• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

E. Bukti Langsung Atau Berujud (tangibles)

Meliputi fasilitas fisik, peralatan pegawai, kebersihan (kesehatan), ruangan baik teratur rapi, berpakaian rapi dan harmonis, penampilan karyawanatau peralatannya dan alat komunikasi.Sedangkan menurut Depkes RI (dalam Onny, 1985) telah menetapkan bahwa pelayanan perawatan dikatakan berkualitas baik apabila perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan aspek-aspek dasar perawatan.

Aspek dasar tersebut meliputi aspek penerimaan, perhatian, tanggung jawab, komuniksi dan kerjasama. Nyaman, rasa nyaman timbul jika seseorang merasa diterima apa adanya.

Pasien yang membutuhkan kenyaman baik dari ruang rawat inap maupun situasi dan kondisi yang nyaman sehinggapasien akan merasakan kenyamanan dalam proses penyembuhannya.

Adanya komunikasi yang saling berinteraksi antara pasien dengan perawat, dan adanya hubungan yang baik dengan keluarga pasien saling kerjasama, meliputi sikap perawat yang harus mampu melakukan kerjasama yang baik dengan pasien dan keluarga

pasien, tanggung jawab, meliputi sikap perawat yang jujur, tekun dalam tugas, mampu mencurahkan waktu dan perhatian, sportif dalam tugas, konsisten serta tepat dalam bertindak

Berobat ke luar negeri perlu persiapan khusus agar hasil yang diperoleh tidak mengecewakan dan sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berobat ke luar negeri Langkah- langkah ini berdasarkan pengalaman penulis yang sudah belasan kali berobat ke luar negeri

1. Pastikan dahulu tujuan dan alasan mengapa kita berobat ke luar negeri Sepanjang tujuan dan alasan yang diinginkan tidak dapat dipenuhi di Indonesia, berobat ke luar negeri adalah pilihan yang dapat dipertimbangkan. Alasan terbaik adalah jika ada kelebihan yang dapat diperoleh dari berobat ke luar negeri itu.

2. Kumpulkan informasi selengkap mungkin tentang Rumah Sakit /klinik /dokter yang akan dituju di luar negeri melalui internet atau dari orang yang pernah berobat tempat itu. Bisa juga melalui perwakilan dari RS/klinik setempat. Usahakan agar dapat memperoleh informasi seobjektif mungkin & tidak terjebak oleh informasi yang bersifat persuasif semata.

3. Pastikan dokter yang akan menangani memang ahlinya (secara keilmuan dan pengalaman), dengan cara mengumpulkan data/informasi dari berbagai sumber. Dapat pula ditanyakan dan dikonfirmasikan kepada dokter dengan keahlian sejenis di Indonesia yang umumnya juga tergabung dalam asosiasi internasional.

4. Pertimbangkan jarak dan waktu tempuh perjalanan dengan kondisi pasien yang akan diobati serta konsultasikan dengan dokter tentang perlu tidaknya menggunakan prosedur evakuasi. Jangan sampai kondisi kesehatan pasien justru memburuk karena waktu tempuh terlalu lama . 5. Biaya berobat ke luar negeri umumnya akan jauh lebih besar dari biaya

berobat di dalam negeri karena selain biaya standar pengobatan yang umumnya lebih tinggi juga ada biaya tambahan lainnya seperti biaya evakuasi bagi pasien yang kondisinya parah, biaya transportasi dan akomodasi bagi pasien dan pengantar. Maka pertimbangkan secara matang perkiraan anggaran dan dana yang tersedia.

6. Perhatikan pula kelancaran dan kenyamanan komunikasi antara pasien/keluarga dengan dokter/RS/klinik agar tak terjadi kesalahpahaman, sehingga terapi dapat berjalan dengan baik selama berobat di luar negeri maupun setelah kembali ke tanah air.

7. Kumpulkan semua catatan medis dan instruksi pascaoperasi dan perawatan yang dibutuhkan untuk dilanjutkan di tanah air. Akan lebih baik jika dokter di luar negeri mengenal teman sejawatnya di Indonesia atau mau membuka komunikasi dengan dokter di tanah air untuk kelanjutan perawatan dan pengobatan.

DAFTAR PUSTAKA

Bachtiar, Wardi, 2006, Sosiologi Klasik dari Comte Hingga Parsons, Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Baharuddin, 2006, Pasien Sumut Membanjiri RS di Penang,

Foster, 1986, Antropologi Kesehatan, Jakarta: University Press.

Hamidi,Dr,Msi,2004,Metode Penelitian Kualitatif,Jakarta:UMM Press

Iskandar, dr.H. Dalmy, 1998, Rumah Sakit, Tenaga Kesehatan, Dan Pasien, Medan, Sinar Grafika.

Lumenta,Benyamin, Pasien, Citra, Peran dan Perilaku,Tinjauan Fenomena Sosial,Kanisius,Yogyakarta,Indonesia,1989.

Marshal dan Lois ed Fauzi Muzaham, 1995, Memperkenalakan Sosiologi Kesehatan, Jakarta: UI Press

Marzof,.DR. James R . MS.MPH, 2002, Sektor Kesehatan Indonesia : Peluang untuk Reformasi Analisis Mengenai Hambatan Dan Kendala Dalam Pertumbuhan,

http ://wbln0018.worlbank.org/eap.nsf/Attachments/PHS/$File/Private+Sector- Aug02ind.pdf, (19 November 2007) (16.00 ).

Moleong, Lexy, 2005, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya Ningtyas, Henni Rahayu, 2006, Liberalisasi Jasa Kesehatan

Ritzer, Gorge – Douglas J. Goodman , 2005, Teori Sosiologi Modern , Jakarta,Prenada Media.

Sarwono, Solita, 1997, Sosiologi Kesehatan, Yogyakarta: Gadjah Mada Unipersity Press.

Sunarto, Kamanto,2000,Pengantar Sosiologi Edisi ke II,Jakarta: Lembaga Falkutas Ekonomi Universitas Indonesia

Widoyoko, J. Danang, 2006, MenyoalAnggaran Pertahanan,

www.antikorupsi.org/docs/anggaran militer danang.pdf),(15 Juni 2007) (17:30) Yasyin,Sulchan , 1997,Kamus Lengkap Bahasa Indonesia ,Surabaya : Amanah .

Waterman , Barbara , 1993 , Sosiologi Kesehatan Mengekploitasi Penyakit Mencari Keuntungan, Jakarta , Prima Aksara ,

……,2007, Penjelasan Khusus Sektor Kesehatan,

…….,2006 Health Belief Model (http//202.155.5.44/ indekx.php?optm

=article&task=view article&ortid=168&itemid=3), (12 Juli 2007) (11:54)

(//www.google.com/search?q+cache:Gakd611zJwj:Gindah.blogspot.com/2007_0 9_01) (01 Maret 2008) (19 :30)

&gl+id ) (01 Maret 2008) (20.00)

(01 Maret 2008) (21.00)

DRAFT WAWANCARA UNTUK PASIEN YANG BEROBAT KE PENANG ( MALAYSIA)

I . Karakteristik Informan

11. Nama :

12. Jenis Kelamin :

13. Alamat :

14. Umur :

15. Pekerjaan :

16. Penghasilan : 17. Jumlah Tanggungan :

18. Pendidikan :

19. Penyakit yang dialami :

II.Biaya

1.Biaya yang sudah di keluarkan untuk berobat di Rumah Sakit Dalam Negeri ? 2.Biaya yang sudah di keluarkan untuk berobat di Rumah Sakit Penang ( Malaysia) 3.Siapa yang menganjurkan berobat ke Rumah Sakit di Penang?

4.Sudah berapa kali berobat ke Rumah Sakit Di Penang ( Malaysia) ? II.Rumah Sakit

II.1.A. Rumah Sakit Dalam Negeri

2. Nama Rumah Sakit yang pernah di kunjungi di Medan ? 3. Bagaimana kulitas Rumah Sakit di Medan?

4. Bagaimana proses administrasinya?

5. Apakah ada peraturan tertentu yang diterapkan di Rumah Sakit yang menyulitkan pihak pasien?

1.B .Fasilitas Rumah Sakit Dalam Negeri

1. Bagaiman keadaan kebersihan Rumah Sakit tersebut dari kamar mandi dan kamar pasien?

2. Bagaimana kualitas jenis makanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada para pasien?

3. Apakah setiap kelas berbeda makanan yang diberikan?

4. Bagaimana jam besuk nya?

5. Bagaimana kondisi tempat tidur yang disediakan pihak rumah sakit?

6. Bagaimana peraturan yang diberikan Rumah Sakit bagi pihak keluarga pasien yang ikut menginap di Rumah Sakit?

1.C .Paramedis di Rumah Sakit Dalam Negeri

1. Bagaimana kinerja paramedis seperti dokter dan perawat di Rumah Sakit?

2. Apakah paramedis memberikan layanan berbeda bagi pasien yang setiap kelasnya?

3. Bagaimana sikap yang ditujukan perawat rumah sakit jika ingin memberi obat, memberi makan, dan menyuntik?

4. Bagaiamana perawat memberikan pelayanan rawatan bagi pasien yang menderita penyakit tertentu ?

5. Apakaah layanan yang diberikan perawat hanya seputar kegiatan medis saja?

6. Bagaimana profesionalisme dokter di Rumah Sakit Negeri?

7. Bagaimana kualitas obat yang diberikan bagi pasien?

8. Apa ada kemajuan setelah berobat di Rumah Sakit Negeri?

II.2.A. Rumah Sakit Di Penang ( Malaysia)

1. Nama Rumah Sakit yang pernah di kunjungi di Penang?:

2. Bagaimana kulitas Rumah Sakit di Penang?

3. Bagaimana proses administrasinya?

4. Tolong ceritakan kronlogis dari anda pertama kali diagnosa penyakit tersebut hingga tahap pengobatan di Rumah Sakit di Penang Malaysia?

5. Apakah ada peraturan tertentu yang diterapkan di Rumah Sakit di Penang yang menyulitkan pihak pasien?

II.B .Fasilitas Rumah Sakit Penang

1. Bagaiman keadaan kebersihan Rumah Sakit tersebut dari kamar mandi dan kamar pasien?

2. Bagaimana kualitas jenis makanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada para pasien?

3. Apakah setiap kelas berbeda makanan yang diberikan?

4. Bagaimana jam besuk nya?

5. Bagaimana kondisi tempat tidur yang disediakan pihak rumah sakit?

6. Bagaimana peraturan yang diberikan Rumah Sakit bagi pihak keluarga pasien yang ikut menginap di Rumah Sakit?

7. apakah ada tempat khusus bagi keluarga yang menjaga pasien?

8. apakah pihak keluarga juga diberikan pelayanan yang sama dengan pasien seperti disediakan makanan?

Dokumen terkait