mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Pergadaian
Awal Mula PT
ku 7 –Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPergadaian
Begitu juga halnya dengan kantor-kantor Pegadaian yang didirikan di daerah pesisir seperti Mauk (Banten), Jepara (Jawa Tengah), Panarukan (Jawa Timur) dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk membantu para nelayan kecil dan masyar- akat di daerah itu. Pendirian kantor-kantor Pegadaian pada daerah pegunungan dan pesisir tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Pegadaian tidak hanya untuk tujuan ekonomis/ keuntungan semata akan tetapi juga untuk untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Pegadaian hadir di tengah masyarakat dengan maksud untuk membantu meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasar- kan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktik pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar.
Pegadaian berdiri atas dasar keinginan mulia pemerintah untuk membantu masyarakat luas yang membutuhkan solusi pendanaan, mencegah ijon, rentenir, dan pinjaman tidak wajar lainnya guna meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil serta mendukung program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional. Lembaga keuangan non-bank hadir di tengah masyarakat sebagai solusi bisnis terpadu, terutama berbasis gadai.
Sebagai sahabat masyarakat menengah ke bawah, perseroan terus berupaya memberikan pelayanan pembiayaan yang tercepat, termudah, dan aman. Pegadaian yang sejak dahulu konsisten dan setia pada pemberdayaan ekonomi rakyat kecil akan terus mendampingi nasabahnya sampai memper- oleh derajat kehidupan yang sejahtera. Kedepannya, Pegadaian akan tetap memperkokoh positioning tersebut, yaitu memberi solusi keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan dana cepat (instant cash) dengan proses yang mudah.
Kegiatan usaha tersebut, terutama untuk membantu masyarakat berpeng- hasilan menengah ke bawah, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan dengan menerapkan prinsip perseroan terbatas.
mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Pergadaian
Sebelum membahas proses pemberian kredit gadai, maka diperlukan pengeta- huan tentang barang-barang yang dapat digadaikan dan barang-barang yang tidak dapat digadaikan.
Barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan adalah semua barang bergerak antara lain:
1. Barang perhiasan (logam dan permata) seperti emas perhiasan, emas batangan, dan berlian;
2. Kendaraan seperti mobil, sepeda motor, dan sepeda;
3. Barang rumah tangga, seperti peralatan rumah tangga, dan barang elektronik;
4. Mesin seperti traktor, pompa air, dan generator;
5. Tekstil seperti bahan tenun dan batik (menyesuaikan kearifan lokal);
6. Barang lainnya yang memiliki nilai ekonomis yang diatur berdasarkan peraturan Pegadaian.
Gambar 10 Contoh Jenis Barang yang Dapat Digunakan Sebagai Jaminan
ku 7 –Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPergadaian
Sedangkan barang yang tidak dapat diterima sebagai barang jaminan di Pegadaian adalah sebagai berikut:
1. Barang-barang milik Pemerintah, seperti senjata api, senjata tajam, kendaraan dinas, dan perlengkapan TNI/ Polri;
2. Barang konsinyasi;
3. Barang-barang yang mudah busuk, seperti makanan, minuman dan obat-obatan;
4. Barang yang berbahaya dan mudah terbakar, seperti korek api, mercon (petasan), mesiu, bensin, minyak tanah, dan tabung berisi gas;
5. Barang yang dilarang peredarannya, seperti narkoba (ganja, opium, heroin, sabu, dan sejenisnya);
6. Barang yang tidak tetap harganya dan sukar ditetapkan taksirannya, seperti lukisan, buku, barang purbakala dan barang antik;
7. Barang lainnya seperti hal nya pakaian jadi, barang yang pemakaiannya sangat terbatas dan tidak umum, misalnya, peralatan kedokteran, peral- atan wartel, dan alat perlengkapan pesta; dan
8. Binatang/ hewan ternak.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh Pegadaian dalam memberikan persetujuan kredit gadai adalah sebagai berikut:
1. Rasio Nilai Taksiran dengan Jumlah Pinjaman
Jumlah pinjaman akan tergantung pada berapa nilai taksiran yang ditetapkan pihak pegadaian.
2. Jangka Waktu Pengembalian Kredit
Jangka waktu yang dimaksud adalah rentang waktu yang dibutuhkan oleh debitur untuk dapat mengembalikan seluruh kredit yang diambil.
Kemampuan seseorang untuk mengembalikan kredit yang diambilnya, dapat dilihat dari lamanya jangka waktu pengembalian dan disesuaikan dengan tingkat pendapatannya sendiri (Suyatno, 2003).
Semakin lama jangka waktu pengembalian kredit, maka semakin kecil angsuran yang harus dibayar dan semakin lama jangka waktu kredit akan menyebabkan nilai kredit yang diambil semakin besar.
mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Pergadaian
1. Proses Penilaian Barang Jaminan
Proses Penilaian barang jaminan adalah proses perhitungan untuk menghasilkan nilai taksiran dari barang jaminan yang akan digadai.
Dalam proses penilaian barang jaminan dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Harga pasar yang ditetapkan oleh Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero).
Harga pasar barang jaminan emas dan berlian ditentukan oleh kantor pusat PT Pegadaian (Persero). Harga pasar ini sebagai dasar penentuan nilai taksiran barang jaminan emas dan berlian yang digadaikan oleh nasabah.
Penetapan harga emas dan berlian oleh kantor pusat di atas dikarenakan obyek jaminan gadai tersebut berlaku harga standar di seluruh wilayah Indonesia bahkan secara internasional.
b. Harga pasar yang tidak ditetapkan oleh Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero).
Harga pasar barang jaminan tidak ditetapkan oleh kantor pusat, namun ditetapkan berdasarkan harga barang jaminan di masing-masing wilayah kantor PT Pegadaian (Persero) di seluruh Indonesia. Penilaian harga di atas adalah untuk barang jaminan selain emas dan berlian.
Secara umum, penilaian untuk menentukan harga pasar selain emas dan berlian berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu:
a. Fluktuasi harga di masa lalu;
b. Standar harga barang bekas pakai (second) dari masing-masing jenis barang jaminan;
c. Kecepatan produk sejenis dari produsen lain;
d. Launching produk baru yang sejenis dari produsen yang sama;
e. Tingkat permintaan dan suplai dari barang jaminan; dan f. Nilai jual kembali selama periode pinjaman.
ku 7 –Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPergadaian
2. Proses Penentuan Nilai Pinjaman
Penentuan Nilai Pinjaman didasarkan persentase tertentu dari nilai taksiran barang jaminan. Persentase atas nilai pinjaman terhadap nilai taksiran ditentukan oleh PT Pegadaian (Persero) bertujuan untuk menilai risiko yang memungkinkan akan terjadi dan mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh dari underlying transaction gadai.
Dalam proses penentuan pinjaman terdapat beberapa faktor yang menjadi acuan seperti:
a. Tenor (jangka waktu) pinjaman;
b. Suku bunga pinjaman (weight average cost of capital);
c. Bea lelang;
d. Pertumbuhan ekonomi berskala nasional; dan
e. Faktor lain yang berhubungan langsung dengan risiko dalam periode pinjaman.
Sebagai jaminan keamanan barang jaminan milik nasabah terhadap risiko kehilangan, maka Pegadaian mengasuransikan barang jaminan milik nasabah tersebut kepada perusahaan asuransi yang ditunjuk.
mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Pergadaian
beberapa jenis barang jaminan yang ditentukan PT Pegadaian (Persero) yaitu:
Tabel 1 Pengelompokan Penyimpanan Barang Jaminan
Penggolongan jenis barang jaminan ini bertujuan untuk memudahkan dalam proses penyimpanan barang jaminan. Pertimbangan dalam melakukan penggolongan barang jaminan ini didasarkan pada hal-hal berikut:
a. Jenis barang berharga yang volume fisiknya kecil namun nilainya besar dan harus disimpan dalam ruang penyimpanan.
b. Efisiensi operasional penggunaan space barang jaminan.
Rubrik Jenis Barang Jaminan
Kantong Emas perhiasan/ logam mulia dan berlian
Gudang
Alat Rumah Tangga Alat pertanian/ pertukangan
Kain/ tekstil Barang gudang lainnya
Mesin jahit Sepeda
Elektronik
Arloji Elektrik Handphone Komputer/ laptop
Kamera
Elektronik rumah tangga Televisi
Kendaraan
Mobil Sepeda motor Mesin bermotor
ku 7 –Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPergadaian
Barang jaminan yang dijaminkan oleh nasabah disimpan dalam satu ruang yang khusus dengan segel untuk menjaga keamanan barang tersebut. Di samping untuk keamanan barang jaminan, untuk membangun kepercayaan dan kenyamanan nasabah maka barang jaminan tersebut diasuransikan oleh PT Pegadaian (Persero).