1.1 Pengkajian
1.1.1 Identitas
Ny. M Tn. N
Ny. M (85 tahun), sudah menikah, beragama islam, pendidikan terakhir SD , tidak bekerja, alamat Desa Jumput Rejo RT 27 RW 09 Sukodono Sidoarjo
Tn. N (48 tahun), sudah menikah, beragama islam, pendidikan terakhir SMP, pekerjaan wirausaha, alamat Desa Jumput Rejo RT 27 RW 09 Sukodono Sidoarjo
1.1.2 Riwayat Kesehatan 1.1.2.1 Keluhan Utama
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan nyeri pada telapak kakinya dan berasa kebas
Klien mengatakan nyeri pada lututnya dan terasa kebas serta kaku pada telapak kaki
1.1.2.2 Riwayat Kesehatan Saat Ini
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan bahwa ia merasa nyeri pada telapak kakinya serta kebas sejak 2 minggu yang lalu dengan PQRST, P: Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat, Q: nyeri seperti terbakar, R:
nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki, S: Skala nyeri 6, T: nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan. Anaknya sudah membaanya ke dokter dan hasilnya klien mengalami hiperkolesterol yaitu 210 mg/dl dan sudah diberikan obat simvastatin dengan dosis 10mg dan aturan minum 1x1 hari setelah makan. Klien mengatakan nyeri sudah 2 minggu yang lalu. Pada saat pengkajian pada tanggal 15 februari 2022 dilakukan cek kolesterol dengan hasil 231 mg/dl
Klien mengatakan baha ia merasa nyeri pada lututnya dan kaku pada telapak kaki sejak 1 minggu yang lalu dengan PQRST, P: Tn. N mengeluh nyeri karena kadar kolesterolnya yang meningkat, Q: nyeri kayak terbakar, R:
nyerinya di lutut, S: Skala nyeri 5, T:
Nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien bersistirahat dan semakin nyeri jika klien banyak beraktifitas. Istrinya membawa klien ke dokter dan hasilnya klien mengalami hiperkolesterol yaitu 215 mg/dl dan sudah diberikan obat simvastatin dengan dosis 20mg dan aturan minum 1x1 hari setelah makan. Klien mengeluh nyeri semenjak seminggu yang lalu. Pada saat pengkajian pada tanggal 17 februari dilakukan cek kolesterol dengan hasil 241 mg/dl
37
Masalah Keperawatan: Nyeri Akut 1.1.2.3 Riwayat Kesehatan Sebelumnya
1) Riwayat Penyakit Sebelumnya
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan terkena hipertensi sejak 2020
Klien mengatakan tidak ada penyakit penyerta lain
2) Riwayat Alergi
Ny. M Tn. N
Klien mengungkapkan tidak memiliki alergi obat maupun makanan dan minuman
Klien mengungkapkan tidak memiliki alergi obat maupun makanan dan minuman
3) Riwayat Operasi
Ny. M Tn. N
Klien mengungkapkan tidak memiliki riwayat operasi
Klien mengungkapkan tidak memiliki riwayat operasi
4) Riwayat Jatuh
Ny. M Tn. N
Klien mengungkapkan tidak memiliki riwayat jatuh
Klien mengungkapkan tidak memiliki riwayat jatuh
1.1.2.4 Riwayat Kesehatan Keluarga
Ny. M Tn. N
Klien mengungkapkan anggota keluarga tidak terdapat yang
memiliki riwayat hiperkolesterol
Klien mengungkapkan anggota keluarga tidak terdapat yang
memiliki riwayat hiperkolesterol 1.1.2.5 Perilaku yang Mempengaruhi Kesehatan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan waktu muda dia suka mengonsumsi makanan yang berlemak
Klien mengatakan menyukai makanan yang berlemak meskipun iamengetahui bahwa penderita kolesterol dianjurkan untuk menghindari
makanan yang berlemak
Masalah Keperawatan: Ketidakpatuhan
1.1.2.6 Pengetahuan Klien Tentang Penyakitnya
Ny. M Tn. N
Ketika ditanya tentang pengetian, etiologi, manifestasi klinis, komplikasi, penatalaksanaan px tampak bingung dan tidak dapat menjawab pertanyaan
Px mengatakan meskipun ia mengetahui bahwa px sudah mengidap hiperkolesterol px tetap memakan makanan yang tinggi lemak, ia berfikir bahwa setelah mengonsumsi obat kolesterolnya dapat normal kembali Masalah Keperawatan: Defisit Pengetahuan
1.1.3 Genogram
Ny. M Tn. N
Klien menikah dengan suaminya dan memiliki 7 orang anak, anak pertama jenis kelamin perempuan sudah menikah memiliki seorang anak perempuan, anak kedua jenis kelamin perempuan sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki – laki, anak ketiga berjenis kelamin perempuan sudah menikah memiliki tiga anak dua orang anak perempuan dan satu berjenis kelamin laiki – laki, anak keempat berjenis kelamin perempuan memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan, anak kelima berjenis keamin perempuan memiliki dua orang anak perempuan, anak keenam sudah menikah memiliki dua orang anak perempuan dan laki-laki, anak ketujuh berjenis kelamin laki – laki sudah
menikah dan memiliki dua orang anak laki - laki
Klien sudah menikah serta memiliki dua orang perempuan, kedua orang tuanya sudah meninggal, kakek neneknya juga sudah meninggal
1.1.4 Riwayat Psikososial
1.1.4.1 Kondisi Tempat Tinggal Klien
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan bahwa kondisi rumahnya bersih, terdapat ventilasi, terdapat tempat ssampah
Klien mengatakan bahwa kondisi rumahnya bersih, terdapat ventilasi, terdapat tempat ssampah
1.1.4.2 Hubungan/Dukungan Keluarga
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan hubungan dirinya dengan keluarganya sangat baik serta keluarga selalu mendukung perihal kesembuhan klien
Klien mengatakan hubungan dirinya dengan keluarganya sangat baik serta keluarga selalu mendukung perihal kesembuhan klien
1.1.4.3 Kemampuan Klien dalam Melaksanakan Perannya
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan dirinya mampu melaksanakan perannya sebagai seorang ibu, istri dan juga nenek
Klien mengatakan dirinya mampu melaksanakan perannya sebagai ayah serta suami
1.1.4.4 Harapan Klien Terhadap Penyakitnya
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan berharap penyakitnya segera cepat sembuh
Klien mengatakan berharap penyakitnya cepat sembuh
1.1.4.5 Hubungan Klien dengan Masyarakat di Sekitarnya
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan hubungan dirinya dengan masyarakat di sekitar sangat baik
Klien mengatakan hubungan dirinya dengan masyarakat di sekitar sangat baik
1.1.5 Riwayat Nutrisi dan Cairan 1.1.5.1 Nafsu Makan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan ketika sebelum sakit nafsu baik, ketika sakit dirinya nafsu makannya cukup
Klien mengatakan ketika sebelum sakit nafsu baik ( banyak ), tapi ketika sakit dirinya nafsu makannya cukup
1.1.5.2 Frekuensi Makan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan sebelum sakit makan 3x1 porsi habis dalam sehari, tetapi saat sakit klien makan3x1 sehari setengah porsi
Klien mengatakan sebelum sakit makan 3x1 porsi habis dalam sehari, tetapi saat sakit klien makan 3x1 sehari setengah porsi
1.1.5.3 Menu Makan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan ketika masih sehat dan saat sakit menu makannya sama berupa nasi, lauk pauk dan sayur
Klien mengatakan ketika masih sehat dan saat sakit menu makannya sama berupa nasi, lauk pauk an sedikit sayur 1.1.5.4 Pantangan Makan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan ketika masih sehat tidak ada pantangan makanan, tetapi semenjak dirinya sekarang sakit memiliki pantangan makanan yang berlemak
Klien mengatakan ketika masih sehat tidak ada pantangan makanan, tetapi semenjak dirinya sekarang sakit memiliki pantangan makanan yang berlemak tetapi meskipun memiliki pantangan makanan klien tetap mengonsumsi makanan yang berlemak 1.1.5.5 Jenis Konsumsi dan Cairan
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan ketika sehat dan sakit cuma meminum air putih sebanyak 1500 ml/hari
Klien mengatakan ketika sehat dan sakit cuma meminum air putih sebanyak 1500 ml/hari
1.1.5.6 Jenis Minuman
Ny. M Tn. N
Klien mengatakan jenis minuman ketika sehat dan saat sakit hanya minum air putih
Klien mengatakan jenis minuman ketika sehat dan saat sakit hanya minum air putih
1.1.6 Pemeiksaan Fisik 1.1.6.1 Keadaan Umum
Ny. M Tn. N
Klien tampak meringis, tampak bersikap protektif, tampak gelisah
Klien tampak meringis, tampak bersikap protektif, tampak gelisah 1.1.6.2 Tanda Vital
Ny. M Tn. N
Tekanan darah : 130/90 mmHg, Suhu : 37 °C (Lokasi Pengukuran : Aksila), Nadi : 85×/menit (Lokasi Perhitungan : Nadi Brakialis), Respirasi : 20×/menit
Tensi : 120/80 mmHg, Suhu : 36.5 °C (Lokasi Pengukuran : Aksila), Nadi : 90×/menit (Lokasi Perhitungan : Nadi Brakialis), Respirasi : 20×/menit
Masalah Keperawatan: Tidak terdapat Masalah Keperawatan 1.1.6.3 Sistem Pernafasan (B1)
Ny. M Tn. N
- Inspeksi : Bentuk dada simetris/normal, iramanafas teratur, tak ada retraksi otot bantu nafas, tidak terdapat alat bantu nafas, tidak terdapat nyeri dada saat bernapas, tidak terdapat batuk,
- Palpasi : Susunan ruas tulang belakang simetris kanan kiri, vocal fremitus taktik fremitus seimbang kanan kiri
- Perkusi : Perkusi thorax sonor
- Auskultasi : Suara napas vesikuler normal (tidak ada suara nafas tambahan)
- Inspeksi : Bentuk dada simetris normal, irama nafas teratur, tak ada retraksi otot bantu nafas, tak ada alat bantu nafas, tidak terdapat nyeri dada saat bernapas, tidak terdapat batuk, - Palpasi : Susunan ruas tulang belakang simetris kanan kiri, vocal fremitus taktik fremitus seimbang kanan kiri
- Perkusi : Perkusi thorax terdengar sonor
- Auskultasi : Suara napas vesikuler (tidak ada suara nafas tambahan) Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masalah Keperawatan
1.1.6.4 Sistem Kardiovaskuler (B2)
Ny. M Tn. N
- Inspeksi : Irama jantung teratur, tidak terdapat cianosis, tidak terdapat clubbing finger
- Palpasi : Ics tidak terkaji - Perkusi : terdengar Pekak
- Auskultasi : Suara jantung di tempat S1 S2 tunggal serta tidak terdapat bunyi jantung tambahan
- Inspeksi : Irama jantung teratur, tidak terdapat cianosis, tidak terdapat clubbing finger
- Palpasi : Ics tidak terkaji - Perkusi : terdengarPekak
- Auskultasi : Bunyi jantung di tempat S1 S2 tunggal serta tidak terdapat bunyi jantung tambahan
Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masalah Keperawatan
1.1.6.5 Sistem Persyarafan (B3)
Ny. M Tn. N
- Inspeksi : kesadaran penu (compos mentis) dengan GCS : E : 4, V : 5, M : 6,
orientasi baik, tidak kejang, istirahat tidur siang malam cukup, tak terdapat gangguan nervous cranial, pupil terlihat isokor, refleks cahaya normal - Palpasi : Tak ada kaku kuduk, tak terjadi brudzinsky
- Inspeksi : kesadaran penuh (compos mentis) dengan GCS : E : 4, V : 5, M : 6,
orientasi baik, tidak kejang, istirahat tidur siang malam cukup, tidak terdapat kelainan nervous cranialis, pupil isokor, refleks cahaya normal
- Palpasi : Tidak terdapat kaku kuduk, tidak mengalami brudzinsky
Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masalah Keperawatan 1.1.6.6 Sistem Genetourinaria (B4)
Ny. M Tn. N
Bentuk alat kelamin tidak terkaji, alat kelaminnya bersih, berkemih dalam sehari 9×/hari, secara teratur, dengan jumlah urine 1500ml/24jam, bau khas, serta warna urine agak kekuningan
Bentuk alat kelamin tidak terkaji, alat kelaminnya bersih, berkemih dalam sehari 7×/hari, secara teratur, dengan jumlah urine 1500ml/24jam, bau khas, serta warna urine agak kekuningan Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masalah Keperawatan
1.1.6.7 Sistem Pencernaan (B5)
Ny. M Tn. N
- Inspeksi : mulut simetris bilateral, mukosa bibir basah, bentuk bibir normal, gigi bersih, kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, tenggorokan normal, kebiasaan buang air besar sekali sehari, konsistensi lunak, warna tinja agak kecoklatan, bau khas, dudukan toilet/toilet, tidak ada laksatif, lavender, NGT, bilas lambung - Palpasi : amandel tidak membesar, tidak ada kembung, tidak ada asites abdomen, tidak ada kembung, tekanan intra abdomen Tidak ada
- Perkusi: Vokal Timpani
- Auskultasi: Bunyi Usus 18/menit
- Inspeksi: mulut simetris bilateral, mukosa bibir basah, bentuk bibir normal, gigi bersih, kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, tenggorokan normal, kebiasaan buang air besar sekali sehari, konsistensi lunak, warna tinja agak kecoklatan, bau khas, dudukan toilet/toilet, tidak ada laksatif, lavender, NGT, bilas lambung - Palpasi : amandel tidak membesar, tidak ada kembung, tidak ada asites abdomen, tidak ada kembung, tekanan intra abdomen Tidak ada
- Perkusi: Vokal Timpani
- Auskultasi: Bunyi Usus 18/menit Masalah Keperawatan: Tidak Ada Masalah Keperawatan
1.1.6.8 Sistem Muskuloskeletal dan Integumen (B6)
Ny. M Tn. N
Penurunan kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (ROM) klien (terbatas), menurun kekuatan otot pada kedua kakinya 4,4, tidak terdapat fraktur, tidak terdapat dislokasi, tidak terdapat luka, akral hangat, lembap, turgor elastis, CRT < 2 detik, tidak terdapat oedema, kemampuan melakukan ADL klien parsial ketika berpindah tempat dan pergi ke kamar mandi/toliet
Penurunan kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (ROM) klien (terbatas), menurun kekuatan otot pada kedua kaki 4,4, tidak terdapat fraktur, tidak terdapat dislokasi, tidak terdapat luka, akral hangat, lembap, turgor elastis, CRT < 2 detik, tidak terdapat oedema, kemampuan melakukan ADL klien parsial ketika berpindah tempat dan pergi ke kamar mandi/toliet
Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masalah Keperawatan
1.1.6.9 Sistem Penginderaan (B7) 1) Mata
Ny. M Tn. N
Bentuk mata simetris / normal, konjungtiva tidak anemis, skler putih, tidakterdapat oedema pada palpebra, tidak terdapat strabismus, ketajaman penglihatan normal, tidak terdapat alat bantu penglihatan
Bentuk mata simetris/normal, konjungtiva tidak anemis, sklera putih, tidak terdapat oedema pada palpebra, tidak terdapat strabismus, ketajaman penglihatan normal, tidak terdapat alat bantu penglihatan
Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masaah Keperawatan
2) Hidung
Ny. M Tn. N
Bentuk hidung normal, mukosa hidung lembap, tidak terdapat sekret, penciuman masih tejam
Bentuk hidung normal, mukosa hidung lembap, tidak terdapat sekret, penciuman masih tajam
Masalah Keperawatan: Tak terdapat Masaah Keperawatan
3) Telinga
Ny. M Tn. N
Bentuk simetris, tidak terdapat keluhan, ketajaman pendengaran normal, tidak terdapat alat bantu
Bentuk simetris, tidak terdapat keluhan, ketajaman pendengaran normal, tidak terdapat alat bantu Masalah Keperawatan: Tidak Ada Masaah Keperawatan
4) Perasa
Ny. M Tn. N
Klien dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, asin
Klien dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, asin
Masalah Keperawatan: Tidak Ada Masaah Keperawatan 5) Peraba
Ny. M Tn. N
Peraba klien masih normal Peraba klien masih normal
1.1.6.10 Sistem Endokrin (B8)
Ny. M Tn. N
- Inspeksi : Tak ada banyak keringat, poldipsi, polifagi, poliuri,tidak terdapat luka gangrene, tidak terdapat karakteristik luka gangrene, tidak terdapat lokasi gangrene
- Palpasi : Tak ada kelenjar thyroid mengalami pembesaran thyroid, Tak ada limfe mengalami pembesaran, tidak terdapat kelenjar parotis
- Inspeksi : Tak ada banyak keringat, poldipsi, polifagi, poliuri,tidak terdapat luka gangrene, tidak terdapat karakteristik luka gangrene, tidak terdapat lokasi gangrene
- Palpasi : Tak ada kelenjar thyroid mengalami pembesaran thyroid, Tak ada limfe mengalami pembesaran, tidak terdapatkelenjar parotis Masalah Keperawatan: Tidak Ada Masaah Keperawatan
1.1.7 Pengkajian Fungsional Klien 1.1.7.1 INDEKS KATZ
Ny. M Tn. N
Nilai A : Mandiri dalam melakukan semua kegiatan
Nilia A : Mandiri dalam melakukan semua kegiatan
1.1.7.2 Pengkajian Bathel Indeks
Ny. M Tn. N
A. 120 : Mandiri (✓) artinya klien dengan jumlah 120 menunjukkan kemampuan klien dengan mandiri
A. 130 : Mandiri (✓) artinya klien dengan jumlah 130 menunjukkan kemampuan klien dengan mandiri 1.1.8 Identifikasi Status Mental dengan Short Portable Mental Status Quesioner
Ny. M Tn. N
A. Salah 0 - 3 : Fungsi Intelektual Utuh (✓) artinya dengan hasil klien salah 2 menunjukkan bahwa intelektual klien tidak terjadi perubahan atau utuh
A. Salah 0 - 2 : Fungsi Intelektual Utuh (✓) artinya dengan hasil klien salah 2 menunjukkan bahwa intelektual klien tidak terjadi perubahan atau utuh
3.2 Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
Klien 1
1 Data Subjektif :
Klien mengungkapkan rasa nyeri di telapak kakinya
Data Obyektif:
P : Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat,
Q: nyeri seperti terbakar, R: nyeri pada telapakkaki menjalar kekaki,
S: Skala nyeri 6,
T: nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan. - Klien kelihatan meringis/menyeringai - Klien Tampak bersikap protektif
- Klien tampak gelisahTTV
- Nadi : 85×/menit
Makanan tinggi lemak (LDL)
Lippoprotein meningkat
Hiperkolesterol
Atherosklerosis
agen pencedera fisioogis ( siskemik)
Nyeri akut
Nyeri Akut
2. Data Subyektif:
Saat ditanya tentang pengertian, etiologi, manifestasi klinis, komplikasi,
penatalaksanaan px tidak mengetahuinya
Data Obyektif:
Saat diberikan
pertanyaan px tampak kebingungan
Hiperkolesterolemia
Proses penyakit
Kurang terpapar informasi
Defisit pengetahuan
Defisit pengetahuan
Klien 2 1 Data Subyektif:
Klien mengatakan bawha ia merasa nyeri pada
Makanan tinggi lemak (LDL)
Nyeri Akut
lututnya dan kaku pada telapak kaki
Data Obyektif:
P : Tn. N mengeluh nyeri
karena kadar
kolesterolnya yang meningkat,
Q: nyerinya kayak terbakar,
R: nyerinya di lutut, S: Skala nyeri 5,
T: Nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien bersistirahat dan semakin nyeri jika klien banyak beraktifitas.
TTV
- Nadi : 90×/menit
Lippoprotein meningkat
Hiperkolesterol
Atherosklerosis
Agen pencedera fisiogis ( Siskemik )
Nyeri akut 2 Data Subyektif:
Klien mengatakan menyukai makanan yang berlemak meskipun ia mengetahui bahwa penderita kolesterol dianjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak
Data Obyektif:
Hiperkolesterolemia
Proses penyakit
Ketidakadekuatan pemahaman
Ketidakpatuhan
- Klien makan
makanan
mengandung lemak
- Klien tidak
menjalankan anjuran petugas kesehatan
Ketidakpatuhan
TTV
- Nadi : 90×/menit 3.3 Diagnosa Keperawatan
Klien 1 Klien 2
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dibuktikan dengan: Klien mengatakan merasa nyeri pada telapak kakinya
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dibuktikan dengan Klien mengatakan merasa nyeri pada lututnya dan kaku pada telapak kaki
P : Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat, Q: nyeri seperti terbakar,R: nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki, S: Skala nyeri 6,
T: nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan. - Klien kelihatan meringis
- Klien kelihatan bersikap protektif - Klien kelihatan gelisah
TTV
- Tekanan darah: 130/90 mmHg - Suhu : 37 °C
- Nadi : 85×/menit - Respirasi : 20×/menit
P : Tn. N mengeluh nyeri karena kadar kolesterolnya yang meningkat,
Q: nyerinya kayak terbakar, R: nyerinya di lutut,
S: Skala nyeri 5,
T: Nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien bersistirahat dan semakin nyeri jika klien banyak beraktifitas.
TTV
- Tekanan darah: 120/80 mmHg - Suhu : 36,5 °C
- Nadi : 90×/menit - Respirasi : 20×/menit
3.4 Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria Hasil
Intevensi Klien 1
1 Nyeri akut berhubungan Selesai melakukan kegiatan
keperawatan selama 3 x kunjungan diharapkan tingkat nyerinya turun Kriteria Hasil : 1. Keluhan nyeri menurun
2. Meringis menurun 3. Sikap protektif menurun
4. Gelisah menurun L.08066 hal : 145
Manajemen Nyeri Observasi
1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intensitas nyeri 2. Identifikasi respon nyeri non verbal 3.Identifikasi
pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
Terapeutik
4. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri Edukasi
5. Jelaskan, penyebab, periode, dan pemicu nyeri
I. 08238 hal : 201 dengan agen pencedera
fisiologis dibuktikan dengan: Klien
mengatakan merasa nyeri pada telapak kakinya P : Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat,
Q: nyeri seperti terbakar, R: nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki, S: Skala nyerinya 6, T: nyerinya berlangsung tidak berhenti serta hilang saat
klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan. - Klien tampak meringis
- Klien Tampak bersikap protektif
- Klien tampak gelisah
TTV
- Tekanan darah:
130/90 mmHg - Suhu : 37 °C - Nadi : 85×/menit - Respirasi : 20×/menit
No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria Hasil
Intevensi Klien 2
1 Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dibuktikan dengan Klien mengatakan merasa nyeri pada lututnya dan kaku pada telapak kaki
P : Tn. N mengeluh nyeri
karena kadar
kolesterolnya yang meningkat,
Q: nyeri seperti terbakar, R: nyeri paa lutut,
S: Skala nyeri 5,
T: Nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien bersistirahat dan semakin nyeri jika klien banyak beraktifitas.
TTV
- Tekanan darah: 120/80 mmHg
- Suhu : 36,5 °C - Nadi : 90×/menit - Respirasi : 20×/menit
D.0077 Hal : 172
Setelah dilakuka tindakan
keperawatan selama 3 x kunjungan diharapkan tingkat nyeri menurun Kriteria Hasil : 1. Keluhan nyeri menurun
2. Meringis menurun 3. Sikap protektif menurun
4. Gelisah menurun L.08066 hal : 145
Manajemen Nyeri Observasi
1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intensitas nyeri 2. Identifikasi respon nyeri non verbal 3.Identifikasi
pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
Terapeutik
4. Berikan cara tanpa obat guna rasa nyeri berkurang
Edukasi
5. Jelaskan, penyebab, periode, dan pemicu nyeri
I. 08238 hal : 201
3.5 Implementasi Keperawatan
No DX Tanggal Jam Implementasi Paraf
Klien 1 1
D.0077 Hal : 172
15-02-
2022 09.00
Manajemen Nyeri
09.15
09.25
09.40
09.50
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri Respon:
P : Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat,
Q: nyeri seperti terbakar, R: nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki,
S: Skala nyeri 6,
T: nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan
2. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal
Respon:
Klien tapak meringis, menghindari nyeri, dan gelisah 3.Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri Respon:
Saat ditanya tentang penyakitnya Klien tidak mengetahui tentang penyakitnya
4. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Respon:
Klien mengikuti apa yang telah diberi tahu yaitu dengan enonton tv saat nyeri timbul
5. Jelaskan, penyebab, periode, dan pemicu nyeri
Respon:
Klien masih belum memahami apa yang sudah dijelaskan tentang penyakitnya
16-02-
2022 08.30
Manajemen Nyeri
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri
Respon:
08.40
08.50
09.05
09.15
P : Ny. M mengeluh nyeri karena kadar kolesterol yang meningkat,
Q: nyeri seperti terbakar, R: nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki,
S: Skala nyeri 4,
T: nyerinya secara terus menerus dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan saat ini nyerinya sudah sedikit berkurang
2. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal
Respon:
Klien tapak meringis, menghindari nyeri, dan gelisah 3.Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri Respon:
Saat ditanya tentang penyakitnya Klien hanya mengetahui tentang definisi dan manifestasi klinis penyakit hiperkolesterol
4. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Respon:
Klien mengikuti apa yang telah diberi tahu yaitu dengan enonton tv saat nyeri timbul
5. mengevaluasi kembali, penyebab, periode, dan pemicu nyeri
Respon:
Klien hanya mengetahui penyebab nyeri
17-02-
2022 10.00
Manajemen Nyeri
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri
Respon:
P : Ny. M sudah tidak mengeluh nyeri
10.15
10.30
10.40
10.50
Q: nyeri pada telapak kakinya suda tidak terasa,
R: nyeri pada telapak kakinya sudah hilang,
S: Skala nyeri 2,
T: nyerinya hilang timbul dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan saat ini nyerinya sudah sedikit berkurang
2. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal
Respon:
Klien tidak tampak meringis, dan tidak gelisah
3. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri Respon:
Saat ditanya tentang penyakitnya Klien mengetahui tentang penyakitnya
4. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Respon:
Klien mengikuti apa yang telah diberi tahu yaitu dengan menonton tv saat nyeri timbul 5. mengevaluasi, penyebab, periode, dan pemicu nyeri Respon:
Klien memahami apa yang sudah dijelaskan tentang penyakitnya Kien 2
1
D.0077 Hal : 172
16-02- 2022
16.00
Manajemen Nyeri
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri
Respon:
P : Tn. N mengeluh nyeri karena hiperkolesterolemia
Q: nyeri seperti terbakar R: nyeri pada lutut dan kaku pada telapak kaki,
S: Skala nyeri 5,
16.15
16.25
16.40
16.55
hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan saat ini nyerinya sudah sedikit berkurang
2. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal
Respon:
Klien tampak meringis, menghindari nyeri dan gelisah 3.Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri Respon:
Saat ditanya tentang penyakitnya Klien mengetahui tentang penyakitnya
4. Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Respon:
Klien mengikuti apa yang telah diberi tahu yaitu dengan menonton tv saat nyeri timbul 5. Jelaskan, penyebab, periode, dan pemicu nyeri
Respon:
Klien memahami apa yang sudah dijelaskan tentang penyakitnya 17-02-
2022 15.00
15.20
Manajemen Nyeri
1. Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri
Respon:
P : Tn. N mengeluh sedikit nyeri Q: nyerinya seperti terbakar R: nyeri pada telapak kaki menjalar kekaki,
S: Skala nyeri 4,
T: nyerinya hilang timbul dan hilang saat klien istirahat dan semakin nyeri jika klien terlalu sering berjalan saat ini nyerinya sudah sedikit berkurang
2. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal
Respon: