• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengujian Kadar Semen pada Campuran Segar Semen Tanah (SNI 03-

Dalam dokumen Laporan TEKNOLOGI LAPIS FONDASI (Halaman 76-80)

15.5. Perhitungan

Angularitas agregat kasar dihitung dengan persamaan : V

= ----o-

E X 1 00%

dimana:

P = Persentase butir pecah dengan jumlah bidang pecah yang disyaratkan E = Berat butir pecah dengan sekurang-kurangnya jumlah bidang pecah yang

disyaratkan D = Berat benda uji

16. Metode Pengujian Kadar Semen pada Campuran Segar Semen Tanah (SNI 03-

Larutan 74,45 g bubuk dinatrium atilen diamin tetra acetic acid (Na2C10H14N208.2H20) dengan ± 1 L air suling hangat dalam gelas kimia, dinginkan pada temperatur kamar, pindahkan secara berangsur-angsur ke dalam labu ukur volume 2 L dan encerkan sampai tanda tera. Simpan dalam botol polyetelin.

• Bubuk lndikator Hidroksinaftol Biru

• Larutan Natrium Hidroksida (50%)

Larutan Natrium Hidroksida (50%) dapat diperoleh sebagai bahan pereaksi yang siap pakai dengan kadar karbonat rendah, penggunaannya dengan melarutkan ke dalam air suling dengan perbandingan 1 : 1.

Atau boleh disediakan sendiri oleh pengguna sebagai berikut :

Tambahkan 500 g natrium hidroksida (Na OH) ke dalam 600 ml air suling secara hati-hati dan biarkan pada temperatur kamar. Encerkan dengan air suling sampai volume uji menjadi 1 L. Simpan dlaam botol plastik. Encerkan dengan air suling (1: 1) apabila akan digunakan larutan.

• Larutan Trietanolamin (20%)

Encerkan 20 ml pelarut trietanolamin (HOCH2CH2)3N dengan air suling, sehingga volumenya menjadi 100 ml.

• Larutan Penyangga pH 7 den pH 12,5, digunakan untuk mengkalibrasi pH meter.

16.4. Penyiapan Kurva Kalibrasi

• Dari bahan yang digunakan untuk konstruksi disiapkan 3 (tiga) set contoh uji yang sama dengan kadar air rencana dan kandungan semen sebagai berikut : - Set 1, dua contoh dengan kadar semen 75% dari kadar semen rencana.

- Set 2, dua contoh dengan kadar semen 1 00% dari kadar semen rencana.

- Set 3, dua contoh dengan kadar semen 125% dari kadar semen rencana.

Catatan 1 : bila diperlukan titik-titik, kalibtasi tambahan bisa dibuat untuk memperluas cakupan yang lebih besar dengan kadar smeen yang lebih besar.

Untuk masing-masing contoh, dihitung kuantitas tanah, semen dan air sebagai berikut:

dimana:

s

Ms

=:. [(1 + 1: )(1 +

1~0

)]

Mr =C~o}Ms

Mt =Ms-Mr

Mr =C~o}Ms

Vw

=C;o}Ms+Mc

W

=

kadar air rencana, dibandingkan terhadap massa kering tanah dan semen (%).

C kadar semen, dibandingkan tehradap massa kering tanah (%).

R

=

bahan tertahan di atas saringan No.4 (lubang 4,75 mm) dalam persen;

S

=

contoh, 300 g bila 100% lolos saringan 4,75 mm dan 700 g bila ada tertahan saringan 4,75 mm;

Ms

= massa total tanah kering oven (g);

M, = massa tanah tertahan saringan 4,75 mm Me = massa semen (g);

Vw = volume air (ml)

Campurkan dengan cermat masing-masing contoh tanah dengan semen sampai nampak warn a merata, tambahkan air dengan hati-hati.

Catatan 2 : Kadar lengas tanah kering udara akan mempengaruhi sedikit keakuratan kalibrasi. Hal ini dapat dikoreksi dengan kuantitas tanah dan air yang dihitung sebagai berikut :

dimana:

Mr 1 =:. (1 + ~)Mr

Mw 1 = Vw- ( Mf 1 -Mf

J

Ws = kadar lengas tanah kering udara lotos saringan 4,74 mm (%%=).

• T ergantung apakah contoh uji mengandung atau tidak mengandung bah an tertahan di atas saringan 4,75 mm, lakukan 7.2.1 atau 7.2.2 berikut:

• Untuk tanah yang lotos saringan 4, 75 mm 1 00%.

Titrasi 300 g contoh seperti diuraikan pada butir 9. Setelah titrasi 6 contoh, buat grafik yang menunjukkan hubungan volume (ml) larutan EDTA (ml) terhadap kadar semen (%) dengan rata-rata penimbangan set 1,2 dan 3.

• Tanah yang sebagian tertahan di atas saringan 4,75 mm.

Saring dengan hati-hati 700 g contoh tanah sampai saringan bebas dari partikel- partikel bahan kecil yang melekat.Campur dengan 300 g contoh lotos saringan dan titrasi seperti diuraikan pada butir 9. Setelah mentitrasi ke-6 contoh, buat grafik penggunaan larutan EDTA (M) terhadap berat (g) semen pada set 1,2 dan 3, Me 300 dalam 300 g contoh dihitung sebagai berikut:

Mc3oo = [

( 70 ~~

Mr} Me

• Kurva kalibrasi berbeda untuk masing-masing jenis tanah dan mungkin tidak tinier.

• Buat kurva berbeda untuk masing-masing jenis tanah dan mungkin tidak tinier.

• Bila kadar kalsium contoh contoh uji berbeda dengan kalibrasi contoh, hasilnya tidak akurat, kalibrasi harus diulangi untuk setiap contoh yang berbeda kadar kalsiumnya seperti; titrasi tanah asli (Butir 9). Hasilnya yang tidak akurat dapat juga ditinmbulkan oleh pamakaian air pengujian yang berbeda dangan air yang digunakan untuk kalibrasi.

16.5. Pengambilan contoh uji

• Ambit contoh yang mewakili dari campuran tanah-semen yang baru selesai dicampur. Uji segera atau tempatkan dalam wadah plastik tertutup dan uji paling lama 30 menit setelah dicampur. Tergantung ada atau tidaknya mengandung bahan tertahan di atas saringan 4,75 mm, lakukan salah satu sebagai berikut:

~ Untuk campuran tanah-semen dengan contoh uji lotos 100% saringan 4,75 mm; ambit dan timbang 300 g dari titrasi seperti butir 9.

~ Untuk campuran tanah-semen yang mengandung bagian tertahan di atas saringan 4,75 mm, timbang 700 g contoh uji, saring contoh uji dengan saringan 4,75 mm, sampai seluruh bahan yang tertinggal bebas dari partikel halus lotos dari saringan, timbang dan catat sebagai Mfew (bahan total lotos saringan). Campurkan bahan yang lotos saringan seberat 300 g, lalu titrasi sesuai butir 9.

Pusat Litbang Jalan dan Jembatan 65

Catatan 3 : Bila koreksi dibuat untuk berbagai kadar air, tetapkan kadar Ww 1 untuk masing-masing bagian bahan yang lolos saringan 4,75 mm, perhitungan koreksi seperti catatan 6.

16.6. Prosedur titrasi

Masukkan setiap 300 g contoh uji dalam wadah Polyetheline 2 L dan tambahkan 500 ml larutan NIH4CI.Tutup wadah dan kocok selama 2 menit ± 2 detik.8iarkan agar mengendap selama 4 menit ± 2 detik untuk mendapatkan supernatan yang jemih.

Pipet 1 0 ml fraksi cair, masukkan ke dalam gel as pi ala 250 ml yang berisi batang pengaduk magnetik, tambahkan 100 ml air suling, sementara pengadukan dngan pengaduk magnetik berlangsung, teteskan larutan Na OH hingga pH antara 13-13,5 yang diukur dengan pH meter atay jertas indikator. Penggunaan alat ukur pH mengacu pada metode pengujian kalibrasi ASTM D 1293.8ila menggunakan kertas indikator, gunakan pipet tetes untuk memindahkan larutan pada kertas indikator.Setelah pengukuran pH, tunggu sekitar 20-30 detik untuk menjamin pH tidak turun dari kisaran yang ditentukan. Tambah 4 tetes larutan trietanolamin dan tambahkan kira-kira 0,2 g bubuk indikator. Lanjutkan mengaduk larutan dengan pengaduk magnetik. Titrasi dengan larutan EDTA sampai terjadi warna biru. Catat volume EDT A yang diperlukan untuk mencapai kondisi titik tersebut.

Catatan 4 : Wama biru yang lebih jelas dapat diperoleh dengan penambahan kira-kira 90%

larutan EDTA yang diperkirakan sebelum penambahan larutan NaOH.

Catatan 5 : Semua peralatan harus selalu dibersihkan dengan air suling, dan dijaga dengan cermat. Semua pereaksi harus disimpan dan dilindungi dalam wadah polyetheline.

16.7. Perhitungan

• Tergantung apakah contoh uji ada atau tidak mengadung bahan yang tertahan di atas saringan 4, 75 mm, lakukan salah satu sebagai berikut :

../ Jika campuran tanah-semen 100% lolos saringan 4,75 mm, bacalah kadar semen berdasarkan berat kering tanah (tidak termasuk semen) langsung dari kurva kalibrasi hasil titrasi hubungan volume (ml) EDT A dari contoh uji.

../ 1 0.1.2 Jika tanah mengandung bah an tertahan di atas saringan 4,75 mm, berat semen dibaca dari kurva kalibrasi hasil hubungan titrasi volume (ml) EDT A terhadap contoh uji.

Hitung A dan 8 sebagai berikut :

dimana:

A = ( Mtew )x MC3oO 300

8 = 700

[ 1+~]

100

Mtew = beart tanah dan semen lolos saringan 4,75 mm, seperti diuraikan 8.1.2

MC300 =

w

berat semua hasil pembacaan grafik kalibrasi (gO

= kadar air rencana (%)

A = berat semen dalam 700 g contoh

8 = berat tanah dan semen dalam 700 g contoh

Kemudian hitung C, persen hasil semen terhadap massa kering dari contoh (tidak termasuk semen) sebagai berikut:

C = [-A-]x1 00 (8 -A)

Catatan 6 : Variasi kadar air akan sedikit mempengaruhi keakuratan pengujian.

Koreksi persen semen akibat variasi kadar air C, dapat dihitung sebagai berikut :

dimana:

C' =

c

=

1+(~)

c'

=

1+

[

~ 00 w ,

]

xc

(Mt +Me

kandungan semen terkoreksi berdasarkan kadar air yang bervariasi (%).

kadar semen penetapan dari contoh uj.

W' = kadar air contoh uji seperti yang ditetapkan pada catatan 3 Vw3 M1 dan Me = besaran-besaran yang dihitung untuk kalibrasi set 2.

17. Pengujian kuat tekan bebas (unconfined compressive strength I UCS)

Dalam dokumen Laporan TEKNOLOGI LAPIS FONDASI (Halaman 76-80)

Dokumen terkait