• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rasulullah SAW bersabda

BAB 4 BAB 4

4

Uraian Ringkas Materi Ajar USG Obstetri Ginekologi Dasar

Uraian ringkas merupakan keterangan tambahan pada setiap materi ajar yang esensial berdasarkan literatur terbaru dan berbasis bukti (EBM: evidence-based medicine).1,2,3

Sebelum melakukan pemeriksaan USG, setiap wanita harus memperoleh penjelasan yang baik tentang harapan yang akan diperoleh, keuntungan, risiko, dan keterbatas- an dari pemeriksaan USG.2 Pemberian informasi tentang pemeriksaan USG dengan memakai brosur sangat berman- faat karena pasien sudah mengetahui kira- kira apa manfaat dan keterbatasan dari pemeriksaan USG (EBM: C).3

Seandainya ditemukan suatu keraguan, maka pasien akan dirujuk kepada dokter yang lebih ahli. Pasien dan keluarga juga harus diberi informasi bahwa USG merupakan alat bantu diagnostik, bukan standar baku emas sehingga kepastian akan hasil baru diperoleh setelah ada hasil patologi anatomi (PA) ataupun otopsi (pada anomali kongenital).

USG tidak mampu melihat seluruh rincian (detail) struktur jaringan/organ tubuh

1 Abuhamad A, Minton KK, Benson CB, Chudleigh T, Crites L, Doubilet PM, Driggers R, Lee W, Mann KV, Perez JJ, Rose NC, Simpson LL, Tabor A, Benacerraf R. Obstetric and gynecologic ultrasound curriculum and competency assessment in residency training programs: consensus report. Special Report, AJOG, January 2018:29-67.

2 Porche LM, Abuhamad A. Ultrasound. In: Obstetric Evidence Based Guidelines, 3rd Ed, edited by Vincenzo Berghella. CRC Press, 2017:49-58.

3 Mohajer MP. Ultrasound screening. In: Obstetrics and Gynaecology An Evidence-based Text for the MRCOG. Edited by David M. Luesley and Mark D.

Kilby. CRC Press,2016:231-236.

sehingga struktur anomali yang kecil (minor) tidak seluruhnya dapat dilihat. Pasien dan dokter pemeriksa harus memahami dengan baik adanya keterbatasan kemampuan peralatan USG dalam bidang diagnostik.2 Ditangan seorang dokter yang telah menjalani pelatihan USG yang terstandarisasi dan tersertifikasi, maka pemeriksaan USG aman dilakukan pada ibu hamil.2 Tidak ada bukti bahwa pemeriksaan USG membahaya- kan ibu hamil bila dilakukan sesuai standar kompetensi dan profesionalisme.2

Pemeriksaan USG rutin yang dilakukan pada ibu hamil meningkatkan deteksi dini kehamilan ganda dan kelainan kongenital mayor.2,3 Pemeriksaan USG merupakan metoda terbaik dalam penentuan usia gestasi.2 Pemeriksaan USG pada trimester 1 paling tepat dalam penentuan usia gestasi dan dapat mengurangi kekhawatiran ibu hamil tersebut, deteksi dini kehamilan ganda, skrining Sindroma Down dengan pengukuran nuchal translucency (NT), dan diagnosis kegagalan kehamilan (nonviable pregnancies).2

Kepada semua ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG pada trimester kedua untuk evaluasi anatomi yang optimal (skrining trimester 2).2,3 Pemerik- saan USG rutin pada semua ibu hamil merupakan cara terpilih untuk deteksi malformasi struktural (EBM: A).3 95%

abnormalitas janin terjadi pada ibu hamil tanpa risiko (Whittle M, RCOG, 1997).3 Bila hanya mampu dilakukan satu kali saja pemeriksaan USG, maka harus dilakukan pada usia kehamilan 18–22 minggu.2 Waktu

STOP PENULARAN COVID-19 DENGAN MELAKUKAN 3M:

1. Memakai Masker

optimum untuk skrining adalah pada kehamilan 18–21 minggu (EBM: B).3 Pemeriksaan USG yang dilakukan antara 18–21 minggu merupakan metoda paling efektif untuk identifikasi sebagian besar kelainan janin (EBM: B).3

Pada kelompok risiko rendah atau populasi yang tidak terseleksi, pemeriksaan rutin USG dan Doppler pada trimester 3 (>24 minggu) tidak berkaitan dengan penurunan mortalitas perinatal, tetapi berkaitan dengan deteksi yang lebih tinggi terhadap adanya pertumbuhan janin terhambat (PJT).2 Skrining pada seluruh populasi merupakan metoda yang paling dapat diterima dibanding pemeriksaan USG yang selektif dalam mendeteksi abnormalitas janin (EBM: A).3 Pada kehamilan risiko tinggi (KRT) pemeriksaan Doppler pada PJT berkaitan dengan penurunan kematian perinatal dan intervensi obstetrik.2 Skrining untuk abnormalitas janin menurunkan AKP melalui identifikasi dan pengakhiran kehamilan yang abnormal tersebut (EBM:

A).3

Pengukuran panjang cervix uteri perlu

dilakukan karena berkaitan dengan penu- runan persalinan preterm serta penurunan morbiditas dan mortalitas perinatal.2 Pengukuran panjang cervix melalui USG transvaginal (UTV) merupakan prediktor yang efektif untuk persalinan preterm. Bila cervix pendek terdeteksi <24 minggu, dapat diberikan sediaan progesteron pada kehamilan tunggal tanpa riwayat persalinan preterm sebelumnya (UTV: panjang cervix ≤20 mm), dan tindakan cerclage dilakukan pada kehamilan tunggal dengan riwayat persalinan preterm (UTV: panjang cervix ≤25 mm).2 Keamanan pemeriksaan USG dan keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama bagi dokter pemeriksa USG. Peng- aturan alat harus mengikuti standar POGI dan dunia, misalnya Mechanical Index (MI) dan

Thermal Index (TI) harus <1. Energi yang dikeluarkan oleh peralatan USG akan menimbulkan efek kavitasi atau pembentukan gelembung-gelembung udara mikro yang dapat merusak sel, terutama pada masa embriologi.2

Pada binatang percobaan telah ditemukan efek yang merugikan terhadap sel, sedangkan pada manusia, data diperoleh dari data epidemiologi dan studi populasi. Dari studi epidemiologi tidak ditemukan adanya efek yang merugikan terhadap manusia, tentunya ditangan dokter yang sudah kompeten dan tersertifikasi.2

Tidak ditemukan bukti yang konsisten efek USG membahayakan kehamilan, tidak ditemukan gangguan fisik dan kognitif, gangguan bicara, gangguan bahasa, atau gangguan neurologis yang diamati hingga anak berusia 8 tahun.2 Penelitian secara acak pada pemeriksaan USG trimester kedua juga tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam prestasi sekolah antara anak yang terpapar dan tidak terpapar USG pada usia 15–16 tahun.2 Ada satu penelitian yang menemukan hubungan yang lemah antara paparan USG dengan tangan kidal.2 Meskipun tidak ditemukan efek yang berbahaya, pemeriksaan USG pada wanita hamil harus atas indikasi medis, secepat mungkin diselesaikan (prinsip ASAP), dan dengan energi yang serendah mungkin (prinsip ALARA).2

Pemeriksaan USG merupakan pemeriksa- an yang tergantung kepada dokter pemeriksa (operator dependent) sehingga program pendidikan kedokteran berkelanjutan (P2KB) dan kontrol kualitas yang terus menerus merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh setiap pusat diagnostik sonografis. Risiko akibat negatif palsu dan atau salah interpretasi atau salah diagnosis dapat diminimalisasi bila interpretasi sonografis dilakukan oleh dokter yang terlatih dan profesional berpengalaman.2

STOP PENULARAN COVID-19

Kompetensi dokter pemeriksa harus dijaga dengan cara akreditasi unit diagnostik sonografi, sertifikasi staf, dokumentasi temuan, dan kontrol kualitas yang baik dan berkesinambungan.2

Keterangan yang lebih rinci silakan mempelajari buku teks yang tersedia, misalnya Callens Obstetric and Gynecology ultrasound, edisi ke enam, tahun 2017.

Berikut ini akan dibahas secara singkat hal penting yang harus diajarkan kepada peserta didik (PPDS Obstetri Ginekologi).