PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dengan berpakaian sebagai seorang Muslim, seseorang diharapkan bertindak sesuai dengan moral yang ketat. Namun, ada kendala yang jelas terlihat ketika berpakaian sesuai dengan ajaran Islam.
Identifikasi Masalah
Dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti menemukan fenomena transformasi atau pergantian pakaian yang dilakukan oleh santri di Pondok Pesantren Al-Mubarokh kota Bengkulu, banyak santri pada saat itu yang menggunakan pakaian yang tidak atau tidak. sesuai dengan hukum Islam. di depan Sekolah Islam Kota Al-Mubarokh, Bengkulu. Transformasi atau pergantian busana ini menarik minat peneliti, sehingga peneliti berencana untuk melakukan penelitian dengan judul “Persepsi Remaja Berbusana Muslim di Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu”.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil Penelitian yang Relevan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian busana muslim oleh remaja di Pondok Pesantren Al-Mubarokh kota Bengkulu adalah sebagai berikut. Remaja di Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu memahami pakaian muslim yang sesuai dengan kaidah dan ketentuan atau ajaran agama Islam.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Persepsi
- Pengertian persepsi
- Teori persepsi
- Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
- Proses terjadinya persepsi
Oleh karena itu, peneliti menyelesaikan disertasi ini dengan judul “Persepsi Remaja Terhadap Busana Muslim di Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu”. Namun sangat disayangkan mengenai busana muslimah saat ini desain busana muslim saat ini kurang lengkap dan tidak sesuai dengan tatanan yang ditetapkan syariat Islam.3 Masyarakat memandang persoalan busana muslim sebagai persoalan sederhana, padahal sebenarnya . memakai busana muslim merupakan masalah yang besar atau penting. Namun pemahaman setiap individu terhadap pakaian muslim berbeda-beda tergantung dari apa yang didapatnya dari lingkungan, apakah ia tinggal, belajar, atau bekerja.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih bertekad dalam menegakkan syariat Islam agar tercipta masyarakat Islami sesuai dengan apa yang ingin Anda capai.
Remaja
- Pengertian remaja
- Masa perkembangan remaja
- Karakteristik perkembangan remaja
Dari uraian di atas dapat dipahami dengan baik bahwa masa pradewasa merupakan masa perkembangan dari masa remaja menuju masa dewasa yang dipisahkan oleh perubahan-perubahan pada diri anak, baik fisik maupun mental. Kaum muda mungkin menolak praktik cinta formal, tetapi mereka mencintai secara mandiri dalam perlindungan kamar tidur mereka sendiri.
Busana Muslim
Dalam bahasa busana muslim, seperti yang dikemukakan oleh W.J.S. Poerwadarminta, baju adalah pakaian yang indah, permata.23 Busana muslim atau disebut juga (pakaian) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia menurut M. Usahakan untuk tidak berpakaian seperti gender lainnya, laki-laki tidak berpakaian seperti perempuan dan perempuan tidak berpakaian. seperti pria. Islam mewajibkan setiap laki-laki dan perempuan untuk selalu menutup aksesoris yang menarik perhatian lawan jenis.
Alat kelamin laki-laki terbentang dari bagian tengah tubuh hingga lutut, sedangkan alat kelamin perempuan terletak di seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.27. Nabi Muhammad SAW juga memperingatkan tentang dua pergaulan dengan penghuni neraka. Rasulullah SAW menegur laki-laki yang berpenampilan fenomenal bagi perempuan dan perempuan yang berpenampilan menarik bagi laki-laki.
Hal ini termasuk laknat Nabi Muhammad SAW yang kejam dan sangat panjang, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau bersabda “Rasulullah mencerca laki-laki sebagai perempuan dan perempuan sebagai laki-laki”. Juga dalam lafadz yang lain, “Nabi berbicara menentang laki-laki yang berperilaku seperti perempuan dan perempuan yang berperilaku seperti laki-laki”. Pakaian syuhrah adalah pakaian yang pada umumnya dipakai untuk bersenang-senang dan egois untuk mencari pujian dari orang yang melihatnya.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Awalnya karena peraturan pesantren yang mengharuskan mereka memakai baju muslim, namun mereka menjadi terbiasa memakai baju muslim. Diketahui persepsi remaja terhadap busana muslim di Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu sebanyak 19 orang (90,48%) dari 21 responden dan 2 orang (9,52%) responden menyatakan belum memiliki kesadaran penuh terhadap pakaian muslim. penggunaan busana muslim dalam aktivitas sehari-hari. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi santri remaja terhadap busana muslim di Pondok Pesantren Al-Mubarokh kota Bengkulu adalah persepsi yang positif.
Disarankan kepada para santri muda Pondok Pesantren Al-Mubarokh untuk lebih memahami kewajiban berbusana muslim dan mengembangkan persepsi positif dalam memakai busana muslim yang sesuai dengan syariat Islam. Saya memakai pakaian muslim, namun saya kurang memakai pakaian yang mencerminkan gaya pakaian muslim yang sebenarnya. “Setuju, karena dalam agama Islam, muslimah yang sudah baligh wajib mengenakan pakaian muslim.”
Ya, itu dianjurkan oleh orang tua saya karena ketika saya masuk pesantren, saya disarankan untuk memakai pakaian muslim.” Tidak, karena menurut saya, busana muslim harusnya dikenakan oleh muslimah yang sudah baligh.” Ya, saya memakai pakaian muslim, tapi itu tidak atau tidak sesuai dengan hukum Islam.”
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pondok Pesantren Al-Mubarokh muncul dari keinginan masyarakat setempat untuk membangun pondok pesantren yang bermanfaat bagi masyarakat. area lokal. Di atas sekolah ini dibangun sebuah sekolah yang selanjutnya disebut Sekolah Islam Live in Al-Mubarokh Bengkulu. Pada awalnya Pondok Pesantren Al-Mubarokh hanya memiliki sedikit santri, namun seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Al-Mubarokh berkembang pesat dan memiliki banyak santri serta santriwati atau santriwati.
Pondok Pesantren Al-Mubarokh dengan sangat cepat terbebas dari bantuan penuh dari lingkungan sekitar, Pondok Pesantren ini juga mempunyai kerangka pengajaran yang sesuai dengan Pondok Pesantren Salafi seperti Sorogan, membaca kitab kuning yang sangat sesuai dengan pembelajaran Islam. praktek di Jawa..yayasan serta pengalaman hidup Islam kantor sekolah Al-Mubarokh.43. KH Ahmad Mufid mendirikan Pondok Pesantren, kemudian hasil perjanjian tersebut digunakan untuk membangun kantor dan kerangka seperti kantor Pondok Pesantren Al-Mubarokh untuk membantu kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu terletak di Jalan Raya Karang Indah Samsat RT 11 RW 02 Kecamatan Sumur Dewa Selebar Kota Bengkulu.
Tujuan didirikannya Pondok Pesantren Al-Mubarokh adalah : 1) Agar anak-anak yatim piatu di wilayah provinsi Bengkulu dan . sekitarnya mendapat bimbingan dan pendidikan. Pengurus dan Pengasuh di Wisma Islam Al-Mubarokh Kota Bengkulu dapat dilihat pada tabel berikut. Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu saat ini telah mempunyai perkantoran yang cukup memuaskan baik dari segi struktur tahan lama maupun kantor semi super tahan lama.
Pembahasan
Sesuai dengan pendapat diatas yang menyatakan bahwa memakai pakaian muslim merupakan suatu kewajiban bagi umat islam yang diatur atau tercantum dalam Al-Quran dan hadits mengenai pakaian muslim. “Saya selalu keluar rumah dan menutup aurat, namun saya tidak memakai baju muslim lengkap karena jika berjalan jauh saya merasa sedikit terganggu dengan pakaian yang terlalu muslim karena membuat saya tidak leluasa tidak bisa bergerak. " 48. Saya memakai baju muslim karena aturan asrama Islam mengharuskan atau mewajibkan setiap santri untuk memakai baju muslim, namun jika saya berada di luar asrama atau di rumah, kadang saya memakai baju muslim dan kadang tidak memakai baju muslim.” 52.
Hendaknya para remaja santri Pondok Pesantren Al-Mubarokh saling mengingatkan, saling mendukung untuk mengenakan pakaian muslim yang sesuai dengan ajaran agama Islam, agar selalu mengenakan pakaian muslim dalam beraktivitas sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah. Pondok Pesantren. “Saya memakai baju muslim karena peraturan pesantren mengharuskan atau mewajibkan setiap santri untuk memakai baju muslim, namun jika saya diluar pesantren atau di rumah saya kadang memakai baju muslim dan kadang tidak memakai baju muslim.” “Menurut saya, seseorang yang memakai baju muslim transparan atau minim hanya untuk gaya.”
“Setuju, karena setelah memutuskan pakaian muslim, hendaknya kita diajak untuk memahami tata krama berbusana muslim menurut syariat Islam.” “Saya selalu keluar rumah dan menutup aurat, namun saya tidak memakai baju muslim lengkap karena jika berjalan jauh saya merasa sedikit terganggu dengan pakaian yang terlalu muslim karena membuat saya tidak bisa leluasa bergerak.” “Memakai baju muslim dapat mempengaruhi perilaku beragama sehari-hari, karena jika kita sudah memakai baju muslim sesuai dengan syariat Islam tentunya kita sudah menunaikan kewajiban ibadah dan menyempurnakannya dengan pakaian yang kita kenakan.”
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang penulis lakukan pada santri Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu dan diperoleh hasil survei persepsi remaja terhadap busana muslim di Pondok Pesantren Al-Mubarokh Kota Bengkulu. Kota Bengkulu, peneliti memperoleh banyak ilmu dan keterampilan, yang sebelumnya telah peneliti kuasai, antara lain:
Saran
Ketika laki-laki dan perempuan sudah dewasa, kita wajib menutup aurat atau memakai pakaian muslim, sedangkan tidak menutup aurat sama saja dengan tidak menunaikan kewajiban sebagai umat Islam. Menutup aurat juga untuk kebaikan kita sendiri, seperti menjauhkan diri dari pandangan laki-laki yang bukan mahram kita, karena jika saya berada di luar pesantren, saya juga memakai baju muslim karena saya sudah terbiasa memakai pakaian yang haram. menutup atau menutupi kemaluanku. Saat aku memakai baju muslim, awalnya orang tuaku menasihatiku agar aku tidak memakai baju muslim atau menutup auratku karena awalnya aku mengira kalau memakai baju muslim atau menutup aurat akan membuatku risih dan risih untuk memakainya, namun ketika aku Saya mencoba memakai baju muslim, namun lama kelamaan saya mulai memakai baju muslim. Saya merasa nyaman."
Kalau menurut saya pribadi, kalau kita pakai baju muslim, tapi baju yang kita pakai tipis, selain tidak menaati tata krama berbusana, kita juga bisa membahayakan diri sendiri karena bisa menggugah syahwat laki-laki.” Tidak, karena baju muslim sudah menjadi sebuah tren saat ini, di mana sebagian besar wanita yang saya temui memakainya.” Apakah menurut Anda kita wajib mengetahui hukum memakai pakaian sesuai syariat Islam?
Menurut saya sangat berpengaruh karena jika kita memakai baju muslim maka kita akan ragu untuk melakukan perbuatan yang bisa melanggar aturan agama karena malu dengan pakaian yang saya kenakan.” Mengenai kewajiban memakai baju muslim menurut saya. tentunya di zaman sekarang ini kita semua sudah mengetahui bahwa memakai baju muslim memang suatu kewajiban pada diri kita, apakah dalam agama kita juga sudah dijelaskan bahwa kita harus mentaati perintah-Nya termasuk kewajiban memakai baju muslim? atau menutup aurat kita. adalah pakaian yang wajib dipakai oleh setiap muslim karena merupakan suatu kewajiban bagi kita, jika kita sudah mengetahui bahwa memakai pakaian muslim itu wajib bagi kita, namun kita tidak memakainya, maka itu berarti kita mengetahui bahwa kita melanggar syariat. Agama Islam karena tidak menutup aurat. Bagi kami umat Islam itu dosa.'
“Adab berbusana muslim yang saya tahu adalah tidak memakai busana muslim yang sesuai syariat Islam, tidak ketat.” Menurut saya, memakai baju muslim bisa memberikan pandangan negatif, namun pakaian tersebut tidak sesuai dengan syariat Islam.