-72-
Pasal 132
Sertifikasi Sarusun sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 122 ayat (3)huruf
ediberikan
kepada MBR melalui keringanan:a.
pendaftaran hak atas Sarusun; danb.
biaya pengurusan sertifikat.Pasal 134
(1) Pelaku Pembangunan yang tidak
melengkapilingkungan Rumah Susun dengan prasarana, sarana,
dan utilitas umum
sebagaimanadimaksud
dalam Pasal32
ayat (1) dikenai sanksiadminstratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b. pembatasan kegiatan pembangunan dan/atau
kegiatan usaha;c. penghentian sementara pada
pekerjaanpelaksanaan pembangunan ;
d.
pengenaan dendaadministratif;
dane.
pencabutan izin usaha.(21
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua) kalidengan jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;b. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf a dikenai sanksi administratif
berupapembatasan kegiatan pembangunan dan/atau
kegiatan usaha selama 14 (empat belas) hari;c. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikanpembatasan kegiatan pembangunan dan/atau kegiatan usaha
sebagaimanadimaksud
padahuruf b dikenai sanksi administratif
berupapenghentian sementara pada
pekerjaan pelaksanaan pembangunan sebanyak 1 (satu) kali denganjangka waktu paling lama 5
(lima) hari kerja;d.
Pelaku.
. .-74-
Pelaku Pembangunan yang
mengabaikanpenghentian sementara pada
pekerjaanpelaksanaan pembangunan
sebagaimanadimaksud pada huruf c dikenai
sanksiadministratif berupa denda administratif
palingsedikit
Rp100.000.000,00 (seratusjuta
rupiah)dan paling banyak Rp1.000.000.000,00
(satumiliar
rupiah);Pelaku Pembangunan
yang telah
menyelesaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf d wajib melengkapi lingkungan
RumahSusun dengan prasarana, sarana, dan utilitas
umum paling lambat 1 (satu)tahun;
danPelaku Pembangunan yang
mengabaikanpengenaan denda administratif
sebagaimanadimaksud pada huruf d dan tidak
melengkapilingkungan Rumah Susun dengan
prasarana, sarana, danutilitas umum
palinglambat
1 (satu)tahun
sebagaimanadimaksud pada huruf
edikenai pencabutan izin usaha dan
wajibmenyelesaikan
pembiayaan untuk
melengkapilingkungan Rumah Susun dengan
prasarana,sarana, dan utilitas umum melalui kerja
sama dengan Pelaku Pembangunan lain.Pasal 135
(1) Setiap Orang yang tidak memanfaatkan
Sarusunsesuai dengan fungsinya sebagaimana
dimaksuddalam
Pasal4 ayat (1) dikenai sanksi adminstratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b.
pengenaan dendaadministratif;
danc.
pencabutan SHM Sarusun atau SKBG Sarusun.(2)
Tata cara pengenaan sanksiadministratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.peringatan...
d
e
f
a. peringatan
tertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali
denganjangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;Pemilik dan/atau
Penghuniyang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf
a dikenai sanksi administratif berupa dendaadministratif paling sedikit
Rp50.000.000,00(lima puluh juta rupiah) dan paling
banyak Rp250.000.000,00(dua ratus lima puluh juta
rupiah);
Pemilik dan/atau
Penghuniyang
mengabaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf b dikenai sanksi administratif
berupa pencabutan SHM Sarusun atau SKBG Sarusun.Pasal 136
(1) Pihak yang melakukan perubahan fungsi
RumahSusun dengan tidak menjamin hak
kepemilikan Sarusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4)dikenai sanksi
administratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b. pembatasan kegiatan pembangunan dan/atau
kegiatan usaha;c. penghentian sementara pada
pekerjaanpelaksanaan pembangunan;
d.
pengenaan dendaadministratif;
dane.
pencabutan izin usaha.(21
Tata cara pengenaan sanksiadministratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua) kali denganjangka
r,vaktutiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;b.pihak...
b
c
-76-
b. pihak yang mengabaikan peringatan tertulis
sebagaimanadimaksud pada huruf a
dikenaisanksi administratif berupa pembatasan kegiatan pembangunan
dan/atau
kegiatanusaha
selama14 (empat belas) hari;
c. pihak yang
mengabaikan pembatasan kegiatanpembangunan dan/atau kegiatan
usaha sebagaimanadimaksud pada huruf b
dikenaisanksi administratif berupa
penghentiansementara pada pekerjaan
pelaksanaanpembangunan sebanyak 1 (satu) kali
denganjangka waktu paling lama 5 (lima)
hari
kerja;d.
pihak yang mengabaikan penghentian sementarapada pekerjaan pelaksanaan
pembangunan sebagaimanadimaksud pada huruf c
dikenaisanksi administratif berupa
dendaadministratif paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak
Rpl.000.000.000,00 (satumiliar
rupiah);e.
Pelaku Pembangunanyang telah
menyelesaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf d wajib mengganti hak
kepemilikan Sarusun paling lambat 2 (dua)tahun;
danf. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikanpengenaan denda administratif
sebagaimana dimaksud padahuruf
d dantidak
mengganti hak kepemilikan Sarusun paling lambat 2 (dua) tahun sebagaimanadimaksud pada huruf e
dikenaipencabutan
izin
usaha danwajib
menyelesaikan pembiayaanuntuk
menggantisejumlah
RumahSusun dan/atau memukimkan kembali
Pemilik melalui kerja sama dengan Pelaku Pembangunan lain.Pasal 137
Pasal 137
(1)
Pelaku Pembangunan RumahSusun
Komersial yangtidak menyediakan Rumah Susun Umum
palingsedikit
2Ooh (duapuluh
persen)dari total luas
lantai Rumah Susun Komersial yang dibangun sebagaimanadimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dikenai
sanksiadministratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b. pembatasan kegiatan pembangunan dan/atau
kegiatan usaha;c. penghentian sementara pada
pekerjaanpelaksanaan pembangunan ;
d.
pengenaan dendaadministratif;
dane.
pencabutan izin usaha.(21
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali
dengan
jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;b. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf a dikenai sanksi administratif
berupapembatasan kegiatan pembangunan dan/atau
kegiatan usaha selama 14 (empat belas) hari;c. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikanpembatasan kegiatan pembangunan dan/atau kegiatan usaha
sebagaimanadimaksud
padahuruf b dikenai sanksi administratif
berupapenghentian sementara pada
pekerjaan pelaksanaan pembangunan sebanyak 1 (satu) kali denganjangka waktu paling lama 5
(lima) hari kerja;d.Pe1aku...
-78-
Pelaku Pembangunan yang mengabaikan perintah
penghentian sementara pada
pekerjaanpelaksanaan pembangunan
sebagaimanadimaksud pada huruf c dikenai
sanksiadministratif berupa denda administratif
palingsedikit
Rp100.000.000,00 (seratusjuta
rupiah)dan paling banyak Rp1.000.000.000,00
(satumiliar
rupiah);Pelaku Pembangunan
yang telah
menyelesaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf
d wajib menyediakan Rumah Susun Umum sesuai dengan perencanaan pembangunan; danPelaku Pembangunan yang
mengabaikanpengenaan denda administratif
sebagaimanadimaksud
padahuruf d dan tidak
menyediakanRumah Susun Umum
sebagaimana dimaksud padahuruf
e dikenai pencabutan izin usaha danwajib menyelesaikan pembiayaan untuk
penyediaan RumahSusun Umum melalui
kerja sama dengan Pelaku Pembangunan lain.Pasal 138
(1) Pelaku Pembangunan yang tidak
menyelesaikan pembangunanRumah Susun secara bertahap
darimulai perencanaan sampai pada
penyelesaianpembangunan Rumah Susun paling lama 3
(tiga)tahun
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (21dikenai sanksi administratif berupa:
a.
peringatan tertulis;b.
pengenaair dendaadministratif;
danc.
pencabut.an izin usaha.(21
Tata cara pengenaan sanksiadministratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.peringatan...
d
e
f.
a peringatan
tertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua) kali denganjangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf
a dikenai sanksi administratif berupa dendaadministratif paling sedikit
Rp100.000.000,00(seratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satumiliar
rupiah);Pelaku Pembangunan
yang telah
menyelesaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf b wajib menyelesaikan
pembangunan Rumah Susun paling lambat 2 (dua) tahun; danPelaku Pembangunan yang
mengabaikanpengenaan denda administratif
sebagaimana dimaksud padahuruf
b dantidak
menyelesaikan pembangunanRumah Susun paling lambat
2 (dua)tahun
sebagaimana dimaksud padahuruf
cdikenai pencabutan izin usaha dan
wajibmenyelesaikan pembiayaan
pembangunan Rumah Susun melalui kerja sama dengan Pelaku Pembangunan lain.b
c
d
Pasal 139
(1)
Pelaku Pembangunan yang tidak menyelesaikan statushak guna bangunan atau hak pakai di atas
hak pengelolaan dalamhal
pembangunanRumah
SusunUmum atau Rumah Susun Komersial
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 15 ayat (5) dikenai
sanksiadministratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b.
pengenaan dendaadministratif;
danc.
pencabutan izin usaha.(2)
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.peringatan...
a.
-80-
peringatan
tertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua) kali denganjangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf
a dikenai sanksi administratif berupa dendaadministratif paling sedikit
Rp100.000.000,00(seratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratusjuta
rupiah);Pelaku Pembangunan
yang telah
menyelesaikan dendaadministratif
sebagaimana dimaksud padahuruf b wajib
menyelesaikanstatus hak
gunabangunan atau hak pakai di atas hak pengelolaan
dalam hal
pembangunanRumah Susun
Umum atau Rumah Susun Komersial; danPelaku Pembangunan yang
mengabaikanpengenaan denda administratif
sebagaimana dimaksud padahuruf
b dantidak
menyelesaikan status hak guna bangunan atau hak pakai di atas hak pengelolaan dalam hal pembangunan RumahSusun Umum atau Rumah Susun
Komersial sebagaimanadimaksud pada huruf c
dikenaipencabutan izin usaha.
b
c
d
Pasal 140
(1) Pelaku Pembangunan yang membangun
Rumah Susun Umummilik
dan Rumah Susun Komersialmilik
yangtidak
memisahkan Rumah Susun atas Sarusun, Bagian Bersama, Benda Bersama, dan Tanah Bersama sebagaimanadimaksud dalam
Pasal26
ayat (1) danPelaku Pembangunan yang membangun
RumahSusun Umum milik di atas barang milik
negara/daerah berupa tanah atau tanah wakaf dengan
cara
disewa,yang tidak
memisahkanRumah
Susunatas
Sarusun, Bagian Bersama,dan
Benda Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dikenai sanksiadministratif
berupa:a.
peringatan tertulis;pengenaan denda
administratif;
dan pencabutan PBG.(21
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali
dengan
jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;b. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf
a dikenai sanksi administratif berupa dendaadministratif paling sedikit
Rp100.000.000,00(seratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp500.O00.0OO,00 (lima ratusjuta
rupiah); danc.
Pelaku Pembangunanyang
mengabaikan dendaadministratif sebagaimana dimaksud
padahuruf
b dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari dikenai sanksiadministratif
berupa pencabutan PBG.Pasal 141
(1)
Pelaku Pembangunan yangtidak
menuangkan dalambentuk gambar dan uraian pada saat
membuatpemisahan Rumah Susun
sebagaimana dimaksud dalam Pasal28
ayat (1)dikenai sanksi administratif
berupa:
a.
peringatan tertulis;b.
pengenaan dendaadministratif;
danc.
pencabutan PBG.(2)
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a. peringatan . b
C
a
-82-
peringatan
tertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali dengan jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf
a dikenai sanksi administratif berupa dendaadministratif paling sedikit
Rp100.000.000,00(seratus juta rupiah) dan paling
banyakRp1.000.000.000,00 (satu
miliar
rupiah); dan Pelaku Pembangunanyang
mengabaikan dendaadministratif sebagaimana dimaksud
padahuruf
b dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari dikenai sanksiadministratif
berupa pencabutan PBG.b
c
Pasal 142
(1) Pelaku Pembangunan yang tidak
memiliki permohonansertilikat laik
fungsi kepadabupati/wali kota, khusus untuk
Provinsi Daerah Khusus IbukotaJakarta kepada gubernur setelah
menyelesaikanseluruh atau
sebagian pembangunanRumah
Susunsepanjang tidak bertentangan dengan
PBGsebagaimana dimaksud dalam Pasal31 ayat (1) dikenai sanksi
administratif
berupa:a.
peringatantertulis;
danb.
pembatasan kegiatan usaha.(21
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali dengan jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja; danb.
Pelaku.
. .Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf a dikenai sanksi pembatasan
kegiatanusaha berupa tidak dapat
melaksanakan serahterima Sarusun dan wajib
mengajukanpermohonan sertifikat
laik
fungsi.Pasal 143
(1) Pelaku Pembangunan yang membangun
Rumah Susun Umummilik
dan Rumah Susun Komersialmilik yang tidak
mengelolaRumah Susun dalam
masatransisi
sebelumterbentuknya
PPPSRS sebagaimanadimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) dikenai
sanksiadministratif
berupa:a.
peringatantertulis;
danb.
pembatasan kegiatan usaha.(2)
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua) kalidengan jangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja; danb. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padahuruf a dikenai sanksi administratif
berupapembatasan kegiatan
usaha
berupatidak
dapat melaksanakan Pemasaran danjual
beli Sarusun.Pasal 144
(1)
Pemilik yangtidak
membentuk PPPSRS sebagaimanadimaksud dalam Pasal 86 ayat (1) dikenai
sanksiadministratif
berupa:a.
peringatan tertulis;b.
penghentian sementaraatau
penghentian tetap pada pengelolaan Rumah Susun; danc.
pengenaan denda administratif.(2) Tata cara . b
-84-
(2)
Tata cara pengenaan sanksiadministratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan
sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)huruf a diberikan
sebanyak2
(dua)kali
denganjangka waktu tiap peringatan tertulis
paling lama 5 (lima)hari
kerja;b. Pemilik yang mengabaikan peringatan tertulis
sebagaimanadimaksud pada huruf a
dikenaisanksi administratif berupa
penghentiansementara atau penghentian tetap
padapengelolaan Rumah Susun;
c. Pemilik yang mengabaikan
penghentiansementara atau penghentian tetap
padapengelolaan Rumah Susun
sebagaimanadimaksud pada huruf b dikenai
sanksiadministratif berupa denda administratif
paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluhjuta
rupiah) dan paling banyak Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluhjuta
rupiah); dand. Pemilik yang telah menyelesaikan
dendaadministratif sebagaimana dimaksud
padahuruf
c wajib membentuk PPPSRS paling lambat 1 (satu) tahun.Pasal 145
(1) Pemilik yang tidak melakukan
peningkatan kualitasterhadap Rumah Susun yang tidak laik fungsi
dantidak
dapatdiperbaiki dan/atau dapat
menimbulkan bahaya dalam pemanfaatan bangunan Rumah Susundan/atau lingkungan Rumah Susun
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 104 ayat (1) dikenai
sanksiadministratif
berupa:peringatan
tertulis;
danperintah pembongkaran bangunan
Rumah Susun.(2) Tata cara
a.
b.
(2)
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai berikut:a peringatan
tertulis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf
a diberikan sebanyak2
(dua) kali denganjangka waktu tiap peringatan
tertulis paling lama 5 (lima) hari kerja; danPemilik yang
mengabaikanperingatan
tertulis sebagaimanadimaksud pada huruf a
dikenaisanksi administratif berupa
perintahpembongkaran bangunan Rumah Susun dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari.
Pasal 146
(1)
Pemrakarsa peningkatan kualitas Rumah Susun yangtidak
melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis.(21
Tata cara pengellaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai berikut:a.
peringatantertulis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan sebanyak2
(dua)kali
dengan jangka waktu tiap peringatan tertulis paling lama5 (lima) hari kerja; dan
b. Pelaku Pembangunan yang
mengabaikan peringatantertulis
sebagaimana dimaksud padahuruf
a,tidak
dapat melaksanakan peningkatan kualitas.Pasal 147 b
-86-
Pasal 147
Pengenaan
sanksi administratif
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintahini
dilakukan olehbupati/wali
kota, khusus untuk Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta oleh gubernur.BAB XXI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 148
Pada saat Peraturan Pemerintah
ini mulai
berlaku:a. Peraturan Pemerintah Nomor
4 Tahun
1988 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun
1988 Nomor7,
Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3372) dicabut
dan dinyatakantidak
berlaku; danSemua peraturan perundang-undangan
yangmerupakan peraturan pelaksanaan dari
Undang- Undang Nomor 20 Tahun2}ll
tentang Rumah Susun (Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaTahun 2oll
Nomor 108, Tambahan Lembaran
Negara RepublikIndonesia Nomor 5252) yang ditetapkan
sebelum berlakunya Peraturan Pemerintahini
dinyatakan tetapberlaku sepanjang tidak bertentangan
dengan Peraturan Pemerintah ini.Pasal 149
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada
tanggal diundangkan.Agar b
Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkanpengundangan Peraturan Pemerintah ini
denganpenempatannya dalam Lerr,baran Negara
Republik Indonesia.Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Februari 2O2I PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
JOKO WIDODO Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 2 Februari2O2l
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
YASONNA H. LAOLY
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2021 NOMOR 23 Salinan sesuai dengan aslinya
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Deputi Bidang Perundang-undangan dan trasi Hukum,
ttd
ttd.
vanna Djaman
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR
13
TAHUN 2021TENTANG
PENYELENGGARAAN RUMAH SUSUN UMUM
Pemenuhan
hak atas rumah merupakan salah satu
tanggung jawabNegara dalam kerangka melindungi segenap bangsa Indonesia.
Sebagai
salah satu hak asasi, rumah mempunyai fungsi
strategis sebagai tempat tinggalatau hunian dan
sarana pembinaan keluarga yangmendukung perikehidupan dan penghidupan. Ketersediaan
rumahkhususnya
bagi MBRmenjadi
masalah nasional yang dampaknya sangat dirasakan olehseluruh
masyarakatterlebih lagi
pada kawasan perkotaan yang cukup padat dengan lahan yang terbatas. Kebijakan pemerintahuntuk menumbuhkembangkan norma-norma kehidupan perkotaan
yangmenunjang
kehidupan
masyarakatyang
heterogendan
berorientasi pada kepentingan masyarakatdilakukan
melalui pembangunan Rumah Susun.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2OLl tentang Rumah
Susundiharapkan dapat meminimaiisir kesenjangan sosial yang terjadi
di masyaiakat dengan menciptakan peluang bagi MBRuntuk
memiliki Sarusun yang layak dan terjangkau. Peraturan Pemerintahini
memberikan kejelasan terhadap pembangunan Rumah Susun Umum melalui pemanfaatan BarangMilik
Negara/Daerah berupa tanah dan pendayagunaan tanah wakaf dengancara
sewa.Berdasarkan hal tersebut maka asas pemisahan
horizontal digunakanuntuk
kepemilikan satuan Rumah Susun danbukti
kepemilikandengan Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung. Disisi lain, bukti kepemilikan atas Sarusun dalam bentuk SHM ,Sarusun
memberikan kepastian akan kepemilikanindividu
dan kepemilikan bersama yangterdiri
atas Bagian Bersama, Benda Bersama, dan Tanah Bersama. Aspek keadilandengan memberikan kesempatan seluruh masyarakat dapat
hidup berdampingan pada kawasan perkotaan melalui bentuk-bentuk penguasaanSarusun terhadap Rumah Susun Umum, Rumah Susun Khusus,
dan Rumah Susun Negara.Rumah . . . I
Rumah Susun Umum adalah salah satu
bentuk
Rumah Susun yangdalam
proses pembangunan, pengelolaanRumah Susun Umum
masatransisi, dan penyerahan pertama kali membutuhkan
pengawasanpemerint ah d,an
I
atau Pemerintah Daerah se suai kewenangannya. Kondisiini
akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemilik atau penghuni yangakan
membawapada kerukunan, toleransi serta
keharmonisan dalamkehidupan sosial
kemasyarakatan. Kesadaran bermasyarakatini
yangkemudian akan membentuk rasa memiliki terhadap Rumah Susun sehingga terjadi pengelolaan dengan baik yang akan berdampak positif terhadap
umur konstruksi
RumahSusun.
Tanggungjawab
pengelolaanini
dibebankan kepada PPPSRSuntuk
membentukatau menunjuk
BadanHukum
yang.rr"*p,
melakukan pengelolaan Rumah Susun. PPPSRS dibentuk oleh parapemitk
Rumah Susun melalui mekanisme musyawarah yang demokratis, transparan serta akuntabel.Pengelolaan Rumah Susun
dimulai
setelahterbit
sertifikatlaik
fungsi atas bangunan Rumah Susun,artinya
masa pengelolaan Rumah Susun merupakansuatu
rangkaian kegiatanyang dimulai saat
pembangunan selesaisampai bangunan Rumah Susun akan dilakukan
peningkatankualitas.
Cakupan kegiatan pengelolaan Rumah Susunmeliputi
kegiatanoperasional, pemeliharaan, dan perawatan Rumah Susun.
PPPSRSmempunyai tanggung
jawab
terhadap pengelolaanRumah Susun
yangmemterikan jaminan
keamanankonstruksi serta
keandalan bangunan.Namun demikian, pada saat bangunan Rumah Susun mengalami penurunan
kualitas
yang berakibat membahayakan penghunidan
lingkungan maka perlu aitatcutian peningkatan kualitas Rumah Susun. Peningkatan kualitas Rumah Susun dilakukan oleh pemrakarsa dengan pembangunan kembaliRumah Susun melalui kegiatan pembongkaran, penataan,
dan pembangunan dengan memperhatikanfaktor
sosial, budaya dan ekonomi yang berkeadilan.pengaturan
dalam
Peraturan Pemerintahini antara lain jenis
danp.*rrrf"u.tu.r, Rumah Susun, penyediaan Rumah Susun
Umum,pendayagUnaan