BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Profil Madrasah
5. Keadaan Sarana dan Prasarana Madrasah
berasal dari dalam lingkungan Karang Genteng, ada juga dari luar lingkungan Karang Genteng namun jumlahnya cukup banyak. Mereka berasal dari lulusan TK/RA di sekitarnya.102
Tabel. 2.2
Keadaan Siswa MI Islahul Muttaalim Karang Genteng Tahun 2020-2021103
NO KELAS
JUMLAH
SISWA JUMLAH JUMLAH
ROMBEL
L P
1 I 56 54 110 3
2 II 61 46 107 3
3 III 44 51 95 3
4 IV 51 46 97 3
5 V 27 35 62 2
6 VI 29 30 59 2
JUMLAH 268 262 530 16
Dari table tersebut dapat diketahui bahwa jumlah rombel MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng terus meningkat tiap tahunnya, dan ini termasuk kelas gemuk atau besar, bila dilihat dari pembagian kelasnya Karena masing masing kelas rata-rata berjumlah lebih dari 30 siswa perkelasnya bahkan lebih. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masrakat terhadap MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng cukup tinggi.
yang ada dengan luas tanah keseluruhan adalah 896 m2. Memiliki gedung berlantai dua dengan jumlah lokal 9 ruang untuk proses belajar mengajar, 1 ruang kepala madrasah, , 1 ruang UKS, 1 ruang guru, 1 ruang Perpustaan, 1 ruang penjaga sekolah, 1 wc guru, 5 wc siswa dan halaman tempat parkiran serta lapangan untuk kegiatan berdo‟a dan pelaksanaan apel bendera.104 Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut
Tabel. 2.3
Keadaan Sarana dan Prasarana MI Islahul Muttaalim Karang Genteng105 No Bangunan / Ruangan Luas
(M2) Jumlah Keadaan Baik Rusak
1 Ruang Kepala Sekolah 1 √
2 Ruang Wakasek -
3 Ruang Majelis Guru -
4 Ruang Tata Usaha -
5 Ruang BK/BP -
6 Ruang UKS 1 √
7 Ruang PMR -
8 Ruang Osis -
9 Ruang Kelas Belajar (RKB) 9 √
10 Laboratorium -
11 Ruang Perpustakaan 1 √
12 Ruang Keterampilan -
13 Ruang Serba Guna -
14 WC Guru 1 √
15 WC Siswa 5 √
16 Rumah Penjaga Sekolah 1 √
17 Perumahan Guru -
18 Musholla -
19 Lapangan Olah Raga -
104 Data keadaan sarana dan prasarana, Observasi, 7 Desember 2021.
105 Tabel keadaan sarana dan prasarana madrasah, dokumentasi, diambil 22 Maret 2021.
20 Asrama Siswa -
6. Pemilihan lokasi penelitian
Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan atas beberapa pertimbangan, antara lain:
1) MI Islaahul Mutta'alim Karang Genteng membutuhkan penelitian khusus mengenai strategi dalam menarik minat masyarakat memasukkan anaknya di MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng.
2) MI Islaahul Mutta'alim Karang Genteng merupakan satu-satunya Madrasah Ibtidakyah di Kota Mataram memiliki perkembangan siswa yang cukup baik.
3) Setelah ditelusuri, tidakada yang mengadakan penelitian sebelumnya pada tingkat Magister (S2) tentang masalah strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam menarik minat masyarakat memasukkan anaknya di MI Islahul Mutta'alim karang genteng.
4) Peneliti sangat tertarik terhadap keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah dalam menarik minat masyarakat terhadap MI Islahul Mutta'alim.
5) Walaupun Peneliti bukan merupakan putra daerah Kota Mataram tetapi peneliti ingin memberi sumbangsih pemikiran sebagai salah satu bentuk pengabdian pada daerah Kota Mataram dan Lombok Barat.
7. Waktu Penelitian
Berdasarkan surat izin penelitian yang diberikan, penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai bulan Mei 2021 (berlangsung selama 3 bulan)
2. TEMUAN PENELITIAN
A. Strategi Managerial Kepala Madrasah Menarik Minat Masyarakat memasukkan Anaknya di MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di MI Islahul Muttaalim Karang Genteng maka dapat dipaparkan data mengenai kepemimpinan kepala madrasah terutama tentang kemampuan (kompetensi) manajerial kepala madrasah dalam mengelola madrasah melalui serangkaian kegiatan, perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), serta pengawasan (controling) dan supervisi.
Kompetensi manajerial merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki setiap pemimpin agar mampu melaksanakan tugas lembaga dengan baik untuk mendapatkan hasil yang diharapakan. Kemampuan manajerial terkait dengan kemampuan kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan dengan berbagai kegiatan yang ada didalamnya, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pengarahan, dan pengawasan atau mengontrol kegiatan kegiatan yang ada agar berjalan dengan baik.
1. Perencanaan (planing) Strategi dan program kerja
Perencanaan sebagai langkah awal dalam seluruh aktivitas madrasah untuk mencapai tujuan lembaga. Adanya visi misi dan tujuan, strategi kepal madrasah, program kerja tahunan, program kerja kepala madrasah, rencana kerja madrasah sebagai salah satu rambu kepala madrasah dalam menjalankan tugasnya. Rencana kerja madrasah berisi visi misi madrasah, evaluasi peluang dan hambatan program sebelumnya, dan program yang akan dilaksanakan.106 Untuk menyususn rencana kerja, kepala madrasah bersama guru, pegawai mengadakan rapat melalui usulan dan saran kemudian mencapai kesepakatan. Hal ini sebagaimana disampaikan Herman Hadi, :
Dalam menyusun program kerja dan suatu strategi bukan murni ide saya tapi saya mengajak KTU, Bendahara dan semua dewan Guru.
Selanjutnay Kami menyusun rencana kerja madrasah bersama dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, Guru, KTU, dan pegawai. Dalam pelaksanaan rapat terlebih dahulu kami evaluasi program yang sudah kami laksanakan sebagai pertimbangan dalam menentukan program selanjutnya. Penyususnan program selalu kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi madrasah. Peserta rapat kami berikan waktu menyampaikan usul dan saran terkait dengan program yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan.107 Kepala madrasah merupakan tumpuan bagi tercapainya tujuan, namun demikian keterlibatan dan kerjasama dengan seluruh guru dan tenaga pegawai merupakan suatu keharusan. Tercapainya seluruh kegiatan madrasah memerlukan bantuan dan dukungan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Berdasarkan hasil peneliti di lapangan bahwa kepala madrasah selalu melibatkan guru dan pegawai dalam mengambil
106 Jenis rencana kegiatan madrasah, observasi, 26 Maret 2021
107 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
keputusan atau penyusunan suatu program atau strategi demi kebaikan bersama melalui rapat awal tahun, rapat semester, dan rapat evaluasi rutin tiga bulan.”108
Menurut bendahara sekolah, “Untuk men ususn program madrasah kami bersama kepala madrasah mengadakan rapat. Setiap pelaksanaan rapat disertai dengan evaluasi kegiatan sebelumnya atau hambatan dan kendala yang dihadapi dalam seluruh program madrasah kemudian peserta rapat diberikan waktu untuk menyampaikan usul dan sarann a.”109 Hal ini disampaikan juga oleh Fathul Rozikin: “Seluruh program madrasah kita rencanakan secara bersama, guru-guru dan pegawai ikut serta menyampaikan masukan atau kritikan terhadap program-program yang sudah dilaksanakan untuk dijadikan pertimbangan kebaikan program selanjutn a”110
Pernyataan selanjutnya disampaikan oleh Hatib Sarbini:
“Agenda rutin rapat akni kepala madrasah men ampaikan hasil evaluasi program dan mensosialisasikan beberapa program untuk kami bahas bersama sebagai program selanjutnya atau ada beberapa program yang menjadi program rutin. Usul dan saran seluruh peserta rapat sebagai bahan masukan dan pertimbangan kepala madrasah dalam menentukan kebijakannya terutama untuk melaksanakan program-program madrasah.”111
Program dan kegiatan MI Islahul Muttaalim Karang Genteng disusun bersama dalam rapat dengan prioritas pelaksanaan dan target yang
108 Keterlibatan guru dalam penyusunan program, observasi, 30 Desember 2020
109 Ahmad Rofiki, S.Pd (Guru kelas dan Bendahara), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
110 Khairil Adha Asmuni,.(Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021
111 Hatib Sarbini ( KTU MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara, Karang Genteng 25 Maret 2021pukul 09.00.
berbeda, ada yang program jangka panjang, program jangka menengah, dan program tahunan yang kemudian dijabarkan menjadi jadwal kegiatan kepala madasah harian, kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, kegiatan semester, kegiatan akhir tahun, dan kegiatan awal tahun kepala madrasah.
Rencana kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses belajar mengajar mulai dari persiapan sarana, persiapan guru sampai dengan evaluasi hasil pembelajaran juga disusun berdasarkan kesepakan bersama dengan mengacu pada ketentuan yang telah dibuat pemerintah.
Namun khusus pengangkatan guru, kepala madrasah hanya mengusulkan dan pihak yayasanlah yang menentukannya. Dan juga hasil keputusan rapat program kerja Madrasah saya koordinasikan dengan Pengurus yayasan dan komite sekolah Sebagaimana disampaikan oleh kepala madrasah:
Dalam rencana tahunan dan rencana strategi kegiatan madrasah terdapat beberapa bidang misalnya: Manajemen/Kepala Madrasah, Ketatausahaan Madrasah, Kurikulum, Kesiswaan, Sarana dan Prasarana, Hubungan Masyarakat (HUMAS), Bimbingan Konseling (BK), dan Program Unggulan Madrasah. Begitu juga dengan kegiatan proses belajar mengajar, dan evaluasi hasil pembelajaran, sarana prasarana pembelajaran, menciptakan kondisi nyaman dan aman bagi guru dan siswa dalam pembelajaran, demikian juga pemenuhan hak-hak yang harus diterima oleh guru atau kami mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai. Selanjutnya semua hasil keputusan itu saya kordinasikan dengan pengurus yayasan dan komite sekolah112
Demikian pula yang disampaikan Zulaiha Sri Handayani bahwa
"Jenis rencana kegiatan madrasah terutama yang berhubungan dengan strategi bagaimana supaya masyarakat semakin atusias
112 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
menyekolahkan anaknya di MI Islahul Mutta'alim baik persiapan maupun hasilnya adalah menjadi salah satu hal penting yang menjadi target kepala madrasah disamping merencanakan kesejahteraan bagi guru terutama guru-guru yang belum sertifikasi dan program proglam lain yang menunjang kemajuan madrasah.”113
Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa kepala madrasah bersama dewan guru menyusun rencana tahunan dan rencana strategi kegiatan madrasah dalam beberapa bidang misalnya: Manajemen/Kepala Madrasah, Ketatausahaan Madrasah, Kurikulum, Kesiswaan, Sarana dan Prasarana, Hubungan Masyarakat (HUMAS), Bimbingan Konseling (BK), dan Program Unggulan Madrasah. Begitu juga dengan kegiatan proses belajar mengajar, dan evaluasi hasil pembelajaran, sarana prasarana pembelajaran, menciptakan kondisi nyaman dan aman bagi guru dan siswa dalam pembelajaran, demikian juga pemenuhan hak-hak yang harus diterima oleh guru atau kami mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai. Untuk selanjutnya semua hasil keputusan itu dikordinasikan dengan pengurus yayasan dan komite sekolah
2. Pengorganisasian (Organizing)
Untuk melengkapi strategi/rencana yang telah diprogramkan oleh kepala madrasah, maka selanjutnya untuk setiap kegiatan harus memiliki penanggung jawab, uraian tugas serta petunjuk teknis pelaksanaan dari kegiatan tersebut. Kepala Madrasah MI Islahul Muttaalim Karang Genteng menunjuk atau memilih guru yang akan diberikan tugas melalui kesepakatan
113 Zulaiha Sri Handayani, S.Pd. (Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
bersama dengan guru lainnya yang dikukuhkan berdasarkan surat keputusan kepala madrasah. Menurut Herman Hadi, S.Pd:
Pembagian tugas guru kami laksanakan pada awal tahun dengan mengangkat guru menempati posisi-posisi yang dibutuhkan sebagai kelengkapan personil madrasah dengan kriteria-kriteria yang telah disepakati bersama termasuk pertimbangan seluruh guru harus bergantian menempati posisi-posisi tertentu sesuai dengan kriteria dan kemampuan guru itu sendiri. Kemudian masing-masing kegiatan memiliki sasaran dan tujuan yang kami sampaikan dalam juklak dan juknis pelaksanaannya. Pemilihan guru dengan tugas tertentunya kami dasarkan pada kepribadian, integritas, dan kemampuan yang dimiliki oleh guru.114
Hal ini sesuai dengan pernyataan KTU tentang pembagian tugas guru dan tanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan atau program madrasah:
“Pembagian tugas dilaksanakan setiap tahun dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki guru, setiap kegiatan memiliki susunan pengurus atau penanggung jawab masing-masing, kapan dan apa saja yang harus dilaksanakan, serta tujuan dari kegiatan tersebut.”115
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti bahwa MI Islahul Muttaalim Karang Genteng memiliki struktur tugas dan jabatan guru dalam melaksanakan tugas tambahannya berdasarkan tabel berikut:
Tabel. 2.5
Struktur pembagian Tugas Guru atau Penanggung Jawab Kegiatan Madrasah116
114 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
115 Hatib Sarbini ( KTU MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara, Karang Genteng 25 Maret 2021pukul 09.00
116 Pembagian tugas tanggung jawab kegiatan madrasah, observasi 27 Maret 2021.
Manurut Hatib Sarbini,
“selama ini kepala madrasah melaksanakan pembagian tugas dan mengangkat penanggung jawab kegiatan madrasah mempertimbangkan beberapa hal misalnya, Kepribadian, pengalaman, integritas, kemampuan. Kamudian seperti biasa ada SK dan pembagian tugas, jadwal pelaksanaan. Juklak dan Juknis disampaikan kepada kami sebagai penanggung jawab suksesnya kegiatan tersebut yang akan dilaporkan pada kepala madrasah secara tertulis atau melalui rapat terutama rapat evaluasi.”117
Demikian juga disampaikan oleh Ahmad Rofiki dan Zulaiha Sri Handayani:
”Kepala madrasah memberikan tanggung jawab pada guru tertentu untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dengan
117 Hatib Sarbini ( KTU MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara, Karang Genteng 25 Maret 2021pukul 09.00
jadwal dan petunjuk untuk melaksanakan pekerjaan tersebut atau uraian tugas masing masing jabatan.”118,
“Kepala madrasah menunjuk salah seorang guru atau beberapa guru untuk melaksanakan apa yang telah diprogramkan sesuai dengan keahlian dan kemampuan ang dimiliki oleh guru.”119
Untuk melaksanakan tugas dengan baik maka kepala madrasah perlu membuat uraian kerja serta standar atau acuan bekerja, standar operasional prosedur bagi guru dan pegawai sehingga apa yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan hasilnya akan sesuai juga dengan harapan.
Sebagaimana disampaikan oleh Hatib Sarbini:
“kami membuat aturan, petunjuk teknis pelaksanaan dengan ketentuan lainnya bagi semua kegiatan yang diberikan pada guru dan pegawai, atau madrasah memiliki tata tertib guru/pegawai, dan tata tertib siswa.”120
Menurut hasil pengamatan peneliti bahwa kepala MI Islahul Muttaalim Karang Genteng membuat tata tertib bagi guru, pegawai, dan siswa. Adanya petunjuk dan job discription sebagai acuan bagi seluruh anggota dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, adanya waktu dan jadwal bagi setiap kegiatan yang dibuat serta target-target yang ingin dicapai, sehingga dengan demikian tidak terjadi ketimpangan antar guru dan kegiatan ang akan dilaksanakan.”121 Tata tertib madrasah, jadwal kegiatan
118 Ahmad Rofiki, S.Pd, (Guru Kelas dan Bendahara), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
119 Zulaiha Sri Handayani,S.Pd. (Guru Kelas), wawancara, karang Genteng, 26 Maret 2021.
120 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
121 Observasi., 25 Maret 2021
serta jenis kegiatan biasanya diletakkan pada ruang guru dan ruang tata usaha untuk dapat dilihat oleh seluruh guru dan pegawai sebagai pengingat, sedang tata tertib untuk siswa ditempatkan ruang kelas dan luar ruang kelas.
Menurut Zulaiha Sri Handayani dan Khairil AdhaAsmuni
“Kepala madrasah membuat uraian kerja setiap kegiatan, menerbitkan tata tertib yang harus ditaati oleh seluruh guru dan pegawai begitu juga dengan tata tertib siswa.”122,
”Setiap kegiatan ang telah direncanakan, kepala madrasah menerbitkan SK yang didalamnya terdapat penanggung jawab, jenis pekerjaan, tugas yang harus dilaksanakan, serta tata tertib dalam melaksanakan pekerjaan.”123
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ahmad Rofiki,
” Setiap kegiatan ang dibuat harus disertai dengan uraian pekerjaan yang jelas, waktu pelaksanaan yang jelas serta target dari kegiatan, serta aturan dan rambu rambu yang harus diperhatikan oleh guru dan pegawai dalam melaksanakan tugasn a.”124
Sehingga dari hasil wawancara ini dapat dikatakan bahwa dihasilkan strategi pendistribusian atau pembagian kerja yang maksimal dan baik dilingkungan internal MI Islahul Muttaalim oleh kepala madrasah dan harus dilaksanakan sesuai dengan tata tertib atau petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan tersebut.
3. Penggerakan, Pengarahan (actuating)
Segala kegiatan dan program yang telah disusun bersama tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya peran pemimpin dalam memberikan
122 Zulaiha Sri Handayani,S.Pd, (Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng 28 Mareti 2021.
123.Khairil Adha Asmuni, S.Pd. (Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
124. Ahmad Rofiki, S.Pd (Guru Kelas dan Bendahara). wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
arahan atau menggerakkan, memotivasi guru untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan. Oleh karena itu kepala madrasah harus memiliki upaya dan usaha yang mampu menjadikan guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Sebagaimana disampaikan oleh Zulaiha Sri Handayani:
“Hal utama ang dilakukan oleh kepala madrasah adalah memberikan pengertian pada guru akan tugas dan kewajibanya, memberikan tugas tambahan pada guru sesuai dengan bidang keahliannya, dan memenuhi kebutuhan dan hak-hak guru.”125
Menurut Kepala MI Islahul Mutta'alim bahwa :
“kami selalu menyampaikan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan baik, pemberian tugas tambahan bagi guru kami lakukan dengan cara profesional yakni berdasarkan bidang keahlian masing masing.”126
Hal ini disampaikan juga oleh Khairil Adha Asmuni dan Zulaiha Sri Handayani :
“Guru-guru yang diberikan tugas tambahan biasanya kepala madrasah memperhatikan keahlian dan kemampuan guru tersebut juga dengan kesepakatan, masukan dari guru-guru ang lainn a.”127
“Guru yang memiliki kemampuan dan keahlian diberikan tugas tambahan, termasuk juga guru-guru dengan masa pengabdian yang lebih lama diberikan tambahan tugas sebagai pembantu kepala madrasah dalam berbagai bidang tetap dengan kesepakatan semua peserta rapat.”128
125 Zulaiha Sri Handayani,S.Pd ( Guru Kelas) wawancara, Karang Genteng 25 Maret 2021pukul 09.00
126 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
127 Kahairil Adha Asmuni, S.Pd, (Guru Kelas). wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021
128 Zulaiha Sri Handayani, S.Pd. (Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret2021.
Banyak hal yang perlu diperhatikan oleh kepala madrasah dalam kaitannya dengan usaha agar guru tergerak untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, sebagaimana disampaikan Herman Hadi, S.Pd.:
Adapun usaha kami dalam menggerakkan guru untuk berbuat sesuai dengan tupoksinya adalah yang paling utama memberikan arahan atau pembinaan untuk meningkatkan kesadaran guru dengan tugas yang diberikan, begitu pula usaha lain seperti membangun komunikasi yang baik, memberikan jaminan ketenangan dan kesejahteraan, ada juga semacam penghargaan, melengkapi sarana dan prasarana pendukung, serta ada tujuan dan mekanisme yang jelas dari semua kegiatan dan program yang akan dijalankan oleh guru.129
Hal ini diperkuat oleh Ahmad Rofiki, dan Riadatul Jannah :
“Bapak kepala madrasah selalu memberikan arahan dan memotivasi guru untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Dalam memberikan tugas tertentu maka kepala madrasah berusaha melengkapi sarana prasananya serta reward bagi kami selalu pelaksana.” 130
"Kepala madrasah selau memberikan arahannya pada saat rapat rutin dan rapat evaluasi kadang juga antar individu, untuk meningkatkan kinerja guru berusaha melengkapi sarana dan prasarana pendukungnya, jalinan komunikasi yang baik, serta tidak ketinggalan selalu memikirkan dan memperjuangkan kesejahteraannya agar guru bekerja dengan tenang. Yang utama kepala madrasah selalu menunjukkan sikap keteladanan dalam bersikap dan bertingkah laku”131
Adapun menurut Zulaiha Sri Handayani.
“Agar guru senang bekerja maka kamad sering mengadakan diskusi dengan guru untuk mengetahui mungkin ada hal hal yang perlu di bantu dan diperbaiki, Honor guru berusaha dibayar tepat waktu dan ditingkatkan, seluruh kegiatan diberikan hak untuk mengolah dana sendiri dan kepala madrasah hanya menerima laporan saja.”132
129 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
130 Ahmad Rofiki,S.Pd. (Guru Kelas dan Bendahara), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
131 Riadatul Jannah, S.Pd. (Guru Kelas), wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
132 Zulaiha Sri Handayani, S.Pd (Guru Kelas). wawancara, Karang Genteng, 16 Maret 2021.
Ditambahkan pula oleh Riadatul Jannah,
“Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya diserahkan kepada guru yang diberikan tugas, kepala madrasah hanya memantau dan memberikan masukan atau kritikan, kepala madrasah selalu berkomunikasi aktif, menyiapkan sarana yang dibutuhkan guru, memberikan guru insentif, menghargai setiap pekerjaan kami, serta terhadap kekeliruan atau kekurangan yang kami laksanakan, maka kepala madrasah selalu memberikan arahan.”133
Dari hasil wawancara tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa dalam memberikan tugas kepada dewan guru dan pegawai kepala madrasah selalu memberikan arahan, motivasi dan penjelasan tentang tugas pokok maupun tugas tambahan yang diberikan kepada semua dewan guru dan kepala madrasah memberikan tugas sesuai dengan bidang atau keahlian masing-masing guru dan pegawai.
4. Pengawasan (controling)
Untuk memastikan semua program/strategi kegiatan kepala madrasah berjalan susuai dengan yang diharapkan maka kepala madrasah selalu mengadakan kontrol maupun pengawasan baik yang direncanakan maupun pengawasan yang sifatnya tidak terencana atau pengawasan yang bersifat lansung maupun tidak lansung. Herman Hadi, S.Pd. menjelaskan:
Selama ini kami mengawasi semua program atau rencana strategi kegiatan secara lansung dengan mengunjungi kegiatan yang sedang dilaksanakan namun kadang kala juga secara tidak lansung yakni melalui dokomen progres kegiatan. Kami juga memonitor kagiatan melalui perantara guru lain untuk meminta tanggapan mereka mengenai kegiatan yang sedang dilaksankan.bagaimana hasil dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi134
133 Riadatul Jannah ( Guru Kelas). wawancara, Karang Genteng, 26 Maret 2021.
134 Herman Hadi, S.Pd. (Kepala MI Islahul Mutta'alim Karang Genteng) wawancara 20 Maret 2021 08.00 wita
Menurut: Kahiril Adha Asmuni “Di samping pengawasan rutin, kepala madrasah sering meminta pendapat atau tanggapan kami tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dan pegawai disamping bapak kepala madrasah terjun lansung untuk memastikan kegiatan tersebut.”135 Zulaiha Sri Handayani juga menjelaskan: “Sering sekali kepala madrasah menanyakan kepada kami tentang apa yang dilakukan oleh guru maupun pegawai dengan tugasnya, bahkan kegiatan kegiatan tersebut kadang kala kepala madrasah mengajak kami berdiskusi mengenai perkembangan kegiatan ang sedang dilaksanakan.”136
Adapun untuk memastikan dan memaksimalkan guru dalam menjalankan tugasnya, maka kepala madrasah melaksanakan supervisi yang terjadwal. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti bahwa kepala MI Islahul Muttaalim Karang Genteng selalu melaksanakan supervisi kepada guru-guru selama dua kali setiap tahun dengan jadwal yang ditentukan.”137 Supervisi dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan sampai dengan menyampaikan hasil temuan.
Untuk melaksanakan supervisi biasanya kepala madrasah mensosialisasikan kegiatan tersebut dengan menyampaikan jadwal supervisi yang berisi nama guru yang disupervisi, tanggal dan waktu supervisi serta kelas yang menjadi tempat supervisi. Menurut kepala madrasah:
135 Khairil Adha Asmuni, S.Pd., (Guru Kelas). wawancara, Karang Genteng, 266 Maret 2021.
136 Zulaiha Sri Handayani (Guru Kelas) wawancara, Karang Genteng, 14 Maret 2021.
137 Kegiatan supervisi, observasi, 17Maret 2020.