BAB II LANDASAN TEORI
D. Tabungan Dalam Perbankan Syariah
2. Bentuk-bentuk Tabungan dalam Perbankan Syariah
Giro wadi’ah adalah produk pendanaan bank syariah berupa simpanan dari nasabah dalam bentuk rekening giro (current account) untuk keamanan dan kemudahan pemakaiannya. Karakteristik giro wadi’ah ini mirip dengan giro pada bank konvensional, ketika kepada nasabah penyimpanan diberi garansi untuk dapat menarik dananya sewaktu-waktu dengan menggunakan berbagai fasilitas yang disediakan bank, seperti: cek, bilyet giro, kartu ATM, atau dengan menggunakan sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan tanpa biaya. Bank boleh menggunakan dana nasabah yang terhimpun untuk tujuan mencari keuntungan dalam kegiatan yang berjangka pendek atau untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank, selama dana nasabah yang terhimpun untuk tujuan mencari keuntungan dalam kegiatan berjangka pendek atau untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank, selama dananya tersebut tidak ditarik karena sifatnya yang jangka pendek.27
b. TabunganWadi’ah
TabunganWadi’ahadalah produk pendanaan bank syariah berupa simpanan dari nasabah dalam bentuk rekening tabungan (saving
26Ibid., h. 284.
27Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, (Jakarta: Rajawali, 2015), h. 113.
26 account) untuk keamanan dan kemudahan pemakaiannya, seperti giro wadi’ah, tetapi tidak sefleksibel tabungan wadi’ah, karena nasabah
tidak dapat menarik dananya dengan cek. Karakteristik tabungan wadi’ah ini juga mirip dengan tabungan pada bank konvensional ketika nasabah penyimpan dengan tabungan pada bank konvensional ketika nasabah penyimpan diberi garansi untuk dapat menarik dananya sewaktu-waktu dengan menggunakan berbagai fasilitas yang disediakan bank, seperti kartu ATM, dan sebagainya tanpa biaya.28
c. Tabungan dengan Prinsip Qordh
Simpanan giro dan tabungan juga dapat menggunakan prinsip qordh, ketika bank dianggap sebagai penerima pinjaman tanpa bunga dari nasabah deposan sebagai pemilik modal. Bank dapat memanfaatkan dana pinjaman dari nasabah deposan untuk tujuan apa saja, termasuk kegiatan produktif mencari keuntungan. Sementara itu, nasabah deposan dijamin akan memperoleh kembali dananya secara penuh sewaktu-waktu nasabah ingin menarik dananya.
d. Tabungan Mudharabah
Simpanan nasabah dalam bentuk rekening tabungan (saving acount) dengan prinsip bagi hasil keuntungan dari keuntungan simpanan yang digunakan oleh pihak bank. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai kesepakatan, dan kerugian ditanggung oleh pemilik dana atau nasabah.29 Mudharabah mempunyai dua bentuk, yakni
28Ibid., h. 112.
29Ibid., h. 113.
mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. Bank syari’ah bertindak sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul maal. Bank syari’ah dalam kapasitasnya sebagaimudharib, mempunyai kuasa untuk melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah serta mengembangkannya, termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak lain.30
30Ibid., h. 113
BAB III PEMBAHASAN
A. Deskripsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Bank BRI Syariah Tanjung Karang
Berawal dari akuisisi Bank Jasa Arta oleh Bank Rakyat Indonesia pada tanggal 19 Desember 2007 dan kemudian diikuti dengan perolehan ijin dari Bank Indonesia untuk mengubah kegiatan usaha Bank Jasa Arta dari bank umum konvensional mejadi bank umum syariah yang diberi nama PT. Bank Syariah BRI (yang disebut dengan nama BRI Syariah) pada tanggal 17 November 2008.1
Nama BRI Syariah dipilih untuk menggambarkan secara langsung hubungan Bank dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, selanjutnya disebut Bank Rakyat Indonesia, yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. BRI Syariah merupakan anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia, yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. BRI Syariah merupakan anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia yang melayani kebutuhan masyarakat Indonesia menggunakan prinsip-prinsip syariah.2
Pada tanggal 19 Desember 2008, telah ditandatangani akte pemisahan unit usaha Syariah. Penandatanganan akte pemisahan telah dilakukan oleh Sofyan Basir selaku Direktur Utama Bank Rakyat
1Dokumentasi BRI Syariah Tanjung Karang, tanggal 21 Januari 2016
2Ibid.
Indonesia Ventje Rahardjo selaku direktur Utama BRI Syariah.
Sebagaimana akte pemisahan No 27 tanggal 19 Desember 2008 dibuat Notaris Fathiah Helmi S.H di Jakarta.3
Peleburan unit usaha syariah Bank Rakyat Indonesia ke dalam BRI Syariah ini berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009. Sebagai bagian dari keluarga besar Bank Rakyat Indonesia, BRI Syariah Mendapatkan dukungan penuh dari Bank Rakyat Indonesia sebagai pemegang saham sebagaimana tercermin dari penambahan modal setor dilakukan dua kali di tahun 2008, sehingga saat ini BRI Syariah menjadi salah satu bank syariah dengan struktur permodalan yang kuat. Didukung oleh 55 cabang, 534 karyawan pada saat itu dan pemegang saham yang kuat, BRI Syariah siap memberikan warna lain bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama.4
2. Visi, Misi dan Tujuan Bank BRI Syariah Tanjung Karang a. Visi
Menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan financial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah, untuk kehidupan lebih bermakna.5
b. Misi
1) Memahami keragaman individu dan mengakomodasi beragam kebutuhan financial nasabah.
2) Menyediakan produk dan layanan yang mengedepankan etika sesuai prinsip-prinsip Syariah.
3Ibid.
4Ibid.
5Ibid.
30 3) Menyediakan akses ternyaman melalui berbagai sarana kapan pun,
dan dimanapun.
4) Menjadikan setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan ketentraman pikiran.6
3. Struktur Organisasi Bank BRI Syariah Tanjung Karang
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan.7
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara setiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.8
Dari kedua definisi di atas penulis menyimpulkan struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan setiap posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisah kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggungjawaban apa yang akan dikerjakan.
6Ibid.
7Ibid.
8Ibid.
Gambar 1.
Struktur organisasi BRI Syariah KC. Tanjung Karang.9
Keterangan:
a. MM : Manager Marketing b. MO : Manager Operasional c. FSM : Financial Support Manager d. MMM : Mikro Marketing Manager e. AO : Account Officer
f. BOS : Branch Operational Support g. CS : Customer Service
h. LO : Loan Operational i. UH : Unit Head
9Ibid.
Kepala Cabang
MM FRM MO FSM MMM
AO AFO
UFO BOS
BRANCH ADMIN TELLER
CS LO
UH
RO
SO
REPORT ACUSTODY
ADP APRAISAL LEGAL
OFFICER
GADAI COLLECTION
32 j. RO : Relation Officer
k. FRM : Finance Risk Manager l. AFO : Area Financial Officer m. BA : Branch Admin
n. RC : Report Custody o. ADP : Administrasi p. LO : Legal Officer
4. Job Description Bank BRI Syariah Tanjung Karang a. Kepala Cabang
1) Bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas dalam mengelola perseroan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan perusahaan sebagaimana dimaksud dalam anggaran dasar perorangan dengan berpedoman kepada kebijaksanaan pokok yang ditetapkan oleh dewan komisaris dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
2) Mewakili perseroan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal segala kejadian.10
Secara garis besar tugas kepala cabang adalah perwakilan dari dewan komisaris sebagai pelaksanaan langsung kebijakan- kebijakan yang berkaitan dengan tujuan perusahaan di daerah.11
10Ibid.
11 Wawancara dengan Bapak Hadi sebagai Manajer Marketing BRI Syariah Tanjung Karang tanggal 15 Februari 2016
b. Manajer Marketing (MM) Tugas manajer marketing:
1) Membantu direksi dalam menyusun perencanaan dan program marketing (pemasaran bank).
2) Mengkoordinir penyusunan program aktivitas dan strategi pemasaran serta rencana kerja lingkup pemasaran untuk periode berikutnya.12
Tugas manajer marketing merupakan tugas yang paling penting dalam terlaksananya target pasar. Kebijakan atau peran manajer marketing dalam melaksanakan tugas-tugas yang telah disesuaikan dengan aturan-aturan dewan komisaris adalah ujung tombak perusahaan.13
c. Manajer Operasional (MO)
Tugas Asisten Manager Operasional:
1) Membantu semua kegiatan operasional dan menjamin lancarnya alur kerja di bagian operasional perbankan.
2) Mengkoordinir, mengarahkan, membina serta mengawasi semua kegiatan personil di bawahnya.
3) Meneliti dan melegalisir hasil-hasil kerja rutin di lingkungan urusan operasional sebelum diajukan pada tingkat kepala cabang.
12Dokumentasi BRI Syari’ah Tanjung Karang, tanggal 21 Januari 2016
13Wawancara dengan Bapak Hadi Bagian Manager Marketing, tanggal 15 Februari 2016
34 4) Membuat dan menyusun rencana kerja serta program aktivitas dalam ruang lingkup urusan operasional untuk periode tahun berikutnya.14
d. Financing Support Manager (FSM) Tugas Financing Support Manager:
1) Mengawasi serta membina personil di bawahnya.
2) Memeriksa proposal pembiyaan yang dicairkan agar sesuai dengan ketentuan.
3) Monitoring segal hal terkait pembiyaan pasca pencairan dilaksanakan, termasuk pelaporan ke pihak eksternal.
e. Mikro Manager Marketing (MMM) 1) Ikut mensurvei usaha nasabah.
2) Mengkoordinir seluruh tim bisnis untuk pencapaian target bisnis yang telah ditetapkan oleh perusahaan.15
f. Account officer (AO) Tugas account officer:
1) Menyalurkan pembiayaan pada masyarakat yang membutuhkan dana dengan landasan pola pembiayaan syariah serta tetap mengacu pada prinsip perbankan.
2) Memproses permohonan pengajuan pembiayaan calon mitra hingga tuntas.
3) Melakukan survei dan taksiran agunan (jaminan).
14Dokumentasi BRI Syariah Tanjung Karang, tanggal 21 Januari 2016
15Ibid.
4) Menangani legalitas berkas-berkas yang berkaitan dengan persiapan penyaluran dan pembangunan pembiayaan bank.
5) Membina dan memelihara mitra bank agar efektif dan memenuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh bank berkaitan dengan kelancaran pengembangan pembiayaan mitra kerja.
6) Melaksanakan kegiatan penagihan kepada mitra pembiayaan bank.
g. Branch Operational Support (BOS)
1) Mengawasi serta membina personil di bawahnya.
2) Memantau semua kegiatan operasional dan menjamin lancarnya alur kerja di lingkungan urusan operasional.
h. Branch Administration (BA)
1) Mengatur jadwal kepala cabang.
2) Mengawasi personil di bawahnya.
i. Customer Service (CS)
1) Memberikan pelayanan dan informasi pada nasabah tentang informasi produk bank.
2) Memberikan pelayanan pada pembukaan rekening dan penutupan rekening nasabah.16
j. Teller
1) Memberikan pelayanan pada nasabah dalam hal menerima dan membayarkan uang atas nama bank dengan memperlihatkan kesahan dari dokumen atau warkat keuangan tersebut.
16Ibid.
36 2) Menghitung dan menerima uang setoran dari nasabah berupa
tabungan, deposito, serta setoran.17
3) Membayarkan uang atas nama bank kepada nasabah yang menarik uangnya dari bank baik berupa tabungan, deposito setelah persetujuan.
4) Menyelenggarakan pencatatan jurnal kas harian dan buku kas.
5) Menghitung dan menyesuaikan bukti-bukti transaksi keuangan yang dicatat dalam mutasi kas harian, baik uang keluar maupun uang masuk.
k. Loan Operational (LO)
1) Mengecek DHN (Daftar Hitam Nasabah).
2) Mencairkan pembiayaan.
3) Membuat advise pelunasan.
l. Legal Officer
1) Mengecek dokumen pembiayaan.
2) Mencairkan pembiayaan.
3) Membantu KPR.
m. Gadai
1) Melayani nasabah yang ingin bermitra dengan menggadaikan emasnya pada pihak bank.
2) Menafsirkan harga emas dan keabsahan dari barang gadai.
3) Mencari nasabah yang ingin bermitra dengan cara menggadaikan emas.
17Ibid.
n. Unit Head
1) Mensurvei usaha nasabah yang akan ikut dalam pembiayaan.
2) Menandatangani atau yang bertanggung jawab atas pengajuan pembiayaan.
3) Mengawasi serta mengarahkan semua personil di bawahnya.
o. Relation Officer
1) Menjaga hubungan baik dengan nasabah.
2) Mengambil dan menagih angsuran kepada nasabah.
3) Membuat laporan pelunasan dipercepat.
p. Sales Officer
1) Mencari nasabah untuk bergabung menjadi nasabah pembiayaan.
2) Ikut mensurvei usaha nasabah dan jaminan yang digunakan.
3) Mengumpulkan persyaratan untuk pembiayaan yang diajukan nasabah sebelum di proses UFO.18
B. Produk Layanan Hadiah Hujan Emas BRI Syariah
Bank syari’ah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah. Selain itu Bank syari’ah juga bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, yaitu meningkatkan keadilan, kebersamaan dan pemerataan kesejahteraan rakyat.19
Bank Indonesia, “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah”, dalam Bank syari’ah mengalami
18Ibid.
19 http://www.hukumonline.com/UU_21_08_PerbankanSyari’ah.pdf diakses 12 Juni 2014,
38 perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut terlihat dengan semakin banyaknya bank-bank umum yang mulai beralih menjadi bank syari’ah dan hampir seluruh bank umum yang ada di Indonesia pada saat ini sudah mempunyai produk bank yang proses pengelolaan dananya berdasarkan prinsip syari’ah.20
Melihat persaingan antar bank syari’ah yang semakin ketat, mengharuskan tiap-tiap bank syari’ah memiliki strategi pemasaran yang jitu.
Karena strategi pemasaran merupakan hal yang paling mendasar dari kegiatan pemasaran. Dalam pengembangan strategi pemasaran tidak terlepas dari 4P yaitu produk, place, price, dan promotion.21 Dari empat strategi pemasaran tersebut, promotion atau promosi adalah salah satu strategi pemasaran yang digunakan dalam suatu bisnis. Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan.22
Strategi promosi atau disebut juga bauran promosi yang umum digunakan oleh suatu perusahaan seperti perbankan syari’ah ada lima macam:
1. Iklan
2. Promosi Penjualan 3. Publisitas
20Ibid.
21 Sutisna, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, (Bandung PT. Remaja Rosdakarya, 2002), h. 9.
22Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, (Bandung: Alfabeta, 2004), h. 179.
4. Penjualan Pribadi 5. Penjualan langsung
Kelima bauran promosi diatas saling berkaitan. Suatu perusahaan tidak hanya menggunakan satu macam dari bauran promosi diatas. Perusahaan bahkan menggunakan kelima bauran promosi diatas agar mampu meningkatkan penjualan produk dan terutama meningkatkan loyalitas konsumen.
Dari sekian banyak strategi pemasaran yang ada, kegiatan promosi dengan memberikan hadiah baik berupa undian maupun hadiah langsung menjadi pilihan untuk meningkatkan eksistensi bank syari’ah. Program pemberian hadiah terbukti mampu menarik minat nasabah untuk memakai produk-produk bank syari’ah. Supaya nasabah dapat mendapatkan hadiah yang ditawarkan melalui produk bank syari’ah. Pemberian hadiah merupakan alat dari strategi promosi penjualan untuk meningkatkan jumlah dan loyalitas nasabah.
BRI Syari’ah sebagai salah satu bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip syari’ah Islam, juga tidak mau kalah dalam kancah persaingan antar bank-bank syari’ah lainnya. BRI Syari’ah juga menggunakan strategi pemasaran berupa kegiatan promosi yaitu dengan cara melakukan iklan yang ditayangkan di televisi, surat kabar, bahkan internet. Tidak hanya menggunakan iklan sebagai strategi promosinya, BRI Syari’ah juga menerapkan promosi penjualan dengan alat program berhadiah kepada nasabahnya. Hadiah dipercaya mampu menarik minat nasabah dan membuat nasabah menjadi loyal.
40 Upaya promosi yang dilakukan BRI Syari’ah adalah untuk menarik minat dan mempertahankan loyalitas nasabah. Karena tujuan utama bank syari’ah adalah menciptakan dan mempertahankan nasabah. Menciptakan nasabah artinya memperoleh nasabah sebanyak mungkin melalui program promosi yang bagus. Salah satunya dengan mengadakan program berhadiah untuk produk penghimpunan dana bagi BRI Syari’ah.23 Sehingga nasabah akan tertarik untuk menabung dan menyimpan dananya di BRI Syari’ah.
Nasabah pun akan merasa puas karena dengan tidak hanya menabung saja, tetapi dengan menabung akan mendapatkan hadiah yang diinginkan oleh nasabah. Adanya program pemberian hadiah ini dapat memacu nasabah agar semakin sering menabung di BRI Syari’ah.
Strategi promosi penjualan dengan melakukan program pemberian hadiah telah dijalankan BRI Syari’ah dengan berbagai macam program hadiah yang menarik.
1. Mekanisme Pemasaran Layanan Hadiah Hujan Emas BRI Syariah
Mekanisme layanan Hadiah Hujan Emas BRI Syariah berdasarkan hasil wawancara dengan customer servicer yaitu memberikan informasi secara baik dan detil kepada nasabah ataupun calon nasabah. Hal serupa juga dilakukan oleh bidang-bidang yang menangani langsung hubungan dengan calon nasabah maupun nasabah, seperti bagian marketing yaitu Unit Head dan Sales Officer.24 Pelaksanaan pemasaran yang telah dilakukan oleh sales officer adalah kerjasama dengan sekolah-sekolah
23Wawancara dengan Bapak Hadi Manajer Marketing, tanggal 15 Februari 2016
24Wawancara dengan Ibu Anggrek Bagian Customer Service, tanggal 15 Februari 2016
bekerja sama dengan dinas-dinas di Pemprov kota Bandar Lampung dan kantor-kantor perusahaan yang ada di Bandar Lampung. Mekanisme pemasaran jasa hadiah hujan emas yaitu mensinergikan SDM dengan standar operasional perusahaan terutama bagian-bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat baik nasabah maupun calon nasabah.
2. Tujuan Program Layanan Hadiah Emas BRI Syariah
Tujuan utama dari Program Layanan Hujan Emas BRI Syariah adalah menarik minat masyarakat untuk menjadi nasabah dan mengikat loyalitas nasabah, selain sebagai penambahan saldo tabungan faedah layanan ini juga diharapkan mampu memacu perkembangan pada produk- produk lainnya. Layanan Hujan Emas BRI Syariah diharapkan menambah percepatan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat dilihat dari sektor kredit atau pembiayaan perbankan. Layanan ini juga diharapkan memacu pertumbuhan BRI Syariah selaku bank dengan pola syariah untuk dapat bersaing dengan bank-bank konvensional menyambut perekonomian yang semakin ketat.25
C. Hadiah Hujan Emas BRI Syariah Tanjung Karang dan Dampaknya terhadap Animo Masyarakat
Selama produk hujan emas ini diluncurkan di BRI Syariah Tanjung Karang, peningkatan loyalitas nasabah dan animo masyarakat sangat signifikan hal ini ditunjukkan dari data nasabah penabung pada tahun 2011 berjumlah 11.375 nasabah, tahun 2012 berjumlah 16.722 nasabah, tahun 2013
25Wawancara dengan Bapak Subli Manajer operasional, tanggal 15 Februari 2016
42 berjumlah 25.830 nasabah, dan tahun 2014 berjumlah 36.813 nasabah.
Sehingga dengan adanya Hadiah Hujan Emas BRI Syariah Tanjung Karang pada tahun 2014 mendapatkan penghargaan dengan metode marketing promosi hadiah hujan emas dan menggratiskan biaya-biaya persyaratan pada tabungan faedah.26
Grafik 2.
Peningkatan Nasabah Tabungan iB Faedah BRI Syariah Tanjung karang
Menurut Bapak Hadi semua pencapaian ini tidak hanya dikarenakan oleh program yang menarik saja melainkan juga tim yang solid, dan cara kerja profesional sebagaimana yang dianjurkan oleh syariah Islam.27
Kendala-kendala yang dihadapi BRI Syariah Tanjung Karang yaitu kurang tersosialisasinya produk perbankan syariah kepada masyarakat luas.
Maka dengan adanya Layanan Hadiah Hujan Emas diharapkan produk-produk
26Wawancara dengan Bapak Subli Manajer Operasional, tanggal 15 Februari 2016
27Wawancara dengan Bapak Hadi Manajer Marketing, tanggal 15 Februari 2016 0
5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000
2011 2012 2013 2014
Series 1
Series 1
yang lain dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas.28 Layanan hadiah hujan emas sendiri mengalami kendala saat promo dikarenakan konsep hadiah sendiri yang menjadi pertanyaan dari masyarakat apakah hadiah atau undian.
Namun semenjak program hadiah hujan emas ini diimplementasikan, maka dengan sendirinya informasi istilah Hadiah dalam perbankan syariah menjadi semakin populer dan mengikis pengertian undian.29
Menurut Syafi’i Antonio, bank syariah adalah lembaga keuangan yang awal berdirinya bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin dalam mendasarkan segenap aspek dalam kehidupannya berdasarkan prinsip-prinsip Islam.30
Letak perbedaan eksistensi perbankan syariah dengan bank konvensional yaitu pada keragaman produk yang dimilikinya. Perbankan syariah memiliki produk dan jasa perbankan yang lebih beragam, skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel dan saling menguntungkan.
Perbedaan utamanya yaitu perbankan syariah berdasarkan sistem bagi hasil sedangkan bank konvensional menggunakan sistem bunga. Perbankan syariah memiliki beberapa elemen-elemen yang berbeda dengan bank konvensional yaitu kinerja perbankan syariah lebih baik serta menjunjung tinggi prinsip kebersihan, amanah dan kemurnian transaksi keuangan.31
28Wawancara dengan Ibu Anggrek Bagian Customer Service, tanggal 15 Februari 2016
29Wawancara dengan Bapak Hadi Manajer Marketing, tanggal 15 Februari 2016
30 M. Syafi’i Antonio, Bank Syari’ah: dari Teori dan Praktek, (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), Cet. I, h. 18.
31Ibid., h. 20.
44 Berbagai macam produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah diprediksi memiliki prospek dan pangsa pasar yang menjanjikan karena nasabah dapat leluasa memilih sesuai dengan spesifikasi kebutuhannya.
Misalnya, produk tabungan khusus untuk kebutuhan perencanaan naik haji/umroh, untuk memenuhi kebutuhan perencanaan pendidikan anak, menawarkan produk tabungan rencana pendidikan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kepemilikan kendaraan dll. Jika kita ingin menabung untuk menjalankan bisnis di masa yang akan datang, maka tidak perlu khawatir karena terdapat juga produk tabungan bisnis. Produk yang ditawarkan tersebut sungguh komprehensif dengan tuntutan era global ini. Namun fenomena yang sebenarnya terjadi yaitu banyaknya produk perbankan syariah yang belum tersosialisasi kepada masyarakat luas sehingga peminat produk tersebut masih sangat minim. Pembentukan persepsi akan memberikan dampak terhadap kemajuan bank syariah juga akan mendorong masyarakat untuk dapat menggunakan produk bank syariah. Persepsi dirasakan sangat penting, karena persepsi adalah pengamatan tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.32
Keragaman produk perbankan syariah merupakan tantangan bagi kemajuan dan eksistensi dalam persaingan bisnis. Oleh sebab itu, diperlukan terobosan-terobosan sehingga produk-produk yang asing menjadi familiar di masyarakat.
32 Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), | h. 51.
Perbedaan elemen-elemen Perbankan syariah diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik, sebagai perbankan yang berlandaskan nilai- nilai agama Perbankan syariah seharusnya memenuhi tingkat pelayanan yang profesional yaitu kinerja perbankan syariah lebih baik serta menjunjung tinggi prinsip kebersihan, amanah dan kemurnian transaksi keuangan.
D. Hasil Analisis Hadiah Hujan Emas BRI Syariah Tanjung Karang dan Dampaknya terhadap Animo Masyarakat
Dampak dari adanya hadiah hujan emas BRI Syariah sebagai berikut :
1. Merubah persepsi masyarakat terhadap produk-produk perbankan syariah.
Hadiah hujan emas merupakan terobosan dalam bidang promosi untuk menambah pengetahuan dan merubah paradigma tentang produk- produk perbankan syariah. Efek yang terjadi sangat dirasakan oleh pihak perbankan atau BRI Syariah sebagai Brand ataupun masyarakat sebagai konsumen. Hadiah hujan emas merupakan bagian dari pembentukan persepsi tentang pengamatan objek produk perbankan sehingga dalam realisasinya mampu meningkatkan prestasi BRI Syariah dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.
2. Meningkatnya animo masyarakat terhadap produk tabungan faedah dalam jumlah yang signifikan.
Hingga saat ini animo masyarakat terhadap jasa layanan yang ditawarkan oleh BRI Syariah Tanjung Karang mengalami pencapaian yang pesat sehingga dari hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa pihak BRI Syariah Tanjung Karang telah memiliki nasabah penabung yang