B. Konsep Dasar Masalah
2. Berat Badan Ibu
d. Dampak Jika Tidak Memberikan ASI Eksklusif (Suparyanto dalam Prasetyono, 2009)
1) Dampak Pada Bayi
a). Daya tahan tubuh tidak optimal b). Perkembangan otak kurang.
c). Perkembangan gigi dan rahang kurang.
d). Dampak psikologis kedekatan dengan ibu kurang.
e). Sering timbul alergi dan ruam 2) Dampak Pada Ibu
Kanker Payudara ibu yang mau memberikan ASI akan menurunkan resiko kanker payudara sebesar 25-30%. Bila sang ibu tidak mau menyusui bayinya justru dapat meningkatkan resiko kanker payudara yang dapat mengancam jiwa.
2. Berat Badan Ibu
Pertambahan berat badan hanya sedikit, menghasilakan rata-rata berat badan lahir bayi yang lebih rendah dan resiko yang lebih tingggi untuk terjadinya bayi BBLR dan kematian bayi, pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dapat digunakan sebagai indicator pertumbuhan janin dalam rahim. Berdasarkan pengamatan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dipengaruhi berat badannya sebelum hamil. Pertambahan yang optimal kira-kira 20%
dari berat badan ibu sebelum hamil (Cunningham dkk., 1997), jika berat badan tidak bertambah, lingkar lengan atas < 23,5 cm menunjukkan ibu mengalami kurang gizi (Mufdlilah, 2009).
1) Peningkatan berat badan ibu selama hamil a). Pola pertambahan BB (Arisman, 2004)
Laju pertambahan berat selama hamil merupakan petunjuk yang sama pentingnya dengan pertambahan berat itu sendiri. Pemeriksaan antropometri yang biasa dilakukan adalah penimbangan berat, pengukuran tinggi badan, penentuan berat ideal dan pola pertambahan berat. Berat pada kunjungan pertamaditimbang sementara berat sebelumnya jangan terlewat untuk di tanyakan. Berat sebelum hamil berguna untuk penentuan prognosisserta keputusan perlu tidaknya dilakukan terapi gizi secara intensif. Status gizi buruk ditandai oleh berat sebelum hamil 10% dibawah atau 20% diatas berat ideal.
Penambahan berat badan ibu semasa kehamilan menggambarkan laju pertumbuhan janin dalam kandungan.
Pada usia kehamilan trimester I laju pertambahan berat badan ibu belum tampak nyata karena pertumbuhan janin belum pesat, tetapi memasuki usia kehamilan trimester II laju pertumbuhan janin mulai pesat dan pertambahan berat badan ibu juga mulai pesat (Moehji, 2003 dalam Setianingrum, 2005). Sebaiknya menentukan patokan besaran pertambahan berat sampai kehamilan berakhir sekaligus memantau prosesnya dan kemudian mencatatnya dalam KMS ibu hamil perlu dilakukan. Selama trimester I kisaran pertambahan berat sebaiknya 1-2 kg, sementara trimester II dan III sekitar 0,35 - 0,5 kg tiap minggu.
Pertambahan yang berlebihan setelah minggu ke-20 menyebabkan terjadinya retensi air dan juga berkaitan dengan janin besar dan berisiko penyulit Disproporsi Kepala Panggul (DKP). Retensi berlebih juga merupakan tanda awal preeklamsi. Sebaliknya pertambahan berat <1 kg selama trimester II apalagi trimester III jelas tidak cukup dan dapat memperbesar resiko kelahiran BB rendah, kemunduran pertumbuhan dalam rahim serta kematian prinatal.
Namun demikian, masih ada pengecualian dalam penggunaan patokan umum diatas karena pada hakikatnya
tujuan pertambahan berat kumulatif itu didasarkan pada berat dan tinggi badan selama hamil. Meskipun begitu, pertambahan berat wanita pendek (150 cm) cukup sampai 8,8-13,6 kg. mereka yang hamil kembar dibatasi sekitar 15,4 - 20,4 kg. mereka dengan BB berlebih, pertambahan berat diperlambat sampai 0,3 kg / minggu.
Menurut (Alfriana, 2001), seorang ibu dengan tinggi badan yang lebih tinggi mempunyai kecenderungan kenaikan BB yang lebih besar pada waktu hamil daripada orang yang lebih pendek.
Menurut (Helen, 2002), BB ibu sebelum hamil dan kenaikan BB selama kehamilan sangat mempengaruhi hasil dari kehamilan tersebut. Resiko akan meningkat pada kasus-kasus berikut:
(1) Pengkajian kurang gizi
Kurang gizi didefinisikan sebagai defisit protein antara kebutuhan protein normal kehamilan untuk wanita secara individu dan diet asupan protein aktualnya, yang ditentukan dari kalkulasi data yang siperoleh dari riwayat diet klien.
(2) Pengkajian berat badan rendah
Berat badan rendah didefinisikan sebagai berat badan ibu sebelumhamilsebanyak 5% atau lebih berada dibawah berat badan ideal.
(3) Pengkajian stress nutrisi
Stress nutrisi didefinisikan sebagai adanya satu atau lebih dari kondisi seperti:
(a) Muntah parah
(b) Jarak kehamilan kurang dari satu tahun (c) Riwayat obstetri yang buruk
(d) Berat badan gagal mencapai 5 kg pada usia gestasi 20 minggu
(e) Masalah atau gangguan emosi yang serius.
2) Memperhatikan pertambahan BB (Musbikin, 2008)
Masalah pertambahan BB sebenarnya tidak perlu dikawatirkan bila kenaikan BB masih normal. Selama trimester pertama kehamilan, biasanya terjadi penambahan BB minimal (12kg). Setelah trimester II, penambahan BB rata-rata 0,35-0,4 kg perminggu. Secara keseluruhan pertambahan BB selama kehamilan berkisar antara 10-12,5 kg atau rata-rata 11kg.
Perlu diketahui, ibu hamil yang BBnya bertambah secara berlebihan maka memiliki resiko lebih besar untuk mengalami berbagai komplikasi selama kehamilan serta saat persalianan kelak. Bila pertambahan berat badan melebihi yang dianggap normal, misal pada trimester 1 BB sudah naik 8-10 kg, maka susunan menu harus diatur kembali. Namun sebaiknya jangan mengurangi makanan yang merupakan sumber protein, vitamin
dan mineral. Sebaiknya, batasi mengkonsumsi karbohidrat, lemak, dan makanan manis.
Yang perlu diingat, jangan melakukan diet ketat, karena akan membahayakan janin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para ibu hamil yang berdiet ketat, cenderung memiliki bayi dengan BB rendah dan berisiko lebih besar terhadap ibu juga akan mengalami persalianan lebih lama dan sulit serta kemungkinan menderita perdarahan.
3) Cara menambah BB (Sinsin, 2008)
Ibu hamil tidak di anjurkan untuk berdiet. Seharusnya BB harus meningkat dari bulan kebulan. BB selama kehamilan bertambah karena adanya janin, cairan amnion, plasenta, darah, pembesaran rahim, dan payudara. janin beratnya mencapai kurang lebih 3,375 kg, cairan amnion, plasenta, lemak, dan cairan lainya sekitar 3,6 kg - 5,4 kg. Sementara rahim dan payudara beratnya menjadi 1,8 - 2,7 kg. Pertambahan berat total sangat bergantung kepada berat badan ibu sebelum hamil.
Semakin kurus berat badan ibu, semakin banyak pertambahan berat badan yang harus dicapai. Sebaliknya, semakin gemuk ibu, semakin sedikit pertambahan beratnya. Bila kurus, total pertambahan berat sampai menjelang persalianan sekitar 12,6 kg sampai 18 kg. jika normal, pertambahan BB 11,25 kg hingga 15,75 kg, sampai 18 kg. jika normal, pertambahan BB 11,25 kg hingga 15,75 kg, jika gemuk, hanya membutuhkan 6,75
kg sampai 11,25 kg. Jika bayi kembar, pertambahan berat rata- rata adalah 15,75 kg hingga 20,25 kg. Jika pertambahan berat tidak sesuai dengan semestinya yang di capai, tandanya pertumbuhan bayi terganggu.
Makan adalah cara menambah berat badan paling cepat.
Menambah berat badan kadang-kadang menjadi hal yang sulit bagi ibu hamil. Pada umumnya ibu hamil malas makan. Makanlah secara teratur pada saat jam makan, baik pagi, siang, malam. Bila makan dalam jumlah sedikit, sebaiknya perbanyak ngemil. Pada prinsipnya makanan yang sehat untuk ibu hamil adalah makanan yang bervanariasi dan disertai dengan buah-buahan segar. Jauhi makanan seperti coklat, gorengan dan minuman bersoda, apalagi alcohol, sebaiknya pilihlah roti, sereal, sayuran hijau. Menurut (Wiknjosastro, 2006, p.161) bila berat badan naik lebih dari semestinya, anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat. Lemak jangan dikurangi terlebih-lebih sayur mayur dan buah-buahan.
d) Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan BB ibu hamil(Muliarini, 2010).
a). Segera setelah dinyatakan hamil, cobalah bertanya pada orang lain tentang badan ibu, kalau perlu ibu hamil perlu melakukan foto tiap bulan seluruh badan. Foto dan pendapat orang sekitar dapat menjadi pencegah jika ibu hamil menginginkan terlalu banyak makanan berlemak.
b). Jika cenderung mempunyai berat badan berlebihan, namun perlu dapat mengontrolnya, maka sangat mudah menghindari makanan yang berlebih saat hamil, sambil mengingat kesehatan janin.
c). Usahakan hanya mengkonsumsi makan sehat dan teratur, serta mengurangi makan saat hamil tua.
d). Pertahankan hanya mengkonsumsi snack bergizi, keju dan buah segar, baik dirumah ataupun ditempat kerja. Hindari makanan yang mengandung kalori tinggi dan makanan yang mengandung nutrisi yang rendah seperti manisan dan kripik.
e). Jika ingin snack maka harus mempertahankan bahwa snack tersebut tidak diproses dengan bahan kimia, tidak di goreng dan bukan makanan yang dimaniskan dengan cara tidak alami dan bercampur bahan kimia.
f). Jangan makan hanya untuk menyenangkan diri sendiri.
b Faktor- faktor yang mempengaruhi pertambahan berat badan
Kenaikan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang terpenting keadaan gizi ibu hamil dan makanan ibu selama berlangsung kehamilan. Berat badan hamil dan makanan ibu selama berlangsung kehamilan. BB sebelum hamil dan perubahan BB selama kehamilan berlangsung merupakan parameter klinik yang penting untuk memprediksi berat badan lahir
bayi. Wanita dengan berat badan rendah sebelum hamil, atau kenaikan berat badan rendah sebelum hamil, atau kenaikan berat badan tidak cukup banyak pada saat hamil cenderung melahirkan bayi BBLR.
Kenaikan berat badan yang dianggap baik untuk orang Indonesia adalah 9 kg. kenaikan berat badan ibu tidak sama, tetapi pada umumnya kenaikan berat badan tertinggi adalah pada umur kehamilan 16-20 minggu, dan kenaikan yang paling rendah pada 10 minggu pertama kehamilan (Supariasa, 2002).