• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawasan Perusahaan Penjaminan di Indonesia

Dalam dokumen Buku 7 - Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (Halaman 161-168)

Alat bagi OJK untuk memonitor pelaksanaan kegiatan usaha Lembaga Penja- minan selain melalui media laporan berkala (off-site supervision), adalah melalui pemeriksaan langsung (on-site supervision).

Dalam hal ini pemeriksaan terhadap Lembaga Penjaminan adalah bertujuan untuk:

1. Memperoleh keyakinan mengenai kondisi Lembaga Penjaminan yang sebenarnya;

2. Meneliti kesesuaian kondisi Lembaga Penjaminan dengan peraturan Perundang-Undangan serta standar, prinsip, dan praktik penyelengga- raan usaha Penjaminan atau Penjaminan Ulang yang sehat; dan

3. Memastikan bahwa Lembaga Penjaminan telah melakukan upaya untuk dapat memenuhi kewajiban kepada Penerima Jaminan.

Adapun pelaksanaan pemeriksaan terhadap setiap Lembaga Penjaminan dilakukan secara berkala paling kurang 1 kali dalam 1 tahun atau setiap waktu bila diperlukan. Pemeriksaan berkala meliputi pemeriksaan atas kebenaran substansi laporan berkala dan pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan Perundang-Undangan di bidang Lembaga Penjaminan.

Pemeriksaan setiap waktu merupakan pemeriksaan yang bersifat khusus dan dilakukan apabila:

1. Berdasarkan hasil analisis atas laporan berkala Lembaga Penjaminan dan penelitian atas keterangan yang didapat atau surat pengaduan, patut diduga bahwa penyelenggaraan kegiatan usaha Lembaga Penjaminan dimaksud menyimpang dari peraturan Perundang-Undangan di bidang lembaga penjaminan yang dapat menimbulkan risiko kepentingan Penerima Jaminan dan/ atau Terjamin dalam kegiatan Penjaminan atau Penjaminan Ulang; dan

ku 7Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPerusahaan Penjaminan

Gambar 31 Sistem Pengawasan Lembaga Penjaminan

2. Terdapat alasan khusus yang mendasari perlunya dilakukan Pemerik- saan, antara lain:

a. Verifikasi kegiatan operasional Lembaga Penjaminan;

b. Penggabungan;

c. Peleburan;

d. Pengambilalihan; dan/ atau

e. Pengalihan portofolio Penjaminan atau Penjaminan Ulang.

Setelah dilakukannya pelaksanan pemeriksaan, maka pihak pemeriksa wajib menyusun laporan hasil pemeriksaan terdiri dari laporan hasil pemeriksaan sementara dan laporan hasil pemeriksaan final.

Pelaksanaan Pemeriksaan terhadap setiap Lembaga Penjaminan dilakukan secara berkala paling sedikit 1 kali dalam 1 tahun atau setiap waktu bila diperlukan.

mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Perusahaan Penjaminan

Daftar lengkap perusahaan penjaminan kredit per Desember 2018 adalah sebagai berikut:

Tabel 4 Daftar Perusahaan Kredit per Desember 2018

No. Perusahaan Penjaminan Izin usaha

Nomor Tanggal

1 Perum Jamkrindo KEP-77/KM.10/2009 22 April 2009

2 PT PKPI KEP-328M.017/1997 21 Juli 1997

3 PT Jamkrida Jatim KPE-471/KM.10/2009 17 Desember 2009 4 PT Jamkrida Bali Mandara KEP-720/KM.10/2010 30 Desember 2010 5 PT Jamkrida Riau KEP-375/KM.10/2012 01 Agustus 2012 6 PT Jamkrida NTB Bersaing KEP-652/KM.10/2012 06 Desember 2012 7 PT Jamkrida Jabar KEP-05/D.05/2013 30 Januari 2013 8 PT Jamkrida Sumbar KEP-62/D.05/2013 26 Juli 2013 9 PT Jamkrida Kalsel KEP-22/D.05/2014 17 Maret 2014

10 PT Jamkrida Sumsel KEP-33/D.05/2014 07 Mei 2014

11 PT Jamkrida Kalteng KEP-90/D.05/2014 07 Juli 2014 12 PT Jamkrida Babel KEP-94/D.05/2014 12 Agustus 2014 13 PT Jamkrida Banten KEP-126/D.05/2014 31 Oktober 2014 14 PT Jamkrida Kaltim KEP-133/D.05/2014 07 November 2014 15 PT Jamkrida NTT KEP-144/D.05/2014 08 November 2014 16 PT Jamkrida Papua KEP-145/D.05/2014 08 November 2014 17 PT Jamkrida Jawa Tengah KEP-7/D.05/2015 03 Februari 2015 18 PT Jamkrida DKI Jakarta KEP-62/D.05/2015 15 Mei 2015 19 PT Jaminan Pembiayaan

Askrindo Syariah KEP-777/KM.10/2012 28 Desember 2012 20 PT Jamkrindo Syariah KEP-134/D.05/2014 07 November 2014 21 PT Jamkrida Sulsel KEP-39/D.05/2016 09 Juni 2016 22 PT Jamkrida Kalbar KEP-10/D.05/2016 29 Februari 2016

ku 7Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPerusahaan Penjaminan

Tabel 5 Kantor Wilayah Perum Jamkrindo

Untuk PT Jamkrida yang ada saat ini, lingkup kegiatan operasionalnya adalah di lingkup provinsi. Sedangkan untuk Perum Jamkrindo dan PT PKPI memiliki lingkup usaha nasional. Namun demikian, Perusahaan Penjaminan yang baru memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia adalah Perum Jamkrindo. Perum Jamkrindo memiliki 9 Kantor Wilayah, 1 Kantor Cabang Khusus (setingkat Kantor Wilayah), 55 Kantor Cabang dan 16 Kantor Unit Pelayanan. Jamkrindo juga memiliki 1 Kantor Cabang Khusus yg setara dgn Kanwil yaitu Kantor Cabang Khusus Jakarta. KCK Jakarta membawahi wilayah kerja Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Masing-masing kantor wilayah tersebut melakukan pembinaan terhadap kantor-kantor cabang dengan pembagian sebagaimana berikut:

No. Kantor Wilayah Kantor Cabang

1 Kantor Wilayah I (Medan), melakukan pembinaan terhadap 7 kantor cabang

Banda Aceh, Medan, Balige, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang dan

Batam

2 Kantor Wilayah II (Palembang), melakukan pembinaan terhadap 5 kantor cabang

Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung dan Pangkal

Pinang 3 Kantor Wilayah III (Jakarta), melakukan

pembinaan terhadap 4 kantor cabang

Serang, Tangerang, DKI Jakarta dan Pontianak

4 Kantor Wilayah IV (Bandung), melakukan pembinaan terhadap 5 kantor cabang

Bandung, Cirebon, Purwakarta, Sukabumi dan Tasikmalaya 5 Kantor Wilayah V (Semarang), melakukan

pembinaan terhadap 6 kantor cabang

Semarang, Solo, Purwokerto, Kudus, Pekalongan dan Yogyakarta 6 Kantor Wilayah VI (Surabaya), melakukan

pembinaan terhadap 5 kantor cabang

Surabaya, Kediri, Banyuwangi, Malang, dan Madiun 7 Kantor Wilayah VII (Denpasar), melakukan

pembinaan terhadap 4 kantor cabang

Denpasar, Mataram, Sumbawa Besar, dan Kupang 8 Kantor Wilayah VIII (Banjarmasin), melaku-

kan pembinaan terhadap 5 kantor cabang

Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan

9 Kantor Wilayah IX (Makassar), melakukan pembinaan terhadap 14 kantor cabang

Gorontalo, Manuju, Makassar, Pare Pare, Palopo, palu, Kendari, Manado,

Bitung, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari, dan Sorong

mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Perusahaan Penjaminan

No. Keterangan Des 2017 Des 2018

1 Total Aset 18.085 18.085

2 Total Liabilitas 3.925 12.933

3 Total Ekuitas 12.933 12.927

4 Outstanding penjaminan - usaha

produktif 106.054 115.139

5 Outstanding penjaminan - usaha non

produktif 72.814 89.672

6 Total Outstanding Penjaminan 178.868 204.811

7 Gearing ratio - usaha produktif (kali) 8 9

8 Gearing ratio - usaha non produktif

(kali) 6 7

9 Gearing ratio total (kali) 14 16

Tabel 6 Kinerja Keuangan Industri Penjaminan (dalam miliar Rupiah)

ku 7Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganPerusahaan Penjaminan

mbaga Jasa Keuangan Lainnyasi Keuangan Lembaga Pembiayaan Ekspor

Bagian ini didedikasikan untuk pembelajaran dan manfaat bagi Mahasiswa guna memberikan kontribusi terbaik bagi perkemban-

gan Lembaga Pembiayaan Ekspor di Indonesia.

Lembaga Pembiayaan

Ekspor Indonesia

ku 7Lembaga Jasa Keuangan LainnyaSeri Literasi KeuanganLembaga Pembiayaan Ekspor

Bab 11. Sejarah dan Teori

Pembiayaan

Dalam dokumen Buku 7 - Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (Halaman 161-168)

Dokumen terkait