BAB II LANDASAN TEORI
C. Busana Muslim
1. Pengertian Busana Muslim
Busana muslim adalah busana yang menutupi seluruh tubuh manusia yang tidak boleh diperlihatkan oleh banyak orang. Dalam
22 Muhammad Ali dan Asrori, Mohammad, Psikologi Remaja, (Jakarta : Bumi Aksara,
2006), hal. 78-83.
rujukan kata bahasa Indonesia secara keseluruhan, berbusana itu sendiri dicirikan sebagai busana syar'i, busana muslim, busana muslim, busana atau busana yang jelas dengan syarat yang telah ditentukan. Di Indonesia, untuk menyebut busana muslimah, ada bahasa yang cukup dikenal, yakni busana muslim khusus. Dalam bahasa busana muslim, sebagaimana ditunjukkan oleh W.J.S Poerwadarminta, busana adalah pakaian yang indah, permata.23 Busana muslim atau disebut juga (pakaian) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain (makanan) dan tempat berlindung (papan) menurut M. Quraish Sihab selain bekerja untuk menutupi aurat, pakaian juga merupakan gambaran status seseorang di depan umum. mata. Karena berpakaian atau berdandan merupakan contoh naluri manusia yang memiliki rasa malu dengan tujuan umumnya berusaha menutupi tubuhnya. Khusus untuk wanita, mereka memiliki pakaian luar biasa yang menunjukkan gaya hidup mereka sebagai seorang wanita Muslim.24
2. Syarat-Syarat Busana Muslim
Islam tidak hanya mengarahkan hubungan antara manusia dan makhluk ilahi mereka, tetapi juga mengatur hubungan antar individu. Ini termasuk mengarahkan masalah pakaian, karena di mata publik masalah pakaian adalah masalah yang sangat sensitif. Islam menetapkan beberapa
23 Huzaemah Tahido Yanggo, Fiqih Perempuan Kontemporer, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2010), hal. 11.
24 M. Quraish Shihab, Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, (Jakarta : Lentera Hati, 2004), hal. 31.
ketentuan dan referensi yang harus dipatuhi oleh wanita Muslim dalam hal berpakaian.
Syarat busana muslim oleh Arif Munandar bagi menjadi dua sebagai berikut :
a. Berhubungan dengan pola potongan baju dan pemakaian di tubuh.
b. Berhubungan dengan model busana.25 3. Etika Bserbusana
Dalam berbusana sangat penting untuk memperhatikan akhlak dalam berbusana agar terhindar dari hal-hal yang tidak menarik, karena saat ini banyak wanita muslimah, khususnya remaja yang banyak memakai hijab sesuai dengan model yang ada, memiliki banyak kekurangan dalam berbusana islami. , seperti memakai hijab. celana ketat yang dipadukan dengan kemeja ketat dan memakai jilbab yang tidak menutupi dada, kemudian memakai rok yang ketat dan transparan atau ramping dan tidak menutupi aurat dengan membuka lekuknya. Dari keajaiban tersebut, penting untuk ditegaskan bahwa akhlak berbusana bagi wanita muslimah sangat penting agar tidak menyongsong pelanggaran yang saat ini semakin marak. Standar pakaian adalah:
a. Setiap individu yang ingin memulai suatu pekerjaan hendaknya membaca “basmallah” dengan lafadz “bismillahirrahmanirrahim”,
25 Arif Munandar, Perhiasan Wanita Muslimah, (Solo : Al-Qowam, 2006), hal. 30.
sehingga keseluruhan pekerjaan kita senantiasa dimuliakan oleh Allah SWT.
b. Bacalah doa ketika menanggalkan atau mengambil pakaian dari posisinya.
c. Bacalah doa saat mengenakan pakaian.
d. Mulailah berpakaian dengan sisi kanan, dan mulai menanggalkan pakaian dengan sisi kiri.
e. Cobalah untuk tidak berpakaian seperti jenis kelamin lainnya, pria tidak berpakaian seperti wanita dan wanita tidak berpakaian seperti pria.
f. Cobalah untuk tidak berpakaian seperti individu yang tidak sesuai dengan kualitas Islam.
g. Biarkan jilbab, jilbab, pakaian menutupi seluruh tubuh (aurat).
h. Pakaian itu harus masuk akal dan berbudaya, bukan sebagai perhiasan yang mencolok, yang potongannya tidak normal atau memiliki nada yang menarik, yang menimbulkan kritik dan pertimbangan. Jilbab atau hijab atau pakaian yang menutupi seluruh tubuh (aurat), tidak langsing, lugas, tidak terbatas, tidak ketat, tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan aurat.
i. Seseorang tidak boleh memakai pakaian dengan desain aneh untuk menjadi unik dalam hubungannya dengan sebagian besar, dan
memakainya dengan kepuasan dan egoisme, karena ini dilarang oleh Islam.26
4. Adab-Adab Berbusana Muslim Menurut Islam
Gagasan Islam tentang komitmen menutup aurat, yaitu contoh rasa aib yang dipendam manusia, tidak dialami dalam kemajuan manusia manapun. Memang, bahkan orang-orang di tatanan sosial paling modern dan paling manusiawi, tidak akan resah membuka diri, memamerkan semua aspek tubuh mereka.
Islam menginstruksikan bahwa pakaian menutupi ekspos, bukan hanya permata. Islam mengharuskan setiap pria dan wanita untuk secara konsisten menutupi pelengkap yang menarik pertimbangan jenis kelamin lainnya. Ditelanjangi adalah demonstrasi cabul.
Menutup aurat adalah kewajiban bagi semua orang. Namun, ada perbedaan dalam emanasi di antara orang-orang. Aurat laki-laki dari tengah sampai lutut, sedangkan aurat wanita ada di seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.27
Artinya, walaupun pakaian yang dikenakan menutupi aurat dan bebas seperti yang digambarkan di atas, maka sebagian dari persyaratan pakaian wanita Muslim menurut ajaran Islam adalah sebagai berikut:
26 Muhammad Taqiyyuddin Alawiy, Etika Berpakaian Seorang Muslim/Muslimah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2013), hal. 46.
27 Abdulaziz Bin Marzuq Ath-Tharifi, Hijab Busana Muslimah Sesuai Syari’at dan Fitrah, (Sukoharjo : Al-Qowam, 2015). hal. 37.
a. Tebal
Bahan tidak boleh terlalu halus sehingga tidak menutupi warna kulit yang ditutupinya. Mengharapkan pakaian mungil belum menutupi bagian pribadi. Nabi Muhammad SAW juga memberikan peringatan tentang dua perkumpulan yang bertempat dengan orang- orang neraka. Salah satunya adalah wanita muslimah yang berpenampilan namun tetap terbuka.
b. Bersahaja dan menarik perhatian
Dilarang berlatih gaya jahiliyah. Oleh karena itu adalah ilegal untuk mengenakan pakaian yang mencolok atau menarik untuk dipamerkan.
c. Tidak terlihat seperti pakaian pria (untuk wanita) dan juga sebaliknya
Rasulullah SAW memarahi pria yang berpakaian fenomenal untuk wanita dan wanita yang berpakaian menarik untuk pria.
Menggunakan bahasa yang lebih pasti bahwa Nabi melompati laki- laki yang mengikuti perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki, baik dalam permata, wacana, jalan-jalan, dan sebagainya.
Ini termasuk kutukan kejam dan sangat tahan lama dari Nabi Muhammad dijelaskan dari Ibn Abbas, dia berkata "Rasulullah mencaci laki-laki seperti wanita dan wanita seperti pria". Juga, dalam lafadz lain, "Nabi mencerca laki-laki untuk bertindak seperti wanita dan wanita untuk bertindak seperti laki-laki".
d. Tidak terlihat seperti pakaian non-Muslim atau non-Muslim
Rasulullah SAW melarang peniruan secara total sehingga membuat individu terjerumus ke dalam keragu-raguan atau kezaliman yang dilakukan oleh individu yang ditiru.
e. Tidak termasuk pakaian syuhrah
Pakaian syuhrah adalah pakaian yang umumnya dipakai untuk bersenang-senang dan mementingkan diri sendiri untuk mencari pujian dari orang-orang yang melihatnya. Karena dalam pakaian seperti ini jelas hukumnya haram.
f. Cobalah untuk tidak memperindah
“Makan, minum, beramal dan berpakaian, asalkan tidak berlebihan dan tidak dibarengi dengan keangkuhan.” (HR Bukhari, Nasal, dan Ibnu Majah).
g. Membaca dengan teliti doa dalam pakaian
Mengharapkan Anda ingin mengenakan pakaian baru, maka bacalah imbauan seperti kasus Nabi Muhammad. Said Al-Khudri berkata, “Setiap kali Rasulullah hendak memakai pakaian baru, dia akan menyebut namanya, seperti sorban, kemeja atau pakaian, kemudian, pada saat itu, sekitar kemudian dia akan bertanya”.28 5. Fungsi Berbusana Muslimah
28 Abu Malik Kamal Bin Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah Wanita, (Sukoharjo : Al Hambara, 2015), hal. 411.
Busana merupakan kepribadian dan gambaran keberadaan seseorang sehingga dalam Islam pakaian ditata sedemikian rupa. Gaun memiliki banyak kapasitas dan dampak bagi pemakainya. Di antara unsur-unsur berpakaian adalah:
a. Menutup aurat.
b. Sebagai perhiasan.
c. Sebagai penunjuk identitas.
Untuk situasi ini, kita dituntut untuk imajinatif dan kreatif dalam berpenampilan sehingga ada pembedaan antara individu Muslim dan non-Muslim.
d. Pakaian sebagai pemandu perilaku.29
Memanfaatkan hijab untuk wanita memiliki banyak keuntungan dan manfaat antara lain sebagai berikut:
a. Hijab adalah cinta yang sederhana, penuh semangat, namun bisa dipuja oleh Allah SWT.
b. Hijab membuat Anda lebih gesit dan prima.
c. Hijab akan membuat Anda semakin terpacu untuk terus melangkah dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.
d. Hijab mencegah dosa.
e. Membuat kita lebih sadar dan konsisten istiqamah.30
29 http://caksyeh.blogspot.co.id/2013/12/adab-dan-fungsi-berpakaian-di-dalam.html?m=1 (akses 16 Mei 2021).
30 Zerlina Lalage, Sweet Smart dan Sexy Beautiful, (Yogyakarta : Galmas Publisher, 2015). hal. 188.
34