yang sebelumnya bisa mendapatkan Rp. 250.000 menjadi Rp. 50.000, bahkan ada juga keluarga yang di PHK, terkait kurangnya pelanggan dimasa pandemi sehingga Terjadi pemutusan kerja atau di PHK secara besar-besaran. Dan tentunya juga dampak pandemi mengakibatkan keluarga tidak bisa bekerja atau beraktifitas diluar rumah.
Upaya yang dilakukan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga di Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya antara lain: pertama, orang tua lebih memilih keselamatan keluarga dengan tidak bekerja diluar rumah untuk menghindari penularan covid-19. Kedua, orang tua lebih banya berperan dalam keluarga untuk membina keluarga yang harmonis dengan cara
berhemat. Ketiga orang tua dalam memenuhi kebjutuhan sehari-hari lebih banyak memmanfaatkan lahan disekitar rumah untuk bercocok tanam.
Keempat keluarga yang terdampak wabah covid-19 mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk blt, bst, dan lain-lain untuk menghadapi wabah covid-19 yang belum berakhir sampai saat ini,
B. Saran
1. Wabah covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap hubungan keluarga dimana keluarga sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga keluarga harus menghadapi kondisi ini dengan lebih bijak. Agar keutuhan dan keharmonisan keluarga lebih diutamakan dari segalanya.
2. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi covid-19 lebih memperhatikan keberlansungan keluarga agar keluarga lebih harmonis lagi dimana covid-19 memberikan pembelajaran bahwa orang tua harus lebih dekat dengan keluarga dalam memberikan kasih sayang untuk keluarga. Karena sebelum covid orang tua lebih disibukan dengan pekerjaan diluar rumah, tapi sekarang orang tua lebih peduli dengan keluarga.
Daftar Pustaka
Adib Machrus Dkk, Fondasi Keluarga Sakinah Bacaan Mandiri Calon Pengantin (Jakarta: Subdit Bina KeluargaSakinah, 2017).
Afifuddin Beni Ahmad Saebani, Metedologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Pustaka Setia, 2012).
Ana Kuswanti Dkk, Manajemen Komunikasi Keluarga Saat Pandemic Covid-19.
Jurnal.Uinjkt.Ac.Id/Index.Php/Salam/Article/View/15959FshUinSyarifHida yatullah (Jakarta. 20/12/2020).
Arti sakinah, mawahdah,warahmah, dalam http://ww.sakinah.tv/2014/01/arti- keluarga-sakinah-mawahdah-warahmah.
Awaludin, wawancara, warga Dusun Memelak ,Lingkungan Kesambik Numpuk, 14 april 2022
Baron R. A.https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga. (9/1/ 2021).
Bahtiar Deni Sutan, Ladang Pahala Cinta Berumah Tangga Menuai Berkah, (Jakarta:
Amzah. 2013).
Bbc News, Covid-19 Inveksi Virus Corona Diseluruh Dunia,Http://Www.Google.Com/Amp/S/Www.Bbc.Com/Indonesia/Dunia- 54200873.Amp
Buku Monografi Kelurahan, Laporan Kinerja Kelurahan Gerunung, Tahun 2021 DesyMulyana, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda karya, 2006).
Fajar B. Hirawan, Indonesia Dan Covid-19 Pandangan Multi Aspek Dan Sektoral, (Jakarta: Csis Indonesia, 2020)
Faizal Kurniawan, Keluarga Dan Budaya Dalam Tinjauan Sosialogi, (Tt: Gerbang Empat, 2020).
Halimatussakdiah, Wawancara pada tanggal 9 Januari 2022, Pukul 16.00 wita di Gerunung.
Husnul Hotimah, Wawancara, Dusun Lendang Gendis Warga Lingkungan Kesambik Numpuk 04 Maret 2022
Idad Suhada, Ilmu Sosial Dasar, (Bandung: Cv. InsanMandiri, 2014).
Jawas Yazid bin Abdul Qadir, Panduan Keluarga Sakinah, Jakarta: pustaka Imam Asy-syafi’i. 2011.
In’amul Musthofa Dkk, Pandemi Covid-19 Kapitalisme Dan Sosialisme, (Pt: Intrtans Institute,2020).
Kaharudin, Wawancara pada tanggal 10 januari 2022, Pukul 09:00 wita di Gerunung.
Khoiruddin Nasution, Peran Kursus Nikah Membangun Keluarga Sejahtera, (Yogyakarta, Uin SunanKalijaga: 2015.
Kemlu Dikutip Dari Https://Kemlu.Go.Id/Brussels/Id/News/6349/Kebijakan- Pemerintah-Republik-Indonesia-Terkait-Wabah-Covid-19.
MalukuNews.co.http://www.malukunews.co/berita/kirimanpengunjung/cpw7doc0yw m16u4. (9/1/2021).
Muchlis Muhammad Hanafi, Dkk. Kementrian Agama Ri, Al-Qur'an Dan Tafsirnya,(
Jakarta: Kemenag, 2019).
Mukhlas Oyo Sunaryo, Pranata Social Hukum Islam, Bandung: Pt RefikaAditama.
2015.
NafisChalil, Fikih Keluarga (Jakarta Selatan : Mitra Abadi, April 2017).
Novi Hendri, Psikologi Dan Konseling Keluarga, (Medan: Citapustaka Media Perintis,2012).
Oyo Sunaryo Mukhlia, Pranata Social Hukum Islam, (Bandung: Pt Refika Aditama.
2015).
PMK.http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk hukum/PMK No 9 Th 2020 ttg Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan COVID 19.pdf. 19/1/2020.
Qaimi Ali, Menggapai Langit Masa Depan Anak ( Bogor: Cahaya :2002).
Rianti Nugroho Dkk, Dampak Sosial Covid 19 Tatanan dan Strategi Terhadap Kerentanan Sosial Di Wilayah Indonesia ( Jakarta: Rumah Reformasi Kebijakan, 2020).
Sembiring Rosnidar, Hukum Keluarga Harta-Harta Benda DalamPerkawinan (Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada, Agustus 2016).
Shinta Doriza, Ekonomi Keluarga, (Jawa Tengah: Remaja Rosda karya. 2015).
Sobri Mersi Al-Faqi, Solusi Rumah Tangga Modern,(Surabaya: Pustaka Yasir. 2011).
Subair.http://www.malukunews.co/berita/kiriman-pengunjung/cpw7doc0ywm16u4.
9/1/2021.
Sulhan, wawancara pada tanggal 11 Januari 2022, Pukul 16:00 wita di Gerunung.
Tim Fokus Media, Undang-Undang Perlindungan Anak, Fokus Media: Jakarta. 2014 Virlia Stefani, Menjaga Keharmonian Rumah Tangga Di Tengah Pandemik.
Dalam.Https://Www.Liputan6.Com/Citizen6/Read/4372469/Deretan-Tips- Menjaga-Keharmonisan-Keluarga-Saat-Pandemi :Opini, (19/102020).
Uyun Muhammad, Ketahanan Keluarga Dan Dampak Psikologis Di Masa Pandemic Global. Https://S3ppi.Umy.Ac.Id/Wp-Content/Uploads/2020/06/Dr.- Muhamad-Uyun-Ketahanan-Keluarga-2.Pdf Fakultas Psikologi Uin Raden Fatah, Ketua Himpsi [email protected] (19/10/2020).
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2014).
SyofianSiragar, Statistika Deskriptif Untuk Penelitian (Jakarta: Rajawali Pers, 2010).
Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung; Alfabeta, 2014).
Suharso Dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Undonesia Edisi Lux, (Semarang: Widia Karya. 2004).
Widiyatmike Gede Mulawarman Dkk, Ketahanan Keluarga Studi Kasus Kelurahan Masjid Kota Samarinda (Yogyakarta:Cv. Istana Agency, 2019).
Wikipedia Dikutip Dari Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Pandemi_Covid- 19_Di_Indonesia
Tim,CNNIndonesia,https://cse.google.com/cse?cx=partner-pub-
2053701238077821:716cbhu0k4&q=dampak+positif+negatif+pandemi+terh adap+keluarga&sa=Search&ie=UTF-8
Tim Fokus Media, Undang-Undang Perlindungan Anak, Fokus Media: Jakarta. 2014 hlm,13
PukHttp://Www.Google.Com/Amp/S/M.Antaranews.Com/Amp/Berita/1637894/
Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Panduan Keluarga Sakinah, (Jakarta: Pustaka Imam Asy-syafi’i.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR PERTANYAAN
A. Tambak
1. Sejak tahun berapa tahun usaha tambak ini berdiri
2. Apakah pekerjaan ini warisan dari orang tua atau modal sendiri.?
3. Seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dalam satu kolam.?
4. Sebelum wabah covi-19 bagaimana cara menyikapi kebutuhan usaha tersebut dimasa covi-19.?
5. Sejauh mana dampak covid-19 terhadap usaha tambak ini.?
6. Bagaimana upaya mengatasi beban usaha tersebut dan kebutuhan keluarga tersebut.?
7. Setelah mendapatkan solusi apakah berpindah propesi ini didalam keluarga tidak ada perselisihan.?
8. Dengan propesi ini apakah bapak merasa terbantu atau tidak.?
B. Penjual keliling
1. Tahun berapa usaha ini dimulai.?
2. Berapa modal pertama jualan keliling ini.?
3. Apa alas an ibu berjualan keliling.?
4. Berapa keuntungan perhari.?
5. Ketika pandemic covid-19 ini terjadi berapa hasil pendapatan perhari.?
6. Apa alas an ibu berpropesi sebagai penjualan keliling padahal pemerintah sudah mengeluarkan peraturan social bersekala besar (PSBB).?
7. Upaya apa yang dilakukan.?
8. Apakah ibu merasa terbantu dengan hasil saat ini.?
C. Tokoh Agama
1. Tahun berapa pondok pesantren ini di bangun.?
2. Sejak kapan rutinitas pengajian umum ini dilaksanakan.?
3. Apakah jamaah di khususkan hanya masyarakat Lingkungan Kesambik Numpuk saja.?
4. Memasuki tahun 2019, bertepatan dengan wabah pandemic covid-19 apakah pengajian dilanjutkan.?
5. Bagaimana upaya ketika pandemic covid-19.?
6. Apakah bapak merasa kerepotan atau tidak
7. Sekarang hal ini sudah merasa terbiasa atau tidak.?
D. Buruh Migran
1. Apas aja alasan sehingga pergi merantau ke luar negri.?
2. Tahun berapa suami pergi merantau ke luar negri.?
3. Apa tujuan suaminya pergi merantau.?
4. Dalam satu kali gaji berapa uang yang dikirimkan suami.?
5. Apakah uang sebanyak itu keluarga merasa tercukupi atau tidak.?
6. Tahun 2019 setelah pandemic berlansung apakah kiriman perbulan.
Berkurang.?
7. Dengan tabungan tersebut apakah bisa mencukupi kebutuhan sehari.?
8. Bagaimana cara menyikapi pandemi covid-19 dalam kebutuhan sehari-hari.?
E. Juru parker
1. Berapa pendaftaran bapak perhari selama covid-19 sebagai juru parkir.?
2. Dimasa pandemki ini berapa pendapatan bapak.?
3. Apakah keluarga merasa cukup.?
4. Apakah sebelum pandemi terjadi, bapak sering cek-cok dengan istri atau yang lain?
5. Kira-kira yg sering dipermasalahkan apa saja.?
6. Ketika pandemic terjadi apakah pernah terjadi hal yang kurang baik dalam keluarga.?
7. Bagaimana cara atau upaya menyikapi pandemi covid-19.?
8. Dengan propesi ini, keluarga merasa terpenuhi kebutuhannya atau tidak.?
9. Semangat seperti apa harus dijalankan dkimasa pandemic covid-19.?
FHOTO SAAT WAWANCARA
Gambar 1.1
Wawancara dengan tokoh agama di Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung
Gamabar 1.2
Wawancara dengan warga propesi sebagai tambak di Dusun Memelak Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung
Gambar 1.3
Wawancara dengan warga Tampeng Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung berpropesi sebagai juru parker.
Gambar 1:4
Wawancara dengan warga. di kesambik numpuk kelurahan gerunung. Berpropesi sebagai jualan keliling.