BAB I PENDAHULUAN
F. Landasan Teori
2. Aspek-aspek Strategi
berkelanjutan. Sharplin dalam Sagala mengemukakan langkah-langkah formulasi strategi yakni40:
1. Perumusan misi suatu organisasi yang utuh dengan melibatkan pemilik, pelanggan, dan pegawai sebagai kostituen organisasi, dan juga harus memperhatikan kemampuan dan kondisi internal organisasi;
2. Melakukan assessment lingkunagan eksternal organisasi dengan memperhatikan kondisi yang sedang terjadi dan kemungkinan perubahan yang akan terjadi, termasuk kemampuan dan perkembangan organisasi serupa;
3. Menetapkan arah dan sasaran organisasi 4. Tentukan strategi yang akan dipakai.
Sejalan dengan itu Fred R david dalam Taufiqurrakhman mengungkapkan empat tahapan dalam pengimplemetasian straetgi yaitu41: 1. Perumusan strategi; meliputi kegiatan untuk mengembangkan visi misi
organisasi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang organisasi, membuat sejumlah strategi alternative untuk organisasi, serta memilih strategi tertentu untuk digunakan.
2. Pelaksanaan strategi; mengharuskan perusahaan untuk menetapkan sasaran tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, mengalokasikan sumber daya sehingga perumusan strategis dapat dilaksanakan.
3. Pelaksanaan strategis mencakup pengembangan budaya yang mendukung strategi, penciptaan struktur organisasi yang efektif, pengarahan kembali usaha-usaha pemasaran, penyiapan anggaran, pengembangan dan pemanfaatan system informasi, serta menghubungkan konpensasi untuk karyawan dengan kinerja organisasi.
4. Evaluasi strategi; ada tiga kegiatan pokok dalam evaluasi strategi yaitu: mengkaji ulang faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi landasan perumusan strategi yang diterapkan. Kemudian mengukur kinerja, melakukan tindakan-tindakan korektif. Evaluasi strategi perlu dilakukan karena keberhasilan saat ini bukan merupakan jaminan untuk keberhasilan di hari esok.
2. Aspek-aspek Strategi
40 Sayful Sagala, Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, (Bandung : Alfabeta, 2017), 149.
41 Taufiqurakhman, Manajemen Strategik, (Jakarta : Fisipol Un Prof.Dr.Moestopo beragama, 2016), 19.
Strategi memiliki banyak aspek, diantaranya adalah:42 a. Strategi sebagai statement pernyataan maksud dan tujuan.
Tujuan atau maksud harus berfindak sebagai penggerak (pengemudi) masa depan. Peran strategi adalah menentukan, mengklarifikasi atau menyempurnakan tujuan.
b. Strategi sebagai suatu rencana tingkat tinggi.
Strategi juga memperhatikan cara bagaimana agar tujuan atau maksud dapat dicapai. Secara umum, strategi cenderung berada pada tingkat yang lebih tinggi dan mengambil keseluruhan pandangan, rencana cenderung lebih rinci, lebih kuantitatif, dan lebih spesifik tentang waktu dan tanggung jawab.
c. Strategi sebagai sarana untuk mengalahkan kompetisi
Salah satu tujuan strategi adalah menang/keberhasilan dalam arti dapat mengalahkan pesaing dalam suatu permainan/persaingan. Untuk itu, strategi dibutuhkan agar tetap berada di depan pesaing sebagai suatu kelompok kekuatan.
d. Strategi sebagai suatu unsur Manajerial.
Strategi memiliki hubungan erat dengan Manajerial dan penetapan pengaturan merupakan salah satu tanggung jawab para pemimpin. Saat pemimpin berubah,strategi cenderung berubah.
e. Strategi sebagai menempatkan posisi untuk masa depan
Oleh karena itu, satu tujuan strategi untuk mernposisikan perusahaan untuk masa depan sehingga siap menghadapi ketidakpastian. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan membuat perusahaan lebih bisa untuk beradaptasi.
f. Strategi sebagai kemampuan membangun.
Strategi sebagai pola perilaku yang dihasilkan dari budaya yang tertanam. Setiap perusahaan merniliki budayanya sendiri. Budaya sangat mudah diamati akan tetapi sulit untuk dirubah, Oleh karena itu startegi yang dapat diadopsi oleh perusahaan sebagian ditentukan oleh budaya internal.
3. Konsep Managerial Kepala Madrasah a. Pengertian Managerial
اهيف ل ج أ ا لا ۖ فيل ض أ يف ل اج ي إ مئَملل ُب ا إ ف ي اهيف ف نم ءامدلا
َ ك محب ب نح
َ مل ا ام ل أ ي إ ا ۖ ل
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
Mereka berkata, mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di
42 Lantif Diat Prasojo, Manajemen Strategi, (Yogyakarta : UNYPress, 2018), 5
bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman, sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. al- Baqarah/1: 30)43
Dari Penggalan ayat di atas bahwa manusia ditugaskan oleh Allah dimuka bumi untuk menjadi seorang pengatur, pengolah segala sesuatu yang ada diatas dunia ini sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah SWT termasuk didalamnya adalah menjadi seorang pemimpin.Seorang pemimpin harus mampu mengatur organisasi yang dipimpinnya dengan baik. Untuk mengatur organisasi dengan baik maka seorang pemimpin perlu memiliki Ilmu management. Dalam ilmu management yang diperlukan oleh kepala madrasah setidaknya terdiri dari 4 fungsi managerial yaitu Planing, organizing, actuating dan controlling44.
Manajemen berasal dari bahasa inggris to manage yang berarti mengatur, mengurus dan mengelola.45 Menurut Malayu S.P Hasibuan manajemen adalah ilmu dan seni mengatur Proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lain dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu baik dalam system organisasi maupun administrasi.46
43Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya ; Surat Al- Baqarah ayat 30 juz 1(Jakarta;Yayasan penyelenggara penterjemah/penytafsir Al-Qur'an; 1971)6.
44 Helmawati, Meningkatkan Kinerja Kepala Madrasah Melalui Managerial Skill, (Jakarta : Rineka Cipta, 2014), 131
45Zuhdi Zaini, kamus Besar Bahasa indonesia diakses pada hari Kamis 03 Desember 2020 pukul 17.32 PM
46 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung : Pustaka Setia, 2019), 1
Dalam Saefullah, Ramayulius menyatakan bahwa pengertian yang sama dnganhakikat manajement adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) seperti firman Allah SWT dalam surat Assajadah ayat 5
دي نم رما رب ث ضرا لا ءامسلا
ي لا جرع ي ىف ي م اك فلا هرا دقم
دعت امم نس
ٰٰ
Artinya :
" Dia segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu"47
Dari ayat di atas diketahuai bhahwa Allah SWT, merupakan pengatur alam, akan tetapi manusia sebagai khalipah di bumi, manusia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagiamana petunjuk Allah SWT dalam mengatur alam ini.
Secara terminology banyak para ahli memberikan pengertian tentang manajement diantaranya adalah :
1. G.R Terry mengatakan bahwa manajemen merupakan proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.48
2. Menurut Harold Kontz dan Cril O'Donnel manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain, dimana manager melakukan koordinasi atas sejumlah aktivitas dengan orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pergerakan, dan pengendalian.49
3. Longnecker dan Pringle merumuskan manajemen sebagai proses memperoleh dan menggabungkan sumberpsumber manusia,
47 Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an dan Terjemahannya ; Surat As- Sajadah ayat 5 (Jakarta;Yayasan penyelenggara penterjemah/penytafsir Al-Qur'an; 1971)6.
48 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung : Pustaka Setia, 2019), 2
49 Nur Azazin, Manajemen dan Manajerial Pendidikan Islam (Malang : Edulitera, 2018), 48
financial,dan fisik untuk mencapai tujuan pokok organisasi mengasilkan produk atau jasa/layanan yang dinginkan oleh sekelompok masyarakat.50
Dari beberapa pengertian manajemen tersebut secara umum bisa dijelaskan pengertiuan manajemen adalah suatu proses kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan memnfaatkan orang lain dan sumber daya yang ada. Di samping itu juga dari pengertian tersebut tersirat atau tedapat beberapa unsur dari manajemen yaitu; pimpinan, orang yang dipimpin (pelaksana), tujuan yang hendak dicapai, kerjasama dalam mencapai tujuan tersebut (proses kegiatan) dan sarana atau peralatan manajemen (sumber daya).
Sarana atau peralatan manejemen bisa disebut juga unsure-unsur manajemen yang biasa disebut 6M terdiri dari: (1) Man (manusia); (2) materiil (barang); (3) machine (mesin); (4) money (uang); (5) method (metode); dan (6) market (pasar).51
Dalam pelaksanaan aktivitas managerial, yang menentukan kesuksesan pengelolaan organisasi diperlukan suatu pedoman umum atau pegangan utama yaitu prinsip-prinsip manajemen. Seperti yang diungkapkan oleh Malayu P Hasibuan dengan mengutif pandangan Henry Fayol yaitu52:
1. Division of work (asas pembagian kerja)
2. Autority and resposbility (asas wewenang dan tanggung jawab) 3. Discipline (asas disiplin)
50Marno, Triyo Supriyatno, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung : Refika Aditama, 2008), 1
51 Nur Azazin, Manajemen dan Manajerial Pendidikan Islam (Malang : Edulitera, 2018), 59
52 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung : Pustaka Setia, 2019), 11
4. Unity of comand (asas kesatuan perintah)
5. Unity of direction ( asas kesatuan jurusan dan arah)
6. Subordination of individual interest into general interest (asas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi)
7. Renumeration of personel (asas pembagian ngaji yang wajar) 8. Centralization (asas pemusatan wewenang)
9. Scalar of chain (asas hierarki atau asas rantai berkala) 10. Order (asas keteraturan)
11. Equity (asas keadilan) 12. Iniative (asas inisiatif)
13. Esprit de corps (asas kesatuan)
14. Stability of turn-over personel (asas kestabilan masa jabatan) Dari pendapat Malayu P Hasibuan tersebut dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai atau berjalannya roda organisasi dengan baik maka suatu organisasi harus mengacu pada 14 prinsip manajemen tersebut.
Karena apabila salah satu terabaikan tentuka akan terjadi ketimpangan atau ketidak seimbangan dalam suatu organisasi lebih-lebih pada lembaga pendidikan.
Selanjutnya dalam Proses pelaksanaan dilapangan dikenal istilah fungsi manajemen. Fungsi manajemen sekolah atau lembaga pendidikan pada dasrnya tidak berbeda dengan fungsi-fungsi manajemen pada umumnya. Banyak para fakar atau para ahli manjemen yang memaparkan fungsi-fungsi manajemen, sebagaiamana tamapak pada tebel berikut:53
Tabel 1.2 Pendapat para ahli tentang fungsi-fungsi manajemen Nama Ahli Fungsi-fungsi manajemen
Louis A. Allen Leading, Planning, organizing, controlling
53 Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam (Bandung : Pustaka Setia, 2019), 11
Prajudi Atmosudirjo Planning, organizing, directing, actuating, controlling
John R. Beishline Planning, organizing, comanding, controlling Henry Fayol Planning, organizing, comanding, coordinating,
controlling
Luther Gullich Planning, organizing, staffing, directing, coordinating,controlling, reporting, badgetting Kontz dan O'Donnel Planning, organizing, directing, staffing,
controlling
William H. Newman Planning, organizing, directing, assembling resources, controlling
Sondang P. Siagiaan Planning, organizing, motivating, controlling George R. Terry Planning, organizing, actuating, controlling Lyndal F. Urwick Forecasting, Planning, organizing, comanding,
coordinating, controlling
Winardi Planning, organizing, coordinating, actuating, , leading, communicating.controlling
The Liang Gie Planning,decision making,directing, coordinating, controlling, improving
Dari table di atas ada tiga belas pakar manajemen yang mengutarakanfungsi-fungsi manajemen. Dari semua fungsi yang diutarakan tersebut, secara garis besar dapat dipahami bahwa seluruh kegiatan manajemen tidak dapat terlepas dari proses Planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controlling (pengendalian dan evaluasi).
b. Pengertian kepala Sekolah/ Madrasah
Kepala madrasah adalah "salah satu personil madrasah yang membimbing dan memiliki tanggungjawab bersama anggota lain untuk mencapai tujuan"54. Kepala madrasah memiliki peran yang kuat dalam
54 Helmawati, meningkatkan kinerja Kepala Madrasah/Madrasah melalui manajerial skill. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2014), 17.
mengkoordinasikan menggerakkan dan menyerasikan semua sumberdaya pendidikan yang tersedia di madrasah. Manajerial kepala madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran madrasah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.
Kepala sekolah/madrasah adalah "tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah atau tempat diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran"55. Kepala Madrasah atau yang lebih popular sekarang disebut sebagai “guru ang mendapat tugas tambahan sebagai kepala Madrasah.” Bukanlah mereka yang kebetulan mempunyai nasib baik senioritas, apalagi secara kebetulan.
Novianti mengatakan kepala Sekolah/madrasah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sebagaimana dikemukakan dalam peraturan pemerintah Nomer 28 tahun 1990 pasal 20 a at 1 bahwa : “Kepala madrasah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi madrasah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan penda agunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”.56
55 Wahjosumidjo, Manajerial kepala Madrasah (tinjauan teoritik dan permasalahanya), (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2005), 83.
56 Novianti Djafri, Manajemen Manajerial Kepala Madrasah (Yogyakarta:
Deepublish,2017),3.
Dengan demikian dapat dikatakan dalam mengelola madrasah, kepala madrasah memiliki peran yang sangat besar dan kepala madrasah juga merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan menuju keberhasilan madrasah dan pendidikan secara luas.
a. Peran,fungsi dan tugas kepala sekolah/madrasah
Untuk menjalankan Manajerial dan kelancaran sebuah institusi pendidikan maka kepala madrasah memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:57
1) Perumusan tujuan kerja dan pembuat kebijakan madrasah.
2) Pengatur tata kerja madrasah, yang mengatur pembagian tugas, mengatur petugas pelaksana, dan menyelenggaran kegiatan.
3) Pensupervisi kegiatan madrasah, meliputi: mengatur kegiatan, mengarahkan pelaksanaan kegiatan, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, membimbing dan meningkatkan kemampuan pelaksana.
b. Fungsi utama kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan58 adalah:
1) Perencanaan madrasah dalam arti menetapkan arah madrasah sebagai lembaga pendidikan dengan cara merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi pencapaian.
2) Mengorganisasikan madrasah dalam arti membuat struktur organisasi, menetapkan staf dan menetapkan tugas dan fungsi masing-masing staf.
3) Menggerakkan staf dalam artian memotivasi staf melalui internal marketing dan memberi contoh eksternal marketing.
4) Mengawasi dalam arti melakukan supervisi, mengendalikan dan membimbing semua staf dan warga madrasah.
5) Mengevaluasi proses dan hasil pendidikan untuk dijadikan dasar pendidikan dan pertumbuhan kualitas, serta melakukan problem solving baik secara analitis sistematis maupun pemecahan masalah secara kreatif.
57 Nurtanio Agus Purwanto. Manajerial Pendidikan. (Yogyakarta: Interlude 2019), 5.
58 Daryanto, administrasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), 81.
Sementara itu, Reinhartz dan Don dalam Nurtanio menyatakan bahwa sebagai kepala madrasah yang amanah, tangguh, dan komitmen, maka harus dapat memenuhi unsur-unsur59 sebagai berikut :
1. Mempunyai kompetensi yang tepat atau yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin di madrasah.
2. Menyukai guru dan murid
3. Memiliki etika kerja yang kuat dan menyukai tantangan.
4. Mengusahakan dan mendorong peningkatan secara terus menerus 5. Mengatahui cara dalam menangani konflik
6. Memiliki komitmen terhadap masyarakat
7. Memiliki keterampilan manajement dan organisasi untuk menciptakan budaya madrasah yang positif serta mengetahui nilai penting dari kegiatan belajar mengajar, dan
8. Memiliki rasa humor.
Lebih lanjut sebagai pimpinanan lembaga pendidikan islam Kepala madrasah memepunyai tanggung jawab me-menej pola organisisi pendidikan melalui 8 prinsip yang harus diterjemahkan dalam tataran praktis manajerial lembaga pendidikan islam yaitu;60
1. Focus pada Pelanggan
Organisasi bergantung pada pelanggan, oleh karenanya organisasi harus memahami kebutuhan masa kini dan masa mendatang dari pelanggannya, serta harus memenuhi dan berusaha melampui harapan pelanggan. Kemampuan menarik perhatian, melayani, dan memelihara pelanggan adalah tujuan tertinggi dari madrasah.
2. Manajerial
59 Nurtanio Agus Purwanto. Manajerial Pendidikan. (Yogyakarta: Interlude 2019), 2.
60 Sukarji dan Umiarso. Manajamen Dalam Pendidikan Islam, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2014), 151-153.
Pemimpin menetapkan kesatuan tujuan dan arah organisasi.
Pemimpin puncak perlu menyusun visi madrasah dengan jelas dan dilengkapi dengan sasaran dan tujuan yang konsisten dan didukung pula dengan perencanaan taktis dan strategis.
3. Pelibatan Anggota
Para anggota organisasi harus dilibatkan pada setiap proses untuk menyusun arah dan tujuan serta peralatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, sehingga setiap individu akan terlibat dan punya tanggung jawab untuk mencari perbaikan yang terus menerus terhadap proses yang berada pada lingkup tugasnya. Memperbaiki proses kerja hanya akan berhasil jika semua pihak dari atas sampai ke bawah dan juga persilangan antar fungsi terlibat dalam perubahan 4. Pendekatan Proses
Pendekatan proses ialah suatu pendekatan untuk perencanaan, pengendalian, dan peningkatan proses-proses utama dalam madrasah (trilogy proses mutu) dengan menekankan pada keinginan pelanggan daripada keinginan fungsional.
5. Pendekatan System Pada Manajemen
System didefinisikan sebagai kumpulan dari berbagai bagian/komponen yang satu sama lain saling berhubungan dan saling tergantung untuk mencapai tujuan.
6. Perbaikan berkesinambungan
Perbaikan berkesinambungan kinerja suatu organisasi secara menyeluruh harus terus dilaksanakan demi tercapainya tujuan organisasi
7. Pendekatan fakta pada pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan yang dilakukan harus berdasarkan pada fakta dan data yang sudah dianalisa dengan baik sehingga dapat diperoleh hasil yang memuaskan.
8. Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok
Organisasi manajemen mutu yang sukses menjalin hubungan yang kuat dengan para pemasok (masyarakat) dan pelanggan untuk menjamin terjadinya perbaikan mutu secara berkesinambungan dalam menghasilkan barang dan jasa.
Menurut Ahmad Shonhaji61,untuk menjadi seorang pemimpin yang Islami dibutuhkan beberapa sifat-sifat mulia yang dalam hal ini diambil dari sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad SAW.yaitu:
1. Shiddiq yang berarti jujur,
Masyarakat atau anggota suatu organisasi akan menaruh respek kepada pemimpin apabila dia diketahui dan juga terbukti memiliki kwalitas kejujuran yang tinggi. Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan masyarakatnya
2. Fathanah yang berarti cerdas,
Seorang pemimpin harus memiliki intelektualitas tinggi dan professional.
3. Amanah artinya dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel.
Dengan memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan di atas pundaknya.
Kepercayaan maskarakat berupa penyerahan segala macam urusan kepada pemimpin agar dikelola dengan baik dan untuk kemaslahatan bersama.
61 Ahmad Sonhaji,Manajerial Rasulullah, berita satu 4 juli 2015; diakses melalui https://www.beritasatu.com/archive/288305/Manajerial-rasulullah , Rabu, 13 januari 2021
4. Tabligh yang berarti senantiasa menyampaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan dan komunikatif.
5. Minat Masyarakat terhadap madrasah a. Pengertian Minat
Istilah minat menurut Bingham adalah "kecendrungan untuk ikut serta aktif dalam pengalaman-pengalaman dan memelihara pengalaman tersebut". Minat (interest) dapat dikatakan lawan dari keengganan (aversion) yang dirumuskan sebagai kecendrungan untuk menjauhi terjadinya pengalaman tentang objek-objek".62
Sedangkan menurut Jamarah minat adalah "kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas".63 Seseorang yang berminat terhadap sesuatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas tersebut secara konsisten dan rasa senang.
Minat erat hubungannya dengan motivasi. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga dengan minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi yang pokok.64
Slameto dalam Djaali mengungkapakan bahwa minat adalah
"rasa lebih suka atau rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh".65 Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri,
62 Aji Sofanudin, “Model Peningkatan Minat Masyarakat Terhadap Madrasah Ibtida‟yah Di Jawa Tengah”, diakses melalui http//jurnal. Nadwa.ac.id/index.php/studia manageria diakses pada hari Sabtu 19 September 2020 pukul 02.32 PM Jurnal Nadwa Volume 6 Nomor 1 Mei 2012
63 Syaiful Bahri Jamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), 48.
64 Syaiful Bahri Jamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru,
65 H. Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 121.
semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya.
Dari beberapa definisi tentang minat tersebut dapat dikatakan bahwa minat adalah ketertarikan seseorang terhadap sesuatu hal atau kegiatan atau hal lain tanpa paksaan, dan dapat diketahui bebarapa unsur dari minat yaitu; afeksi, kesadaran sampai pilihan nilai, pengerahan perasaan, dan kecendrungan hati.66
b. Faktor-Faktor yang mempengarui Minat
Minat (minat) dapat berkembang dan berubah dengan pengalaman-pengalaman yang membentuk mental individu. Faktor- faktor yang berhubungan dengan minat dibedakan menjadi beberapa faktor sebagai berikut67:
1. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan minat, secara alami faktor- faktor yangmenimbulkan minat sebagai berikut :
a) Faktor Motif Sosial
Minat dapat timbul dengan adanya motivasi dan keinginan tertentu dari lingkungan sosialnya. Seseorang akan melakukuan sesuatu dengan maksud agar mendapat respon.
b) Faktor Emosi
Minat berhubungan dengan perasaan dan emosi. Suksesnya pelaksanaan sesuatu kegiatan membuat perasaan senang dan semangat untuk melakukan kegiatan yang serupa, Sebaliknya
66 H. Djaali, Psikologi Pendidikan, 122.
67 http://repository.uin-suska.ac.id/7409/4/BAB%20III.pdf diakses Kamis, 08 Oktober 2020.
kegagalan akan menurunkan minat atau malah sebaliknya menambah minat
c) Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah faktor yang dapat memunculkan minat yang berasal dari keadaan sekitar seperti lingkungan keluarga, lingkungan madrasah.
2. Faktor-faktor yang dapat menurunkan minat antara lain:
Secara alami faktor-faktor yang dapat menurunkan minat sebagai berikut :
a. Faktor ketidakcocokan
Minat seseorang terhadap sesuatu hal akan berkembang jika hal tersebut menarik dan sesuai dengan dirinya dan minat tersebut akan turun apabila tidak sesuai dengan dirinya.
b. Faktor kebosanan
Melakukan suatu aktifitas secara terus menerus secara monoton akan membosankan,hal ini dapat menyebabkan menurunnya minat.
c. Faktor kelelahan
Orang yang karena minatnya terhadap sesuatu aktivitas, akan melakukan aktivitas tersebut dengan tidak memperhatikan batas waktu kerja. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan. Orang yang lelah akan malas melakukan pekerjaan.
Menurut Dasman Yanuri68 minat dapat dipengaruhi oleh : a. kondisi ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka laksanakan, sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka.
b. Tingkat pendidikan
Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek yang dilakukan. Jika ada seseorang yang memilki pengetahuan yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih aman dan nyaman baginya.
c. Pola asuh orang tua
Orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan penuh kasih, penuh pengertian, demokratis akan dapat menumbuhkan minat pada anak. Sedangkan orang tua yang otoriter dan menelantarkan anak cendrung membuat anak kehilangan motivasi atau minat dalam melakukan sesuatu.
68 Dasman Yanuri, “Minat Masyarakat Menyekolahkan Anaknya Ke SMP Dan MTs di Kecamatan Semidang Gumai”, diakses melalui http//ejurnal. iain bengkulu.ac.id/index.php/studia manageria diakses sabtu 19 september 2020 pukul 02.30 pm