BAB II PAPARAN DAN TEMUAN DATA
A. Gambaran Umum Tentang Lokasi Penelitian
Dalam usaha mengenal Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah ini, peneliti akan memaparkan tentang keberadaan dan titik geografis, tata pemerintahan, kondisi sosial budaya, kondisi keharmonisan keluarga, kondisi sosial ekonomi keluarga dan kondisi sosial keagamaan.
Untuk lebih rincinya peneliti akan memaparkan dari data temuan yang peneliti proleh pada obyek penelitian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, antara lain sebagai berikut:
1. Letak Geografis Desa Gerunung Dusun Memelak
Kelurahan Gerunung merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dengan luas wilayah 312 Ha, dan topografi atau bentuk lahannya adalah sebagian besar berbentuk datar, dan sampai berombak. Sedangkan tinggi permukaan laut (-) diatas permukaan laut. Potnsi irigasi yang dimiliki adalah berupa sungai. Kelurahan Gerunung Lingkungan Kesambik Numpuk tergolong beriklim tropis yang ditandai dengan musim kemarau yang cukup panjang. Musim hujan terjadi mulai sekitar bulan November sampai dengan April dan curah hujan tertinggi bulan
Februari dan terendah bulan Mei. Rata-rata curah hujan tahun 2018 mencapai 111,6 mm perbulan dengan hari hujan rata-rat 10 hari per bulan.Curah hujan tertinggi terjadi antara bulan Januari, Februari, Maret, November, dan Desember yaitu 388,5 mm, 252,5 mm, 188,4 mm, 353 mm, dan 105, 2 mm.
Keluarahan Gerunung Lingkungan Kesambik Numpuk merupakan Kelurahan yang berada di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi agrarian yang sebagian besar terdiri dari tanah sawah dan pertanian, tanah kebun, dan selebihnya permukiman, perkarangan, sekolah- sekolah, tempat ibadah, pegawai negeri, pegawai swasta, dan perdagangan.40 2. Tata Pemerintahan
Kelurahan Gerunung terdiri dari 8 Lingkungan dan salah satunya adalah Lingkungan Kesambik Numpuk yang terdiri dari 10 Rt, pemerintahan Kelurahan Gerunung dipimpin oleh seorang kepala Lurah, sekretaris Lurah, dan KUAR dan dibantu oleh beberapa staf dalam menjalankan roda pemerintahan di Kelurahan tersebut.
Berikut adalah kelembagaan yang berada di Kelurahan Gerunung:
40Sumber Data Kantor Kelurahan Gerunung, Dokumen Desa Gerunung, 29 Maret 2021
a. Struktur pemerintahan desa
b. Badan pemusyawaratan desa (BPD)
c. Lembaga pemeberdayaan masayarakat (LPM)PKK desa
Secara administrasi batas-batas wilayah territorial Kelurahan Gerunung ini adalah sebagai berikut:
a. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Bunut Baok b. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Gonjak
c. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Mertak Tombok d. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ketejer
Sedangkan orbutrasi Kelurahan Gerunung adalah sebagai berikut:
a. Jarak ke kota kecamatan 4,1 Km b. Jarak ke kota kabupaten 4,9 Km
c. Waktu tempuh ke kota kecamatan 10 menit d. Waktu tempuh ke kota kabupaten 11 menit.41 3. Kondisi Demografis
a. Jumlah Penduduk
Kelurahan Gernung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah dihuni oleh 5465 jiwa yang diantaranya 2678 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan
41Ibd.
2787 berjenis kelamin perempun. Dan kepala keluarga yang berjumlah 1436 kepala keluarga. Lebih rincinya dapat dilihat di tabel berikut ini.
Tabel 2.1
No Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-laki 2678 Jiwa
2 Perempuan 2787 Jiwa
Jumlah Keseluruhan 5465 Jiwa
4. Kondisi ekonomi
Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah yang dihuni oleh 5465 jiwa, secara keseluruhan bermata pencaharian bergam.
Tetapi yang lebih dominan adalah sebagai petani, buruh harian lepas, dan karyawan.
Tabel 2.2
Persentase kepala keluarga menurut lapangan kerja di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.
No Mata Pencaharian Persentase
1 Petani 32,68 %
2 Pedagang 7,33 %
3 PNS/TNI/POLRI 8,34%
4 Pegawai Swasta 15,67%
5 Wirawasta 1,28 %
6 Pekerja Lepas 23,94%
7 Nelayan 0,13%
8 Pensiunan 10,63%
Tabel 2.3
Persentase kepala keluarga menurut stataus pekerjaan di Kelurahan Gerunung Kec. Prya Kab. Lombok Tengah.
No Status Pekerjaan Persentase
1 Bekerja 88,25%
2 Tidak Bekerja 11,75%
Jumlah Keseluruhan 100,00%
Tabel 2.4
Persentase rumah tangga menurut mata pencaharian di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.
No Mata pencaharian Persentase
1 Pertanian 39,99%
2 Non Pertanian 60,01%
Jumlah Keseluruhan 100,00%
Tabel 2.5
Jumlah penduduk yang bekerja di luar negeri No Penduduk Yang Bekerja di Luar
Negeri
Persentase
1 Laki-laki 77
2 Perempuan 10
Jumlah Keseluruhan 87 Penduduk 5. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan di lingkungan Kesambik Numpuk sebagin besar masyarakat menepuh jenjang pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan banyak masyarakat yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) karena berbagai factor, dan masih banyak anak yang belum sekolah karena umur belum mencukupi,dan kebutuhan ekonomi keluarga miskin yang belum mampu menyekolahkan anaknya
Tabel 2.6
Banyaknya penduduk usia 7-15 tahun meneurut status pendidikan di Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah.
No Statatus Pendidikan Persentase
1 Bersekolah 92,21%
2 Tidak Bersekolah 7,79%
Jumlah Keseluruhan 100,00%
Tabel 2.7
Persentase kepala keluarga menurut status pendidikan di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.
No Statatus Pendidikan Persentase
1 Bersekolah 92,82%
2 Tidak Bersekolah 7,16%
Jumlah Keseluruhan 100,00%
Tabel 2.8
Fasilitas Lembaga Pendidikan di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.
No Lembaga Pendidikan Fasilitas
1 TK/RA/BA 4
2 PAUD 4
3 SD/MI 4
4 SMP/MTS 2
5 SMA/MA 1
6 SMK 1
7 SDLB/SMLB/SMALB -
6. Kondisi Sosial Keagamaan
Penduduk atau masyarakat Kelurahan Gerunung Lingkungan Kesambik Numpuk mayoritas beragama Islam sehingga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari diwarnai oleh aturan-aturan Islam, keadaan tersebut juga diimbangi dengan tersedianya sarana pribadahan brupa Masjid.
Tabel 2.9
Fasilitas tempat beribadah di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab.
Lombok Tengah.
No Tempat Ibadah Jumlah
1 Masjid 8
2 Mushola 18
3 Pura -
4 Gereja -
5 Wihara -
7. Sarana Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah terbilang cukup memadai, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa sarana pelayan kesehatan yang dibangun beserta tenaga kesehatan yang ada.
Untuk lebih rincinya bisa dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 2.10
jumlah sarana pelayanan kesehatan di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.
No
Pelayan Kesehatan Jumlah
1 Puskesmas -
2 Polinik -
3 Tempat Praktek Dokter -
4 Rumah Bersalin -
5 Rumah Sakit -
6 Pustu 1
7 Praktek Bidan 1
8 Poskesdes 1
9 Posyandu 8
10 Apotek 1
Tabel 2.11
Jumlah tenaga kesehatan di Kelurahan Gerunung Kec. Praya Kab.
Lombok Tengah.
NO Tenaga Kesehatan Jumlah
1 Dokter Umum/Spesialis -
2 Dokter Gigi -
3 Bidan 10
4 Dukun Bersalin/Dukun Bayi 1
5 Tenaga Kesehatan Lainnya 5
Demikian gambaran umum Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabuapten Lombok Tengah terhadap situasi dan kondisi baik dari tingkat pendidikan, agama, jumlah penduduk, dan pekerjaan yang dimana kesemuanya dapat berdampak pada kehidupan keseharian masyarakat Gerunung Kec. Praya Kab. Lombok Tengah.42
G. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Pandemi covid-19 memberikan dampak yang sangat signipikan terhadap keberlansungan hubungan keluarga dimana, covid-19 melanda Negara- negara maju atau modern untuk menghadapi wabah penyakit covid-19.Tidak
42Ibd.
tyerlepas di Negara Indonesia terkena wabah penyakit yang begitu serius dikalangan masyarakat sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang peraturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan (PSBB).kegiatan masyarakat telah diatur secara menyeluruh untuk berkumpul baik dalam kontek ekonomi maupun ibadah. Wabah penyakit covid-19 telah memberikan dampak yang sangat segnipikan terhadap keluarga. Wawancara yang saya lakukan oleh Halimatussakdiah:
“bahwa covid-19 menjadikan penghasilan menjadi berkurang sekali, karena suami saya pergi merantau ke Malaysia untuk merubah nasib karena di kampung sulit untuk membangun rumah sehingga dia memutuskan untuk pergi ke malaysiya hanya lima tahun, akan tetapi baru masuk tahun ke- empat terkena wabah covid di Negara Malaysia sehingga dia memmutuskan untuk pulang ke kampung halannya dikirim oleh pemerintah Malaysia. Dulu sebelum berangkat dia bercita-cita membangun rumah dan biaya sekolah anak yang baru duduk di SMA dan SMP.”43
Dari hasil wawancara Halimatussakdiah bahwa covid-19 memberikan dampak terhadap keberlansungan suami untuk tinggal di Malaysia selama lima tahun dengan harapan bisa membangun rumah dan membiyai anak yang masih sekolah di SMA dan SMP.
Begitu juga wawancra yang penulis lakukan dengan Kaharudin berpropesi sebagai juru parkir di salah satu sualayan yang ada di pasar renteng.
Dia mengatakan bahwa.
43Halimatussakdiah, Wawancara, Dusun Memelak Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung 16 Maret 2022.
“sebelum covi-19 dia mendapatkan penghasilan sehari sebesar 250.000. tetapi setelah terjadinya covid saya hanya mendapatkan 50.000 dan bisa kurang karna pasar dibatasi pengunjung malah pasar ditutup sementara oleh pemerintah karna dampak dari covid-19 luar biasa, bahkan dalam satu minggu hanya dua kali pasar di buka dan pernah sampai dua mingguan pasar renteng tidak pernah dibuka, sehingga pengasilan tidak ada sama sekali”.44
Dari hasil wawancara dengan Kaharudin sebagai juru parkir sebelum covid dia bisa mendapatkan penghasilan 250.000 atau bisa lebih karena pengunjung pasar renteng sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari beberapa daerah untuk mengambil barang yang akan dijual di kampongnya.Tetapi sekarang saat pandemi pasar Renteng menjadi pasar yang sepi dari pengunjung karna di tutup sementara untuk melindungi masyarakat dari kerumunan penyebaran penyakit.Sehingga penghasilan dari kaharudin disaat pandemi hanya 50.000 dalam satu minggu bahkan kurang.
Penulis juga melakukan wawancara denganHusnul Khotimah berpropesi sebagai jualan sayur keliling. Ungkapannya
“sendekman jual sayur keliling marak meni, laek momot lek bale bukak warung. Alhamdulillah pengasilan sekitar Rp. 120.000 bilang jelo. Sampe kebutuhan sejelo-jelo insya allah ndk merase kurang.demen dating covid-19 mulain menurun, dakakn kadu protokol kesehatan, masih, kadang-kadang Rp.30.000 anakk endah butuh biyaye kuliah. Mulen elek mase pandemic ni jak penok gati kebutuhan, sedangkan kemasukan kurang. baun tesebut ndk arak.perhari endah amakn ndk arak lain begaweanaran jak buruh harian lepas jari pegaweann nie jak, muk jarin ndk wah sak berharep lalok kemasukan elek nie. Muk nani muk cobakn bejual ngelining ternyate kemasukan perhari nu berombok sekitar Rp. 80.000 bilang jelo lamuk lalo
44 Kaharudin, Wawancara, Dusun Kesambik Numpuk, Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung 15 Maret 2022
meken.Laguk lamun nutup peken jak terimak keadaan dan berusahe pengiritan nendek boros lalok”.45
Artinya:
“sebelum berjualan sayur keliling seperti ini, dulu hanya jualan dirumah membuka warung, Alhamdulillah penghasilannya perhari sekitar Rp.
120.000. perhari. Sehingga kebutuhan perharinya insya allah tidak merasa kurang atau merasa tercukupi. Ketika datangnya covid-19 disitulah kemasukan mulai menurun meskipun mematuhi protokol kesehatan, sehingga kadang-kadang Rp30.000 perhari.Dan juga anak butuh biaya untuk kuliah, memang pada masa pandemi ini banyak sekali kebutuhan.Sedangkan kemasukan kurang.Bisa dikatakan perhari tidak ada kemasukan.sedangkan ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap dia berpropesi hanya buruh harian lepas. Untuk itu saya tidak terlalu berharap kemasukan darinya.Sekarang aku mencoba untuk berjualan keliling (dor to dor) penghasilannya bertambah Rp. 80.000.perhari jika saya pergi kepasar untuk mengambil barang. Akan tetapi jika pasar ditutup yang saya lakukan adalah menerima dengan berlapang dada, dan berusaha untuk tidak terlalu bermewahan atau boros”.
Dari hasil wawancara dengan responden atas namaHusnul Khotimah, dia bisa mendapatkan Rp.120.000. perhari sebelum datangnya wabah covid-19 sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, akan tetapi karena wabah covid-19 inilah yang membuat keluarga tidak seimbang atau harmonis seperti biasanya.Dan dia menyadari betul dampak dari pandemi tersebut yang biasanya mudah mendapatkan penghasilan sekarang butuh tenaga, mental yang kuat untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
45 Husnul Hotimah, Wawancara, Dusun Lendang Gendis Warga Lingkungan Kesambik Numpuk 04 Maret 2022
Begitu juga wawancaya dengan bapak Sulhan berpropesi sebagai pemilik tambak di Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung.
Ungkapannya
“usaha tambak merupakan pekerjaan saya turun temurun dari nenek saya dengan tambak kehidupan sehari-hari saya terpenuhi, bahkan saya mampu membangun rumah, tetapi sampai saat ini belum selesai karena banyak kendala terutama pada masa pandemi covid-19. Pandemi covid-19 membuat usaha tambak kami menurun drastic dulunya kami memelihara ikan di tambak hingga 10.000 bibit ikan.Ketika waktu panen bisa menghasilkan uang sebesar Rp.100.000.000. sehingga dengan mudah saya menggaji buruh dan menyisihkan uang untuk proyek rumah saya serta kebutuhan didalam keluarga”.46
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Sulhan, dampak dari pandemi covid-19 ialah memberikan suatu perubahan yang sangat serius yang paling menonjol adalah perekonomian keluarga dan kebiasan-kebiasaan lainnya bahkan rumah yang sedang dibangun belum kelar atau belum selesai sampai saat ini akibat dari dampak pandemi covid-19 ini.
Begitu juga wawancara yang penulis lakukan dengan Haji Awaludin, berpropesi sebagai tokoh agam, ungkapnya:
“begitu dasyat perubahan yang diakibatkan pandemi covid-19 ini. Baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas atau propesi apapun pasti akan merasakan dampak yang sangat serius akibat pandemi ini. Dulunya ketika saya memberikan pencerahan atau pengajian di Ponpes Subulussalam sangat nyaman dan tentram sehingga jamaah pengajian mampu mencerna apa yang saya sampaikan dan tentunya bagi saya tidak ada yang dikehawatiran sedikitpun. Namun pada awal-awal pandemi saya selalu kehawatiran atau
46Bapak Sulhan, Wawancara, Warga Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung 11 Maret 2022
ketakutan. Takut akan terjangkit virus covid-19, dan hawatir jika ditengah- tengah pengajian petugas dating membubarkan pengajian sehingga jamaah akan gagal faham atas materi yang saya sanpaikan. Pengajian tersebut saya rutinitaskan satu kali seminggu untuk seluruh jamaah yang berada di lingkungan Kesambik Numpuk untuk menjadi bekal atau insfirasi hidup islami. Namun karena wabah covid-19 ini, kebiasaan tersebut tidak lagi di terapkan karena saya juga takut akan melanggar peraturan pemerintah, sehingga saya memberikan pengajian perhari namun dijadwalkan atau diberikan pembatasan jamaah untuk mengikutipengajian tersebut.47
Jadi berdasarkan wawancara tersebut dengan responden atas nama Haji Awaludin memberikan suatu peristiwa yang membut kebiasaan seseorang berubah drastic yang dahulunya haji awaludi dengan mudah memberikan pencerahan kepada jamaah pengajian, namum sekarang ketika memberikan ceramah terhadap jamaah pengajian terasa sulit.
Oleh sebab itu fakta temuan yang ada di lapangan menunjukkan bahwa pandemi covid-19 memberikan dampak kepada seluruh keluarga untuk perekonomian menengah kebawah seperti buruh migran, buruh harian lepas, pedagang, juru parkir tokoh agama dan lain sebagainya. Dalam masa pandemi ini membuat keluarga menjadi semakin akrab dan semakin memahami satu sama lain. Keluarga merupakan sumber yang selalu menghidupkan, memelihara serta sumber kebahagian dan keceriaan, pusat cinta dan kasih sayang yang senantiasa menopang semangat kita.
47 Haji Awaludin, wawancara,warga Dusun Memelak ,Lingkungan Kesambik Numpuk, 14 april 2022
H. Upaya-upaya Mempertahankan Keharmonisan Keluarga Dimasa Pandemi Covid-19 di Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah.
Pandemi covid-19 memang memberikan dampak yang sangat serius.
Sehingga mengakibatkan seluruh sektor pemerintah terhebnti, lebih-lebih dalam segi perekonomian keluarga.Dalam mempertahankan keseimbangan atau keharmosian keluarga tentu yang paling diperlukan ialah perekonomian, namun pada masa saat ini keluarga menjadi ujung tombak dalam berbagai hal untuk memecahkan masalah.Sehingga keluarga dituntut keras untuk berupaya mempertahankan keharmonisan didalam keluarga. Diantara upaya-upaya yang dilakukan oleh beberapa responden antara lain:
1. Halimatussakdiah
Peneliti melakukan wawancra dengan Halimatussakdiah upaya yang dia laukan selama pandemi covid-19 ialah menerima keadaan yang semasa suaminya berada di Malaysia bisa mendapatkan kiriman sekali dalam sebulan sebesar 2 juta untuk kebutuhan sekolah anak yang duduk di bangku SMA dan SMP.Tetapi sekarang yang mengajar sekian banyak siswanya. Maka kebutuhan anak dan keluarga bisa tercukupi dari hasil tabungan yang sebelumnya bercita-cita membuat rumah dan tabungan sekolah, tetapi sekarang uang tabungan saya pergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari dimasa pandemi karna suami tidak bisa lagi bekerja di negara Malaysia.
Dari hasil semua anak tidak lagi masuk sekolah karena harus belajar di rumah memang pada awalnya saya selalu marah-marah karena anak tidak sekolah, main-main, harus ada HP, karena pembelajaran harus lewat HP akan tetapi lama kelamaan saya menyadari betapa sulitnya menjadi seorang guru untuk mengajarkan kedua anak saya, apalagi seorang guru wawancara dengan Halimatussakdiah dapat disimpulkan bahwa, semasa pandemi dia menyadari arti pentingnya menabung untuk memenuhi kebutuhan yang sewaktu-waktu ada kebutuhan yang tidak terduga seperti covid ini dimana suami tidak lagi bekerja di negara Malaysia maka harapan satu-satunya adalah tabungan yang semestinya untuk membangun rumah dan biaya sekolah dipergunakan untuk biaya sehari-hari dimasa pandemi. Anak juga tidak lagi masuk sekolah dan dia harus bersekolah di rumah melalui media social yang paling mengeriskan pada awal pandemi orang tua dituntut untuk menjadi guru terhadap anak- anaknya disanalah dia merasakan betapa sulitnya menjadi seorang guru tetapi lama kelamaan menjadi hal yang biasa. Pandemi covid-19 menjadikan pembelajaran yang luar biasa terhadap keberlansunga keluarga karena orang tua harus bisa memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya dan memberikan perhatian penuh dalam keberlansungan masa depan pendidikan anak-anaknya.
2. Kaharudin
Seperti halnya yang dikemukakan kaharudin sebelum covid dia mendapatkan penghasilan 250.000 perhari dan bisa lebih, tetapi disaat pandemi dia mendapatkan 50.000 perhari itupun kurang, dan bisa dalam satu
minggu itu hanya dia keluar menjadi juru parker satu kali dalam satu minggu.
Dia menyadari betul dampak dari covid ini sangat luar biasa yang semestinya kebutuhan keluarga sehari-hari bisa tercukupi dari penghasilan juru parkir.
Akan tetapi dimasa pandemi ini. Sangat menyadari bahwa kebutuhan keluarga harus bisa terpenuhi dengan cara yang lain diantaranya, kaharudin harus memanfaatkan sebidang tanah untuk bercocok tanam dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dikarenakan kebutuhan sehari-hari sebelum covid hanya diperoleh dengan cara yang mudah karena dia bekerja di pasar sebagai juru parkir
Dari hasil wawancara penulis dengan Kaharudin dapat di simpulkan bahwa covid-19 memberikan perubahan secara drastisdidalam kebutuhan ekonomi dan kebutuhan lainnya.Selain itu juga covid-19 membuat suatu perubahan kebiasaan, yang dulunya hanya Kaharudin mencari nafkah lewat juru parkir sekarang sudah terbiasa kesawah bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
3. Husnul Khotimah
Seperti yang telah dikemukakan oleh saudari Husnul Khotimah, wabah covid-19 ini membuat keluarganya tidak terjalin seperti biasanya.yang dulunya dia hanya jualan di rumah menunggu datangnya pembeli sehingga mendapatkan penghasilan Rp. 120.000. sedangkan pada masa pandemi covid- 19 ini hanya mendapatkan penghasilan Rp. 30.000.Husnul Khotimah sangat
menyadari dampak dari wabah covid-19 ini.Yang dulunya dia beranggapan cukup mudah untuk membiayai anaknya yang sedang kuliah dan kebutuhan sehari hari. Jadi upaya Husnul Khotimah pada masa pandemi ini ialah dituntut untuk lebih giat mencukupi kebutuhan keluarga dan masa depan pendidikan anaknya. Sehingga dia memutuskan untuk mencari cara yang lain yaitu berjualan keliling. Dikarenakan kebutuhan sehari-hari sebelum covid hanya diperoleh dengan cara yang mudah karena dia berjualan membuka warung di rumah.
Dari hasil wawancaya penulis dengan responden dapat disimpulkan bahwa dimasa pandemi covid-19 ini, setiap anggota keluarga harus mampu mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kasus Husnul Khotimah. Propesinya tetap sama yaitu berjualan, akan tetapi cara atau system jualan harus dikembangkan dulu hanya menunggu pembeli di warung sekarang berjualan kelilng dengan cara inilah kebutuhan keluarga bisa bertahan di masa pandemi ini.
4. Bapak Sulhan
Seperti yang telah diungkapkan oleh bapak Sulhan,pandemi covid-19 adalah suatu peristiwa yang membuat perekonomian keluarga yang ada di seluruh dunia menurun drastis, dulunya sebelum covid-19 keluarga kami merasa harmonis dan usaha tambak kami semakin meningkat sehingga kami beranggapan cukup mampu membangun rumah.Namun disaat seperti ini
kondisi covid-19 membuat keluarga kami mengalami kekurangan yang segnifikan.Sehingga upaya yang di lakukan adalah mengubah kolam tambak menjadi tempat yang mudah dikunjungi oleh banyak orang dan tetap memberlakukan protokol kesehatan yaitu lesehan yang dia hias dengan berbagai macam hiasan.Disitu dia menawarkan makanan yang siap saji dan tempat poto-poto serta tempat kaulamuda karaoke.Jadi meskipun pandemi covid-19 tetap berlansung yang tidak tahu kapan berakhirnya dia membiasakan diri untuk mengubah pola fikir untuk menjadi lebih baik dan bisa menafkahi keluarga lewat lesehan tersebut.Karena hasilnya cukup besar sehingga dia menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk pembangunan rumahnya.
Jadi wawancara penulis dengan Bapak Sulhan dapat disimpulkan bahwa wabah penyakit covid-19 ini menjadikan peristiwa didalam keluarga yang tidak tahu kapan berakhirnya sehingga dia mengerti arti dari menabung yang dimana sewaktu waku akan di butuhkan. Serta mengubah pola fikir merupakan suatu upaya yang tidak menutup kemungkinan bisa membuahkan hasil menjadi lebih baik dalam keluarga.
5. Haji Awaludin
Seperti yang telah diungkapkan oleh Haji Awaludin sebelum pandemi ini terjadi, dalam mensyiarkan agama allah sangatlah mudah, atau tidak ada batasannya. Sehingga dengan mudah juga memberikan pemahaman terhadap jamaah pengajin.Dengan pengajian rutinitas sekali seminggu memberikan
waktu yang singkat untuk menyampaikan pengajian kepada seluruh jamaah di Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung.Namun pada saat wabah Covid-19 ini berlansung, tentunya memberikan suatu dampak yang sangat serius. Sehingga dia berupaya untuk mensyiarkan agama allah dengan cara memberikan jadwal kepada jamaah pengajian untuk bergiliran. Jadi dalm seminggu pengajian dilaksanakan hanya tiga kali dalam seminggu dan tentunya dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
Jadi wawancara dengan Haji Awaludin dapat disimpulkan bahwa dulu sebelum covid-19 membuat seseorang mudah untuk mencari ilmu dan tidak ada kehawatin atau ketakutan yang menghadang.Sehingga menjalani kehidupan secara syari tetap terjalin seperti biasanya. Namun saat pandemi covid-19 ini cukup sulit untuk memberikan pencerahan kepada jamaah pengajian sehingga Haji Awaludin menyadari betul dampak covi-19 ini terhadap seseorang untuk melatih kesabaran keikhlasan dan ketekunan dalam menimba ilmu, serta terus berupaya menjadikan masyarakat Lingkungan Kesambik Numpuk Kelurahan Gerunung menjadi masyarakat yang agamis dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari baik dengan anggota keluarga maupun dengan masyarakat lainnya.
Selain itu juga upaya-upaya kelurga di Lingkungan Kesambik Numpuk secara umum sering kali melakukan hal tersebut diantaranya:
1) Keyakinan