REALISASI
2. Belanja Modal
Gambaran angka realisasi Belanja Modal secara terperinci adalah sebagai berikut:
2.1) Belanja Tanah
Belanja Tanah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp. 0,00 realisasi pengeluaran sebesar Rp. 0,00 atau 0 %. Realisasi tersebut merupakan 0% dari realisasi belanja modal secara keseluruhan.
2.2) Belanja Peralatan dan Mesin
Belanja Peralatan dan Mesin dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp.1.712.860.000,00, realisasi pengeluaran sebesar Rp.1.701.324.000,00 atau 99,33%.
Realisasi tersebut merupakan 100% dari realisasi belanja modal secara keseluruhan.
Angka anggaran dan realisasi atas belanja peralatan dan mesin tersebut merupakan reklasifikasi belanja modal alat besar, alat angkutan, alat bengkel, alat pertanian, alat kantor & RT, alat komunikasi, alat kesehatan, alat laboratorium dan alat keamanan dengan rincian sebagai berikut:
Rp %
1 Belanja Modal Peralatan dan mesin -
Pengadaan Alat Angkutan Bermotor 1,172,250,000.00 1,167,750,000.00 99.62 2 Belanja Modal Peralatan dan mesin -
Pengadaan Alat Kantor 8,000,000.00 8,000,000.00 100.00 3 Belanja Modal Peralatan dan mesin -
Pengadaan Alat rumah tangga 66,100,000.00 66,100,000.00 100.00 4 Belanja Modal Peralatan dan mesin -
Pengadaan Komputer 64,000,000.00 59,240,000.00 92.56 5 Belanja Modal Peralatan dan mesin -
Pengadaan Meja dan Kursi Pejabat 8,000,000.00 8,000,000.00 100.00
1,318,350,000.00 1,309,090,000.00 99.30
No Uraian Anggaran setelah
Perubahan
Jumlah
2.3) Belanja Gedung dan Bangunan
Belanja Gedung dan Bangunan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp.286.000.000,00, realisasi pengeluaran sebesar Rp.285.374.000,00 atau 99,78%.
Realisasi tersebut merupakan 99,78% dari realisasi belanja modal secara keseluruhan.
Angka anggaran dan realisasi atas belanja gedung dan bangunan tersebut merupakan reklasifikasi belanja modal bangunan gedung dan belanja modal monumen penganggaran tahun 2016 yang berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006, dengan rincian sebagai berikut:
Rp %
1 Belanja Modal Gedung dan Bangunan-
Pengadaan Bangunan Gedung Tempat Kerja 286,000,000.00 285,374,000.00 99.78 2
286,000,000.00 285,374,000.00 99.78
No Uraian Anggaran setelah
Perubahan
Realisasi
Jumlah
2.4) Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan
Belanja jalan, Irigasi dan Jaringan dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp.3.100.000,00, realisasi pengeluaran sebesar Rp.1.760.000,00 atau 56,77%. Realisasi tersebut merupakan 56,77% dari realisasi belanja modal secara keseluruhan.
Angka anggaran dan realisasi atas belanja jalan, irigasi dan jaringan tersebut merupakan reklasifikasi belanja modal jalan & jembatan, bangunan air/irigasi, instalasi dan jaringan penganggaran tahun 2017 yang berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006, dengan rincian sebagai berikut:
Rp %
1Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan -
Pengadaan Air Bersih/Air Baku Laiinnya 3,100,000.00 1,760,000.00 56.77 3,100,000.00 1,760,000.00
Realisasi
Jumlah
No Uraian Anggaran setelah
Perubahan
2.5) Belanja Aset Tetap Lainnya
Belanja Aset Tetap Lainnya dengan target anggaran setelah perubahan sebesar Rp.105.410.000,00, realisasi pengeluaran sebesar Rp. 105.100.000,00 atau 99,71%.
Realisasi tersebut merupakan 99,71% dari realisasi belanja modal secara keseluruhan.
Angka anggaran dan realisasi atas belanja aset tetap lainnya tersebut merupakan reklasifikasi belanja modal buku perpustakaan, barang kesenian/kebudayaan dan hewan/ternak & tanaman penganggaran tahun 2017 yang berdasarkan Permendagri 13 tahun 2006, dengan rincian sebagai berikut:
Rp %
1
Belanja Modal Aset Tetap Lainya - Pengadaan Aset Tetap Renovasi
105,410,000.00 105,100,000.00 99.71
105,410,000.00 105,100,000.00 99.71
No Uraian Anggaran setelah
Perubahan
Realisasi
Jumlah
LAPORAN OPERASIONAL (LO) 5.1.6 PENDAPATAN LO
Jumlah Pendapatan LO dalam Tahun Anggaran 2017 dibandingkan Tahun 2016 terjadi kenaikan/penurunan sebesar Rp.0 atau 0 % dari tahun sebelumnya. Rincian atas jumlah
pendapatan tersebut adalah sebagai berikut:
No. Uraian 2017 2016 kenaikan/ penurunan %
1 Pendapatan-LO - - - 2 Pendapatan Transfer - - - 3 Lain-lain Penadapatan Daerah
yang Sah
-
-
5 -
-
- - - RETRIBUSI DAERAH
Jumlah
Jumlah pendapatan tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pendapatan Asli Daerah LO, Jumlah Pendapatan Asli Daerah LO Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar 0 % dibandingkan dengan Tahun 2016 sebesar Rp. 0,00. Rincian atas jumlah PAD-LO tersebut sebagai berikut:
No. Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
2. Pendapatan Transfer LO, Saldo pendapatan transfer LO Tahun 2016 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp.0,00 atau 0% dibandingkan saldo tahun 2015 sebesar Rp.0,00 Rincian atas pendapatan transfer LO tersebut sebagai berikut:
No. Uraian 2016 2015 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah LO, Saldo Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah LO Tahun 2017 sebesar Rp.0,00.mengalami kanikan/penurunan sebesar Rp.0,00. atau 0 % dibanding Tahun 2016 sebesar Rp.0,00. Rincian atas Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah LO tersebut sebagai berikut:
No. Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2006
4. Surplus non Operasional LO, Jumlah Surplus non Operasional LO Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp.0,00, atau 0 % dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp.
0,00, Rincian atas Surplus non Operasional LO tersebut sebagai berikut:
No. Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
5. Pendapatan Luar Biasa LO, Jumlah Pendapatan Luar Biasa LO Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp. 0,00, atau 0 % dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp…. Rincian atas Pendapatan Luar Biasa LO tersebut sebagai berikut:
No Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
5.1.7 BEBAN LO
Beban LO dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bagian yaitu Beban Operasi, Beban Transfer LO , Defisit Non Operasional dan Beban luar Biasa.
1. Beban Operasi, . Jumlah Beban Operasi LO Tahun 2017 sebesar Rp.8.907.478.854,32 naik/turun sebesar Rp.( 1.722.263.674,47) atau (23,97) % dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp. 7.185.215.179,85 Rincian atas Beban Operasi LO tersebut sebagai berikut:
No Uraian 2017 2016 kenaikan/ penurunan %
1 Beban Pegawai-LO 5,804,259,674.00 5,925,561,227.00 (121,301,553.00) (2.05) 2 Beban Barang dan
Jasa
1,749,988,203.00
829,667,890.00 920,320,313.00 110.93 3 Beban Bunga - - - - 4 Beban Bantuan Sosial 196,550,500.00 131,862,000.00 64,688,500.00 49.06 5 Beban Penyusutan dan
Amortasi
1,156,680,477.32
298,124,062.85 858,556,414.47 287.99 (8,907,478,854.32)
(7,185,215,179.85) (1,722,263,674.47) 23.97 Surplus/Defisit Dari Operasi
2. Beban Transfer LO, Jumlah Beban Transfer LO Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp.0,00 atau 0% dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp.0,00 Rincian atas Beban Transfer LO tersebut sebagai berikut:
No Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
3. Defisit Non Operasional, Jumlah Defisit Non Operasional Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp.0,00 atau 0% dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp.0,00 Rincian atas Defisit Non Operasional tersebut sebagai berikut:
No Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
- Jumlah
4. Beban luar Biasa, Jumlah Beban luar Biasa Tahun 2017 sebesar Rp.0,00, naik/turun sebesar Rp.0,00 atau 0% dibandingkan saldo tahun 2016 sebesar Rp.0,00 Rincian atas Beban luar Biasa tersebut sebagai berikut
dalam rupiah)
No Uraian 2017 2016 kenaikan/
penurunan %
1 2 3
5.1.6 SURPLUS DEFISIT- LO
Pada Tahun Anggaran 2017 terdapat surpus/défisit LO sebesar Rp.(8.970.478.854,32) dibandingkan Tahun 2015 sebesar Rp.(7.185.215.179,85) terjadi kenaikan/penurunan sebesar Rp. (1.722.263.674,47) atau 23,97 % dari tahun sebelumnya. Rincian atas jumlah pendapatan tersebut adalah sebagai berikut:
Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2006
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 5.1.7 PERUBAHAN EKUITAS
Pada Tahun Anggaran 2017 terdapat Ekuitas awal sebesar Rp. 34.760.625.788,32 kemudian surplus defisit-Lo sebesar Rp.( 8.907.478.854,32) dan dampak kumulatif perubahan kebijakan/ berupa koreksi atas nilai persediaan, selisih revaluasi aset tetap dan koreksi ekuitas lainnya sebesar Rp. 102.193.140,00 Sehingga ekuitas akhir pada Tahun 2016 menjadi sebesar Rp. 35.275.324.226,00 Rincian atas perubahan ekuitas tersebut adalah sebagai berikut:
(dalam rupiah)
No. 2017 2016 kenaikan/ penurunan %
1
EKUITAS AWAL34,760,625,788.32 29,472,219,082.41 5,288,406,705.91 15.21 2
SURPLUS/DEFISIT-LO(8,907,478,854.32) (7,185,215,179.85) (1,722,263,674.47) 19.34
3 -
-
Koreksi Nilai Persediaan
- - -
Selisih Revaluasi Aset Tetap
- - -
Koreksi ekuitas lainnya
102,193,140.00 5,262,158,427.76 (5,159,965,287.76) (5,049.23) 4
5
EKUITAS AKHIR35,275,324,226.00 7,211,463,458.00 28,063,860,768.00 79.56
DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR:
Uraian
KEWAJIBAN UNTUK DIKONSOLIDASIKAN Realisasi Pendapatan
Tahun Anggaran 2006
BAB VI
PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NONKEUANGAN
6.1. Informasi Umum
Kecamatan Sandubaya Pemerintah Kota Mataram sejak tahun 2007 dipimpin oleh Camat sandubaya sesuai dengan SK Walikota Mataram Nomor: tanggal... Kecamatan Sandubaya ini terdiri dari 1 Sekretaris , 4 Kasi dan 2 Kasubbag dengan struktur organisasi terlampir.
Untuk pelaksanaan visi, misi dan tugas pokok Kecamatan Sandubaya ini telah didukung dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana sebagaimana terlampir.
Adapun tugas pokok unsur organisasi pemerintah Kecamatan sandubaya terdiri dari : a. Camat;
Mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan mengatur, mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh kgiatan penyelenggaraan kewenagan pemerintah daerah yang
dilimpahkan oleh walikota.
b. Sekretariat;
Sekretariat Kecamatan dipimpin oleh seorang sekretaris yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengatur, mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan sekretariat dalam rangka melakukan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh unit kerja Pemerintah Kecamatan.
Unsur Pembantu Pimpinan adalah Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perncanaan dan Keuangan;
Sub Bagian Perencajnaan dan Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyaio tugas pokok memimpin, merencanakan, mengatur, mengawasi dan megkoordinasikan kegiatan bawahan dalam melaksanakan urusan perencanaan dan keuangan.
2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh seoran Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam pengelolaan administrasi umu, kepegawaian dan perlengkapan.
c. Unsur Pelaksanaan adalah Seksi, terdiri dari:
1. Seksi Pemerintahan
Seksi pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan pengelolaan dan pelayanan administrasi pemerintahan, kependudukan dan pertanahan.
2. Seksi Ketentraman dan dan ketertiban
Seksi ketentraman dan Ketertiban dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan pembinaan ketentraman dan ketertiban wilayah serta pembinaan polisi pamong praja.
3. Seksi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Seksi Sosial dan Pemberdayaan masyarakat dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.
4. Seksi perekonomian Fisik Sarana dan Prasarana
Seksi perekonomian, Fisik, Sarana dan Prasarana dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok memimpin, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan perekonomian, pembangunan fisik, sarana dan prasarana.
6.2. Sifat Operasi dan Kegiatan Pokok