D. Teknik Pengumpulan Data
3. Angket (Kuesioner)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos
atau internet.
Bila penelitian dilakukan pada lingkup yang tidak terlalu luas, sehingga kuesioner dapat diantarkan langsung dalam waktu tidak terlalu lama, maka pengiriman angket kepada responden tidak perlu melalui pos. Dengan adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan suatu kondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data objektif dan cepat.45
Instrumen penelitian dikembangkan dalam bentuk kuesioner dengan menggunakan pola jawaban berskala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunkan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif
45Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), h. 142.
sampai sangat negatif.46
Tabel 3.1
Alternative Jawaban dan Skoring Angket N
o Jawaban Kategori Skor
Positif (+) Negatif (-)
1 SS Sangat Setuju 5 1
2 S Setuju 4 2
3 RR Ragu-Ragu 3 3
4 TS Tidak Setuju 2 4
5 STS Sangat Tidak Setuju 1 5
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Orang yang diharapkan memberi respon ini disebut responden.
Angket dibedakan menjadi dua jenis yaitu angket terbuka dan angket tertutup.47
Sedangkan dalam penelitian ini penulis menggunakan angket tertutup. Angket ini digunakan mendapatkan data tentang tingkat pendidikan formal orang tua dan hasil belajar siswa di sekolah. Sebelum
46Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), h. 93
47Syahrum dan Salim, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, (Bandung:
Cita Pustaka Media, 2014), h. 114
pembuatan angket, terlebih dahulu penulis membuat kisi-kisi angket. Setelah kisi-kisi dibuat, maka penentuan skor pada setiap angket perlu dibuat agar pengolahan data lebih mudah dan lebih terarah.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Pendidikan Formal Orang Tua Variabel Indikator Sub Indikator
Tingkat pendidikan formal orag tua
Tingkat pendidikan formal terakhir orang
tua dari SD, SMP, SMA,D1, D2, D3, S1,
S2,
SD, SMP, SMA, D1,D2, D3, S1, S2
Tabel 3.3
Skor Tingkat Pendidikan Formal Orang Tua No Tingkat Pendidikan Formal Orang tua Skor
1 Tidak Tamat (SD) 0
2 SD 6
3 SMP 9
4 SMA 12
5 D1 13
6 D2 14
7 D3 15
8 S1 16
9 S2 18
10 S3 21
Angka skor menunjukkan rata-rata lamanya menempuh pendidikan formal orang tua. Ketika tidak tamat dalam suatu jenjang pendidikan maka skornya
adalah lama tahun menempuh pendidikan.
Tabel 3.4
Kisi-kisi Hasil Belajar Siswa N
o
Variabel Sub Indikator Jumlah Item No Item Hasil Belajar
Siswa
Ranah Kognitif 14 1, 2, 3, 4, 5, 6 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, Ranah Afektif 14 15, 16, 17, 18, 19, 20,
21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28 Tabel 3.5
Instrumen Kisi-kisi Angket N
o
Variabel Penelitian
Indikator Butir Pengamatan Butir Soal 1 Pengaruh
tingkat pendidikan formal orang tua (X)
1. Pendidkan Dasar 2. Pendidkan
Menengah 3. Pendidikan
Tinggi
Tingkat pendidikan terakhir orang tua
1,2
2 Hasil belajar (Y)
1.Ranah Kognitif
2.Ranah Afektif
1. Pengetahuan.
2. Pemahaman 3. Aplikasi 4. Sintesis 5. Evaluasi
1. Receiving/Attendin g (Penerimaan) 2. Responding
(Sambutan/Jawaban )
3. Valuing (Penilainan) 4. Organisasi 5. Karakteristik
1,2,3,4,5,6,7,8,9 ,10,11,12,13,14
15,16,17,18,19, 20,21,22,23,24, 25,26,27,28
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D
E. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas berkenaan dengan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul mengukur apa yang harus diukur. Valid tidaknya suatu alat ukur tergantung kemampuan alat tersebut untuk mengukur objek yang diukur dengan cermat dan tepat. Uji validitas menunjukkan ketepatan dan kecepatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya. Uji validitas dilakukan setelah diketahui hasil uji coba angket, dan uji validitas ini menggunakan rumus product moment 48, yaitu:
Keterangan :
48Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D.
(Bandung: Alfabeta, 2016), h. 183.
Rxy : Koefisien korelasi antara variabel x dan y N : Jumlah responden
Ʃxy : Jumlah perkalian antara skor variabel x dan skor variabel y
Ʃx : Jumlah skor variabel x Ʃy : Jumlah skor variabel y
Dengan taraf signifikan 5% yaitu 0,413, apabila dari hasil perhitungan didapat maka dikatakan butir angket itu telah signifikan atau telah valid. Apabila , maka dikatakan butir angket tersebut tidak signifikan atau tidak valid.
Sedangkan pengolahan data untuk kepentingan uji validitas dan reabilitas dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 16,0. Diperoleh hasil uji validitas variabel X (Pendidikan Formal Orang Tua) 2 item angket yang valid dengan penjelasan sebagai berikut:
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Angket
Variabel Pendidikan Formal Orang Tua (X)
Item No R hitung R tabel Keterangan
1 0,927 0,413 Valid
2 0,949 0,413 Valid
Berdasarkan uji coba validitas angket variabel X di atas diketahui bahwa terdapat 2 item yang valid, sehingga angket variabel X dalam penelitian ini berjumlah 2 item angket.
Hasil uji validitas variabel Y (Hasil Belajar) 38 item angket diperoleh 28 item yang valid dan 10 item yang tidak valid dengan penjelasan sebagai berikut:
Tabel 3.7
Hasil Uji Validitas Angket Variabel Hasil Belajar (Y) Item No R hitung R tabel Keterangan
1 0,055 0,413 Tidak Valid
2 0,523 0,413 Valid
3 0,637 0,413 Valid
4 0,684 0,413 Valid
5 0,324 0,413 Tidak Valid
6 -0,140 0,413 Tidak Valid
7 0,802 0,413 Valid
8 0,636 0,413 Valid
9 0,595 0,413 Valid
10 0,585 0,413 Valid
11 0,592 0,413 Valid
12 0,493 0,413 Valid
13 0,812 0,413 Valid
14 0,487 0,413 Valid
15 0,480 0,413 Valid
16 0,742 0,413 Valid
17 0,850 0,413 Valid
18 0,388 0,413 Tidak Valid
19 0,215 0,413 Tidak Valid
20 0,652 0,413 Valid
21 0,624 0,413 Valid
22 0,620 0,413 Valid
23 0,448 0,413 Valid
24 0,288 0,413 Tidak Valid
25 0,789 0,413 Valid
26 0,564 0,413 Valid
27 0,649 0,413 Valid
28 0,448 0,413 Valid
29 0,106 0,413 Tidak Valid
30 0,724 0,413 Valid
31 0,570 0,413 Valid
32 0,318 0,413 Tidak Valid
33 0,682 0,413 Valid
34 0,626 0,413 Valid
35 0,439 0,413 Valid
36 0,381 0,413 Tidak Valid
37 0,699 0,413 Valid
38 0,079 0,413 Tidak Valid
Berdasarkan uji coba validitas angket variabel Y di atas diketahui bahwa terdapat 28 item yang valid, sehingga angket variabel Ydalam penelitian ini berjumlah 28 item angket.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ketepatan alat evaluasi dalam mengukur. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tepat. Untuk menghitung reliabilitas angket menggunakan rumus alfa cronbach yaitu sebagai berikut:
( ) ( ) Dimana rumus = ( )
Keterangan :
r11 = reabilitas yang dicari
Ʃ = jumlah varian skor tiap-tiap item α = varians total
Metode alpha cronbach yang digunakan untuk menghitung reliabilitas suatu tes yang tidak mempunyai pilihan „benar‟ at au „salah‟ maupun „ya‟ atau „tidak‟, melainkan digunakan untuk menghitung reabilitas suatu
angket yang mengukur sikap atau perilaku. Alpha cronbach sangat umum digunakan, sehingga merupakan koefisien yang umum untuk mengevaluasi Internal Consistency.
Reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Uji reliabilitas ini menggunakan metode alpha cronbach. Asumsinya yaitu jika nilai alpha cronbach > 0,05 maka reliable.
Pengujian reabilitas instrumen angket dilakukan dengan teknik alpha cronbach‟s menggunakan bantuan komputer SPSS 16.0 dari variabel X 2 item angket dan variabel Y 38 item angket yang valid dihitung reliabilitasnya diperoleh koefisien reliabilitas seperti pada tabel berikut ini:
Tabel 3.8
Reliabilitas Variabel Pendidikan Formal Orang Tua (X)
Dengan melihat hasil tabel di atas, diperoleh nilai r
= 0,857, lebih besar dari 0,05 (0,857 > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel X yang disusun adalah reliabel dan dapat digunakan untuk mendapat data tentang Pendidikan Formal Orang Tua.
Sedangkan hasil perhitungan item Hasil Belajar Siswa (Y) disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut ini:
Tabel 3.9
Reliabilitas Variabel Hasil Belajar (Y) Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.857 2
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.933 38
Dengan melihat hasil tabel di atas, diperoleh nilai r
= 0,933, lebih besar dari 0,05 (0,933 > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa instrumen variabel Y yang disusun adalah reliabel dan dapat digunakan untuk mendapat data tentang Hasil Belajar Siswa.