V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3. Bentuk dan Carah Pengolahan Gadung
30
31
yaitu ada yang dibuat dalam bentuk tepung dan ada pula yang dibuat dalam bentuk irisan kecil-kecil menyerupai kotak, namun keduanya pada dasarnya akan dibuat olahan makanan sokko sikapa.
Gambar 5. Gadung Yang Sudah Diolah Menjadi Makanan (Sokko sikapa)
Gambar 6. Gadung Yang Diolah Menjadi Tepung
Proses pembuatan tepung Gadung pertama-tama yaitu umbi Gadung dikupas kemudian umbi yang telah dikupas dicuci terlebih dahulu sebelum diiris dengan ketebalan 1- 2 mm. Setelah semua umbi Gadung diiris maka proses selanjutnya yaitu irisan umbi gadung di lumuri dengan abu sekam (awuu) hingga merata, setelah itu di diamkan selama kurang lebih 24 jam didalam karung. Proses
32
selanjutnya yaitu dicuci, setelah itu dimasukkan kembali ke dalam karung dan direndam di air yang mengalir selama 3 sampai dengan 4 hari. Gadung yang telah melalui proses perendaman, selanjutnya dikeringkan. Gadung yang telah kering kemudian di haluskan menjadi tepung yang dapat dilihat pada Gambar 6.
Berdasarkan Gambar 6 Gadung yang sudah diolah menjadi tepung. Dalam proses pembuatan tepung masyarakat masih menggunakan cara tradisional, dimana Gadung yang telah kering dihaluskan dengan cara di tumbuk didalam lesung (Issong) menggunakan alat penumbuknya menggunakan alu (Pealu), proses penghalusan gadung ini menjadi tepung olah masyarakat dinamakan Dirido (Proses penumbukan).
Untuk pengolahan Gadung yang dibuat dalam bentuk irisan kecil-kecil menyerupai kotak alurnya hampir sama dengan proses pembuatan tepung Gadung, namun tidak sampai dijadikan tepung, akan tetapi hasil akhirnya hanya menyerupai kotak-kotak kecil. Dimana pada proses pengolahannya Gadung diiris berbentuk kotak kecil dan di beri perlakuan sama seperti pada proses pembuatan tepung Gadung, namun pada tahap terakhir tidak di haluskan ketika sudah keringkan, namun langsung diolah menjadi makanan Sokko sikapa.
Proses pembuatan olahan makanan Sokko sikapa oleh masyarakat Kadingeh dengan cara dikukus dalam dandangan yang besar. Proses pembuatan Sokko sikapa dimana tahap pertama tepung ataupun Gadung yang dalam bentuk kotak-kotak kecil terlebih dahulu direndam dengan air bersih didalam baskom selama 1 jam. Setelah direndam kemudian ditiriskan dan proses selanjutnya dikukus didalam dandang dengan api sedang. Jika gadung sudah matang,
33
kemudian di sajikan dengan parutan kelapa stengah tua. Untuk lebih jelasnya tentang alur pengolahan Gadung mulai dari tahap awal sampai pada tahap menjadi olahan makanan (Sokko sikapa)dapat dilihat pada bagan alur berikut ini.
Gambar 7. Bagan Alur Pengolahan Gadung.
Hasil wawancara yang saya lakukan mengenai proses pengolahan Gadung (Sikapa) dengan Bapak Usman (55), dia mengatakan bahwa:
“Iya ke kami mang jama sikapa..eee eda pa na moderen caraki. carana di jama jo sikapa ke kami eee iyamo jo yanna mangka dikali di sosoi mi na diirah-irah si biccuk solah den tomi to di sasa susi to kandoa. yanna mangka mo diirah-irah eeeh dibaseimi na mane di pasiraw awuu, na dianna si sangbongi. Mane to di basei mi ke gannami sang bongi dianna. mangkanna dibasei mane male diramme jong salu sekitar tallung allo. mangkanna jo oo di kasei mi na mane di labuk.
Diiris dalam bentuk Kotak-kotak kecil
Pencampuran dengan abu sekam Pemeraman selama
24 jam Pencucian
Perendaman dengan air mengalir Selama
3 - 4 hari
Penirisan Pengeringan
Penghalusan dengan cara tradisional (ditumbuk
dalam lesung) Tepung Gadung Gadung dalam
bentuk kotak- kotak kecil Olahan makanan Gadung
(Sokko sikapa) Umbi Gadung Pengupasan
Pengirisan dalam bentuk lembaran kecil
34
iyaka na mellabuk mo ee bisa mi tu di sokko na di pasikande mo dau paru’ kalu iya to edapa na matu”.
Menurut bapak Usman pada umumnya mereka mengolah Gadung masih dengan cara tradisional dan belum modern. Cara untuk mengolah Gadung yaitu dimana Gadung yang sudah di panen di kupas terlebih dahulu, kemudian di iris atau dirajang dan ada juga yang di potong-potong menyerupai kotak-kotak kecil.
Selanjutnya jika sudah selesai pada proses perajangan kemudian dicuci lalu di campur dengan abu sekam dan di diamkan selama sehari. Setelah itu dicuci kemudian di rendam di sungai selama tiga hari. Jika sudah, maka langkah selanjutnya dikeringkan dan di haluskan menjadi tepung dan siap untuk diolah menjadi olahahan makanan (Sokko sikapa) dan disajikan dengan parutan kelapa.
35
5.4. Potensi Pemanfaatan dan Produktivitas Pemanfaatan Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Oleh Masyarakat Pada Kawasan Hutan Lindung di Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.
Masyarakat Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, masih banyak yang memanfatkan Gadung untuk dijadikan bahan olahan makanan.
Gadung sangat mudah didapatkan oleh masyarakat, dimana Gadung ini banyak tumbuh di daerah hutan. Potensi pemanfaatan dan produktifitas pemanfaatan umbi Gadung dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini.
Tabel 6. Potensi Pemanfaatan dan Produktivitas Pemanfaatan Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst)
No Nama
Responden
Produksi Gadung sekali
panen (kg)
Frekuensi Pemanenan/Tahun
Potensi Pemanfaatan Gadung (kg/Tahun)
1 Kiami 10 1 kali/Tahun 10
2 Usman 15 1 kali/Tahun 15
3 Nusu 13 1 kali/Tahun 13
4 Uli' 10 1 kali/Tahun 10
5 Nuding 15 1 kali/Tahun 15
6 Barema 12 1 kali/Tahun 12
7 lahapi 20 1 kali/Tahun 20
8 Sande 11 1 kali/Tahun 11
9 Cubang 10 1 kali/Tahun 10
10 Raning 13 1 kali/Tahun 13
11 Herman 16 1 kali/Tahun 16
12 Suparman 12 1 kali/Tahun 12
13 Baharuddin 10 1 kali/Tahun 10
14 Salleang 15 1 kali/Tahun 15
15 Rusdi 19 1 kali/Tahun 19
16 Ahmad 20 1 kali/Tahun 20
17 Riang 14 1 kali/Tahun 14
18 Suredi 12 1 kali/Tahun 12
19 Judding 10 1 kali/Tahun 10
20 Hartono 16 1 kali/Tahun 16
21 Pallang 19 1 kali/Tahun 19
22 Uppi 20 1 kali/Tahun 20
23 Sudirman 11 1 kali/Tahun 11
36
No Nama
Responden
Produksi Gadung sekali
panen (kg)
Frekuensi Pemanenan/Tahun
Potensi Pemanfaatan Gadung (kg/Tahun)
24 Tahir 14 1 kali/Tahun 14
25 Rahimin 18 1 kali/Tahun 18
26 Hamsa 11 1 kali/Tahun 11
27 Kadang 14 1 kali/Tahun 14
28 Sudi 16 1 kali/Tahun 16
29 Tamrin 15 1 kali/Tahun 15
30 Safril 10 1 kali/Tahun 10
Total 421 kg/Tahun
Produktivitas Pemanfaatan Gadung 14.03 kg/Tahun/KK Sumber: Data Primer Telah Diolah, 2022.
Data tentang potensi pemanfaatan dan produktivitas pemanfaatan umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) yang disajikan pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa dari 30 orang responden yang mengolah Gadung, total potensi pemanfaatan Gadung oleh masyarakat Desa Kadingeh sebesar 421 kg/Tahun, kemudian untuk produktivitas pemanfaatan Gadung oleh masyarakat sebesar 14.03 kg/KK/Tahun. Masyarakat Desa Kadingeh dalam memanfaatkan Gadung pada umumnya hanya memanen sekali saja dalam setahun. Gadung biasanya tumbuh di areal hutan sekitaran Desa Kadingeh. Untuk mendapatkan Gadung sangat mudah bagi masyarakat Kadingeh, hal ini dikarenakan Gadung cukup melimpah dan tumbuh secara liar di dalam hutan.
37
VI. PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang potensi pemanfaatan gadung dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Tahapan pemanenan dimulai dari memilih gadung yang telah siap panen, dimana tanda-tanda gadung telah siap dipanen apabila daun yang menempel pada batang mulai rontok, pangkal batang lapuk dan terlepas dari umbinya, maka sudah siap dipanen. pada areal sekitar batang gadung digali dengan hati-hati agar tidak melukai umbi yang dipanen, setelah dilakukan penggalian maka dapat dilihat umbi yang bergerombol, kulitnya berwarna coklat kekuningan atau ke abu-abuan, bagian dalamnya berwarna coklat kekuningan. setelah umbi digali kemudian dikumpulkan dan dibersihkan dari tanah yang masih menempel. Dalam pengolahan gadung (Dioscorea hispida Dennst) masyarakat Kadingeh mengolahnya menjadi tepung. Gadung yang telah dijadikan tepung yang nantinya akan dibuat olahan makanan sebagai pengganti nasi yang masyarakat Kadingeh menyebutnya sokko sikapa.
2. Total potensi pemanfaatan gadung oleh masyarakat Desa Kadingeh sebesar 421 kg/Tahun, kemudian untuk produktivitas pemanfaatan gadung oleh masyarakat sebesar 14.03 kg/Tahun/KK. Masyarakat Desa Kadingeh dalam memanfaatkan gadung pada umumnya hanya memanen sekali saja dalam setahun.
38
6.2. Saran
Potensi pemanfaatan dan hasil produk dari olahan gadung dapat dikembangkan kedepannya guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang khususnya berada di sekitar atau yang dekat dengan lokasi hutan lindung dan memanfaatkan tumbuhan gadung untuk dikonsumsi.
39
DAFTAR PUSTAKA
Adil, W. H. 2010. Gadung, Manfaat dan Perbanyakannya secara In Vitro. [Serial Online]. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr326106.pdf. [16 Oktober 2021].
Astawan M. (2004). Tetap Sehat Dengan Produk Makanan Olahan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 15, No 1. hal : 61-69.
Baharuddin dan Taskirawati I. 2009. Hasil Hutan Bukan Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Makassar
Hariana, A. 2004. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kardinan, A. 2005. Pestisida Nabati : Ramuan dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Swadaya.
Muchtadi, T., dkk. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bandung: Alfabeta.
Pambayun, R. 2007. Kiat Sukses Teknologi Pengolahan Umbi Gadung.
Yogyakarta: Ardana Media.
Pratiknya, A.W. 2010. Dasar-Dasar Metodelogi Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Priyadi Dan Silawati. (2004). Sains Biologi Kelas 1 SMA. Jakarta: Yudhistira Rustiana, Ria. 2011. Tak Ada Gandum, Gadung Pun Jadi. [Serial Online].
http://ntb.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=
article&id=402: [10 Oktober 2021].
Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wahid, M.A.A., Mat, N., Razali, M.H.H. 2011. Application of Automatic Timer for Irrigation System in Dioscorea hispida Dennst. Propagation. Science and Technology 1(1): 24-28. [Serial online].
http://www.sapub.org/journal/archive.aspx?journalid=1040&issueid=21.
[13 Oktober 2021].
Widodo, W. 2005. Tanaman Beracun Dalam Kehidupan Ternak. Malang: UMM Press.Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Penerbit Gramedia.
40
LAMPIRAN
41
Lampiran 1. Kuisioner Penelitian
KUISIONER PENELITIAN
POTENSI PEMANFAATAN UBI HUTAN (GADUNG) (Dioscorea hispida Dennst) PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI KECAMATAN
BARAKA KABUPATEN ENREKANG
A. Identitas Responden
Nama :
Umur :
Pendidikan : Pekerjaan : B. Daftar Pertanyaan
1. Sudah berapa lama Bapak/Ibu mengola gadung?.
2. Siapa yang mengajari Bapak/Ibu dalam mengolah gadung?.
3. Kapan waktunya Bapak/Ibu untuk memanen gadung?
4. Berapa kg gadung yang Bapak/Ibu biasanya panen?
5. Bagaimana cara Bapak/Ibu dalam mengola gadung sehingga tidak keracunan ketika dikonsumsi?.
6. Berapa lama waktu untuk merendam gadung di sungai?
7. Apa jenis olahan makanan yang Bapak/Ibu buat dari umbi gadung?
42
Lampiran 2. Data Mentah Penelitian
No Nama Responden
Jenis-Jenis Tanaman Hutan Yang Dimanfaatkan
Produksi Gadung
sekali panen (kg)
Pekerjaan Frekuensi pemanenan/Tahun
Potensi Pemanfaatan
Gadung (kg/Tahun)
1 Kiami Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
2 Usman Gadung 15 Petani 1 kali/Tahun 15
3 Nusu Gadung 13 Petani 1 kali/Tahun 13
4 Uli' Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
5 Nuding Gadung 15 Petani 1 kali/Tahun 15
6 Barema Gadung 12 Petani 1 kali/Tahun 12
7 lahapi Gadung 20 Petani 1 kali/Tahun 20
8 Sande Gadung 11 Petani 1 kali/Tahun 11
9 Cubang Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
10 Raning Gadung 13 Petani 1 kali/Tahun 13
11 Herman Gadung 16 Petani 1 kali/Tahun 16
12 Suparman Gadung 12 Petani 1 kali/Tahun 12
13 Baharuddin Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
14 Salleang Gadung 15 Petani 1 kali/Tahun 15
15 Rusdi Gadung 19 Petani 1 kali/Tahun 19
16 Ahmad Gadung 20 Petani 1 kali/Tahun 20
17 Riang Gadung 14 Petani 1 kali/Tahun 14
18 Suredi Gadung 12 Petani 1 kali/Tahun 12
19 Judding Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
20 Hartono Gadung 16 Petani 1 kali/Tahun 16
21 Pallang Gadung 19 Petani 1 kali/Tahun 19
22 Uppi Gadung 20 Petani 1 kali/Tahun 20
23 Sudirman Gadung 11 Petani 1 kali/Tahun 11
24 Tahir Gadung 14 Petani 1 kali/Tahun 14
25 Rahimin Gadung 18 Petani 1 kali/Tahun 18
26 Hamsa Gadung 11 Petani 1 kali/Tahun 11
27 Kadang Gadung 14 Petani 1 kali/Tahun 14
28 Sudi Gadung 16 Petani 1 kali/Tahun 16
29 Tamrin Gadung 15 Petani 1 kali/Tahun 15
30 Safril Gadung 10 Petani 1 kali/Tahun 10
Total 421
Produktivitas Pemanfaatan Gadung 14.03
43
Lampiran 3. Dokumentasi Penelitian
Gadung yang masih muda
44
Gadung yang masih muda
Gadung yang sudah tua
45
Pemanenan Gadung
Pemanenan Gadung
46
Gambar 6, pemanenan Gadung
Gadung yang sudah dikupas
47
Gadung yang sudah diiris tipis
Gadung yang diiris berbentuk kotak
Gadung yang diiris berbentuk kotak
48
Diiris Bentuk Persegi
Proses perendaman Gadung
49
Proses pembuatan tepung Gadung
Gadung yang sudah diolah menjadi tepung
50
Gadung yang sudah diolah menjadi tepung
Gambar 16, Gadung yang sudah diolah menjadi makanan
51
Dokumentasi saat pengambilan data
52
Lampiran 4. Surat Izin Penelitian
53
Lampiran 5. Surat Keterangan Bebas Plagiasi
54
55
56
57
58
59