• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bangunan Pelengkap

Dalam dokumen Tugas Besar Irigasi dan Bangunan Air 2 (Halaman 64-68)

64

- Penutupan sungai harus dilakukan pada waktu tetjadi aliran kecil yang meliputi jangka waktu lama.

- Penutupan harus dilakukan dengan amat cepat

- Bahan yang dipakai untuk menutup sebaiknya bahan berat dan tersedia dalam jumlah yang cukup.

Bila penutupan awal telah berhasil, maka tanggul penutup itu diperkuat supaya menjadi permanen. Tanggul harus diberi lindungan terhadap erosi, terutama sisi yang terkena air sungai. Dalam beberapa hal, tanggul penutup lebih baik dibuat jauh dari sodetan setelah aliran sungai berhasil dibelokkan.

Dalam hal ini 'lengan' sungai yang mati di hulu tanggul penutup akan terisi sedimen dan menambah aman tanggul tersebut.

2.7 Bangunan Pelengkap

65

ekonomi serta kemungkinan hidrolik. Instalasi ini bisa dibangun di dalam bangunan bendung atau di ujung kantong lumpur atau di awal saluran.

(6) Bangunan tangga ikan (fish ladder) diperlukan pada lokasi yang senyatanya perlu dijaga keseimbangan lingkungannya sehingga kehidupan biota tidak terganggu. Pada lokasi diluar pertimbangan tersebut tidak diperlukan tangga ikan.

2.7.2 Macam Bangunan Pelengkap

a. Bentuk Mercu Bendung Pelimpah

Sampai saat ini telah banyak dilakukan penyelidikan bentuk mereu bendung dengan model dan hasil-hasilnya telah banyak diterbitkan dalam buku-buku teks. Mercu-mercu tipe Ogee dan tipe bulat yang umum dipakai di Indonesia telah banyak diselidiki. Penyelidikan model diperlukan hanya jika situasi tertentu menimbulkan masalah yang sulit dipeeahkan dengan kemampuan yang ada serta parameter-parameter yang tersedia tidak dapat diterapkan.

b. Pintu Bendung Gerak dan Bentuk Ambang

Pintu ini biasanya direncana sebagai pintu aliran bawah (undershot), dan asal saja beberapa kriteria dasar perencanaannya diikuti, maka tidak lagi diperlukan pengujian dengan model untuk mengecek harga-harga koefisien debit atau perilaku getaran (vibrasi) untuk ukuran-ukuran pintu yang biasa direncana. Apabila digunakan pintu radial atau sorong sebagai gabungan antara pintu aliran bawah dan aliran atas, maka masalah-masalah hidromekanik yang timbul akan lebih rumit. Debit pembuang, misalnya yang digunakan untuk membersihkan benda-benda hanyut di pengempangan hulu, tidak akan memerlukan penyelidikan dengan model secara teliti. Tetapi pintu yang dapat diturunkan sampai rendah sekali, atau pintu yang mempunyai katup yang besar di bagian atasnya untuk mengatur tinggi muka pengempangan, biasanya harus diselidiki dengan model untuk mengecek unjuk ketja hidrolis dan perilaku hidromekanik pintu tersebut. Pengujian semacam ini amat rumit dan sedapat mungkin hindari perencanaan tipe pintu ini dalam perencanaan

66 bangunan utama biasa untuk irigasi.

Perencanaan hidrolis ambang dapat dilakukan tanpa penyelidikan dengan model. Kecepatan aliran di hilir pintu dapat dihitung; bahan yang akan dipakai untuk menahan derasnya kecepatan aliran harus dipilih dengan seksama dengan mempertimbangkan abrasi akibat bahan-bahan dasar yang tajam.

c. Kolam Olak

Kriteria utama yang harus dipenuhi agar kolam olak dapat berfungsi dengan baik adalah energi harus dapat diredam secara efisien di dalam air sehingga dasar sungai di sebelah hilir tidak akan tergerus terlalu dalam atau rusak berat sehingga usaha perbaikannya akan berada di luar jangkauan pekeijaan pemeliharaan biasa.

Kolam loncat air (hydraulic jump basin) telah banyak diselidiki dan keandalannya terbukti baik di lapangan. Kolam ini dapat direncana tanpa penyelidikan model, asal saja parameter-parameter perencanaan yang sesungguhnya berada dalam ruang lingkup penerapan. Masalah pokoknya adalah degradasi atau menurunnya dasar sungai setelah bendung atau bendung gerak dibangun. Besarnya degradasi ini harus diperkirakan dan kolam olak direncana sesuai dengan keadaan yang akan teijadi ini dan dengan keadaan tinggi muka air dan dasar sungai yang sekarang. Bila parameterparameter perencanaan kolam olak temyata tidak dapat memberikan cara pemecahan yang memuaskan atas kedua keadaan tersebut di atas, maka akan diperlukan tambahan penyelidikan dengan model guna memperoleh hasil perencanaan yang seimbang dan paling efektif dari segi biaya.

d. Eksploitasi Pintu Bendung Gerak

Untuk bendung gerak berpintu banyak dan mungkin dengan pengambilan di kedua sisi sungai, cara terbaik eksploitasi pintu-pintu ini dapat diselidiki dengan model. Ada dua fenomena/gejala yang akan diselidiki dengan model demikian, yakni: (1) masuknya sedimen ke dalam jaringan saluran irigasi, dan (2) kedalaman maksimum penggerusan sehubungan dengan cara eksploitasi pintu ini.

67 e. Pengambilan dan Pembilas

Untuk debit saluran dengan besaran normal, tidak diperlukan penyelidikan dengan model secara mendetail untuk pengambilan dan pembilas. Kini sudah banyak sekali tipe pengambilan untuk berbagai keadaan lapangan. Di samping itu juga telah tersedia hasil-hasil penyelidikan dengan model. Kriteria perencanaan untuk pengambilan dan pembilas, akan memberikan dasar yang cukup memadai untuk menyelesaikan perencanaan hidrolis akhir.

Bila sungai mengangkut batu-batu besar selama banjir, bisa dipertimbangkan untuk memasang saringan (screen) agar batu-batu tersebut tetap jauh dari pengambilan. Kemampuan keija saringan semacam itu dapat diselidiki dengan model. Kriteria perencanaan bagi saringan ini hampir tidak mungkin ditetapkan, karena melihat banyak faktor yang tidak diketahui.

f. Saluran Pengarah dan Kantong Lumpur

Saluran pengarah (feeder canal) biasanya berupa bagian saluran melengkung yang mengantarkan debit dari pengambilan ke kantong lumpur.

Kecepatan aliran di dalam saluran pengarah harus cukup tinggi untuk mengangkut semua fraksi sedimen yang masuk ke jaringan saluran pada pengambilan. Di mulut kantong lumpur, kecepatan aliran akan sangat diperlambat dan distribusinya merata di seluruh lebar kantong. Oleh sebab itu, peralihan antara saluran pengarah dan kantong lumpur harus direncana secara seksama, dilengkapi dengan dinding pengarah dan alat-alat pengatur distribusi aliran lainnya. Penyelidikan dengan model secara mendetail akan sangat membantu menciptakan distribusi aliran yang seragam/merata. Kemampuan kerja kantong lumur tidak bisa diselidiki di laboratorium, karena adanya efek skala.

68

Dalam dokumen Tugas Besar Irigasi dan Bangunan Air 2 (Halaman 64-68)

Dokumen terkait