• Tidak ada hasil yang ditemukan

B Sub-aktivitas : Perkuliahan Dengan Mengundang Praktisi

Dalam dokumen daftar isi (Halaman 73-76)

Tahun I I Jumlah % Jumlah % Jumlah %

2.2.5. B Sub-aktivitas : Perkuliahan Dengan Mengundang Praktisi

Aktivitas ini dilakukan dengan kerjasama dari dosen praktisi pihak industri untuk berperan serta memberikan wawasan link and match dengan DUDI, guna meningkatkan kompetensi lulusan.

d. Mitra dan Perannya

Tabel 3.52. Mitra dan Perannya dalam Aktivitas

No Mitra Peran dan Kontribusi

1 Program Studi Profesi Insinyur

Melakukan Rekognisi Pengalaman Lampau untuk mendapat gelar Insinyur

2 BKTI PII Melakukan Sertifikasi Insinyur Profesional, pendaftaran ASEAN Eng

3 Lembaga Pelatihan Melakukan Kegiatan pelatihan konpetensi teknik Industri 3 Lembaga Sertifikasi Melakukan Sertifikasi

5 Industri Meningkatkan wawasan dan pengayaan kasus-kasus di industri sebagai bentuk kerjasama dalam hal kegiatan pemecahan masalah pada industri dan pengayaan kasus-kasus untuk materi ajar 6 Narasumber Praktisi Memberikan pengetahuan dan pembekalan pada dosen dan

mahasiswa tentang keikutsertaan pada kompetisi nasional/internasional

Memberikan informasi ajang kompetisi dan memfasilitasi peserta baik dosen maupun mahasiswa PSTI-ITI.

e. Sumberdaya yang diperlukan

Tabel 3.53. Sumberdaya yang diperlukan untuk pelaksanaan aktivitas tahun 2022 Kode Sub

Aktivitas Sub aktivitas Komponen Biaya yang Diperlukan

Estimasi Biaya dan Sumbernya (Rp) PK-KM PT Mitra 2.2.1

Menjalin Kolaborasi dosen dengan praktisi dalam pemecahan masalah di

industri

Transportasi ke (PT.IMFP, PT.Poliprima).

(2 industri x 3 dosen x

@Rp150.000)

900.000

--- ---

2.2.2.

Mengikutsertakan 5 Dosen Tetap pada Program Profesi Insinyur melalui Jalur Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL).

Program Profesi Insinyur untuk 5dosen @ Rp7.200.000

36.000.000 --- ---

Sertifikasi Insinyur Profesional (IPM) @ Rp1.650.000

8.250.000 --- ---

Registrasi 6 Dosen ASEAN Engineering @Rp.3500.000

21.000.000

74 2.2.3

Mengikutsertakan 10 Dosen Tetap untuk mengikuti Pelatihan PPIC dan sertifikasi BNSP di LSP TMI

Pelatihan + Sertifikasi Bidang Teknik Industri (PPIC) Berlisensi BNSP

24.500.000 --- ---

Total 90.650.000

Tabel 3.54. Sumberdaya yang diperlukan untuk pelaksanaan aktivitas tahun 2023 Kode Sub

Aktivitas Sub aktivitas KomponenBiaya yang Diperlukan

EstimasiBiaya dan Sumbernya (Rp) PK-KM PT Mitra

2.2.1

Menjalin Kerjasama &

kolaborasi sinergis gunamenjalankan tridarma perguruan tinggi yang

disinergikan dengan proyek di industri

Perjalanan Dosen ke industri

4.416.000 --- ---

2.2.2

Peningkatan kualifikasi profesional dosen dalam bidang keinsinyuran (sehingga 100%

Insinyur, dan Insinyur Profesional)

Program Profesi Insinyur untuk

2dosen @ Rp7.200.000 14.400.000 --- --- Sertifikasi Insinyur Profesional

(IPM) 2 dosen @ Rp1.650.000 3.300.000 --- --- Registrasi ASEAN

Engineering 2 doses

@Rp.3500.000

7.000.000 2.2.3 Pelatihan Bidang Project

Management + Sertifikasi Berlisensi IAMPI

Biaya pelatihan dan sertifikasi 36.400.000

2.2.4 Pelatihan Prsiapan Sertifikasi Green Belt SixSigma

Biaya pelatihan dan sertifikasi 21.000.000

2.2.5 Mengadakan 4 kali Perkuliahan oleh praktisi

Honor Mengundang 4 Nara sumber setara Gol 3, 2 jam @ 900.000/OJ + Transport dalam kota @150000

24.500.000 --- ---

TOTAL 83.900.000

f. Indikator Kinerja

Tabel 3.55. Indikator Kinerja Program Pengembangan yang diusulkan Kode

Sub- Aktivitas

Indikator Kinerja

Baseline 2021

Target

2022 2023

Jumlah % Jumla h

% Jumlah % 2.2.1 Menjalin Kolaborasi dosen dengan

praktisi dalam pemecahan masalah di industri

N/A N/A 1 100 1 100

Dosen berkualifikasi doktor

4 44 5 56 8 72

75 2.2.2 dan

2.2.3

Dosen yang memiliki sertifikasi kompetensi / profesi yang diakui

industri dan dunia kerja 2 22 8 67 10 83

g. Jadwal pelaksanaan kegiatan

Tabel 3.56. Jadwal KegiatanTahun 2022 Kode Sub

Aktivitas

Sub-Aktivitas Bulan ke

1 2 3 4 5 2.2.1 Identifikasi kebutuhan Dosen MK / praktisi

Menjajagi potensi kerjasama dengan Industri untuk dosen praktisi

Pemenuhan persyaratan SDM dan Kesehatan Proses registrasi dosen NIDK

Dosen NIDK mulai mengajar 2.2.2.A Pendaftaran PSPPI

Proses PS PPI Jalur RPL Proses Sertifikasi IP dan STRI Proses Registrasi ASEAN Engineering

2.2.3.A Pelatihan PPIC, Operational Excellence di LPK TMI secara daring

Sertifikasi PPIC di LSP TMI-BNSI secara daring Tabel 3.57. Jadwal KegiatanTahun 2023 Kode Sub-

Aktivitas

Sub-Aktivitas Bulan Ke

1 2 3 4 5 2.2.1 Identifikasi MK yang membutuhkan dosen praktisi

Menjajagi potensi kerjasama dengan Industri untuk dosen praktisi

Dari Kuliah Dosen praktisi

2.2.2 Webinar PPI dan Sertifikasi tidak berbayar Pendaftaran PPI

Proses RPL PPI Jalur RPL Proses Sertifikasi IP dan STRI Proses Registrasi ASEAN Enginer

2.2.3 Pelatihan dan sertifikasi Project Manajement dengan IAMPI 2.2.4 Pelatihan Green Belt Sixsigma di LPK TMI secara Daring 2.2.5 Praktisi Mengajar

h. Keberlanjutan program

Dengan meningkatnya kualitas dosen menjadi 100% bergelar Insinyur, memiliki sertifikasi Insinyur Profesional, dan teregistrasi di ASEAN, (ASEAN Eng), memiliki sertifikasi dalam bidang manajemen proyek sehingga kompeten dalam membantu Industri dan mahasiswa magang, skripsi, dalam mengelola berbagai proyek improvement dan inovasi, memiliki sertifikasi SCM, sehingga mampu menyelesaikan masalah industri dalam mengelola rantai pasok, memiliki sertifikat Green belt Sixsigma sehingga kompeten dalam mereduksi berbagai pemborosan secara komprehensif dan dramatik. Untuk selanjutnya, dengan kompetensi yang dimiliki setelah kegiatan PKKM berakhir, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan memanfaatkan kerjasama antara ITI dengan PSPPI-ITI dengan PII Perguruan tinggi, industri dan instansi lainnya guna kolaborasi sinergis dalam meningkatkan lulusan dan menjalankan tridarma perguruan tinggi.Pendanaan akan berasal dari sumber daya internal kampus untuk pengembangan sumberdaya manusia, dan proyek kerjasama.

i. Penanggungjawab aktivitas : Ir. Yenny Widianty, MT, IPU, ASEAN Eng dan Dr.Ir.Linda Theresia, MT

Judul aktivitas : 2.3. Penguatan kurikulum melalui kerjasama mitra a. Latar Belakang

Perkembangan teknologi di dunia industri meningkat pesat dan menjadi tantangan bagi PSTI untuk beradaptasi dan mengikuti tuntutan dunia industri sebagai pengguna lulusan. Untuk mengakomodasi hal tersebut, PSTI-ITI perlu meningkatkan kerjasama dengan mitra untuk mendapat informasi dan wawasan terbaru guna meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran di PSTI-ITI. Menjalin kerjasama dalam

76 pemecahan masalah-masalah di industri dan menjalin komitmen industri untuk dapat menerima mahasiswa yang magang di industri serta penyerapan PSTI-ITI. Disamping itu, metode pembelajaran yang menggunakan case-based method dan team-based method dibutuhkan bagi program studi Teknik Industri ITI (PSTI-ITI) untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kasus riil di dunia industri.

Untuk penyusunan modul dan rubrik ini dapat menggunakan metode problem-based learning (PBL) dan PSTI-ITI merasa perlu untuk mengadakan pelatihan dengan mengundang narasumber yang telah berpengalaman. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan para dosen PSTI-ITI dapat menyusun modul untuk menunjang proses pembelajaran. Disamping itu, dibutuhkan juga fasilitas untuk pengembangan aktivitas laboratorium guna menunjang penerapan PBL yang mendukung case-based method dan team- based project.

b. Tujuan

Meningkatkan Persentase kerjasama PSTI dengan mitra PT maupun Industri. Menerapkan metode pembelajaran pemecahan kasus (case-based method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team- based project) pada proses pembelajaran.Menyesuaikan kurikulum 2020-2025 PSTI- ITI dengan pelaksanaan program MBKM.

c. Mekanisme dan Tahapan Aktivitas Tahunpertama (2022)

2.3.1.A Subaktivitas: Menjalin kerjasama yang berkomitmen menerima magang dan penyerapan

Dalam dokumen daftar isi (Halaman 73-76)