BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pengamatan Utama
4.2.9 Bobot 1000 Bulir
Data hasil analisis ragam menunjukan bahwa kombinasi pupuk organik cair, pupuk hayati dan NPK memberikan pengaruh nyata terhadap bobot 1000 bulir (lampiran 27).
Perlakuan P7 yaitu pupuk NPK memberikan hasil rata-rata bobot 1000 bulir lebih tinggi sebesar 28,25 g jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Sejalan dengan pernyataan Purnomo (2009) menyatakan bahwa pupuk NPK tunggal dan majemuk nyata dapat meningkatkan panjang malai dan bobot 1000 butir gabah.
Tabel 13 Rata-rata pengamatan Bobot 1000 Bulir tanaman padi akibat kombinasi Pupuk organik, hayati dan NPK.
Kode Perlakuan Rata-rata 1000 Bulir
P1 Pupuk Hayati 27.50ab
P2 Pupuk Hayati + NPK 26.17b
5 5
P3 Pupuk Organik Cair 26,00b
P4 Pupuk Organik Cair + NPK 27.50ab
P5 Pupuk Organik Cair + Pupuk Hayati 26.59b
P6 Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair +NPK 26.50b
P7 NPK 28.25a
Koefisien Keragaman (%) 9.174%
\Keterangan : nilai rata-rata yang dikutip dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan tidak berbeda nyata pada analisis ragam taraf 5%
Pengamatan 1000 bulir dilakukan untuk menggambarkan kualitas gabah, semakin berat gabah maka penampilan gabah akan terlihat bernas dan berisi dan berkualitas baik. Pratama et al. (2019). Karakteristik kemampuan tanaman menghasilkan gabah bernas dipengaruhi oleh genetik juga dipengaruhi oleh ketersediaan hara yang cukup serta terjaminnya proses fisiologis tanaman.
Berdasarkan Suryanugraha et al. (2017) bahwa bobot 1000 butir lebih banyak ditentukan oleh faktor genetik daripada lingkungan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan kombinasi pupuk organik cair, pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza Sativa L) dapat disimpulkan
1. Terdapat pengaruh nyata kombinasi pupuk orgnaik cair, pupuk hayati dan NPK terhadap tinggi tanaman 56 hst, Jumlah anakan 42 hst, jumlah malai perumpun, dan bobot 1000 bulir.
2. Perlakuan P2 (pupuk hayati dan NPK) memberikan hasil rata-rata lebih tinggi pada pengamatan tinggi tanaman sebesar 98,75cm , sedangkan rata-rata tertinggi pada jumlah malai perumpun sebesar 24,29 . Perlakuan P7 yaitu pemberian pupuk NPK memberikan hasil rata-rata tertinggi pada pengamatan jumlah anakan 42 hst sebesar 34,33 dan rata-rata tertinggi pada pengamatan bobot 1000 bulir sebesar 28,25g.
5.2 Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut kombinasi pupuk organik, hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang dilakukan pada
57
lahan sawah, guna meminimalisir serangan hama lebih besar akibat penanaman yang tidak serentak dengan lingkungan sekitar.
DAFTAR PUSTKA
Adnan, A. M. 2013. Teknologi Penanganan Hama Utama Tanaman Jagung.
Prosiding Seminar Nasional Serealia, Powell 1986, 978–979.
http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/wpcontent/uploads/2016/12/515.
Andayani, S., Syahril Hayat, E., dan Hayati, R. 2021. Aplikasi Abu Sekam Padi dan Pupuk Hayati Terhadap Kesuburan Lahan Suboptimal dan Tanaman Padi. Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai, 11(1), 1–10.
Arif Susila, Sri Rustini, Endang Rohman, Intan Gilang Cempaka, Vina Eka Prasetya. 2015. Kekerabatan Kultivar Padi Lokal Jawa Tengah Berdasarkan Karakter Agronomi dan Morfologi. Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian
BB Padi. 2013 Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian. Hal 35.
Dewi, W. W. 2016. Respon Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Varietas Hibrida. 10.
Dewanto, F. G., Londok, J. J. M. R., Tuturoong, R. A. V., & Kaunang, W. B.
(2017). Pengaruh Pemupukan Anorganik Dan Organik Terhadap Produksi Tanaman Jagung Sebagai Sumber Pakan. Zootec, 32(5).
Efrizal, A., dan Ezward, C. (2017). Efektivitas Konsentrasi Pupuk Cair Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Padi Sawah Oryza Sativa L, 15(2), 95–104.
Firmansyah, I., Lukman, L., Khaririyatun, N., dan Yufdy, M. P. 2016.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dengan Aplikasi Pupuk Organik dan Pupuk Hayati pada Tanah Alluvial. Jurnal Hortikultura, 25(2), 133.
Fauziyyah, Siti Shyfa 2021 Pengaruh Dosis Pupuk Anorganik Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Super Bionik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi
Glio, M. Tosin. 2015. Pupuk Organik dam Pestisida Nabati. Jakarta: PT Agro Media Pustaka.
59
Hartatik, W., L.R. Widowati. 2006. Pupuk kandang. Dalam Simanungkalit et al.
(ed). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. p.59–82. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian
Haryanto, Dedi 2017 Identifikasi Gulma Di Lahan Pertanian Padi (Oryza sativa L.) Pasang Surut di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Dan Sumbang Sihnya Pada Pokok Bahasan Keanekarangaman Hayati Kelas X Di MA/SMA.[SKRIPSI]. Diploma thesis, UIN Raden Fatah Palembang.
Hashimi, R dan H. K. Habibi. 2021. Effects of Organic and Inorganic Fertilizers Applications Levels on Greenhouse Tomato (Solanum lycopersicum) Yield and Soil Quality in Khost Province. Asian Journal of Soil Science and Plant Nutrition. 7(4): 8.
Hera, N. 2011. Pengaruh Allelopati Beberapa Genotipe Padi(Oryza sativa l.) Lokal Sumatera Barat TerhadapPerkecambahan dan Pertumbuhan Awal Gulma Echinochloa cruss-galli (L.) Beauv. Program Pascasarjana Universitas Andalas Padang : Padang.
Husnaeni, F., dan Setiawati, M. R. 2018. Azotobacter, Kandungan N, Dan Hasil Pakcoy Pada Sistem. Jurnal Biodjati.
Jannah, A., & Rahayu, Y. S. 2011. Upaya- Upaya peningkatan hasil tanaman padi (Oryza Satuva L) Varietas Inpari Melalui Penggunaan Kombinasi Pupuk Hayati, Bahan Organik Dan Pupuk Anorganik. 9 (19).
Kusuma, C. A., Wicaksono, K. S., dan Prasanta, B. 2016. Perbaikan Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Lempung. 3(2).
Laiya, R., dan Bahua, M. I. 2015. Pertumbuhan Dan Produksi Jagung Hibrida Melalui Pemberian Pupuk Hayati.
Martiani, Rahmina Dewi 2022 Pengaruh Kombinasi Takaran Pupuk Majemuk Npk Dan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Selada Merah (Lactuca sativa L.var. Red rapids). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.
Manuhuttu A.P. , H. Rehatta, dan J.J.G Kailola. 2018. pengaruh konsentrasi pupuk hayati bioboost terhadap peningkatan produksi tanaman selada (Lactuca sativa. L). Agrologia 3 (1).
Mercia Devana Safitri, 1214121127 2016 Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung (Zea mays L.). Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
6 1
Moningka, M., Tarore, D., dan Krisen, J. (2012). Keragaman Jenis Musuh Alami Pada Serangga Hama Padi Sawah Di Kabupaten Minahasa Selatan.
Eugenia, 21(3). Https://Doi.Org/10.35791/Eug.18.2.2012.3562.
Musafa, M. K., Aini, L. Q., dan Prasetya, B. 2015. Peran Mikoriza Arbuskula Dan Bakteri Pseudomonas Fluorescens Dalam Meningkatkan Serapan P Dan.
2(2).
Mercia Devana Safitri, 1214121127 2016 Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung (Zea mays L.). Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Nafi’ah, H. H., & Hardimansyah, H. 2020. Analisis Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi Gogo yang Diberi Berbagai Perlakuan Pupuk Fosfat dan Pupuk Hayati. Jagros : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science), 4(2), 237.
Narka, I. W., Dibia, I. N., & Kusmawati, T. 2017. Pengujian Beberapa Paket Pemupukan Organik, Anorganik Dan Pupuk Hayati Terhadap Sifat Tanah, Pertumbuhan Dan Hasil Padi.
Padmanabha, I. G., Arthagama, I. D. M., & Dibia, I. N. 2014. Pengaruh Dosis Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Hasil Padi (Oriza sativa L.) dan Sifat Kimia Tanah pada Inceptisol Kerambitan Tabanan. 3(1)
Pujiati, C.N. Primiani., Marheny L. 2017. Budidaya Bawang Merah pada lahan sempit. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Pertanian Universitas PGRI Madiun, Madiun.
Ramdana Sari, 2015. Rhizobium: Pemanfaatannya Sebagai Bakteri Penambat N2.
12.
Razie, F., dan A. Iswandi. 2005. Potensi Azotobacter spp. (Dalam Lahan Surut Kalimantan Selatan) dalam Menghasilkan Indole Acetic Acid (IAA).
Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.
Jurnal Tanah dan Lingkungan, Vol.7 No.1, April 2005: 35-39.
Respati, N.Y., E. Yulianti dan A. Rakhmawati. (2017). Kemampuan Pelarutan Fosfat oleh Bakteri Termofilik pada Variasi Suhu dan pH. Seminar Nasional Pendidikan Biologi. 1-10.
Ridwan H. , E. Kantikowati, dan W.H. Agustian. 2018. Karakteristik Pertumbuhan Dan Hasil Pakchoy ( Brasica Rappa L.) Akibat Pemberian Pupuk Hayati. Jurnal AgroTatanen. 1 (1): 1–8.
Sasminto, A.T., Dan Sularno. 2017. Efektivitas Konsentrasi Pupuk Cair Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Padi Sawah Oryza Sariva L.
Prosiding Seminar Nasional Pertanian Dan Tanaman Herbal Berkelanjutan Di Indonesia. Fakultas Pertanian, Unniversitas Sumatera Utara, Medan
Sari, N.V.,M Made, S., Dan Prapasan, Y. 2017. Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Fermentasi Urin Sapi Sebagai Pupuk Cair Pada Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg. ). Jurnal Agro Industri Perkebunan, 5(1) : 57-71
Sembiring, Y. R. V., Nugroho, P. A., & Istianto, I. (2013). Kajian Penggunaan Mikroorganisme Tanah Untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Pada Tanaman Karet. Warta Perkaretan, 32(1), 7.
Seliawati, Ira 2022 Pengaruh Pupuk Organik Fermentasi (Porasi) Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Sarjana thesis, Universitas Siliwangi.
Setiawati, M. R., Fitriatin, B. N., Suryatmana, P., & Simarmata, T. 2020. Aplikasi Pupuk Hayati Dan Azolla Untuk Mengurangi Dosis Pupuk Anorganik Dan Meningkatkan N, P, C Organik Tanah, Dan N, P Tanaman, Serta Hasil Padi Sawah. Jurnal Agroekoteknologi, 12(1), 63.
Sipayung, N. Y., Gusmeizal, G., & Hutapea, S. 2017. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glicyne max L.) Varietas Tanggamus Terhadap Pemberian Pupuk Kompos Limbah Brassica Dan Pupuk Hayati Riyansigrow. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., &
Hartatik, W. (2006). Pupuk Organik Dan Pupuk Hayati Organic Fertilizer And Biofertilizer. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.
Stephanus E., R. Sinulingga, J. Ginting, T. Sabrina. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Cair Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery. Jurnal Online Agroteknologi, Vol. 3 (3): 1219 – 1225
Suwandi. G.A, Sopha dan M.P. Yudy. 2015. Efektifitas Pengelolaan Pupuk Organik, NPK, dan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah, J. Hort., 55 (3): 208-21.
6 3
Suparhun, S. 2015. Pengaruh Pupuk Organik dan POC dari Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.). Jurnal Agrotekbis, vol.3 no.5 (602-611).
Surono, Santosa, E., & Yuniarti, E. (2012). Utilization Of Bio , Organic And Inorganic Fertilizer For Systems Of Lowland Rice. Widyariset, 15(2), 301–312.
Syuhriatin, S., dan A. Juniawan. 2019. Uji Karakteristik Unsur Hara Pada Pupuk Organik Cair Hasil Limbah Sayuran dengan Penambahan EM-4 dan Zeolit. Jurnal Media Bina Ilmiah. 13 : (12).
Utari, N., Nyana, I., & Astiningsih, A. (2016). Efektivitas Penggunaan Pupuk Hayati (Enterobacter Cloacae) Untuk Meningkatkan Hasil Dan Mutu Benih Padi Varietas Cigeulis. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal Of Tropical Agroecotechnology), 5(1), 83–92.
Yasin, S. M. (2016). Respon Pertumbuhan Padi (Oryza Sativa L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Daun Gamal. Jurnal Galung Tropika, 5(1), 20–27.
Yuniarti, A., Damayani, M., & Nur, D. M. 2019. Efek Pupuk Organik Dan Pupuk N,P,K Terhadap C-Organik, N-Total, C/N, Serapan N, Serta Hasil Padi Hitam (Oryza Sativa L. Indica) Pada Inceptisols. Jurnal Pertanian Presisi (Journal Of Precision Agriculture), 3(2), 90–105.
LAMPIRAN
6 5
LAMPIRAN
Lampiran 1. Tata letak percobaan
I II III IV
P3
P1
P6
P2
P7
P2
P7
P4
P5
P5
P6
P4
P3
P1 P4
P6
P2
P7
P1
P3 P4
P5
P6
P1
P2
P3
P5 P7
25 cm
25 cm
Lampiran 2. Deskripsi Tanaman Padi Varietas Inpari 32
Nomor seleksi : BP10620F-BB4-15-BB8
Asal seleksi : Ciherang/IRBB64
Umur tanaman : 120 hari setelah sebar
Bentuk tanaman : Tegak
Tinggi tanaman : 97 cm
Daun Bendera : Tegak
Jumlah Gabah Per Malai : ±118 butir
Bentuk Gabah : Medium
Warna Gabah : Kuning Bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Agak tahan
Tekstur Nasi : Sedang
Kadar Amilosa : ±23,46 %
Berat 1000 Bulir : 27,1 gram Rata-Rata Hasil : 6,30 t/ha GKG Potensi Hasil : 8,42 t/ha GKG Ketahanan Terhadap
Hama : Agak rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, 2, dan 3
Ketahanan Terhadap
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan patotipe IV dan VIII. Tahan blas ras 033, agak tahan ras 073, rentan terhadap blas ras 133 dan 173 serta agak tahan tungro ras Lanrang
Anjuran Tanam : Cocok ditanam diekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl
Pemulia : Aan A. Daradjat, Cucu Gunarsih, Trias
Sitaresmi, Nafisah
Tahun Dilepas : 2013
SK Menteri Pertanian : 4996/Kpts/SR.120/12/2013
6 7
Lampiran 3. Deskripsi Pupuk Hayati Formula 100+ Produsen : PT. Formula Top Indonesia Kandungan : Medium Tumbuh
Azospirillium sp.
Azotobacter sp.
Microba Pelarut Fosfat
Microba Pendegradasi Selulose
Lactobacillus sp.
Manfaat : Penambat zat hara yang berguna bagi tanaman.
Beberapa mikroorganisme berfungsi sebagai penambat N2, tanpa bantuan mikroorganisme tanaman tidak bisa menyerap nitrogen dari udara.
Beberapa berperan sebagai pelarut fosfat dan pendegradasi selulosa, sehingga unsur K dan unsur mikro menjadi tersedia.
Aktivitas mikroorganisme dapat membantu memperbaiki kondisi tanah baik secara fisik, kimia maupun biologi.
Menguraikan sisa-sisa zat organik untuk dijadikan nutrisi tanaman.
Mengeluarkan zat pengatur tumbuh yang diperluan tanaman seperti beberapa jenis hormon tumbuh.
Menekan pertumbuhan organisme parasit tanaman. Pertumbuhan mikroorganisme baik akan berkompetisi dengan organisme patogen, sehingga kemungkinan tumbuh dan
berkembangnya organisme patogen semakin kecil.
Aplikasi Tanaman : Padi
Palawija
Holtikultura
Jagung
Tebu
Karet
Kelapa Sawit
Lampiran 4. Deskripsi Pupuk Organik Cair Formula 100+
Produsen : PT. Formula Top Indonesia Bahan Baku : Minyak Zaitun
Ganggang Laut
Alga
Klorofil
Kulit Telur
Tumbuhan Kandungan : Auksin
Giberelin
Sitokinin Kinetin
Sitokinin Zeatin
6 9
Manfaat : Penguat Tanaman berfungsi sebagai penguat tanaman dan mengandung hormon
pertumbuhan yang sangat lengkap untuk akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Membantu menguatkan pestisida atau pupuk cair yang digunakan secara bersamaan.
Membantu meningkatkan daya serap pupuk utama seperti urea, kcl atau npk ketika FORMULA 100+ ini disemprotkan.
Membantu membuka pori-pori tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan akar bisa memperoleh makanan yang lebih banyak.
Mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempercepat waktu panen dan meningkatkan hasil panen.
Membantu meningkatkan hasil panen lebih berkualitas.
FORMULA 100+ dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau.
Lampiran 5. Perhitungan kebutuhan tanah
Luas 1 Hektar = 10.000 m²
= 10.000.000 cm
Populasi Tanaman Per Ha = luas lahan
jarak tanam=10.000m²
0,25x0,25=160.000
Kebutuhan Tanam Per Polybag = berat tanah per Ha
populasi tanaman per Hax BJI
= 2.000 .000
160.000 x1g/cm³
= 12,5 cm³ x 1 g/cm³
= 12,5 kg/Polybag
Jadi kebutuhan tanah yang digunakan dalam satu polybag yaitu 12,5 kg tanah per polybag.
7 1
Lampiran 6. Perhitungan kebutuhan pupuk hayati
Rekomendasi pupuk hayati formula 100+ untuk padi 20 liter/ha = 20.000 ml permusim.
Dosis 1 liter Pupuk Hayati = 50 Liter air Waktu dan Dosis Aplikasi:
BHST : 2 – 4 Liter 15 HST : 2 – 4 Liter 35 HST : 4 – 8 Liter 60 HST : 2 – 4 Liter
Populasi ¿Luas lahan per Ha Jarak Tanam
Populasi ¿ 10.000m2
25×25cm=160,000
1. Dosis 15 hst dan 60 hst
Dosis per tanaman ¿Kebutu h an pupuk h ayati populasi
Dosis per tanaman ¿4.000ml
160,000=0,025ml/tanaman
2. Dosis 35 hst
Dosis per tanaman ¿Kebutu h an pupuk h ayati populasi
Dosis per tanaman ¿8.000ml
160,000=0,050ml/tanaman
Lampiran 7. Perhitungan kebutuhan Pupuk Anorganik Perhitungan kebutuhan Pupuk NPK 15:15:15
Pupuk NPK = 450 kg/ha.
7 3
Pupuk NPK/tanaman = jumlah tanaman/polybag
jumlah populasi tanaman/h a x Kebutuhan NPK
= 2
160.000 x 450 kg/ha
= 0,0056 Kg = 5 ,6 gr/tanaman
Lampiran 8. Perhitungan Kebutuhan Pupuk Organik Cair (POC) 1 tutup botol = 6 ml
6 ml/19 liter air
1 botol = 150 ml/475 liter air
Volume semprot per Ha = 475 L/ha
Volume aplikasi perpolybag = Volume semprot per Ha populasi tanaman
Volume aplikasi perpolybag = 475.000ml 160.000
= 2,9 ml/polybag = 3 ml/tanaman
7 5
lampiran 9 Hasil Analisi tanah awal
No. Parameter Satuan Hasil
Analisis* Kriteria** Metode Uji
1 C-Organik % 0,18 Sangat
Rendah Spektrofotometri
2 C/N Ratio - 5 Rendah Penghitungan
3 N Total % 0,04 Sangat
Rendah Kjeidahl
4 pH : a. H2O - 5,5 Masam
Potensiometri b. N
KCl 4,1 Netral
5 P2O5 tersedia mg/Kg 5,6 Sangat
Rendah Olsen
6 P2O5 potensial mg/100g 72 Sangat
Tinggi Spektrofotometri
7 K2O potensial mg/100g 4 Sangat
Rendah AAS
8 Kation Dapat Tukar :
a. K+
cmol(+)/K g
0,07 Sangat
Rendah
b. Na+ 0,06 Sangat AAS
Rendah
c. Ca2+ 5,40 Rendah
d. Mg2+ 3,26 Tinggi
9 Kapasitas Tukar Kation cmol(+)/K
g 18,08 Sedang Tritimetri
10 Kejenuhan
Basa % 48 Sedang Penghitungan
11 Kemasaman Dapat Tukar
a. Al3+ cmol(+)/K g
2,23
Tinggi Tritimetri
b. H+ 0,39
12 Tekstur 3 Fraksi
a. Pasir cmol(+)/K g
34 Gravimetri
b. Debu 21 Berliat
halus
7 7
c. Klei 45
Keterangan : *Dianalisis di Laboratorium ICBB (Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology) Bogor, Jawa Barat
**Sumber : Departemen Pertanian, 1983
lampiran 10 Data Curah Hujan
Tahun
Bulan 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
Januari 329 1034 150 44 164 129 186 233 187 276
Februari 346 494 87 375 413 364 270 420 531 112
Maret 245 97 88 238 307 177 192 251 377 152
April 208 294 54 110 197 256 149 381 195 139
Mei 179 24 54 52 126 152 11 115 256 60
Juni 0 50 0 83 293 0 0 0 77 96
Juli 156 93 0 36 6 0 0 25 0 68
Agustus 0 0 0 168 0 0 0 0 69 17
September 0 0 0 90 23 0 0 49 42 6
Oktober 12 12 0 303 81 73 0 29 87 200
November 122 155 28 266 215 179 5 110 182 193
Desember 261 112 100 151 222 125 120 109 102 259
Jumlah 1858 2365 561 1916 2047 1455 933 1722 2105 1578
Menurut Klasifikasi iklim Schmidth dan Ferguson, berdasarkan data curah hujan di atas didapat jumlah bulan kering (BK) dan bulah basah (BB) sebagi berikut :
Tahu
n 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022
BK 8 5 1 7 8 7 5 7 7 7
BB 4 5 8 3 3 4 7 5 2 2
Keterangan : BK (Bulan Kering) bulan dengan curah hujan kurang dari 60 mm BB (Bulan Basah) bulan dengan curah hujan lebih dari 100 mm
lampiran 11 Pembagian Tipe hujan menurut Schmidth dan Ferguson :
7 9
Keterangan : bulan basah (curah hujan > 100 mm) dan bulan kering curah hujan <
60 mm).
Menurut Schmidth dan Ferguson (1951) bahwa tipe iklim ditentukan dengan Q, yaitu perbandingan bulah basah dan bulan kering :
Diketahui :
Rata-rata bulan kering = 4,3 Rata-rata bulan basah = 6,2
Q = Rata−rata BK
Rata−rata BB×100 %
= 4,3
6,2×100 % = 69,35%
Nilai Q% Tipe Curah Hujan Keterangan
0,00 < Q ≤ 14,3 A Sangat Basah
14,3 < Q ≤ 33,30 B Basah
33,30 < Q ≤ 60,00 C Agak Basah
60,00 < Q ≤ 100,00 D Sedang
100,00 < Q ≤ 167,00 E Agak Kering
167,00 < Q ≤ 300,00 F Kering
300,00 < Q ≤ 700,00 G Sangat Kering
700,00 < Q ≤ keatas H Luar Biasa
Kering
Berdasarkan hasil perhitungan di ats, didapat nila Q sebesar 69,35% maka diperoleh iklim untuk Desa Puseurjaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur,
Kabupaten Karawang dengan tipe iklim D (sedang).
lampiran 12 Suhu dan Kelembaban Bulan Maret-APRIL
Tangga l
Mar-23
tangga l
Apr-23 Suhu Kelembaban
% Suhu Kelembaban
%
Max Min Max Min Max Min Max Min
5 29 27 90 89 1 31 25.9 90 75
6 29 27 99 81 2 32.3 24.2 99 60
7 28 25 99 79 3 30.5 27,2 99 71
8 30 26 99 57 4 32.0 26.7 99 62
9 31 27 93 99 5 31.5 26.2 99 90
10 30 26.4 99 83 6 28 27.4 90 89
11 31 26 99 90 7 30 28 90 81
12 31 27 99 81 8 32.1 26.1 99 79
13 32 27 91 42 9 33 26 99 57
14 30 26.3 99 79 10 29 27 99 99
15 29 25.6 95 80 11 29 27 93 83
8 1
16 29 25 99 55 12 30 27 99 90
17 28 25 99 61 13 30 27 99 81
18 29 26.6 91 48 14 33.5 26 99 42
19 27 25 99 45 15 31.5 29.2 91 79
20 27 25 99 61 16 32.2 29.6 99 80
21 28 25 99 41 17 31.3 26.9 95 55
22 27 25 99 44 18 31.5 27.2 99 61
23 27 25 99 41 19 30.2 27 99 48
24 28 26.5 99 44 20 32.2 28 91 45
25 29 25 99 46 21 31.9 26.5 99 61
26 29 25 99 51 22 29 27 99 41
27 30 26.2 91 39 23 32.3 29 99 44
28 31.5 27.2 99 40 24 33.4 29.1 99 41
29 32 26.7 90 64 25 30.1 26 99 44
30 31.2 27.3 95 65 26 34.7 28.3 99 46
31 31.7 27.1 99 60 27 32.8 27.7 99 51
28 36.67 26.5 99 39
29 37.2 27 96 40
30 36.6 29.6 99 64
lampiran 13 Suhu Dan Kelembaban Bulan Mei- Juni
Tangga l
May-23
Tangga l
Jun-23 Suhu Kelembaban
% Suhu Kelembaban
%
Max Min Max Min Max Min Max Min
1 33.3 27.1 99 61 1 33.6 26.2 99 71
2 37.4 29.9 99 76 2 34 26 99 73
3 34.1 28.7 99 73 3 33 27 99 67
4 33.6 28.1 99 75 4 33 27 98 80
5 36.9 29.4 99 73 5 33 27 98 65
6 30.9 30.3 99 72 6 31.5 26.3 98 85
7 31.3 27.7 99 51 7 32.7 25.4 98 81
8 30 27 90 81 8 33 26 99 82
9 32 27.5 99 80 9 32.1 25 99 85
10 32.2 27 98 83 10 33 27.2 99 62
11 31.7 28 90 64 11 34 26.4 99 56
12 33 27.3 99 72 12 31 26 99 82
13 32.4 26.7 98 57 13 34 27 98 83
14 33 26 97 63 14 31.6 26.4 98 72
15 32 27.1 96 58 15 33 25.7 97 73
16 32.5 26 99 62 16 29.7 24.7 98 71
17 31.7 27 97 46 17 31 25.7 97 64
8 3
18 32.7 27 99 90 18 32.1 25 97 78
19 33 27.3 96 87 19 31.9 25.7 98 77
20 32 26 98 65 20 32 24 98 68
21 33.4 26.7 97 61 21 33 26 97 64
22 32 27 97 83 22 33.2 25.9 98 66
23 32 26.5 96 56 23 33 26 97 87
24 31.2 26 96 89 24 32.9 26.2 97 62
25 33.2 28 95 86 25 32 23 97 61
26 33 27.1 96 72 26 31.3 25.2 97 64
27 33.7 27 96 73
28 33 27.5 95 75
29 32.7 27.3 97 83
30 33 27 96 80
31 31.5 26.7 96 63
Rata-rata Suhu Dan Kelembaban
Suhu Kelembaban
Maksimal 31,47 Maksimal 96,97%
Minimal 26,77 Minimal 65,34%
Rata-rata 29,12 Rata-rata 81,15%
Lampiran 14Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan tinggi tanaman padi 14 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab
(0.05)
Ulangan 3 32.222 10.741 1.443 3.160
Perlakuan 6 29.048 4.841 0.650 2.661
Galat 18 134.000 7.444
Total 27 195.270
B. Menghitung derajat bebas db u = r – 1 = 4 – 1 = 3 db t = t – 1 = 7 – 1 = 6
db galat = (t – 1) (r – 1) = 6 x 3 = 18 db total = (rt) – 1 = (4 x 7) – 1 = 27 C. Analisis Jumlah Kuadrat
Faktor Koreksi (FK) = (Yij)2
rt = (785,333)2
28 = 22026.730
D. Menghitung Jumlah Kuadrat (JK)
8 5
Jumlah Kuadrat Total =
∑
(Yijk)2 – FK= (26,333+...27,666)2 – 22026,730
=22222,00– 22026,730
= 195,270
E. Jumlah Kuadrat Ulangan =
= 203,3332+….+192,332
7 −22026,73 = 154412,667
7 −220026,730 = 32,22
F. Jumlah Kuadrat Perlakuan = 1072+…+41,432
7 −22026,730
= 88223,111
4 −22026,730
= 29,048
G. Jumlah Kuadrat Galat = JK Total – JK Ulangan – JK Perlakuan
=195,270– 29,048 – 32,222
= 134,00
H. Menghitung Kuadrat Tengah (KT)
Kuadrat Tengah Ulangan (KTU) = JKU
DBU=32,22
3 =10,741 Kuadrat Tengan Perlakuan (KTK) = JKP
DBP=29,048
6 =4,841 Kuadrat Tengah Galat (KTG) = JKG
DBG=134,000
18 =7,444
I. Menghitung F Hitung
F Hit Ulangan = KTU
KTG=10,74
7,44 =1,443 F Hit Perlakuan = KTK
KTG=4,841
7,44 =0,650
J. Menentukan F Tabel (0,05)
F Tab Ulangan = (db perlakuan, db galat) = (3, 18) = 3.160 F Tab Perlakuan = (db ulangan, db galat) = (6,18) = 2.661
K. Menentukan Kesimpulan
F Hitung > F Tabel = H1 ditolak F Hitung < F Tabel = H0 diterima
8 7
L. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
7.44428.05 x 100% = 9.728%
M. Uji lanjut DMRT
Menghitung Sx =
√
KTGr
N. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Tinggi Tanaman Padi 14 hst (cm)
P3 29,16 a
P6 28,91 a
P4 28,83 a
P2 28,50 a
P7 27,74 a
P1 26,74 a
P5 26,41 a
lampiran 15 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan tinggi tanaman padi 28 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab
(0.05)
Ulangan 3 192.964 64.321 3.064 3.160
Perlakuan 6 49.913 8.319 0.396 2.661
Galat 18 377.897 20.994
Total 27 620.774
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
20.99453.51 x 100% = 8.562%
C. Notasi Garis
Perlakuan Rata-rata Tinggi Tanaman Padi 28 hst (cm)
P2 55,08 a
P3 54,99 a
P7 53,83 a
P6 53,66 a
P5 53,33 a
P4 52,83 a
P1 50,83 a
lampiran 16Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan tinggi tanaman padi 42 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 140.143 46.714 1.438 3.160
Perlakuan 6 98.302 16.384 0.504 2.661
Galat 18 584.746 32.486
Total 27 823.190
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
32.48674.26 x 100% = 7.675%
8 9
C. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Tinggi Tanaman Padi 42 hst (cm)
P2 77,24 a
P7 75,83 a
P5 75,25 a
P4 74,25 a
P1 73,74 a
P6 72,66 a
P3 70,83 a
lampiran 17Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan tinggi tanaman padi 56 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab
(0.05)
Ulangan 3 42.873 14.291 0.634 3.160
Perlakuan 6 456.270 76.045 3.371 2.661
Galat 18 406.016 22.556
Total 27 905.159
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
22.55622.556 x 100% = 10,08%
C. Uji lanjut DMRT Menghitung Sx =
√
KTGr =
√
2,554 =
√
5,639 =2,37
D. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Tinggi Tanaman Padi 56 hst (cm)
P2 98.750 a
P7 97.330 ab
P6 95.998 ab
P4 95.830 ab
P5 92.083 abc
P1 89.580 bc
P3 86.918 c
lampiran 18 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Panjang Akar Padi (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 46.911 15.637 0.996 3.160
Perlakuan 6 217.009 36.168 2.305 2.661
Galat 18 282.502 15.695
Total 27 546.422
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
15.69538.37 x 100% = 10.324
C. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Panjang AkarPadi
P1 41,44 a
P3 40,84 a
P6 40,40 a
P2 40,18 a
P5 36,14 a
P7 35,40 a
P4 34,17 a
9 1
lampiran 19 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Bobot Akar Padi (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 787.562 262.521 1.174 3.160
Perlakuan 6 589.655 98.276 0.439 2.661
Galat 18 4025.876 223.660
Total 27 5403.093
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
223.66073.78 x 100% = 20.271
C. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab
(0.05)
Ulangan 3 3.233 1.078 1.358 3.160
Perlakuan 6 2.150 0.358 0.451 2.661
Galat 18 14.285 0.794
Total 27 19.668
D. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
0,7948,548 x 100% = 10.421%
E. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Bobot Akar Padi
P7 81,92 a
P1 79,07 a
P3 74,24 a
P4 71,99 a
P5 70,48 a
P6 69,68 a
P2 69,08 a
lampiran 20Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Jumlah anakan padi 14 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber DB JK KT Fhit Ftab
9 3
Ragam (0.05)
Ulangan 3 3.431 1.144 1.986 3.160
Perlakuan 6 4.304 0.717 1.246 2.661
Galat 18 10.364 0.576
Total 27 18.099
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
0,5763,51 x 100% = 21,61
Dikarenakan KK lebih dari 20% maka daata percobaan di akarkan C. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 0.253 0.084 1.988 3.160
Perlakuan 6 0.302 0.050 1.183 2.661
Galat 18 0.765 0.042
Total 27 1.320
D. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
0,0421,86 x 1100% = 11,07%
E. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Jumlah anakan Padi 14 hst
P3 3,83 a
P7 3,83 a
P4 3,75 a
P2 3,66 a
P6 3,33 a
P1 2,99 a
P5 2,91 a
lampiran 21Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Jumlah anakan padi 28 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 46.439 15.480 1.297 3.160
Perlakuan 6 74.204 12.367 1.036 2.661
Galat 18 214.915 11.940
Total 27 335.559
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
11,9417,11 x 100% = 20,19%
Dikarenakan KK lebih dari 20% maka daata percobaan di akarkan C. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 0.624 0.208 1.207 3.160
Perlakuan 6 1.094 0.182 1.058 2.661
9 5
Galat 18 3.101 0.172
Total 27 4.819
D. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
0,1724,11 x 100% = 10.084%
E. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Jumlah anakan Padi 28 hst
P7 19,16 a
P4 18,91 a
P2 18,24 a
P5 17,08 a
P3 16,41 a
P6 15,29 a
P1 14,66 a
lampiran 22 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Jumlah anakan padi 42 hst (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab
(0.05)
Ulangan 3 150.032 50.011 3.187 3.160
Perlakuan 6 386.802 64.467 4.108 2.661
Galat 18 282.468 15.693
Total 27 819.302
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
15.69329.57 x 100% = 13.396%
C. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Jumlah anakan Padi 42 hst
P7 34,33 a
P4 33,49 a
P2 31,41 ab
P5 31,16 ab
P3 26,49 bc
P6 26,08 bc
P1 23,99 c
lampiran 23 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Jumlah Malai padi(Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 99.297 33.099 3.053 3.160
Perlakuan 6 365.065 60.844 5.612 2.661
Galat 18 195.141 10.841
Total 27 659.503
9 7
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
10.84120.70 x 100% = 15.909%
C. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Jumlah malai perumpun
P2 24,28 a
P4 24,03 a
P7 23,99 a
P6 22,62 ab
P5 17,99 bc
P1 16,37 c
P3 15,54 c
lampiran 24Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Jumlah Gabah Permalai (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 146.425 48.808 0.353 3.160
Perlakuan 6 964.603 160.767 1.162 2.661
Galat 18 2490.603 138.367
Total 27 3601.631
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
138.36770.70 x 100% = 16.637
C. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Jumlah Gabah Permalai
P6 77,49 a
P2 75,08 a
P5 74,91 a
P7 70,83 a
P4 69,16 a
P1 69,08 a
P3 58,33 a
lampiran 25 Analisis Ragam pengaruh kombinasi Pupuk organik, hayati dan anorganik terhadap pengamatan Bobot Gabah Perumpun (Oryza Sativa L)
A. Tabel Analisis Ragam (ANOVA) Sumber
Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 504.273 168.091 1.584 3.160
Perlakuan 6 1144.672 190.779 1.792 2.661
Galat 18 1916.438 106.469
Total 27 3565.383
9 9
B. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
106.46928.73 x 100% = 35.913%
Dikarenakan KK lebih dari 30% maka data pengamatan di akarkan
C. Tabel Analisis Ragam (ANOVA)
Sumber Ragam DB JK KT Fhit Ftab (0.05)
Ulangan 3 4.394 1.465 1.584 3.160
Perlakuan 6 11.013 1.836 1.795 2.661
Galat 18 19.041 1.058
Total 27 34.448
D. Koefisien Keragaman =
√
KTG× x 100% =
√
1.0585.24 x 100% = 19.613%
E. Garis Notasi
Perlakuan Rata-rata Bobot Gabah Padi
P6 36,59 a
P2 34,64 a
P4 31,38 ab
P7 31,33 ab
P5 26,88 ab
P1 23,64 ab
P3 16,63 b