• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan-bahan

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat – Syarat Teknis (Halaman 168-174)

BAB III. PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR ARSITEKTUR

Pasal 10 PEKERJAAN KACA PEKERJAAN KACA

2. Bahan-bahan

▪ Lantai dari Hoatau dinyatakan lain sesuai gambar, bagian ujung tangga dipasang dengan anti slip 10 x 60 cm, anti slip terbuat dari potongan homogeneus tile.

▪ Railing tangga terdiri dari black steel finish cat atau dinyatakan lain sesuai gambar

▪ Railing lain adalah pipa black steel finish cat Ø 2” dan Aksesoris atau bahan bantu lainnya.

3. Pelaksanaan

3.1. Pemasangan baluster besi dilakukan pada saat pengecoran beton anak tangga.

3.2. Pada setiap hubungan las harus diamplas rapi.

3.3. Motiv desain sesuai dengan gambar kerja

3.4. Pola pemasangan, sistim penyambungan dan pertemuan sudut harus rapih serta sebelumnya harus menyampaikan shopdrawing.

3.5. Untuk mencegah terhadap rusak/cacat, harus diberi pelindung sampai dengan seluruh pekerjaan selesai.

Pasal 15

PEKERJAAN BESI NON- STRUKTUR

1. Umum

1.1 Lingkup Pekerjaan

Meliputi pekerjaan penyediaan dan pemasangan besi galvanize ataupun stainless steel lengkap terpasang, termsauk pekerjaan lainnya seperti angkur, struktur penguat, pengikat dan komponen-komponen lainnya yang dianggap perlu untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

Pekejaan ini dikhususkan untuk daerah dalam dan luar, railing, pintu pintu, rangka plafon, profil-profil, dan sesuai dengan gambar rencana.

153

1.2 Submittal a. Mock up

a.1 Buatkan 1 (satu) buah mock up dengan modul 4 x 4 M2 pada tempat yang akan disepakati konstruksinya baik dilapangan atau dipabrik.

a.2 Mock up meliputi pekerjaan terkait, antara lain

▪ Kaca Dinding

▪ Granit/Marmer

▪ Angkur,baut,dan perlengkapannya

▪ Sealant

▪ Stainless Steel a.3 Mock up adalah untuk

▪ Memperlihatkan system penyambungan, pengelasan, pengganjalan, dan lain lain detail yang disyaratkan

▪ Memperlihatkan pemakaian bahan bahan yang terkait

▪ Sehingga memenuhi criteria rancangan dalam spesifikasi teknis setiap pekerjaan terkait.

▪ Pelaksanaan tidak diperkenankan melakukan kegiatan sebelum mock up terakhir dapat persetujuan dari pemberi tugas

b. Shop Drawing

b.1. Buatkan shop drawing secara lengkap, jelas dan terperinci yang dapat menjelaskan :

▪ Type dan tampak

▪ Detail detail sambungan

▪ Detail angkur dan gasket

▪ Detail pertemuan logam dengan komponen bangunan lainnya yang berhubungan

b.2 Ukuran ukuran harus kengkap dan jelas. Lakukan pembuatan detail dalam skala yang jelas/cukup ( 1:1,1:2,1:5 atau 1:10 ).

b.3 Tidak diperkenankan melalui pekerjaan sebelum ada peretujuan (approval) dari Shop drawing ini.

c. Data Produksi Material c.1 Umum

Ajukan data produksi seperti : spesifikasi teknis, cara-cara pengerjaan/pemasangan dan saran saran teknis lainnya yang mungkin

154

akan diperlukan untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi perencana maupun pengawasan.

c.2 Bersama dengan pengajuan shop drawing maka dilampirkan juga data data mengenai bahan bahan yang terkait berkenaan dengan perhitungan konstruksi, garansi, ketebalan.

1.3. Sertifikat

Pernyataan bahwa pelaksanaan dan penggunaan baik material/bahan adalah asli, baru, maupun metode pengerjaan sudah sesuai dengan yang disyaratkan oleh pihak manufacturer.

1.4 Petunjuk Perawatan

Jelaskan dan tuliskan secara mendetail serta sistematis cara cara perawatan dan perbaikan dari setiap komponen pekerjaan ini.

1.5 Jaminan/Garansi

a. Umum : Berikan jaminan bahwa hasil pekerjaan baik dan tidak terdapat bagian bagian yang rusak atau cacat baik karena bahan maupun karena pengerjaan.

b. jaminan/garansi diterbitkan untuk kepentingan pemilik/pemberi tugas pada dan terhitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan.

1.6 Quality Control/Pengujian

c. Pengujian dimaksud adalah untuk mengetahui apakah pekerjaan besi dalam hal system pemasangan materialbesi,anchor dan perlengkapan lainnya yang disyaratkan dalam dokumen kontrak ssudah tepat dan baik sehingga tidak pergoyangan atau sambungan sambungan yang terbuka pada seluruh bagian dan system dari pekerjaan ini. Pengujian ini dilaksanakan sebelum pekerjaan dimulai dan pekerjaan pengujian ini bukan dimaksud untuk meniadakan jaminan/ garansi yang wajib di keluarkan oleh Kontraktor

d. Badan penguji ditentukan oleh pemberi tugas dan pengujiannya, termasuk bila diperlukan uji ulang adalah beban kontraktor.

155 2. Bahan

2.1 Type Bahan

a. Galvanize Steel

1. Pipa besi digunakan adalah GIP dengan bentuk O dan ukuran sesuai yang tertera pada gambar.

2. Baja porfil yang digunakan adalah baja ST 37 dengan bentuk dan ukuran sesuai yang tertera pada gambar.

3. Pipa besi yang digunakan adalah carbon steel ST 37 dengan ukuran sesuai yang tertera pada gambar.

b. Stainless Steel

a. Baja mengadung nikel ( NI ) dan chrome ( Cr ) lebih dari 12%, harus memenuhi standard AISI 304.

b. Harus tahan karat ( dengan perllindungan PVC Coating) c. ype Hairline atau sesuai dengan gambar.

d. Celah antar plat stainless steel minimum 1 cm

2.2 Fabrikasi/Assembling a. Fabrikasi

1. Semua jenis pekerjaan besi ( Galvanize & Stainless ) harus dipabrikasikan di worksop/pabrik atau disesuaikan dengan lapangan.

2. Untuk jenis yang dapat dirakit, harus dilaksanakan worksop dan siap dipasang dilapangan. Jika tidak dapat dipra-kit, akan tetapi sudah siap dirakit dilapangan atau dipasang pada bangunan ( Struktur yang ada ) 3. Semua sambungan harus dikerjakan dengan mesin, lurus,rata tidak

goyang atau bergerak, dan bentuk sambungan sesuai dengan standard toleransi untuk sambungan yang tahan korosi

4. Pengelasan, penghalusan sambungan dan pekerjaan khusus lainnya harus dikerjakan dengan metode dan prosedur prosedu sesuai dengan standard yang berlaku. Tidak diperkenankan adanya pengelasan titik 5. Finising anti karat pada daerah sambungan dan joint yang masih terbuka.

6. Reinforcement : berikan kekuatan pada tempat/titik angkur, sambungan, dan titik titik yang terbebani, berikan non corrosive angkur untuk penguat.

b. Toleransi Fabrikasi

1. Pengelasan, tidsk terlihat pada bagian yang akan terlihat mata langsung.

Tidak diperkenankan menggunakan las titik

156

2. Semua toleransi ini harus saling disesuaikan dengan persyaratan toleransi yang ditetapkan dalam spesifikasi pekerjaan besi.

3. Pelaksanaan

3.1 Persiapan pelaksanaan

Lakukan pengukuran pada tempat dimana akan dipasang sesuai dengan jenis dan type yang direncanakan. Berikan catatan jika ternyata ada penyimpangan ukuran.

Siapkan peralatan peralatan/perlengkapan perlengkapan pembantu untuk memudahkan pemahaman sehingga siap melaksanakan pekerjaan.

3.2 Pemasangan a. Persiapan

▪ Koordinasikan pemasangan material, bersama sama pihak terkait paling lambat 10 hari sebelum pemasangan

▪ Distribusikan hasil koordinasi pada semua pihak terkait.

▪ Buat shop drawing,diagram dan panduan panduan pemasangan yang terpadu antara semua bagian curtain wall dan meliputi semua alat Bantu dan material.

▪ Rakit semaksimal mungkin bagian pekerjaan besi tersebut dibengkel kerja tanpa menyulitkan pengakutan, untuk mengurangi sebanyak mungkin deviasi rangkaian dan untuk membatasi perakitan disitus kerja.

b. Pekerjaan Galvanize Steel

▪ Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar gambar dan kondisi dilapangan. Untuk mendapatkan profil yang tepat, bentuk, ukuran, berat dan detail detail konstruksi yang ditunjukkan pada gambar rencana.

▪ Bahan bahan pelengkap lainnya seperti sekrup,baut,mur, paku metal fitting yang akan berhubungan dengan udara luar dibuat dari besi yang digalvanisasi.

▪ Perhatikan semua ukuran, sambungan dan hubungannya dengan material lain dengan mengikuti semua petunjuk gambar rencana seksama.

▪ Kontraktor diminta untuk menyiapkan shop drawing/ gambar kerja untuk pekerjaan pekerjaan tertentu dengan petunjuk pemberi tugas/pengawas lapangan.

157

▪ Pemotongan dengan membakar dibengkel harus dilakukan dengan mesin potong pembakar yang standard. Pembakaran dibengkel atau dilapangan harus disetujui pengawas lapangan.

▪ Semua pekerjaan metal yang terpotong harus disetujui pengawas lapangan.

▪ Berkas berkas pekerjaan harus dikikir sampai rata permukaan.

▪ Untuk unit yang dipasang harus diberi tanda tanda agar tidak terjadi kesalahan pemasangan.

▪ Pekerjaan sambungan dilakukan dengan baut dan las sesuai gambar.

Pekerjaan pengelasan harus dikerjakan dengan toleransi ketebalan terhadap permukaan tidak lebih dari 0.5 mm, tanpa menimbulkan kerusakan kerusakan pada bahan bajanya. Pengelasan harus menjamin pengakiran yang rata dari cairan elektroda tersebut. Permukaan dari daerah yang akan dilas harus dibersihkan dengan sikat serta dicuci sehingga bebas dari kotoran,

▪ Pemberhentian pengelasan harus pada tempat yang ditentukan dan dijamin tidak akan berputar atau membengkok. Setelah pengelasan, sisa sisa/kerak las harus dibersihkan dengan baik (wire,brush,ampelas). Cacat pada pengelasan harus dipotong dan dilas kembali atas tanggung jawab kontraktor.

▪ Memberikan tambahan angkur yang perlu harus digunakan walupun tidak termasuk dalam gambar.

c. Pekerjaan Stainless Steel

▪ Pekerjaan stainless steel harus dilaksanakan oleh spesialis yang ahli dalam bidang pekerjaan stainless steel, dibuktikan dengan CV, tenaga ahli.

▪ Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diwajibkan meneliti gambar gambar dan kondisi dilapangan. Untuk mendapatkan profil yang tepat,bentuk,ukuran,berat dan detaildetail konstruksi yang ditunjukan pada gambar rencana.

▪ Pemasangan steinless steel diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak terdapat sambungan, jika terpaksa harus disambung maka harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak merusak segi estetikanya.

▪ Penyambungan dengan menggunakan TIG welding berikut argon Gas Shielding, permukaan yang dilas harus sama rata dan hasil akhir pengelasannnya sesuai dengan toleransi pemasangan yang disyaratkan,

158

bekas las lasnya harus dikikir hingga mencapai toleransi pemasangan yang disyaratkan tanpa mengurangi kekuatan las. Hasil pekerjaan yang cacat harus dipotong dan dilas ulang hingga berhsil baik dan disetujui MK. Biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

▪ Pembengkokan stainless steel harus dilakukan dengan alat pembengkok(Binder).hasil pembengkokkan harus halus tidak ada bekas pukulan atau cacat lainnya.

▪ Permukaan stainless steel dipoles dengan mesin poles, kemudian digosok dengan compound memakai kain halus hingga mengkilat.

▪ Selesai pemasangan,stainless steel harus dilindungi sehingga tidak terkena air semen atau kotorannya.

Dalam dokumen Rencana Kerja Dan Syarat – Syarat Teknis (Halaman 168-174)