BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.2 Metode Penelitian
3.2.3 Cara Kerja dan Teknik Pengumpulan Data
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Visual acuity auto projector
2. Slit lamp biomicroscope 3. Tonometer non kontak 4. Oftalmoskop indirek
5. Obat tetes mata tropikamid 1 %
6. Perangkat OCT Zeiss® Cirrus HD 5000 7. Perangkat Mikroperimetri Nidek® MP3
3.2.3.2 Persiapan Sebelum Penelitian Cara kerja pada penelitian ini antara lain :
1. Rancangan penelitian diajukan ke bagian Komite Etik Penelitian Kesehatan ethical clearance PMN RS Mata Cicendo.
2. Rancangan penelitian diajukan ke Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian PMN RS Mata Cicendo melalui surat yang dibuat oleh Kepala Program Studi dan Kepala Departemen IK Mata.
3. Penjelasan mengenai tujuan penelitian dan mengisi surat persetujuan informed consent penelitian kepada sampel.
4. Sampel yang masuk dalam kriteria inklusi akan diberikan penjelasan secara lisan mengenai prosedur pemeriksaan serta kegunaan penelitian.
Jika pasien dan keluarga setuju dan bersedia berpartisipasi dalam
penelitian ini maka akan diberikan lembar surat persetujuan (informed consent) untuk dilakukan tanda tangan.
5. Pasien yang telah menandatangani lembar surat persetujuan diberikan jadwal untuk dilakukan pencatatan identitas dan dilakukan anamnesis , pemeriksaan tajam penglihatan, pemeriksaan tekanan intraokular, pemeriksaan segmen anterior bola mata dengan menggunakan lampu celah, pemeriksaan segmen posterior menggunakan oftalmoskopi indirek, pemeriksaan OCT dan pemeriksaan Mikroperimetri MP3 oleh 1 perawat diagnostik PMN RS Mata Cicendo.
3.2.3.3 Prosedur Pemeriksaan Optical Coherence Tomography
1. Bersihkan sandaran dagu dan dahi pada mesin dengan menggunakan alkohol.
2. Sesuaikan tinggi meja agar pasien dapat duduk dengan nyaman.
3. Pilih jenis scan yang akan kita lakukan pada mesin OCT, kemudian tunggu sandaran dagu bergerak secara otomatis menyesuaikan dengan jenis scan yang akan kita lakukan. Minta pasien untuk meletakkan dagu pada sandaran dagu yang telah selesai bergerak dengan sempurna.
4. Pemeriksaan dilakukan satu persatu pada masing-masing mata. Pasien diminta untuk memfokuskan pandangan pada target fiksasi di mesin, informasikan kepada pasien agar dapat berkedip dengan normal selama proses penyesuaian kesejajaran oleh mesin OCT, dan instruksikan untuk membuka mata dengan lebar selama proses pengambilan scan berlangsung.
32
5. Pemeriksaan OCT didapatkan dengan memilih jenis makula cube scan 512x128. Nilai yang tertera pada masing-masing mata dicatat sebagai nilai ketebalan makula.
6. Informasikan kepada pasien agar dapat mengangkat wajah dari sandaran dahi dan dagu apabila hasil yang sesuai sudah didapatkan.
3.2.3.4 Prosedur Pemeriksaan Mikroperimetri MP3
1. Bersihkan sandaran dagu dan dahi pada mesin dengan menggunakan alkohol.
2. Sesuaikan tinggi meja agar pasien dapat duduk dengan nyaman.
3. Setelah mesin dinyalakan, mesin mikroperimetri MP3 akan bergerak untuk melakukan kalibrasi, setelah proses kalibrasi selesai minta pasien untuk meletakkan dagu dan dahi pada sandaran yang tersedia.
4. Pemeriksaan dilakukan satu persatu pada masing-masing mata.
Mikroperimetri MP3 akan melakukan tes fiksasi berupa kesejajaran pupil, kesejajaran retina, focus retina, setelah itu secara otomatis alat akan memberikan hasil terhadap tes fiksasi yang dilakukan.
5. Tahap berikutnya setelah hasil tes fiksasi baik, alat secara otomatis akan memberikan rangsangan berupa cahaya terhadap pasien dan minta pasien untuk menekan tombol yang tersedia pada alat jika pasien dapat melihat rangsangan cahaya tersebut.
6. Informasikan kepada pasien agar dapat mengangkat wajah dari sandaran dahi dan dagu apabila hasil yang sesuai sudah didapatkan.
3.2.3.5 Rancangan Analisis Data
Data yang sudah terkumpul diolah secara komputerisasi untuk mengubah data menjadi informasi. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan data dimulai dari:
1) Editing, yaitu memeriksa kebenaran data yang diperlukan
2) Coding, yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.
3) Data entry yaitu memasukkan data, yakni hasil pemeriksaan dan pengukuran subjek penelitian yang telah di-coding, dimasukan ke dalam program komputer.
4) Cleaning, yaitu apabila semua data dari responden telah selesai dimasukkan, maka perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan- kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan koreksi.
Analisis yang dilakukan selanjutnya bertujuan untuk mendiskripsikan variabel-variabel dependen dan independen sehingga dapat membantu analisis selanjutnya secara lebih mendalam. Selain itu, analisis secara deskriptif ini juga digunakan untuk mengetahui karakteristik subjek penelitian yang menjadi sampel penelitian. Analisis data untuk melihat gambaran proporsi masing - masing variabel yang akan disajikan secara deskriptif dapat diuraikan menjadi analisis deskriptif dan uji hipotesis. Data yang berskala numerik seperti umur sampel dan BMI dipresentasikan dengan rerata, standar deviasi, median dan range. Kemudian untuk data karakteristik sampel berupa data kategorik seperti jenis kelamin dan pekerjaan
34
maka diberikan koding dan dipresentasikan sebagai distribusi frekuensi dan persentase.
Analisis yang dilakukan harus sesuai dengan jenis masalah penelitian dan data yang digunakan. Kemudian untuk data numerik, sebelum dilakukan uji statistika data numerik tersebut dinilai dengan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-Wilk test, apabila data kurang dari 50, alternatifnya adalah Kolmogorov Smirnov apabila data lebih dari 50, dimana uji ini digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Selanjutnya analisis statistik sesuai tujuan penelitian dan hipotesis yaitu untuk menguji apakah terdapat hubungan antara hasil pemeriksaan penunjang mikroperimetri MP3 dan Optical Coherence Tomography Angiography pada penderita edema makula diabetik.
Uji statistik yang bertujuan mengetahui korelasi antara data numerik dengan data mengikuti distribusi normal maka maka digunakan uji statistika korelasi Pearson Test sedangkan untuk data yang tidak normal maka menggunakan Spearman. Interpretasi hasil uji hipotesis berdasarkan kekuatan korelasi, arah korelasi, dan nilai p: Kekuatan korelasi (r) berdasarkan kriteria Guillford (1956) yaitu : 0,0 -< 0,2 = sangat lemah; 0,2 - < 0,4 = lemah; 0,4 -< 0,7 = sedang; 0,7 - <
0,9 = kuat; 0,9 -1,0 = sangat kuat. Arah korelasi positif searah berarti semakin besar nilai satu variabel, semakin besar pula nilai variabel lainnya. Arah korelasi negatif:
berlawanan arah berarti semakin besar nilai satu variabel, semakin kecil nilai variabel lainnya. Adapun kriteria kemaknaan yang digunakan adalah nilai p apabila p ≤ 0,05 artinya signifikan atau bermakna secara statistika, dan p > 0,05 tidak signifikan atau tidak bermakna secara statistik. Nilai p < 0,05: terdapat korelasi
yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Nilai p > 0,05; tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Data yang diperoleh dicatat dalam formulir khusus kemudian diolah melalui program SPSS versi 24.0 for Windows.
3.2.3.6 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di unit Vitreoretina dan unit Diagnostik Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dalam waktu penelitian dari bulan September hingga Oktober 2021.
3.2.3.7 Implikasi/Aspek Etik Penelitian
Penelitian ini berpedoman pada tiga prinsip dasar penelitian terhadap manusia dengan memperhatikan hal-hal berikut :
A. Prinsip menghormati harkat dan martabat manusia (respect for person) 1. Subjek penilitian memiliki hak untuk bertanya dan berkonsultasi
mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian secara jelas.
2. Keikutsertaan subjek dalam penelitian dilakukan secara sukarela dan sadar, dan sewaktu-waktu dapat mempergunakan haknya untuk menghentikan keikutsertaan dalam penelitian tanpa paksaan.
B. Prinsip bermanfaat dan tidak merugikan (beneficience and non maleficience) 1. Penelitian yang dilakukan akan memberikan manfaat kepada subjek
penderita DME dengan mendapatkan pemeriksaan dasar mata, pemeriksaan OCT dan Mikroperimetri MP3 yang dapat mendeteksi perubahan struktur dan fungsional makula pasien.
36
2. Rasa tidak nyaman mungkin timbul saat pemeriksaan akibat dilakukan dengan berbagai macam alat, serta rasa silau dan buram dapat muncul akibat obat tetes midriatikum untuk melebarkan pupil, akan tetapi efek yang timbul tidak membahayakan pasien.
C. Prinsip keadilan (justice)
Seluruh subjek penelitian ini diperlakukan secara seragam, dengan menggunakan cara dan alat yang terstandarisasi oleh dokter spesialis mata.