• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bentuk-bentuk Kenakalan

BAB I PENDAHULUAN

A. Konsep Kenakalan Siswa

2. Bentuk-bentuk Kenakalan

Bentuk-bentuk kenakalan remaja di era globalisasi kini semakin beraneka macam. Estuningtyas dalam bukunya berjudul Kesehatan Jiwa remaja membagi kenakalan remaja menjadi dua golongan.

Bentuk kenakalan yang pertama adalah kenakalan yang tergolong pelanggaran atau kejahatan yang telah diatur dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau Undang-Undang lainnya. Bentuk kenakalan yang kedua tergolong sebagai pelanggaran norma sosial dan norma lainnya, tetapi belum diatur dalam KUHP atau Undang- Undang lainnya. Bentuk kenakalan tersebut biasanya perbuatan yang menyulitkan dan tidak dimengerti orangtua, guru dan masyarakat pada umumnya.7

5Sitti Uswatun Hasanah, “Pembinaan Kesadaran Moral Oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Di SMA Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang,” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 4, no. 1 (June 4, 2020): 19, https://doi.org/10.31571/pkn.v4i1.1717.

6Suci Adinda, “Deliquency In Pelayanan Sosial Marsudi Putra (PSMP) Tengku Yuk Kota Pekanbaru,” Jurnal Pendidikan 4, no. 1 (2017): 4.

7Estuningtyas, Kesehatan Jiwa Remaja, 47.

Di lingkungan sekolah, kenakalan siswa yang dilakukan remaja bervariasi. Terdapat banyak macam pelanggaran yang dilakukan siswa sebagai bentuk kenakalan. Polah tingkah atau perilaku yang siswa lakukan terutama hal-hal yang melanggar tersebut merupakan bentuk-bentuk kenakalan siswa yang perlu di perbaiki melalui proses pembinaan.

Kenakalan atau pelanggaran-pelanggaran tersebut adalah sebagai berikut:

a. Berbohong;

Perilaku bohong ini sering ditunjukan siswa untuk menutupi kesalahannya. Bohong berarti menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan faktanya. Mereka menyampaikan khayalan-khayalan yang tidak sesuai dengan hal-hal yang terjadi sebenarnya. Berbohong terlihat seperti kenakalan yang remeh, tetapi dapat menjadi penyebab munculnya permasalahan yang lebih besar. Seperti kebohongan kebohongan kecil dapat menjadi kebohongan besar. Perilaku bohong yang dilakukan siswa dan tidak mendapat pembinaan akan menjadikan dia terbiasa untuk melakukan kebohongan di masa dewasa. Perilaku bohong dalam pergaulan akan membuat siswa tersebut sulit mendapat kepercayaan di lingkungan sosial.

Sekarang ini yang banyak di jumpai kenakalan remaja baik yang bersifat amoral dan a-sosial yang tidak diatur oleh Undang-undang maupun yang bersifat melanggar Undang-Undang, antara lain:

Berbohong. Berbohong yaitu memutar balikkan kenyataan dengan tujuan menipu atau menutup kesalahan. Yang dalam agama islam di

sebut sebagai orang munafik. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Nabi SAW mengenai tanda-tanda orang munafik: “Abu Hurairah r.a berkata: Nabi SAW bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada 3, yaitu: jika ia berkata dusta, jika ia berjanji menghianati, dan jika ia dipercaya hianat”.

b. Berbuat curang

Curang adalah tindakan yang tidak sportif. Menunjukan bahwa adanya indikasi bahwa seorang siswa tidak jujur dalam suatu kegiatan yang dilakukan dalam suatu proses atau kegiatan yang berlangsung.

Menyontek adalah satu contoh dari perbuatan curang. Selain itu, terdapat banyak sekali perbuatan curang yang mungkin akan dilakukan siswa apabila tidak mendapat teguran dari guru, orang tua, dan orang-orang yang berwenang dalam mengatasi kenakalan.

c. Mencuri/merampas;

Tindakan mengambil milik orang lain dengan cara diam-diam atau bahkan terang-terangan ini menjadi salah satu tindakan kenakalan yang mengkhawatirkan. Hal ini bisa menjadi pemicu munculnya perkelahian. Selain itu, mencuri dan merampas dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal. Oleh sebab itu, kenakalan siswa yang berbentuk mencuri atau mengambil paksa hak orang lain ini harus segera mandapat perhatian khusus serta pembinaan disekolah.

d. Membolos; bolos

Bolos adalah tindakan yang sering dilakukan siswa saat enggan mengikuti pelajaran disekolah. Bolos juga dilakukan ketika mereka tertarik pada sesuatu di luar sekolah yang tentunya lebih menarik dari pada belajar di sekolah. Hal ini jika tidak diatasi akan menjadi masalah pendidikan yang cukup berat karena siswa yang sering membolos akan kehilangan banyak waktu belajar. Membolos atau tidak mengikuti jam pelajaran disekolah menjadi salah satu penyebab siswa menjadi lebih dekat dengan pergaulan bebas. Karna waktu yang mereka gunakan di sekolah tidak maksimal.

e. Merusak

Tindakan yang dilakukan siswa, baik itu dilingkungan sekolah maupun di masyarakat menjadi sebuah kenakalan atau bahkan pelanggaran yang tentu merugikan banyak pihak. Tindakan ini adalah upaya siswa untuk mendapat pengakuan dari sekitarnya. Tindakan ini jelas berdampak buruk bagi masyarakat bukan hanya dirinya sendiri.

Merusak tidak berarti harus berupa tindakan menghancurkan tapi juga tindakan yang merugikan fasilitas umum. Dalam hal ini tindakan merusak fasilitas disekolah mungkin saja dilakukan siswa untuk mendapat pengakuan dari lingkungan sekitar terutama teman temannya. Menunjukan bahwa kebutuhan aktualisasi siswa yang melakukan kerusakan tersebut amatlah besar.

f. Merokok dan minum minuman keras;

Tata tertib sekolah telah mengatur mengenai larangan merokok dan meminum minuman keras. Namun, merokok dan minum minuman keras ini juga kerap kali terjadi dilingkungan siswa, terutama remaja. Awalnya merokok atau minum miras menjadi sebuah tantangan bagi remaja atau hanya sekedar coba-coba. Namun, apabila dibiarkan saja siswa akan menjadi terbiasa bahkan berupaya untuk mencoba yang lebih lagi seperti Narkoba. Hal ini tentunya akan membuat kerugian terhadap dirinya sendiri karna zat-zat yang ada dalam rokok dan minuman keras dapat merusak kesehatan. Selain itu, merokok dan minum minuman keras dapat berdapampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.

g. Menonton film porno

Semakin berkembangnya internet, makan akan semakin mudah pula mereka untuk mendapatkan akses untuk melihat hal-hal yang tidak senonoh. Didorong perasaan ingin tau yang tinggi dan juga perkembangan fisik dan hormon-hormon seksulitas pada diri remaja membuat mereka dapat mencuri-curi kesempatan untuk melakukan hal ini. Ini jelas dapat merusak mental siswa. Oleh sebab itu, kenakalan seperti ini harus segera diatasi dan siswa diberikan pembinaan khusus juga disibukkan dengan hal-hal positif agar dapat lebih sibuk. Akhirnyaa, mereka tidak memiliki waktu lagi untuk menonton film porno.

Membaca buku-buku yang berbau pornografi dan berpesta pora semalam suntuk. Banyak dari kalangan para remaja yang menggunakan waktu luangnya dengan hal-hal yang negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri, seperti membaca buku porno atau berfoya- foya serta begadang semalam suntuk.

h. Berpacaran

Pacaran di zaman sekarang menjadi suatu yang lumrah terjadi terutama di kalangan remaja. Dorongan untuk pacaran ini disebabkan oleh ada nya perkembangan fisik menuju kematangan. Namun, dalam pandangan Islam sendiri, berpacaran menjadi salah satu jalan menuju kebatilan, karena selangkah lebih dekat kepada zina. Banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena sebuah hubungan pacaran tersebut. Oleh sebab itu ada banyak orangtua melarang anak-anaknya berpacaran, namun tidak jarang juga yang melakukannya, namun tidak jarang juga membiarkannya.

Hal-hal yang dipaparkan diatas merupakan bentuk-bentuk kenakalan siswa yang jika tidak segera teratasi akan menjadi kasus yang besar dan merugikan banyak pihak. Kenakalan atau kerusakan yang bersifat a-moral dan a-sosial diatas merupakan tingkah laku remaja yang menggelisahkan para orangtua, guru, dan juga masyarakat umum. Dewasa ini, permasalahan terkait kenakalan sudah merajalela menjangkau Undang Undang Hukum Pidana. Masalah penyalahgunaan narkotika telah menjadi bagian yang tidak

terpisahkan dengan masalah masalah yang sering terjadi di kalangan remaja.8

Dokumen terkait