• Tidak ada hasil yang ditemukan

Boneka Tangan

Dalam dokumen RA DARUL ULUM GEGESIK KABUPATEN CIREBON (Halaman 37-42)

F. Kegunaan Penelitian

5. Boneka Tangan

dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial tempat anak tinggal. Perkembangan mengalami percepatan bila anak memiliki kesempatan untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan yang baru diperoleh dan ketika mereka mengalami tantangan. Sarana penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak serta merefleksikan perkembangan anak yaitu dengan bermain.

Melalui bermain anak memiliki kesempatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya sehingga anak disebut dengan pembelajar aktif. Anak akan berkembang dan belajar dengan baik apabila berada dalam suatu konteks komunitas yang aman (fisik dan psikologi), menghargai, memenuhi kebutuhankebutuhan fisiknya, dan aman secara psikologis. Anak menunjukkan cara belajar yang berbeda untuk mengetahui dan belajar tentang suatu hal yang kemudian mempresentasikan apa yang mereka tahu dengan cara mereka sendiri.

a. Pengertian Boneka Tangan

Menurut Sudjana dan Rivai dalam bukunya yang berjudul media pengajaran, didalamnya dijelaskan bahwa :

Pengertian boneka ialah tiruan bentuk manusia dan bentuk binatang. Jadi sebenarnya boneka merupakan salah satu model perbandingan. Dalam penggunaan boneka dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan cara dimainkan dalam sandiwara boneka. Sejak tahun 1940-an pemakaian boneka sebagai media pendidikan menjadi populer dan banyak digunakan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan di Amerika.20

Seni pembuatan boneka di Eropa telah sangat tua dan sangat populer serta lebih tinggi tingkat keahliannya dibandingkan di Amerika. Untuk keperluan sekolah dapat dibuat boneka yang disesuaikan dengan cerita-cerita jaman sekarang. Untuk tiap daerah pembuatan boneka ini disesuaikan dengan keadaan daerah masing- masing.

Fungsi boneka adalah selain sebagai media pembelajaran, boneka juga sebagai perantara alat komunikasi, menangkap daya pikir anak, mengembangkan daya visualnya serta anak dapat berimajinasi dengan senangnya dia belajar.

Sementara itu definisi boneka tangan dijelaskan oleh Elizabet G. Hainstock sebagai berikut :

Secara rinci pengertian boneka tangan yaitu, karena boneka ini hanya terdiri dari kepala dan dua tangan saja, sedangkan bagian badan dan kakinya hanya merupakan baju yang akan menutup lengan orang yang memainkannya disamping cara

20 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2007), h. 5

memainkannya juga hanya memakai tangan (tanpa menggunakan alat bantu yang lain).21

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dipahami bahwa cara memainkanya adalah jari telunjuk untuk memainkan atau menggerakkan kepala, ibu jari, dan jari tangan untuk menggerakkan tangan.

Sementara itu menurut Gunarti bahwa, “Pengertian boneka tangan adalah boneka yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan bisa dimasukkan ke tangan. Jari tangan bisa dijadikan pendukung gerakan tangan dan kepala boneka”.22

Jadi pengertian media boneka tangan berdasarkan pendapat di atas adalah media atau alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan bisa dimasukkan ke tangan.

b. Langkah-Langkah Menggunakan Boneka Tangan dalam Menyampaikan Cerita

Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan kegiatan bercerita menggunakan boneka tangan berdasarkan pendapat dari Gunarti adalah seperti hal-hal berikut ini:

1) Hendaknya guru/ pencerita hafal isi cerita.

2) Ada baiknya menggunakan skenario cerita. 3) Latihlah suara agar dapat memiliki beragam karakter suara yang dibutuhkan dalam bercerita. Misal suara anak-anak,

21 Elizabet G. Hainstock, Metode Pengajaran Montessori Untuk Anak Pra Sekolahl, (Jakarta:

Pustaka Dela Pratara, 2005), h. 22

22 Gunarti, Permainan Boneka Tangan, (Jakarta: Gramedia, 2010), h. 20

suara nenek-nenek, suara ibu-ibu, suara binatang dan lain-lain.untuk anak tunarungu lebih ditekankan pada ekspresi dan oral.

3) Gunakan boneka yang menarik dan sesuai dengan dunia anak serta mudah dimainkan oleh guru atau orang tua maupun anak-anak.

4) Boneka yang digunakan bisa lebih dari satu, dengan jumlah maksimal 8 buah dengan bentuk yang berlainan agar siswa tidak kesulitan menghafal tokoh cerita.

5) Apabila menggunakan satu boneka, maka percakapan atau cerita dilakukan antara anak dengan boneka yang disuarakan oleh guru.

6) Apabila menggunakan dua boneka maka percakapan atau alur cerita dilakukan oleh kedua boneka tersebut yang disuarakan oleh guru atau orang tua dengan karakter suara yang berbeda. Anak menyimak percakapan dan jalan cerita yang disajikan.

7) Penggunaan lebih dari dua boneka maka percakapan atau alur cerita dilakukan oleh kedua boneka tersebut yang disuarakan oleh guru atau orang tua dengan karakter suara yang berbeda. Agar jalan cerita terdengar indah, dipermanis dengan alunan musik.23

Sedangkan langkah-langkah penggunaan boneka tangan dalam menyampaikan cerita adalah sebagaimana dijelaskan oleh Badru Zaman adalah sebagai berikut :

1) Mengenalkan boneka-boneka dan bagian-bagiannya sesuai peran/ cerita.

2) Mengenalkan cara-cara memegang/ memainkan boneka- boneka.

3) Dimainkan dengan menggunakan tangan yang dimasukkan ke dalam baju boneka.

4) Boneka dimainkan dengan dialog dari guru/ pencerita.

5) Dapat juga dibantu dengan panggung boneka sehingga yang memainkan tidak kelihatan.24

Selain itu menurut Nurbiana Dhieni menyebutkan langkah- langkah pelaksanaan bercerita dengan boneka tangan adalah :

23 Ibid, h. 5-20)

24 Badru Zaman, dkk, Media dan Sumber Belajar, (Jakarta: Universitas, 2009), h. 21

1) Anak memperhatikan saat menyiapkan alat peraga dan boneka yang diperlukan.

2) Anak mengatur posisi tempat duduknya.

3) Anak memperhatikan guru menunjukkan alat peraga yang telah disiapkan dan menyebutkan nama dan tokoh- tokoh dalam cerita.

4) Memberitahu judul ceritanya.

5) Anak mendengarkan guru bercerita dengan melaksanakan dialog/ percakapan antar boneka.

6) Sambil bercerita, menggerakkan boneka tanga secara bergantian sesuai isi cerita.

7) Setelah selesai bercerita, guru memperlihatkan kembali seluruh boneka tangan secara bergantian.

8) Anak menyimpulkan isi cerita.

9) Melengkapi kesimpulan isi cerita dari anak.25

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa media hand puppet atau boneka tangan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan anak dalam menyampaikan cerita di depan kelas. Karena hand puppet memiliki nilai yang efektif dan juga lebih evisien dalam mendukung pengembangan kemampuan bercerita anak.

c. Kelebihan dan Kekurangan Boneka Tangan

Sehubungan dengan kelebihan dan kekurangan boneka tangan sebagai media belajar dijelaskan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

Dewi mengungkapkan bahwa media hand puppet atau boneka tangan ini mempunyai beberapa kelebihan bila digunakan sebagai media pembelajaran, kelebihannya adalah sebagai berikut :

25 Nurbiana Dhieni dkk, Metode Pengembangan Bahasa, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2005), h.42.

1) Tidak memerlukan waktu yang banyak, biaya dan juga persiapan yang terlalu rumit.

2) Tidak banyak memakan tempat dan lokasi.

3) Tidak menuntu keterampilan yang khusus dan rumit bagi pemakainya.

4) Latar atau panggung boneka dapat dibuat sendiri dengan sederhana sesuai dengan kreatifitas pemakai.

5) Dapat mengembangkan imajinasi anak, mempertinggi keaktifan dan menambah suasana gembira.

Dalam dokumen RA DARUL ULUM GEGESIK KABUPATEN CIREBON (Halaman 37-42)

Dokumen terkait